
"Aduh, pinggangku encok." Aron berjalan dengan pelan sambil memegangi pinggangnya yang sakit gara-gara kelamaan dance.
"Dih, enggak banget deh. Masa CEO sakit pinggang! Bikin malu, turun harga," ucap Samuel.
"Woy, kagak sadar diri. Situ aja meringis mulu."
"Udah sih, mau sakit pinggang kek, ecok pegel linu kek, yang penting nih mata puas banget lihat tuh cewek-cewek yang super hot."
Zion dan Kenzo mendelik tajam pada Malvin.
"Iya iyaaa ... kecuali Lexa sama Hannie."
☆☆☆
Dua bulan kemudian
"Ayolah Zion, bantuin aku," ucap Bian, salah satu teman futsal Zion yang berprofesi sebagai penyanyi.
"Ck, gimana ya Bi. Kamu kan tahu aku ini pria most wanted yang super duper sibuk. Mana ada waktu untuk mengurusi hal begitu."
"Cih, sombong."
Zion hanya terkekeh geli.
"Istri aku lagi ngidam, Zion. Masa kamu enggak mau bantu."
"Berani bayar berapa kamu? Aku sama kamu juga lebih kaya aku."
"Iya iya ... yang super duper kaya. Apalah dayaku yang hanya penyanyi receh, ini."
Zion lagi-lagi terkekeh geli.
"Ayolah Zion, ya ya ya?"
"Kenapa harus aku dan Lexa? Memang sih aku dan Lexa itu pasangan yang fenomenal, kelewat ganteng dan cantik bla bla bla ... "
Zion masih saja mengoceh narsis.
"Ziooonnn ... "
"Iya iya, nanti aku bilang sama Lexa, tapi enggak janji ya."
"Oke, aku tunggu kabar baiknya."
Selepas kepergian Bian, Zion menghela nafas berat dengan raut wajah yang sendu.
Baby Arion ...
Di mansion
Zion menghela nafas sebelum mulai bicara dengan Lexa.
"Beb ... "
Lexa menatap Zion yang wajahnya terlihat ragu-ragu untuk berbicara.
"Istrinya Bian lagi hamil ... "
"Terus kamu ayah babynya?"
"Ya Allah, Yang ... kamu mah bikin aku jantungan!"
Zion mengelus-ngelus dadanya mendengar perkataan Lexa.
"Dia ngidam, Beb."
"Kamu disuruh pakai baju Sailormoon?"
"Dih amit-amit, kamu mah tega banget sama aku."
"Lagian kamu kalau ngomong setengah-setengah."
"Lah kamu yang motong omongan aku."
"Dah ah jangan bawel!"
"Kamu jangan cerewet."
Zion mengambil alih piring yang berisi potongan buah dan langsung menyuapi Lexa sebelum istrinya itu kembali mengoceh.
"Istrinya mau kita jadi model di video clip terbaru Bian."
Zion berkata cepat sambil menahan nafas. Masalah kehamilan dan sejenisnya memang sering membuat Lexa uring-uringan. Membuatnya teringat saat hamil dan baby Arion. Itulah sebabnya Zion dan yang lain selalu menghindari pembicaraan itu dengan Lexa.
"Istrinya ngidam kita jadi model video clip Bian?"
"Iya."
"Lagi hamil berapa bulan?"
"Kayanya mau dua bulan deh."
"Ya sudah aku mau."
"Serius?"
"Iya."
"Ngomong-ngomong ... mereka memang sanggup bayar kita berapa?"
Keesokan harinya ...
Di kantor Zion
"Jadi gimana Zi?"
"Kami mau, tapi ada syaratnya."
"Apa?"
"Video clipnya harus di Swiss ya, terus aku mau adegannya yang romantis abis."
"Kenapa harus di Swiss?"
"Tadinya aku mau di kamar saja, tapi keenakan kalian dong lihat yang gratisan."
Bian langsung melempar Zion dengan tisu, tadinya mau dengan vas bunga.
"Ingat, kasih fasilitas yang bagus, jangan yang abal-abal."
"Lah, seharusnya kamu bersyukur aku dan Lexa mau. Kapan lagi orang terkenal seperti kami mau jadi model video clip. Emang lagunya sebagus apa sih?"
Lexa hanya cekikikan, sedangkan tim dari Bian sejak tadi diam saja, mengamati dengan takjub Zion dan Lexa yang selama ini berita tentang keduanya hanya dapat mereka lihat lewat media. Zion memang langsung meminta untuk bertemu mereka semua biar tidak buang-buang waktu karena dia harus ke Belanda meninggalkan istrinya untuk dua tiga hari kedepan.
"Emang lagunya Bian ada yang tenar, Zi?"
"Eh buset dah, suami istri songong banget. Aku tuh penyanyi terkenal tau, sudah sering dapat penghargaan."
Lexa dan Zion hanya terkekeh. Bian tahu bagaimana sifat Lexa dan Zion, jadi dia tidak tersinggung. Bian dulu sering bertemu dengan Lexa saat Lexa menonton Zion bermain futsal. Dia juga ikut menjadi pengisi acara di pemubukaan ELF.
"Kamu enggak perlu bayar kami, semua gratis. Hadiah dari Lexa untuk calon baby kalian."
"Serius?"
"Iya, tapi tuh lagu harus bagus, jangan sampai bikin malu kami sebagai modelnya."
"Lagian kami juga sudah kaya banget, Bi. Bingung mau diapain lagi tuh duit."
"Anjirrr ... kesombongan yang hakiki ya!"
"Apa perlu kami yang jadi sponsornya?"
"Untuk wardrobe apa perlu disponsori oleh ELF?"
"Beruntung banget dia ya, Yang."
"Iya Hubby, modelnya aja kita."
"Pasti laris manis tuh lagu."
"Bukan karena lagunya, tapi karena kita jadi modelnya."
"Awas entar penyanyi lain pada ngiri."
"Iya ya, ya ampun ... entar banyak cewek-cewek yang tambah iri sama aku."
"Banyak juga cowok-cowok yang sirik sama aku."
"Woooiii ... stop dong sombongnya."
"Sombong itu wajar kalau ada yang bisa disombongin."
"Dari pada nyombongin punya orang lain."
"Iya deh, apa kata kalian saja."
"Jangan lupa kami mau fasilitas terbaik."
Satu minggu kemudian.
Setelah Zion kembali dari Belanda, Zion dan Lexa mempersiapkan diri mereka pergi ke Swiss untuk membantu Bian, anggap saja sebagai honeymoon juga.
Di bandara sudah ada Lexa, Zion, Bian dan istrinya. Mereka berempat akan pergi bersama dengan jet pribadi milik Zion. Sedangkan para kru akan naik pesawat komersil.
Lexa mengusap perut Ericca, istri Bian. Ada kesedihan yang ditutupi oleh Lexa mengingat saat-saat kehamilannya dulu.
Hari pertama pembuatan video
Reka adegan ...
Adegan 1
Zion berjalan berpapasan dengan Lexa. Namun langkah Zion terhenti dan menengok ke belakang. Dia berlari mengejar Lexa tetapi Lexa telah menghilang. Zion memegangi dadanya yang berdetak kencang.
"Cut!" ucap sutradara.
Pindah lokasi
Adegan 2
Zion melihat Lexa dari kejauhan. Dia berlari menuju Lexa yang saat ini sedang memeluk rangkaian bunga. Namun sekali lagi dia kehilangan jejak Lexa di tengah keramaian orang-orang yang berlalu lalang. Menyisakan sebuh sesak di dada.
Pindah lokasi
Adegan 3
Di hari ketiga, Zion melihat Lexa di coffee shop. Tanpa pikir panjang Zion mendatangi Lexa dan langsung memeluknya.
CUP
CUP
CUP
CUP
CUP
Zion mengecup kening, mata, kedua pipi, hidung, dan bibir Lexa.
CU ...
"CUT!"
Sebelum Zion kembali mengecup bibir Lexa, adegan itu sudah di cut lebih dulu oleh sutradara.
"Tuan Zion, cukup keningnya saja yang dikecup, tidak usah seluruh area wajah!"
Ternyata Zion mencuri kesempatan.
"Terserah saya dong. Istri, istri saya. Yang nyium juga saya."
"Ya tapi kan adegan aslinya enggak gitu."
"Kurang romantis kalau hanya dikening. Harus sesuai request saya. Lagian dari awal lari-lari mulu!"
Ini sebenarnya sutradaranya siapa sih, kenapa malah modelnya yang ngelunjak. Karena yang jadi model pria adalah Zion, jadi iya in saja, biar tidak ribet.
Adegan kembali dimulai.
Zion dan Lexa berpelukan ditengah hawa dingin. Senyum keduanya mengembang dengan perasaan lega. Lexa menangkup kedua pipi Zion lalu mengecup ujung hidungnya lalu mereka kembali berpelukan.
"CUT! Untuk hari ini cukup ya."
"Kok udahan? Lanjutin di kamar aja deh, Yang."
Bian yang mendengarnya hanya mendengus, sedangkan Ericca hanya tersenyum.