ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
59 KETULUSAN



“Kalau jalan hati-hati, bodoh!”


“Hey, kamu yang ... “


Lexa?


Zion melihat perempuan yang bertabrakan dengannya itu ternyata Lexa.


Dia mengejar Lexa yang berjalan dengan cepat memasuki sebuah cafe. Jantung Zion berdetak dengan kencang. Dia melihat Lexa lalu ikut duduk di dalam cafe itu sambil terus memandangi Lexa dari kejauhan.


Hatinya ingin menghampiri Lexa namun entah mengapa otaknya melarang.


Meskipun hanya bertemu sekilas, tapi dia merasa ada yang berbeda dari Lexa yang dia kenal selama ini.


Kalau jalan hati-hati, bodoh!


Bodoh?


Sejak kapan Lexa berkata kasar?


Ekspresi wajahnya juga terlihat angkuh.


Dia berbelanja banyak barang branded.


Lexa tidak pernah seperti itu!


Di pertemuan keduanya dengan Lexa, Zion semakin tidak mengerti. Lexa sama sekali tidak mempedulikannya. Tidak berbicara bahkan tidak melihat ke arahnya sedikitpun.


Aku sangat merindukan kamu, Lexa! Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu berubah? Apa salahku?


Mereka ke mall. Di sana ada seorang wanita yang menghampiri Zion yang sama sekali tidak Zion ingat karena hanya Lexa lah satu-satunya perempuan yang akan dia ingat dalam hati dan pikirannya (selain mommynya).


Lagi-lagi Lexa berkata kasar dan terkesan sombong. Zion membiarkan Lexa pergi begitu saja karena dia sedang mencerna dengan baik apa yang telah terjadi dengan Lexa.


Lima tahun lebih tidak bertemu, kenapa dia jadi berubah 180 derajat seperti ini?


Saat orang tua mereka mengatakan kalau mereka dijodohkan, Zion pura-pura terkejut. Dia hanya ingin mengimbangi sikap Lexa yang sepertinya enggan dijodohkan.


Dia tidak ingin Lexa salah paham, berpikir kalau dialah yang meminta mereka dijodohkan hanya karena orang tua mereka telah bersahabat sejak kecil.


Pada kenyataannya Zion memang tidak pernah minta untuk dijodohkan. Meskipun begitu bukan berarti dia juga tidak senang dijodohkan.


Dia berusaha mendekati Lexa dan berbicara pada gadis itu. Tapi Lexa selalu saja bersikap kasar seolah mereka tidak pernah saling mengenal. Dia ingin tahu apa yang terjadi dengan Lexa selama ini.


Lexa bilang dia sudah memiliki kekasih.


Apa dia masih bersama David!


Sampai akhirnya Lexa menawarkan


perjanjian itu. Perjanjian yang tidak pernah Zion pikirkan. Dia tidak ingin menikahi Lexa hanya untuk satu tahun. Dia ingin menikahi Lexa seumur hidupnya. Menua bersama dan membesarkan anak cucu mereka. Hanya Lexa yang akan menjadi istrinya.


Akhirnya Zion menyetujui kesepakatan itu dengan harapan sebelum satu tahun berlalu dia dapat meluluhkan hati Lexa. Menjadikan Lexa istrinya lahir batin.


Pertunangan itu diadakan secara besar-besaran.


Tiara membanting apa saja yang ada di hadapannya.


Kenapa?


Kenapaaaaaa?


Seharusnya Lexa membenci Zion!


Aku yang selama lima tahun lebih selalu berada di dekat Zion. Bukan Lexa!


Kenapa harus dia?


Kenapa selalu dia?


Aku membencimu Alexa Elora William!


Sangat benci!


Tidak akan pernah aku biarkan kamu dan Zion bahagia.


Aku bersumpah!


Tiara benar-benar frustasi. Dia ingin kembali ke Jakarta tapi dia masih ada kontrak kerja hingga tiga bulan kemudian.


Di hari pernikahan, Zion sangat terluka melihat Lexa menangis. Bukan hanya itu, dia bahkan berpelukan dengan David di hadapannya. Tapi dia tetap bersikap tenang.


☆☆☆


Saat Zion dan Lexa bertemu lagi dengan Tiara di Jakarta, Zion sangat kesal. Dia tidak ingin Lexa salah paham soal hubungannya dengan Tiara. Apalagi dulu Lexa pernah berharap dia bersama Tiara.


Saat Zion bertemu dengan Tiara, Zion selalu mengatakan untuk tidak mencampuri urusan dia dengan Lexa. Tiara berusaha mengingatkan soal hubungan Lexa dengan David.


“Aku pasti bisa meluluhkan hatinya. Cukup beri aku waktu satu tahun, bahkan kurang!”


Zion berkata dengan sangat yakin.


Tiara kembali menyusun rencana. Dia menyuruh orang untuk mengambil foto Zion bersama dengan seorang wanita di hotel.


Wanita itu hanya teman kuliah Zion saat di London dulu.


Tujuannya agar Lexa dan Zion bertengkar. Dia juga yang selalu mengirimi Lexa foto-foto Zion bersama seorang wanita. Zion sendiri tidak pernah melakukan apa-apa bersama para wanita itu.


Hingga berita yang sangat menyakitkan hati Zion datang.


Suami mana yang tidak akan sakit hati saat istri yang sangat dicintainya hamil karena pria lain?


Terluka dan kecewa? Pasti!


Tapi Zion tidak ingin melepaskan Lexa. Dia akan menerima Lexa apa adanya. Segala kekurangan dan kelebihan Lexa akan dia terima. Karena Zion benar-benar tulus pada Lexa.


Entah itu Lexa masih virgin atau tidak.


Dia akan menerima Lexa dan anak yang dikandungnya dan menyayangi mereka.


Saat seseorang akan mencintai seseorang dengan tulus dan ikhlas, maka orang itu akan menerima semua resiko yang ada.


Resiko Zion yang menikahi Lexa yang sudah jelas-jelas menolaknya. Resiko Zion bila ada David di antara mereka. Maka Zion akan menerimanya dengan lapang dada.


Bukan karena Zion bodoh, lemah atau apapun hal negatif yang orang-orang pikirkan. Dia hanya ingin menunjukkan pada Lexa apa itu ketulusan.


Tidak peduli perkataan orang.


Banyak orang yang mendapati pasangannya berselingkuh berkali-kali, menikah lagi dengan orang lain atau memiliki anak dengan wanita lain tapi masih bisa memaafkan dan menerima.


Seperti itulah Zion.


Maka Zion benar-benar menjaga Lexa dan kandungannya. Memasak untuk mereka meskipun Lexa tidak pernah memakannya.


Melakukan apapun yang Lexa inginkan. Dia akan menganggap anak itu seperti anak kandungnya sendiri. Dia bahkan berencana menamakan anak itu Leon kalau laki-laki dan Zioxa kalau perempuan.


Saat Zion mengira kalau Hannie hamil karena David, dia sangat marah. Dia marah karena pria yang selalu dipuja-puja oleh Lexa justru mengkhianati perempuan itu.


Dia tidak terima Lexa disakiti oleh siapapun.


Padahal secara logika, seharusnya dia bersyukur David bersama Hannie karena dengan begitu dia dapat bersama Lexa.


Biarkan anak Hannie bersama David dan anak Lexa bersamanya.


Seharusnya juga dia menertawakan kebodohan Lexa karena telah menjadi istri durhaka demi pria yang tidak pantas.


Tapi dia tidak akan pernah menertawakan Lexa atau berbahagia diatas penderitaan perempuan itu.


Lagi-lagi karena dia tulus.


Di saat yang bersamaan juga, berita tentang Zion dan Tiara yang berada di hotel juga tersebar. Padahal dia hanya tidak sengaja bertemu dengan Tiara dan wanita itu selalu bersikap mesra padanya.


Dia meminta Tiara untuk tidak menghubunginya. Dia tidak ingin Lexa salah paham dan merusak rumah tangganya yang sedang dia pertahankan mati-matian.


Lexa juga mengira kalau anak yang dikandung Tiara adalah anaknya.


“Kerja bagus! Sebarkan berita itu! Kalau sampai perceraian itu terjadi, aku akan memberikan bonus lebih,” ucap Tiara.


Tiara sendirilah yang menyebarkan berita tentang dia dan Zion agar Lexa terluka.


Dia juga bersikap kalau anak yang dikandungnya adalah anak Zion. Di hadapan Lexa, Tiara selalu bersikap kalau dia terpaksa bersama Zion karena pria itu yang memaksanya.


Apapun akan Tiara lakukan untuk memisahkan Lexa dan Zion. Tidak peduli sejahat apapun yang dia lakukan.


Kamu akan hancur, Lexa! Kalau dulu aku gagal melakukannya, maka sekarang aku tidak akan kalah lagi!


Tapi rencana Tiara terganggu dengan foto-foto dan video-video dia dengan banyak pria tersebar.


Sialan! Padahal tinggal sedikit lagi aku akan berhasil memisahkan mereka.


Tiara terpaksa bersembunyi.


Naas bagi Zion.


Hari itu, dia yang awalnya hanya ingin menggoda dan bercanda dengan Lexa malah sangat marah saat Lexa terus menerus menyebut nama pria tidak tahu diri itu.


Pria yang sama sekali tidak pantas menerima cinta Lexa.


Jika David tulus, dia juga tulus!


Jika David tidak pernah membuat Lexa menangis, dia juga begitu.


Yang selama ini terjadi antara dia dan Lexa karena fitnah kejam.


Tidak mungkin dia menyakiti Lexa apalagi dengan cara menjijikkan seperti itu.


Dia ingin Lexa menyadari dan merasakan ketulusannya!


Dia ingin Lexa menjadi istrinya di dunia dan menjadi bidadari surganya ... selamanya!


FLASH BACK OFF


.


.


.


Aku tuh kasihan loh sama Zion. Sudah difitnah, dibully, eh tidak didukung juga sama kalian.


Wkwkwkkkwkk ...


Eh tapi tapi ... kayanya semua tokoh penting di cerita ini pernah jadi sasaran emosi kalian deh. Yakan?


Seperti yang aku bilang di grup NT FB dulu, nantikan kejutan di setiap chapternya dan bisa jadi sekarang kamu suka sama David atau Zion besok malah berubah haluan.


Oya, makasih untuk semua yang sudah baca, jadiin favorit, like, komentar dan vote.