ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
137 SURAT DARI TIARA



Dear, Lexa.


Xa, aku tidak tahu bagaimana cara menyampaikan hal yang sudah seharusnya aku sampaikan pada kamu sejak awal.


Semuanya berawal sejak kita mulai memasuki kelas satu SMA. Saat itu, ada seorang pria yang sering menemuiku.


Wajahnya tampan, dan terlihat kaya. Dia sering bertanya padaku tentang dirimu. Aku lalu menceritakan semua tentangmu dari apa yang aku tahu. Tentang kamu dan Zion, juga persahabatanmu dengan David dan Hannie.


Tidak ada yang mencurigakan mengenai dirinya. Dia sering mengajakku makan di restoran, juga membelikan aku barang-barang mahal.


Suatu saat, dia pernah berkata padaku, "Apa kamu tidak menyukai Zion? Dia tampan dan kaya, kenapa kamu tidak mendekatinya saja?"


Yang ada dalam pikiranku, tentu saja aku sangat menyukai Zion. Siapa yang tidak akan menyukainya, pria tampan dan kaya. Bahkan kamu saja yang kaya dan cantik bisa menyukai Zion. Apalagi aku, yang hanya gadis miskin dan yatim piatu.


"Berusahalah untuk memikat hati Zion!" lanjutnya dengan meyakinkanku.


Seiring waktu, dengan intensnya pertemuan kami, aku tahu bahwa dia ingin memisahkan kamu dan Zion, namun aku tak peduli, karena aku juga menyukai Zion.


Bukan dia yang menceritakannya, tapi aku yang menyadarinya sendiri. Dia selalu bersemangat saat menyebut namamu, matanya selalu berbinar saat dia memandang fotomu (aku pernah tidak sengaja melihat wallpaper di ponselnya adalah fotomu).


Pria itu sangat terobsesi denganmu, dia akan melakukan apa saja untuk memilikimu.


Nama El ...


Entah apa nama panjangnya, aku juga tidak yakin apa itu nama aslinya atau bukan.


Tanpa kamu sadari, dia sering mengikutimu kemana saja kamu pergi.


Lagi-lagi, bukan dia yang menceritakan semuanya. Saat kamu, aku dan Zion jalan bersama, aku melihat dia yang mengawasimu dan kurasa dia diam-diam juga mengambil fotomu.


Dia bukanlah orang yang terbuka, yang akan menceritakan apa yang dia rasakan pada orang lain. Termasuk denganku, meski pun kami sering bertemu.


Menjelang ujian kelulusan, pria lain menemuiku. Menawarkan sejumlah uang untuk menyusun rencana di taman. Aku tidak tahu apakah itu orang suruhan El atau bukan. Namun sejak pria asing itu datang dan menawarkan sejumlah uang, aku tidak pernah bertemu lagi dengan El hingga saat ini.


Saat di London, aku berkenalan dengan banyak orang. Dari desas-desus yang kudengar, bahwa wanita-wanita yang selama ini mendekati Zion - meskipun dengan keinginan sendiri - juga sudah direncanakan oleh seseorang.


Diam-diam aku mencari tahu semua itu. Aku harus keluar masuk hotel dengan banyak pria, tapi aku tidak pernah melakukan free se*.


Kejadian di taman itu sudah direncanakan dengan sangat matang. Skandal tentang Zion yang sering berganti wanita juga ada dalangnya.


Kecelakaan yang dialami David dan Kenzo, itu juga aku yakin direncanakan oleh orang yang sama.


Saat kamu mengalami kecelakaan kecil di taman waktu itu (saat amnesia), aku yakin itu juga bukan hal yang kebetulan.


Lalu, setelah kegagalan demi kegagalan untuk menyingkirkanmu, terjadilah peristiwa naas itu. Kamu mengalami kecelakaan beruntun dan akhirnya keguguran. Rencananya cukup berhasil walau lagi-lagi kamu tetap bertahan.


Kecelakaan beruntun itu bukan terjadi secara kebetulan. Orang itu tidak lernah setengah-setengah dalam menginginkan sesuatu. Terbukti dengan kejamnya dia mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah.


Zion dan David adalah korban sampingan. Orang itu akan menyingkirkan siapa saja pria yang ada di dekatmu, terutama yang menjadi pendampingmu.


Aku yakin, bukan hanya Zion dan David saja yang pernah mendapat masalah besar.


Cobalah kamu susun puzzle ... Kenzo, Kenzi, Yosuke, Ryu, Andre, Samuel dan Malvin pasti pernah merasakan dampaknya. Karena siapa yang tahu, siapa yang akan menjadi pendampingmu nanti, sedangkan saat itu hubunganmu dengan Zion telah hancur.


Entah itu obsesi atau ada dendam pribadi, orang itu akan terus menghantui hidupmu selama dia masih hidup. Jika ingin hidup kalian tenang, hancurkanlah orang itu sampai ke akar-akarnya.


Para wanita yang selalu mendekati Zion setelah kalian menikah, juga telah direncanakan. Jika kalian menyadarinya, siapa yang akan mengusik keluarga William dan Willson begitu saja jika bukan orang yang sembarangan?


Wanita tsng berusaha memfitnah Zion atas tuduhan pelecehan, pasti juga hanya dijadikan kambing hitam untuk menghancurkanmu.


Karena kamu lah sasaran utamanya.


Lexa, maafkan aku baru mengatakan semua ini kepadamu, meski hanya dalam surat.


Aku terlalu pengecut untuk menceritakan semua ini, bukan karena aku takut mati. Aku tahu orang itu juga mengawasiku. Aku hanya khawatir dengan nasib anakku.


Aku khawatir dia menjadi korban atas kesalahanku.


Carilah pria bernama El ....!


Hanya itu yang aku tahu tentang dirinya.


Aku akan tenang jika surat ini telah sampai ke tanganmu dan kamu telah membacanya.


Jaga dirimu dan calon anakmu.


Jangan percaya pada siapapun, karena kamu tidak pernah tahu siapa musuh sebenarnya.


Oya, saat aku di London, ada lagi pria lain yang menemuiku. Dia menyuruhku untuk mendekati Zion.


Saat aku hamil, orang yang menemuiku di London itu menyuruhku untuk mengatakan kalau anak yang aku kandung adalah anak Zion. Dia bilang akan mengatur semuanya agar saat tes DNA, hasilnya akan mengatakan kalau anak itu adalah anak Zion.


Semua permasalahan yang kalian alami, kemungkinan besar ada sangkut pautnya dengan orang itu yang entah siapa aku juga tidak mengenalnya.


Saat aku mengetahui bahwa kamu hamil lagi, aku selalu merasa gelisah. Bukan karena aku iri ataupun sakit hati, tapi jujur saja, aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu dan calon anakmu.


Kamu boleh percaya boleh tidak dengan apa yang aku sampaikan ini. Namun, bila nanti akan ada tragedi lagi yang lebih besar, aku berharap keberuntungan masih menyertaimu, apalagi sekarang kamu sudah hamil lagi. Jangan sampai kalian kehilangan anak kalian lagi.


Lexa, kamu harus mencari tahu semuanya.


Sesekali, datanglah ke rumah lamaku, tempat dimana kita pernah berbagi cerita dan rahasia.


Boneka Doraemon pemberianmu masih aku simpan. Aku berharap kantong ajaibnya akan memberikan aku hal-hal yang aku inginkan.


Lexa, sahabatku satu-satunya ...


Maafkan aku yang tidak tahu diri ini.


Maafkan aku yang egois dan tidak tahu terima kasih.


Maafkan aku atas segala salah dan khilafku.


Maafkan aku yang mengkhianatimu.


Maafkan aku yang menyakitimu dan pernah ingin menghancurkan hidupmu.


Aku bersyukur pernah menjadi sahabatmu.


Terima kasih atas kasih sayang yang kamu berikan sebagai sahabat dan saudariku.


Sampaikan maafku pada ayah dan bunda karena telah menyakiti putri satu-satunya dan terima kasih untuk mereka karena telah berbuat baik pada kakekku juga menyayangiku seperti anak sendiri.


Sampaikan maafku pada Zion, yang telah mengkambing hitamkan dia atas segala obsesiku untuk memilikinya dan berusaha memisahkan kamu dengannya.


Sampaikan maafku pada orang tua Zion.


Sampaikan maafku pada David, Hannie, Kenzo, Kenzi, Yosuke, Ryu, Andre, Samuel dan Malvin karena pernah berusaha memfitnah mereka.


Salam sayangku untukmu ...


Di surat itu Tiara juga menceritakan tentang kehamilannya dan penyakitnya.


Lexa membaca surat itu dengan tangan bergetar yang terkepal.


Satu hari setelah Lexa membaca surat itu, Tiara diberitakan tewas di dalam penjara akibat perkelahian antar napi.


FLASH BACK OFF