
Pembagian peran telah dilakukan oleh Lexa yang bertindak sebagai produser dan sutradata sepihak.
Mereka juga mencoba kostum itu dengan perasaan ketar-ketir dan wajah merah muda sambil menggigit bibir ala perawan malu-malu saat akan melakukan kencan pertama.
Bahkan senjata-senjata yang biasa digunakan di Naruto juga sudah disediakan. Bukan senjata tajam asli, tetapi terbuat dari plastik hanya saja bentuknya benar-benar mirip.
Disaat banyak hati yang ingin memberontak, Lexa sibuk memakan pizza buatan koki mansionnya. Menikmatinya tanpa merasa telah melakukan kedzoliman pada mereka.
"Anggap saja ini penghilang stres karena kalian telah bekerja keras," ucapnya.
Ini bukan penghilang stres, tapi pemicu stres dan bisa menyebabkan darah tinggi juga asam lambung naik.
"Jangan ada yang mengumpat dalam hati! Tidak baik mendzolimi ibu hamil!"
Eh, kok dia tahu?
Kini Lexa memakan buah-buahan segar yang sudah dipotong-potong. Sepertinya hanya dia saja yang menikmati semua ini.
Ck, tidak mungkin masa kecilnya kurang bahagia, kan?
Nonton bareng itu memang menyenangkan, seperti saat ini. Berbagai macam makanan dan minuman disediakan oleh pelayan. Mereka sedang menonton Naruto dan kudu hapal segala jenis nama jurus dan gerakannya untuk setiap tokoh.
Yang paling dihapal adalah ...
Jurus seribu bayangan milik Naruto ...
Zion ngoceh-ngoceh sendiri sambil menikmati kripik ubinya. Ada saja yang dikesilinnya. Ya jurusnya kebanyakanlah, gayanya ribetlah, inilah, itulah, hadeeuuhh ...
"Beb, pokonya aku yang jadi Sasuke, bukan Naruto."
"Emang kenapa sih?"
"Malas aku sama Naruto."
"Ya kenapa?"
"Dari kecil suka dan ngejar-ngejar Sakura tapi enggak dapat-dapat. Kasihan banget nasibnya, enggak tega aku ... "
Yang lain mendengus. Inikan bukan cerita romance.
"Tapi ... si Sasuke itu juga belagu ya, sok dingin sama Sakura, ujung-ujungnya sama dia juga. Apaan tuh kaya gitu? Tapi kalau sudah jodoh, ya mau diapain lagi ... "
Astoge, kenapa sih ini orang?
"Terus ... si Hinata, Hinata itu ... sama Sakura ... beruntung sih Beb, usahanya enggak sia-sia, enggak jadi patah hati."
Astagfirullah ... kenapa yang dibahas masalah percintaannya, sih?
Boleh enggak sih Lexa mengelus perutnya sambil berkata amit-amit?
Setelah tadi kripik ubi, kini Zion membuka keripik singkong untuk cemilan selanjutnya dan masih tetap mengoceh imut.
"Kamu enggak menyuruh kami menggunakan jurus menghilang dan terbang kan, Beb?"
Apakah harus dijawab?
"Oya Beb, Kamu enggak beli kostum Kyuubi? Biar Davdav yang make, biarin dia jadi Naruto dan Kyubi sekaligus. Hahaha ... bertarunglah dengan dirimu sendiri, wahai my enemy ... hahaha!"
Davdav jadi gregetan, pengen tak cium tapi ogah banget.
Davdav langsung merebut kripik singkong milik Yonyon. Yonyon yang tak terima kripiknya direbut oleh sang lawan, langsung memiting Davdav.
Lexa langsung menggunakan ponselnya untuk merekam semua itu.
Davdav dan Yonyon saling memiting sambil berkata, "Ciaaa ... ciaaa ... "
"Jurus seribu bayangan ... ciaaaa ... "
Tapi tetap saja Davdav (Naruto) hanya akan satu.
"Sharingan ... "
"Jurus seribu bayangan ... "
"Sharingan ... "
Hanya itu jurus yang mereka sebut, karena hanya itu yang mereka hapal.
Yang lain menyemangati.
"Ayo lawan dia, Sasuke!"
"Naruto, kamu tidak boleh kalah. Aku padamuuuu ... "
"Keluarkan kemampuanmu!"
"Sasuke, Naruto hentikan! Kalian ini satu tim!"
"Sadarlah Sasuke!"
"Hati-hati, nanti Kyuubi keluar! Desa bisa bahaya!"
"Guru Kakashi, cepat hentikan mereka!"
Jika para pria ada yang mengompor-ngompori dan ada juga yang pura-pura melarang tapi sebanarnya senang, maka para wanita hanya sibuk memegang perut mereka karena tertawa.
Karina tidak pernah menyangka bahwa mereka semua yang dianggap dingin, tegas dan berwibawa ternyata sangat konyol dan menggemaskan. Ini pertama kalinya dia ikut bergabung di mansion Lexa-Zion.
"Sasuke, Naruto ... hentikan, tolong jangan perebutkan aku!" ucap Yosuke yang bersikap seolah dia Sakura.
Diantara David cs, Yosuke lah yang sikapnya paling konyol meski dia seorang psikiater.
"Ayoo ayooo ayooo!"
"Hentikan Sasuke, hormatlah pada calon Hokage!"
"Aku tidak akan menyerah padamu, pemakan ramen!"
"Ayooo ... yang menang menang nanti dapat boneka Naruto!"
Baby Kai hanya memandang para uncle itu dengan tatapan bingung. Sesekali dia mengoceh seolah ikut menyemangati.
"Cepat, kembalikan kripik singkongku, Naruto!"
"Tidak, keripik singkong itu aku yang membelinya!"
Pertarungan antara Naruto dan Sasuke yang memperebutkan kripik singkong (bukan Sakura) masih terus berlanjut.
Karina berkali-kali Istigfar, tidak sanggup menahan ujian ini.
"Lihat saja, aku akan menciptakan jutsu baru untuk mengalahkanmu!"
"Aku akan mengalahkan jurus seribu bayangan milikmu!"
"Jurus sharinganmu tidak berfungsi untukku!"
"Kamu pikir juris seribu bayangan milikmu berfungsi!"
Ya Allah ... maafkanlah dosa hamba, hentikanlah semua kekacauan ini! Doa mereka dalam hati.
Akhirnya Lexa, yang tidak berperan apa-apa, mengambil tindakan sebelum dia melahirkan prematur dia usia yang bahkan baru tiga bulanan ini.
Takk
Takk
Masing-masing dapat sentilan dari Lexa.
"Ini kripik untuk Davdav ... yang ini kripik untuk Yonyon!"
Para orang tua memegang pipi mereka yang sudah sangat keram. Berada diantara anak-anak muda itu membuat mereka jadi awet muda. Mereka juga jadi teringat masa-masa muda mereka.
Kalau saja dulu mereka semua satu sekolah, para guru pasti akan kualahan. Bahagia memiliki anak didik seperti mereka, dan juga tidak ingin melepas mereka untuk lulus agar mereka menjadi murid abadi yang menghibur mereka di sekolah itu.
"Ayo baikan!"
Davdav (Naruto) dan Yonyon (Sasuke) saling menautkan kelingking mereka, membuat yang lainnya semakin gemas.
Acara nonton bareng ternyata tidak berhenti begitu saja. Setiap kali Zion akan mulai mengoceh, David langsung menyuapinya dengan kripik singkong.
Romantis, bukan?
Semua itu juga ternyata masih diabadikan oleh Lexa dalam ponselnya. Karina dan Hannie terkikik geli. Itu bisa menjadi ancaman buat Zion dan David jika nanti mereka bersikap menyebalkan, Lexa akan mengancam akan menyebarkan video itu di internet. Sungguh istri dan sahabat durhaka!
Mereka menikmati makan malam di taman belakang. Menyalakan kembang api dan bermain gitar. Kartika merasa beruntung bisa menjadi sahabat Lexa.
Lexa menikmati jagung bakar dan jagung rebus sambil berpikir ini itu. Matanya melirik sana-sini, ke arah Zion lalu David cs.
Lexa terdiam, membayangkan sesuatu yang pastinya juga tidak kalah seru. Seringan tipis terpancar dari wajahnya. Dia mulai mengotak-ngatik ponselnya. Senyum-senyum sendiri dan sesekali cekikikan tidak jelas.
Mereka yang melihatnya merasa heran.
"Beb, Kamu enggak apa-apa?"
Lexa tidak menjawab, masih sibuk dengan ponsel mewahnya, entah apa yang dia lakukan. Lexa masih menahan tawa, sangat jelas bahwa dia sangat bahagia. Apa sih yang dia lakukan?
Hannie dan Kartika berpikir mungkin saja lexa sedang mengunggah video itu di sosial media miliknya.
"Beb, kamu kenapa sih?"
"Aku sudah pesan kostum Harry Potter ... siapa yang mau jadi Voldemort?"
Mereka saling melirik.
Sepertinya aku harus menyusun jadwal kerja ke luar negeri untuk jangka waktu yang agak lama ... pikir mereka secara bersamaan.
"Jangan ada yang mengecewakan ibu hamil!" ucap Lexa dengan binar bahagia.
Kenapa hamil selalu dijadikan alasan?
Tidaaaaaakkkkkkk ...
Tolongggg ...
Seperti apa nanti pertarungan antara Harry Potter dengan musuh-musuhnya versi Zion dan David cs?