ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
34 KAMU CINTA AKU?



"Kamu mau apa?"


"Tidur di kamar kamu."


"Tidak boleh!"


"Kalau nanti malam kamu bangun dan menginginkan sesuatu bagaimana? Kalau ada apa-apa gimana?"


Lexa nampak berpikir tapi tidak apa-apa.


"Ya sudah, kalau aku tidak boleh tidur di kamar kamu, kamu saja yang tidur di kamar aku."


"Jangan mimpi!"


"Ya aku mimpinya nanti Xa, kalau sudah tidur."


Lexa langsung menutup pintu kamarnya, tidak mempedulikan perkataan Zion.


Sejak tahu kalau Lexa tengah mengandung, Zion sudah tidak pernah lagi menyemprotkan obat tidur di kamar Lexa tetapi Zion tetap tidur bersamanya.


Meskipun tidak pernah terbangun, namun Lexa selalu gelisah dalam tidurnya.


Hari berganti


"Kamu mau makan apa? Aku akan membuatkannya untuk kamu."


"Kamu mau memasak untuk aku?"


Zion mengangguk.


Lexa sedang perang batin.Mulutnya ingin menyebutkan nama makanan tapi otaknya melarang.


"Katakan saja!"


"Aku mau dodol."


Zion melongo.


"Ekhm ... kalau dodol kita beli saja ya."


" ... "


"Sekarang yang gampang dimasak saja, dulu. Kamu mau apa?"


"Aku mau jengkol dan pete."


Kali ini Zion menggaruk tengkuknya.


"Ya sudah, tunggu ya."


Zion segera menyuruh pelayan untuk membeli jengkol dan pete setelah itu dia memasaknya.


"Ayo makan!"


" ... "


"Kenapa?"


"Aku sudah tidak mau lagi. Aku juga tidak suka dengan aromanya. Kamu saja deh ya, yang makan. Lexa mengelus-ngelus perutnya dengan wajah yang menggemaskan tapi juga mengesalkan.


"Hmmm ... aku juga tidak suka."


"Ya sudah, deh."


Wajah Lexa terlihat sedih.


"Iya deh, aku makan."


"Kamu habisin sendiri ya semuanya. Tapi makannya jangan pake nasi dan yang lain!"


WHAT?


Mau tidak mau Zion memakannya di hadapan Lexa san wajah Lexa langsung berbinar.


☆☆☆


Setiap hari Zion memasak untuk Lexa tapi tidak pernah dimakan oleh wanita itu. Wanita itu selalu saja uring-uringan soal makanan.


Tetapi saat malam hari Lexa tidak pernah terbangun dan meminta hal yang aneh-aneh apalagi sampai menyusahkan Zion.


"Kenapa kamu lakukan ini?"


"Lakukan apa?"


"Kenapa kamu baik padaku? Bukannya seharusnya kamu marah dan menceraikan aku?"


"Menurutmu kenapa?"


"Karena David, kan? Kamu tidak ingin kalah dari dia, kan? Dari dulu kalian selalu bersaing ketat!"


"Ya begitulah. Tapi ada hal lain juga."


"Apa?"


"Menurut kamu?"


"Kamu selalu saja menjawab pertanyaan dengan pertanyaan."


"Itu karena aku cinta sama kamu. Masa harus dijelaskan juga sih! Coba kamu pikir, suami mana yang mau menerima istrinya yang hamil karena pria lain dan mengakui itu anaknya kalau bukan karena cinta?"


"Itu sih bodoh!"


Astaga, perempuan ini benar-benar ya! Nangis terharu kek, minta maaf kek, malah bilang aku bodoh!


"Seharusnya kamu bersyukur, Lexa!"


"Aku kan enggak minta!"


Benar-benar ngeyel.


Kurang sabar apalagi, Zion?


"Bilang saja kamu malu kalau orang-orang tahu. Kamu malu kan kalau kita pisah terus aku malah nikah sama musuh bebuyutun kamu?"


"Iya, sih. Benar juga!"


"Tuh kan!"


"Sudah, jangan banyak protes! Aku saja tidak protes, kok!"


"Sudah diam, jangan bawel!"


"Kasih aku kesempatan buat nunjukin semuanya sama kamu!"


"Jadi kamu cinta aku?"


Zion mengangguk.


Kali ini, Lexa tidak dapat lagi menahan senyumannya.


Jujur saja dia merasa sangat bahagia dengan perkataan Zion.


"Tapi kamu kan, playboy!"


Zion memutar bola matanya.


☆☆☆


Zion benar-benar menunjukan keseriusannya. Dia menjadi suami siaga.


Pulang selalu tepat waktu.


"Ini susu hamil untuk kamu!" ucap Zion di pagi itu.


"Aku tidak suka susu!"


"Minum saja sedikit, biar dede bayinya sehat."


Dia benar-benar mual melihat susu itu, Lexa memang tidak menyukai susu sejak umurnya sepuluh tahun.


"Kamu saja deh, yang minum!"


Zion mendengus kesal. Masa iya dia yang minum susu buat wanita hamil. Yang benar saja!


☆☆☆


Hannie senyum-senyum sendiri sambil membaca sebuah pesan. Hati dan pikirannya memang harus selalu senang untuk perkembangan janinnya.


Di tempat lain, David juga sedang tertawa nyaring saat membaca isi pesan itu. Dia benar-benar terhibur dengan cerita wanita itu.


Sementara itu di tempat Zion, pria itu sedang fitnes di dalam ruangannya. Gara-gara memasak untuk Lexa yang ternyata harus dia habiskan seorang diri semuanya, maka berat badannya menjadi bertambah.


Gimana kalau yang dikandung itu anaknya sendiri? Entah seberapa besar pengorbanan yang akan dia lakukan.


Pernah Zion menolak untuk memakannya. Hasilnya?


Lexa melemparkan makanan itu dan menangis sesenggukan.


Dia tidak ingin lagi Lexa setres dan masuk rumah sakit.


Zion juga akhirnya jadi ikut-ikutan seperti Lexa yang sangat suka dengan salad sayur dan buah.


Zion memaju mundurkan bibirnya.


"Ngapain, sih? Latihan ciuman?" tanya Aron.


Zion langsung melemparkan handuk bekas mengelap keringatnya kepada Aron.


"Jorok!"


"Itu cewek ngeselin banget, tapi gemesin juga, sih!"


Aron hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Oya ngomong-ngomong, sebentar lagi Lexa ulang tahun. Aku ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuknya. Kamu siapkan semuanya!"


"Kamu ingin mengadakannya dimana?"


"Di mansion aku saja!"


"Baiklah."


"Aku mau membelikannya kapal pesiar untuk hadiah ulang tahunnya."


"Mau dikacain juga?"


"Kapal beneran Aron, bukan miniatur!"


Zion menggeram.


"Hahaha sensi banget sih. Kaya perempuan hamil."


Zion ingin mengundang keluarga dekat dan sahabat-sahabatnya saja. Dia tidak ingin Lexa kelelahan.


Ulang tahun pertama Lexa saat status mereka telah menikah. Dia ingin membuat kesan pada pesta ulang tahun itu. Sebenarnya dia ingin mengadakannya di kapal pesiar yang nanti akan dia hadiahkan pada Lexa, tetapi keadaan yang tidak memungkinkan.


Ponsel Zion berbunyi.


"Kenapa Tia?"


"Zion, aku mau bicara sama kamu!"


"Ya sudah nanti siang saja ya. Nanti aku ada meeting dan makan siang dengan klien. Kamu nanti ke restoran itu saja!"


"Ya sudah."


☆☆☆


Lexa memandangi puluhan foto Zion bersama Tiara.


Katanya cinta, mana? Dasar cowok! Tidak cukup apa, kalau hanya satu?


Lexa menonton berita sambil mengistirahatkan tangannya yang sedari tadi sibuk menanda tangani berkas-berkas.


"Pengusaha tampan Zion Melviano Wilson tertangkap basah memasuki kamar hotel bersama seorang wanita yang bernama Tiara Andriani yang berprofesi sebagai model terkenal di London. Diketahui bahwa selama ini Zion dan Tiara terlibat hubungan gelap di belakang Alexa Elora William yang merupakan istri dari Zion Wilson. Zion dan Tiara dikabarkan telah menjalin hubungan selama empat tahun belakangan. Belum ada klarifikasi dari kedua belah pihak sampai berita ini diturunkan ... "


Lexa melemparkan vas bunga yang ada di atas mejanya ke TV hingga TV tersebut pecah.


Lihat saja kalian!


Berita itu kini telah tersebar ke seantero negeri.


Zion sedang duduk di hadapan Tiara dengan gusar di dalam ruang VVIP


"Kenapa bisa ada berita seperti itu?"


"Aku juga tidak tahu!"


Tiara nampak menunduk, tangannya saling meremas.


Tanpa diketahui oleh keduanya, ada yang sedang mengawasi mereka.


.


.


.


Sudah dulu! Biar kalian deg-degan dan semakin penasaran.


Bisa nebak gak chapter selanjutnya cerita tentang apa?


Semoga aku bisa cepat up lagi ya.