ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
24 ZION VS DAVID



Zion menggendong tubuh Lexa yang lemah menuju kamarnya. Kepala Lexa bersandar pasrah di dada bidang milik Zion.


Suaminya itu membaringkan dengan pelan tubuh Lexa di atas kasur.


"Istirahatlah! Aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan makanan untukmu, setelah itu kamu minum obat."


Tiga puluh menit kemudian Zion mengantarkan makanan untuk Lexa.


"Ayo makan!"


Zion ingin menyuapkan makanan untuk Lexa tetapi wanita itu tidak juga membuka mulutnya.


"Kamu takut aku memasukan sesuatu ke dalam makanan kamu? Apa yang pria itu katakan padamu? Apa dia selalu mempengaruhi kamu dan berburuk sangka padaku?"


"David tidak seperti itu!"


"Jangan kira aku tidak tahu Lexa. Selama ini kamu selalu mencurigai makanan dan minuman yang kamu makan di rumah ini, kan!"


"Aku tidak akan berbuat jahat padamu. Kalau aku mau, aku bisa saja melakukan hal yang tidak kamu inginkan sejak dulu," lanjutnya.


Dia mulai menyuapi Lexa, tapi dasar bandel, wanita itu tetap menutup rapat-rapat mulutnya.


Zion mulai menyuapi dirinya sendiri, kesal dengan Lexa. Dia makan dengan lahap di hadapan Lexa.


"Ayo makan!"


Akhirnya Lexa mau juga makan. Tanpa sadar mereka telah makan sepiring berdua, bahkan menggunakan sendok yang sama.


"Sekarang minum obatmu!"


Zion memberikan tiga jenis obat pada Lexa. Tidak lama kemudian wanita itu tertidur.


☆☆☆


"Bagaimana keadaan kamu?"


Zion menyentuh kening Lexa dengan punggung tangannya.


"Jangan sentuh, ingat perjanjian!"


"Ck, kemarin aku bahkan menggendong dan menyuapi kamu, Lexa. Haruskah kamu membahas masalah perjanjian disaat seperti ini?"


"Aku tidak mau rugi!"


"Aku juga tidak mau rugi!"


"Rugi apanya, kamu?"


"Aku ini sedang merawat kamu. Kalau kamu menggugat aku karena ini, lebih baik sekalian saja kita berciuman dan membuat anak!"


" ... "


"Aw, sakit!"


Lexa tanpa permisi langsung menjambak rambut Zion. Membuat pria itu mengeluh kesakitan tapi juga tertawa.


Tok tok tok ...


Zion membuka pintu, seorang pelayan datang membawakan sarapan untuk Zion dan Lexa.


Bubur ayam


Roti bakar dan madu


Nasi goreng daging


"Kamu mau makan yang mana?"


"Semuanya!"


"Apa?"


"Aku mau makan ketiganya, jangan pelit!"


Dasar wanita ini, kalau aku pelit, aku tidak akan membayar arisanmu dan memberikan kartu itu!


Zion lalu mengoleskan madu pada roti, lalu dia dan Lexa memakannya.


Selesai dengan roti, Zion kemudian menyiapi Lexa bubur ayam lalu yang terakhir nasi goreng.


Lexa bukannya manja, tapi badannya memang masih lemah dan panasnya masih agak tinggi.


"Sebaiknya kamu dirawat saja di rumah sakit."


"Aku tidak mau. Aku tidak suka bau obat-obatan!"


"Tapi ... "


"Aku bilang tidak mau, ya tidak mau. Jangan memaksa!"


Lexa kembali terlihat gelisah.


"Baiklah, tapi kalau nanti siang keadaan kamu belum membaik, aku akan menyuruh dokter untuk menginfus kamu di rumah."


Siang harinya kedua orang tua Lexa dan Zion datang melihat keadaan Lexa.


"Bagaimana keadaan kamu, Sayang?"


"Baik!"


"Mama bawakan makanan kesukaan kamu. Kenapa selama ini kalian tidak pernah ke rumah?"


"Maafkan kami, Bun."


Zion merasa bersalah kepada mertua dan kedua orang tuanya.


☆☆☆


Seorang pria dan wanita memasuki sebuah mansion mewah dengan perasaan cemas.


"Kami ingin menemui Lexa!"


"Dimana kamarnya?"


"Jangan mengganggunya."


"Kami ingin melihat keadaannya, bukan mengganggunya."


"Kalian seharusnya punya sopan santun saat bertamu ke rumah orang!"


"Katakan saja dimana kamarnya?"


"Kamu boleh ke kamarnya, tapi tidak dengan pria ini."


Pertengkaran terjadi antara Zion dan David. Hannie langsung mencari Lexa di atas. Dia membuka salah satu kamar, tetapi tidak ada Lexa di kamar itu. Lalu dia membuka kamar di sebelahnya, ternyata Lexa ada di kamar itu. Lexa terbaring lemah. Badannya keringat dingin.


"David! David ... !"


Suara teriakan Hannie menghentikan pertengkaran itu. Zion dan David langsung berlari ke kamar Lexa.


Mereka mendapati Lexa yang sedang muntah-muntah.


"Suruh Yosuke ke sini!" perintah David pada Hannie.


Hannie langsung menghubungi Yosuke dan memintanya untuk segera datang.


"Kalian berdua keluar dulu. Aku akan menggantikan pakaian Lexa!"


David dan Zion keluar dari kamar itu.


"Cepat ceraikan Lexa! Kamu hanya membuatnya menderita!"


"Lalu apa kamu bisa membuatnya bahagia?"


"Tentu saja. Selama ini akulah yang selalu bersamanya, bukan kamu!"


Zion menahan kekesalannya.


"David, dimana Lexa?" tanya Yosuke yang baru saja datang tanpa menghiraukan keberadaan Zion.


Nampaknya semua yang berteman baik dengan Lexa dan David mempunyai sifat yang sama - anti Zion. Satupun dari mereka tidak ada yang menyukai Zion.


Sebegitu erat kah persahabatan mereka? Musuh yang satu maka musuh untuk semuanya?


"Dia ada di kamarnya, Hannie sedang menggantikan bajunya!"


Pintu kamar terbuka.


"Masuklah!" kata Hannie pada David dan Yosuke.


Sebenarnya siapa pemilik rumah ini?


Yosuke langsung memeriksa keadaan Lexa. Dia langsung mengganti infus lalu menyuntik Lexa.


"Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu suntikkan padanya?"


"Aku seorang dokter, tentu saja aku sedang mengobatinya!"


"Dokter pribadiku sudah mengobatinya!"


"Itukan dokter pribadi kamu. Aku dokter pribadi Lexa!"


"Aku suaminya, aku yang berhak menentukan siapa yang boleh memeriksa istriku."


"Lexa yang lebih berhak menentukan siapa yang boleh memeriksa. Aku pastikan akulah orangnya!"


Yosuke sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh Zion.


"Yosuke, siapkan ambulance. Bawa Lexa ke tempatku!" ucap David.


"Selangkah saja kalian membawa Lexa pergi, maka jangan salahkan aku jika ada pemakaman hari ini!"


Para bodygurd Zion sudah bersiap-siap berjaga dengan senjata mereka.


"Hentikan! Ini bukan saatnya bertengkar. Jika Lexa disini, maka kami juga akan disini. Aku tidak akan membiarkan Lexa sendiri," ucap Hannie.


Hannie duduk disisi tempat tidur Lexa.


Zion menelepon dokter pribadinya, menyuruhnya datang untuk mengawasi Yosuke.


☆☆☆


"Sebaiknya bawa dia ke rumah sakit!" ucap Adam, dokter pribadi Zion.


"Tidak boleh! Kamu mau membuat Lexa tambah sakit?" ucap Hannie sambil melebarkan matanya.


"Ke rumah sakit untuk menyembuhkan, bukan untuk membuat orang semakin sakit. Aku ini seorang dokter, Nona!"


"Kamu pikir kamu saja yang dokter? Aku dan Yosuke juga seorang dokter!"


Adam melirik Zion menandakan kalau dia ingin berbicara secara pribadi kepada Zion. Mereka lalu keluar kamar, menuju ruang kerja Zion.


"Ada apa?"


"Sepertinya ada yang mereka tutup-tutupi tentang keadaan istrimu."


"Aku tahu."


"Apa istrimu sering mengalami hal ini?"


"Selama kami menikah, ini adalah yang pertama kalinya."


"Sebaiknya kamu tanyakan riwayat kesehatan istrimu pada orang tuanya!"


"Tentu saja. Aku akan meminta mereka untuk datang lagi. Aku tidak mau meninggalkan Lexa hanya pada mereka. Oya, aku sudah menyiapkan kamar untuk kamu. Selama Lexa sakit, kamu harus tinggal disini dan mengawasi Yosuke."


"Aku mengerti!"


Mereka kembali ke kamar Lexa. Hannie sedang mengelap kening Lexa yang berkeringat. David dan Yosuke langsung menghentikan percakapan mereka.


Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Lexa?