ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
11 TIGA HATI



Memiliki kamu itu sulit. Berbagai cara aku lakukan. Entah itu benar atau salah aku tidak peduli. Yang aku tahu, ini bukan sekedar ambisi, tapi harga diri. Entah itu cinta atau bukan, yang aku tahu, aku tidak akan kalah - Zion


Bukan kamu yang pantas mendapatkannya. Kamu pikir aku akan membiar begitu saja Lexa bersamamu? Bermimpilah setinggi langit, akan ku genggam Lexa dan aku akan membahagiakan dan menjaganya sebaik mungkin - David


Ini hanyalah sebuah game. Ketahui kelemahan lawanmu, seranglah dia secara perlahan. Aku bukan wanita lemah. Selama ini aku membentengi diriku dengan sangat baik. Ada dia yang selama ini menjaga aku dan pria lain kini hadir ingin memporak porandakan kehidupanku. Kini aku akan menjaga hatiku, tidak boleh terjatuh dalam jurang hitam seperti lima tahun yang lalu - Lexa


Tiga hati ...


Mereka larut dalam perasaan dan pikiran masing-masing. Ada perasaan takut dalam diri mereka, meskipun mereka nampak saling percaya diri. Namun mereka juga manusia biasa. Usaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan memang telah dilakukan. Tapi bukankah Tuhan juga yang menentukan?


Takdir?


Tidak! Ini adalah sebuah game, dengan tiga pemain yang memiliki strategi masing-masing.


Apakah mereka sadar bahwa sebuah game pun akan ada yang menang dan kalah.


Ini bukan satu lawan satu. Tapi dua lawan satu. Kemenangan Lexa berarti kemenangan David. Begitu juga sebaliknya.


Bisakah mereka berdamai saja dan ada yang mengalah?


Tidak! Tentu saja tidak. Bukankah kebih baik kalah dengan cara terhormat dari pada mengalah sebelum berperang?


Dalam hitungan hari akan ada pernikahan mewah. Pertunangannya saja diadakan dengan sangat mewah apalagi pernikahannya.


Tapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Ada waktu satu tahun. Satu tahun yang akan diisi dengan dengan berbagai hal.


Apakah itu tawa?


Air mata?


Pertengkaran?


Kebahagiaan?


Suka?


Duka?


Tidak ada yang akan tahu.


Apakah itu surga atau neraka. Satu tahun akan terasa lama bagi mereka yang menjalaninya dengan terpaksa dan berbagai masalah.


Ingin sekali David membawa Lexa pergi agar gadis itu tidak menderita.


Ingin sekali Lexa melarikan diri dari pada dia harus terjebak dalam pernikahan semu ini.


Ingin sekali Zion menunjukkan pada dunia kalau dia adalah pemenangnya. Pemilik hati Lexa, lahir dan batinnya.


Hanya waktulah yang akan menjawab semuanya.


Mereka akan saling memanfaatkan waktu selama satu tahun.


Di tiga tempat yang berbeda, tiga hati itu saling menghela nafas panjang.


☆☆☆


Berita tentang pertunangan Lexa dan Zion masih menjadi trand topik. Begitu juga saat kedatangan David ditengah-tengah pesta mewah tersebut.


Berbagai spekulasi bermunculan.


'*S**IAPAKAH YANG MENJADI PIHAK KETIGA DALAM HUBUNGAN INI*?'


'DUA PENGUSAHA MUDA DAN TAMPAN ADA DI HATI PENERUS AW GROUP'


'PERSAINGAN BUKAN HANYA DALAM DUNIA BISNIS, TAPI JUGA WANITA'


Masih banyak lagi judul-judul yang memenuhi berita.


Lexa tidak peduli tapi dia sibuk membaca komentar para netizen.


Ada yang mendukung Zion - Lexa (berharap kalau merekalah yang akan mendapatkan David).


Ada yang mendukung David - Lexa (berharap kalau merekalah yang akan mendapatkan Zion).


Yang lain bersikap netral karena cukup tahu diri kalau mereka tidak akan mendapatkan salah satu diantaranya.


Hanya sedikit yang benar-benar subjektif.


Tiga hati itu menjadi incaran para wartawan. Ingin mendapatkan konfirmasi.


Kadang mereka melihat Lexa bersama Zion. Kadang mereka melihat Lexa bersama David.


Jiwa-jiwa kepo netizen membuat berita itu tidak pernah surut, tapi tidak ada yang menggunjing Lexa.


Cantik sih, makanya banyak yang suka. Hanya pria bodoh yang tidak akan tertarik padanya!


☆☆☆


"Kalian ingin tinggal dimana setelah menikah nanti?"


"Aku sudah menyiapkan rumah untuk kami tinggal nanti."


"Kalian ingin berbulan madu kemana?"


"Aku terserah Lexa saja, aku akan menyiapkan semuanya sesuai dengan keinginan Lexa!"


"Aku mengerti!"


Selalu Zion yang menjawab. Lexa hanya diam saja bagai tembok dingin yang tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Akhir-akhir ini dia memang sibuk bekerja, ingin mengalihkan pikirannya dari pernikahan bodoh ini.


David sudah berusaha untuk mengingatkan dan menghiburnya. Membuatkannya makanan dan minuman sehat. Mengajaknya jalan-jalan. Apapun David lakukan demi Lexa agar gadis itu bisa lebih ceria.


☆☆☆


Detak jarum jam seirama dengan detak jantung seorang gadis yang tujuh hari lagi statusnya akan berubah menjadi istri dari Zion Melviano Wilson.


Dia mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


☆☆☆


"Lebih baik kamu kabur saja, lah!"


"Maunya sih, begitu!


Mereka tertawa.


"Mau pergi kemana?"


"Aku mau ke Belanda!"


"Ya sudah, aku akan menyiapkan semuanya. Kamu tenang saja, selama ada aku, semuanya akan baik-baik saja. Kita akan pergi tiga hari lagi!"


Lexa mengangguk dan mulai menyantap makanannya. Steak juga salad buah dan sayur kesukaannya.


David merasa sedikit lega melihat senyum di wajah Lexa. Gadis yang sudah bertahun-tahun dia kenal.


☆☆☆


Lexa dan David pergi secara diam-diam. Disaat orang-orang masih terlelap dalam tidurnya, mereka sudah dalam perjalanan.


"Apa semua sudah siap?"


"Sudah!"


Lexa, David, dan Ken memasuki pesawat. Langit yang mulai terang menjadi latar yang indah di luar pesawat itu saat mulai mengudara.


Terlihat romantis. Melihat matahari dari tempat setinggi ini.


Belum ada yang mengetahui tentang kepergian Lexa. Aktifitas masih dilakukan seperti biasa. Entah apa yang akan terjadi saat mereka tahu nanti.


Akan ada barang pecah berantakan.


Teriakan yang memekakkan telinga.


Sumpah serapah.


Makian yang dilontarkan untuk orang-orang yang ada di sekitarnya.


Rahang yang mengeras.


Rambut yang diacak.


Mata merah karena amarah.


Lexa, David dan Ken menikmati sarapan mereka di dalam pesawat. Sesekali mereka tertawa saat membayangkan amukan seseorang.


Lexa dan David tiba di apartemen. Mereka langsung beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang.


☆☆☆


Yang dibayangkan ternyata tidak terjadi. Zion nampak tenang. Dia segera menyiapkan keberangkatannya ke Belanda.


Bukan karakternya yang akan bertindak sembrono. Dia akan selalu berpikir tenang baru bertindak.


Bukankah ini perang?


Biarkan musuh menganggap dirinya menang, disaat mereka lengah maka kamu dapat menyerang balik.


☆☆☆


Zion sudah tiba di Belanda. Dia segera menuju hotel dan menelepon seseorang.


"Cari keberadaan mereka!"


"Apa yang harus saya lakukan setelah menemukan mereka?"


"Biarkan saja mereka. Aku akan istirahat terlebih dahulu. Jika ada berita baru segera hubungi aku."


Zion segera mematikan ponselnya dan tersenyum tipis.


☆☆☆


David dan Lexa sedang menikmati suasana sore di sebuah taman. Memakan es krim sambil duduk di bangku melihat para anak yang sedang bermain dengan orang tuanya.


Entah sudah berapa banyak es krim yang Lexa makan, David hanya tersenyum melihat gadis yang duduk disampingnya itu menikmati es krimnya dengan lahap, seolah beban tidak ada dalan hidupnya.