ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
106 KONFERENSI PERS



Berita tentang tindak kekerasan dan pelecehan yang dilakukan oleh Zion Melviano Willson sudah tersebar. Banyak yang tidak percaya dengan berita tersebut. Sehari setelah kejadian, polisi membawa Zion langsung dari perusahaannya.


Lexa menemui pengacara wanita itu untuk mencabut tuntutannya, namun mereka menolak dan ingin melakukan konferensi pers untuk menjelaskan berita yang simpang siur, karena banyak juga yang mengatakan kalau wanita itu sengaja menjebak Zion atau menggodanya.


Zion tidak ditahan, hanya dia dilarang untuk ke luar kota apalagi ke luar negeri dan wajib lapor. Zion bersikeras menyangkal kalau dia melakukan kejahatan itu.


"Apa menurut Anda, saya orang bodoh?" tanya Zion pada seorang polisi.


"Tidak."


"Apa menurut Anda, saya buta?"


"Tentu saja tidak, kondisi kesehatan Anda baik-baik saja."


Polisi itu menatap Zion dengan penuh keheranan. Seharusnya dia yang mengintrogasi Zion, tetapi kenapa dia yang ditanya oleh pengusaha muda ini?


"Kalau Anda menjadi saya ... memiliki istri yang cantik, seksi, cerdas, terkenal, dari keluarga terpandang, akan memiliki anak ... apa Anda akan mencari orang-orangan sawah untuk merusak semua yang sudah Anda miliki?"


Dalam hati semua orang yang ada di dalam ruangan itu menjawab tidak.


☆☆☆


Konferensi pers akan dilakukan jam sembilan pagi ini. Wanita yang bernama Gladis itu didampingi oleh pengacara dan keluarganya. Para pemburu berita sudah siap di posisi masing-masing.


Gladis menjawab semua pertanyaan dari wartawan dengan lancar sambil sesekali menangis mengingat kejadian itu.


"Kenapa Kalian hanya bertanya padanya saja?"


Lexa datang bersama Zion, Aron dan pengacara juga David cs. Mereka sudah meminta Lexa untuk tidak datang ke acara konferensi pers itu, mengingat Zion tidak memiliki bukti apapun untuk membela diri. Bahkan David cs sudah berusaha menolong tapi belum ada hasil.


Terdengar suara ricuh dari dalam ruangan. Lexa menatap tajam wajah Gladis yang masih memar di beberapa bagian.


"Kamu ingin menuntut Zion? Silahkan tuntut dia, aku tidak akan mencegahmu."


"Terima kasih, ternyata kamu wanita yang sangat baik, tidak menutup-nutupi kesalahan suamimu. Tapi bukankah kamu pernah memintaku untuk mencabut tuntutan itu?"


"Benar. Tapi kalau kamu tidak mau, ya sudah. Aku tidak akan memaksa. Tapi sebelum kamu melanjutan semua ini, ada yang ingin aku sampaikan."


Lexa memberikan flashdisk pada pengacaranya lalu memasangkannya ke laptop.


Sebuah video mulai diputar dan ditunjukkan pada orang-orang yang ada di sana.


Ruangan Zion terlihat sepi, sebelumnya pria itu menelepon istrinya mengungkapan kata cinta yang hanya dijawab dengan hmmm ... hmmm ... hmmm, saja. Setelah puas menelepon, Zion lalu menandatangani dua berkas lalu pergi rapat.


Setengah jam kemudian, seorang wanita masuk begitu saja karena tidak ada yang menghalanginya. Dia melihat ke sekitarnya dan langsung merusak CCTV di ruangan itu.


"Jadi KODOK BUNTING ini yang merusak CCTV di ruanganku?" terial Zion murka. Aron, David cs, wartawan dan polisi menahan tawa mendengar Zion mengatai Gladis sebagai kodok bunting. Sedangkan Gladis, mukanya dari pucat langsung merah lalu pucat lagi saat video itu ternyata masih diputar dan menunjukkan rekaman dari berbagai sisi.


Zion, Aron dan David cs juga sama herannya. Bukannya CCTVnya hanya ada dua dan semuanya rusak?


Setelah merusak CCTV milik Zion, Gladis langsung merobek bajunya sendiri, dan sudah ada kissmark di badannya.


Orang-orang langsung heboh menyaksikan itu, kecuali Lexa.


Tidak lama kemudian, Zion masuk dan Gladis langsung mengunci pintu itu dan melemparkannya asal-asalan. Wanita itu langsung memeluk Zion dari belakang. Zion yang kaget langsung mendorong wanita itu hingga terhempas dengan kencang.


"Hei perempuan gila, apa yang kamu lakukan?" Zion melihat wanita yang ada di hadapannya hanya menggunakan kemben dan hotpants.


Zion menendang wanita, hingga wanita itu terhuyung ke belakang dan menabrak lemari.


"Astaga, tompelnya gede banget, Yang."


Lexa memutar bola matanya malas, sedangkan Aron menunduk agar tidak tertawa. Sebenarnya itu bukan tompel, tapi tahi lalat yang karena posisi badannya sangat dekat demgan kamera, jadi seperti di zoom.


Zion juga sebenarnya dari tadi hanya menunduk, malas melihat adegan tersebut.


"Arrgghh ... dasar laki-laki gila!"


"Kamu yang perempuan gila, dasar enggak laku!"


Kemeja milik Zion sobek karena ditarik oleh Gladis. Juga ada bekas lipstik di kemejanya. Zion yang sudah sangat marah, kembali menampar wajah Gladis kiri kanan. Dia berusaha membuka pintu saat terdengar suara Lexa dan Aron.


Gladis yang juga mendengarnya, menarik Zion hingga mereka sama-sama terjatuh dan bertepatan dengan itu pintu terbuka dengan keras.


"Apa yang kalian lakukan?"


Jadi seperti itulah kejadian yang sebenarnya.


"Bagaimana? Apa kalian puas dengan bukti ini?" tanya Lexa. Dia memandang Gladis dengan sinis.


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk mencabut tuntutan itu? Kamu pasti tidak pernah menyangka bahwa masih ada lima CCTV yang tersembunyi di ruangan itu. Jangankan kamu, Zion saja tidak tahu."


Benar, Lexa lah yang memasang CCTV itu secara diam-diam saat dia baru saja menikah dengan Zion. Bahkan David cs juga tidak tahu.


CCTV itu bentuknya sangat kecil, dan disimpan di tempat yang tidak diduga, jadi tidak ada yang menyangka bahwa ada CCTV di sana. Ternyata CCTV itu sekarang bermanfaat.


"Kamu, wanita yang tidak selevel denganku tapi ingin menyingkirkan aku? Mengacalah dulu!"


"Dasar wanita sombong, kamu pikir semua pria akan tertarik denganmu?" tantang Gladis.


"Wajar dong kalau aku sombong. Bodyku wow, wajahku cantik tanpa operasi plastik, aku kaya tanpa pesugihan, otakku cerdas, pekerjaanku bagus, keluargaku terpandang. Pria mana yang akan menolakku? Mereka yang akan mengejar-ngejarku tanpa aku minta."


"Betul betul betul ... " celetuk Zion.


"Aku memiliki sahabat-sahabat yang setia, suami yang tergila-gila padaku. Masih banyak yang bisa aku sombongi."


"Betul betul betul ... " lagi-lagi Zion nyeletuk, membuat Aron jadi ingin menjitak Zion seperti yang biasanya Lexa lakukan kalau sedang gregetan dengan Zion.


"Kamu ingin melaporkan suamiku ke polisi atas tuduhan tindakan kekerasan? Silahkan! Kami akan menuntutmu ke polisi atas tuduhan pelecehan, tindakan tidak menyenangkan, pengrusakan nama baik dan properti perusahaan. Lagi pula apa yang dia yang dia lakukan hanya untuk melindungi diri dari pelecehan yang kamu lakukan. Disini dialah yang menjadi korban pelecehan, bukan kamu."


Sebenarnya banyak yang ingin tertawa, karena biasanya yang menjadi korban pelecehan adalah perempuan dan anak-anak, tapi ini adalah pria dewasa dan beristri berwajah tampan. Mungkin banyak yang ingin melakukannya jika korbannya seperti Zion.


David cs jadi merinding, bisa saja sewaktu-waktu mereka juga mengalami hal yang seperti itu. Mereka kan juga tampan dan kaya.


Wajah Gladis semakin pucat.


"Keluarga Willson dan William akan menunggumu di meja hijau. Sudah terlambat untukmu mundur, karena dari awal kamu sudah menolak niat baikku dan malah bersikap sombong. Jika aku hanya menyerahkan bukti ini pada polisi, bisa saja orang-orang berpikir bahwa kami menggunakan uang dan kekuasaan untuk menutupi kasus ini dan memutar balikkan fakta hingga menjadi kamu yang bersalah. Bukankah kamu mengadakan konferensi pers ini agar menjadi terkenal? Maka aku membantumu untuk menjadi wanita yang terkenal."


Lexa tersenyum sinis. Wajahnya benar-benar terlihat angkuh yang dimata Zion terlihat seksi.


Jadi gemes, pengen cepat-cepat pulang.


"Karena ada banyak wartawan di sini, maka aku ingin menyampaikan pada orang-orang. Aku, Alexa Elora William, tidak akan pernah tinggal diam jika ada orang-orang yang mengusikku dan orang-orang disekitarku. Baik itu mengusik keluargaku atau sahabat-sahabatku. Aku pasti akan menghancurkan orang itu sama dengan bagaimana cara mereka mengusik kami."