
Liburan semester pertama di kelas dua SMA. Kurang lebih sudah enam bulan Lexa dan Hannie tidak bertemu dengan David. Mereka bertiga hanya saling bertukar pesan, telepon dan video call.
Sekarang adalah saatnya untuk bertemu langsung. Lexa dan Hannie kini sudah ada di bandara, Jepang.
“Lexa, Hannie!”
Suara yang sudah lama tidak mereka dengar itu menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita.
“David!” teriak Lexa.
Dia dan Hannie saling berebutan untuk memeluk David.
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”
“Tidak, pokoknya aku dulu!” ucap Lexa yang tidak mau kalah.
David hanya terkekeh melihat sikap dua gadis yang sangat dia rindukan itu.
“Sini!”
David langsung memeluk kedua gadis itu secara bersamaan karena badannya yang semakin besar dan terlihat gagah.
Semakin mempesona!
Ketujuh pria yang ada di belakangnya tersenyum melihat tiga orang yang saling melepas rindu itu.
“Aku juga mau dipeluk oleh gadis-gadis cantik ini!” ucap salah seorang dari mereka.
David hanya tertawa.
“Tidak boleh! Lewati aku dulu!”
“Ck, dasar posesif!”
“Oya, Hannie, Lexa ... kanalkan ini Kenzo dan kembarannya Kenzi. Ini Yosuke, Ryu, Malvin, Andre dan Samuel.”
“Hai!” sapa Lexa dengan ceria.
Sedangkan Hannie hanya tersenyum malu.
Si kembar Kenzi dan Kenzo, Ryu dan Yosuke adalah orang Jepang. Malvin orang Australia, Samuel orang Amerika sedangkan Andre campuran orang Indonesia dan Singapura.
Lexa langsung akrab dengan mereka. Tanpa mengenal lelah mereka langsung berjalan-jalan mengelilingi kota Tokyo.
Sebenarnya Hannie lah yang mereka ajak jalan-jalan karena Lexa sendiri dulu sering ke Jepang karena ayahnya juga memiliki perusahaan di sini.
Lexa juga harus memantau perusahaan yang ada di sini. Jadi sambil liburan sambil bekerja.
Lexa dan Hannie tidak menginap di hotel ataupun di kediaman orang tua Lexa yang ada di Tokyo. Mereka lebih memilih tinggal di kediaman David.
Meskipun apartemen David kecil, tapi pasti lebih menyenangkan kalau mereka selalu bersama.
David dan sahabat-sahabatnya itu satu universitas tetapi berbeda jurusan. David, Kenzo, Kenzi dan Samuel berada di jurusan yang sama yaitu managemen bisnis. Yosuke psikiater, Ryu tehnik informatika, Malvin arsitek, Andre sistem informasi.
“Apa banyak yang menyukai David?” tanya Lexa pada Kenzie.
“Dari mana kamu tahu?”
“Ya tahu saja. Di Jakarta juga banyak yang menyukainya.”
Lexa memandang David sambil senyum-senyum.
“Ayo besok kita ke kampus kalian!”
“Untuk apa?” tanya Andre.
“Menunjukkan pada gadis-gadis itu kalau ada dua wanita cantik yang sudah ada di sisi David. Gadis yang penuh pesona dan menawan.”
Hannie langsung tertawa sedangkan yang lainnya hanya terkekeh geli.
“Mereka tidak bisa melewati kami begitu saja. Bukan begitu, Hannie?”
“Itu benar!”
Hannie mengangguk mantap.
“Jadi gadis seperti apa yang boleh bersama David?” tanya Samuel.
“Yang cantik, cerdas, tidak sombong, tidak cacingan, pintar memasak, pengertian, sabar, tahu yang David suka,” ucap Hannie.
“Iya, ya?”
Lagi-lagi para pria itu terkekeh.
Selama berada di Jepang, David selalu membuatkan sarapan untuk Hannie dan Lexa.
☆☆☆
Ini adalah kedua kalinya Hannie dan Lexa mengunjungi David dan teman-temannya ke Jepang.
Liburan kenaikan kelas yang berarti kini mereka berdua telah kelas tiga SMA. Hannie juga sudah belajar bahasa Jepang sedikit-sedikit. Sedangkan Lexa memang sudah bisa sejak awal. Dia juga yang membantu David saat David masih belajar bahasa Jepang di Jakarta dulu. Menjadi lawan bicaranya untuk melatih kaiwa (percakapan).
“Hannie, mungkin jodohmu orang Jepang!” ucap Lexa.
“Dari mana kamu tahu?”
“Hanya menerka saja.”
Kenzo yang mendengarnya tersenyum.
Lexa tahu kalau Kenzo menyukai Hannie dan dia juga sudah menyuruh anak buah ayahnya untuk menyelidiki Kenzo. Dia tidak ingin sahabatnya itu bersama pria yang salah.
☆☆☆
Liburan mereka yang ketiga kalinya ke Jepang. Lexa benar-benar memenuhi janjinya pada David dan Hannie kalau dia akan mengajak Hannie mengunjungi David selama liburan panjang.
Lexa juga semakin menguasai keadaan perusahaan di Jepang. Dia malah berniat masuk ke kampus yang sama dengan David, begitu juga Hannie.
David sendiri sudah sejak lama membuka usaha kecil-kecilan dan sudah semakin berkembang.
Sementara itu hubungan Hannie dan Kenzo juga semakin dekat. Hannie yang malu-malu dan Kenzo yang to the point. Mereka saling melengkapi.
☆☆☆
Liburan selanjutnya.
Lexa dan Hannie tidak ke Jepang karena ini adalah kelulusan mereka. David, Kenzo, Kenzie, Yosuke, Ryu, Samuel dan Andre lah yang akan ke Jakarta untuk liburan dan merayakan kelulusan dua gadis itu.
Mereka ingin melihat acara wisuda Lexa dan Hannie. Walaupun hanya acara wisuda SMA, tapi ini adalah pelepasan status mereka yang tidak lagi menjadi anak SMA tapi akan menjadi anak kuliahan sama seperti mereka.
Sama seperti Lexa yang menyiapkan pesta untuk kelulusannya, David juga ingin menyiapkan pesta untuk Hannie dan Lexa. Kali ini akan lebih meriah karena bukan hanya mereka bertiga saja yang ada tapi juga ada si kembar Kenzo dan Kenzi, Yosuke, Ryu, Samuel, Malvin dan Andre.
Lexa terlihat sangat cantik dengan kebayanya. Ini pertama kalinya dia memakai kebaya, begitu juga dengan Hannie.
Kedua orang tua Lexa sangat bahagia melihat putri mereka lulus dengan hasil yang sangat memuaskan.
Kehadiran David dan sahabat-sahabatnya membuat heboh. Para gadis histeris saat melihat para pemuda tampan itu. Mereka sangat iri kepada Lexa dan Hannie karena dikelilingi oleh pemuda tampan.
Mata Lexa menjelajah ke sekitar. Mencari apakah Zion akan datang ke acara wisudanya. Memang hanya wisuda SMA, tapi dia sangat berharap kalau Zion akan datang.
Lagi-lagi hanya keinginan semu!
☆☆☆
Lexa dan yang lainnya kini berada di puncak. Udara dingin menembus kulit mereka. Pemandangan kebun teh semakin membuat sejuk suasana.
Lexa termenung merindukan seseorang. Entah sudah berapa lama dia tidak bertemu dengan pria itu.
Lexa merasakan jantungnya berdegup kencang saat memikirkan Zion. Sesekali dia memejamkan matanya.
Sudah lama juga mereka tidak liburan bersama. Dia juga ingin Zion berada di sini bersamanya.
Aku merindukan kamu, Zion?
Sangat rindu!
Lexa teringat masa-masa kecilnya saat bersama Zion dulu. Dia tersenyum malu saat mengingat Leon dan Zioxa yang dia bilang itu adalah anaknya dan Zion.
Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Benar-benar malu akan sikap polosnya dulu.
Tapi semua itu tinggallah kenangan.
Tanpa terasa air matanya keluar dan dia cepat-cepat menghapusnya karena tidak ingin ada yang melihatnya dan merusak liburan ini.
Dari kejauahan David melihat Lexa yang bersedih bahkan menangis. Pria itu menghela nafasnya.
Dia ingin membuat Lexa bahagia. Bagainana pun caranya.
Tapi apakah hanya dengan kehadiran Zion yang bisa membuat gadis itu bahagia?