ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
145 LIMA BOCAH



Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?


Ya, nikmat mana lagi yang tidak Zion syukuri?


Orang tua yang penyayang dan kaya raya.


Wajah tampan rupawan sejak lahir.


Otak yang pintar.


Karir yang bagus dan ketenaran.


Menikah dengan cinta pertamanya.


Memiliki lima orang anak sekaligus.


Sahabat setia yang selalu mendukungnya.


Ya, dulu dia berharap bisa memiliki empat orang anak. Lalu saat kehilangan baby Arion, dia pikir tidak perlu empat, satu saja sudah cukup untuk melengkapi keluarga kecilnya.


Siapa sangka dia mendapatkan ganti yang lebih banyak dari yang dia harapkan.


Allah memang adil, hasil dari kesabarannya selama ini terbayar sudah.


Hasil dari kesetiaannya terhadap Lexa.


Hasil dari kesabarannya meluluhkan hati istrinya.


Hasil dari perjuangannya untuk selalu mendukung dan menemani istrinya saat wanita itu terpuruk kehilangan calon anak dan susah untuk mengandung lagi.


Hari ini tepat satu tahun kelahiran si kembar lima.


Mereka mengadakan syukuran bersama anak yatim secara private.


Acara diadakan dengan meriah, bukan untuk pamer, tapi untuk menyenangkan anak-anak yatim itu. Bahkan anak-anak yatim piatu itulah yang mendapat hadiah dari 12 F.


Zion juga mengundang sahabat-sahabat saat dia sekolah dan kuliah. Sahabat yang memang bisa menjaga rahasia atas lima keturunan keluarga Zion dan Lexa.


Davia berada dalam gendongan David. Balita cantik itu semakin terlihat cantik memakai gaun putri berwarna pink. Sedangkan empat saudaranya memakai pakaian pangeran.


Meskipun mereka kembar, tapi karena wajah mereka yang tidak identik memudahkan yang lainnya untuk membedakan mereka.


"Dapdap ... mam."


"Daddy, Sayang ... no Dapdap!"


"Huaaaa ... pipa ... Dapdap kal." Nakal maksundya.


"Papi, Sayang. Kenapa sih pipa terus?" Kali ini Zion yang protes.


"Pipa pipa."


"Terserah dirimulah, Girl."


"Dapdap, mam. Par ...."


"Zio lapar?"


Balita cantik itu mengangguk namun wajahnya terlihat cemberut.


"Kenapa kau menyebut nama Zio begitu lembut. Apa kamu membayangkan Zio itu adalah aku?"


"Apa kamu cemburu?"


Bagi yang tidak mengenal mereka dengan baik, pembicaraan itu tentu saja terdengar menjijikkan, yah meskipun mereka yang mengenal mereka juga merinding mendengarkan pembicaraan unfaedah itu.


"Ayah ayah ayah ...."


Tangis Davin membahana. Entah siapa yang dia panggil ayah, karena semuanya (kecuali Zion dan David) memang dipanggil ayah.


Ayah Aron


Ayah Kenzo


Ayah Kenzi


Ayah Yosuke


Ayah Ryu


Ayah Samuel


Ayah Andre


Ayah Malvin


Kai mendekati bocah-bocah kembar itu. Anak dari Hannie dan Kenzo itu memang bersikap bagai seorang kakak untuk kelimanya. Apalagi untuk Davia yang memang anak perempuan satu-satunya.


Davia, kadang dipanggil Davia kadang dipanggil Zio atau Ziola kadang dipanggil Queen.


Bocak cantik itu sudah memiliki aura pemimpin dan narsis habis.


Misalnya saja ....


Davia ... hanya David saja yang boleh memanggilnya itu, jika orang lain dia tidak mau menengok, kecuali papi dan maminya.


Zio ... hanya Zion saja yang boleh memanggilnya itu, jika David yang memanggilnya maka dia akan cemberut seperti tadi.


Queen ... panggilan untuk semuanya.


Sedangkan Lexa, maminya itu bebas memanggil putrinya apa saja, sepertinya anak itu takut pada maminya.


Namun pada dasarnya semua memang memiliki panggilan sayang masing-masing, yang pastinya juga ada gunanya.


Davia masih bergelayut manja dalam gendongan David.


Davis menjambak rambut Yosuke.


Davin menorehkan es krim pada wajah Ryu.


Daviv meminum melempar boneka Davia dan membuat salah kue ulang tahun hancur.


Ya, seperti itulah kerusuhan yang sering terjadi akibat perbuatan lima bocah itu.


***


Beberapa bulan kemudian ...


Kerusuhan terjadi di kediaman Lexa dan Zion. Para baby sitter dan bodyguard saja sampai kualahan menangani mereka.


Mereka akan berebut mainan, padahal sudah dibelikan satu-satu yang sama persis. Bahkan Davia juga akan mendapatkan mobil-mobilan dan robot-robotan.


Pernah suatu hari, Davio menjatuhkan robot-robotannya dari lantai dua dan rusak. Lalu, Davin, Davis, Daviv dan Davia ikut-ikutan melempar milik mereka. Kompak sekali mereka.


"Ucak, li alu ana," ucap Davio.


(Translate \= rusak, beli baru sana.)


Zion mengelengkan kepalanya atas perkataan anaknya itu.


Memang diantara semuanya, Davio yang paling dulu bisa mengucapkan beberapa kata.


Davia yang lebih dulu bisa berjalan.


Davin yang lebih dulu tumbuh gigi.


Davis yang lebih dulu bisa tengkurap.


Daviv yang lebih dulu bisa duduk dan merangkak.


Oya, ada lagi ....


Zion membelikan mobil baru untuk Lexa. Mobil keluaran terbaru dengan harga fantastis. Zion membelikan mobil itu karena ingin saja, masa anak terus yang dibelikan mainan dan baju, istri juga dong, begitu pikirnya.


Ternyata, Samuel juga membeli mobil baru untuk dirinya sendiri.


"Bil yah lek, bil mi gus."


(Translate\= mobil ayah (Samuel) jelek, mobil mami bagus)


Semua ngakak keculi Samuel.


"Yah bek. Li bil at yah pi ang gus ti yah ngis."


(Translate\= ayah ngambek, beli mobil buat ayah Pi, yang bagus. Nanti ayah nangis)


Memang songong tuh para bocah.


"Ngan, li sti at yah ja. yan lo."


Nah, yang ini kalian ngerti gak sih apa yang diomongin?


Yang lain mencoba menerjemahkan, namun sepertinya kemampuan mereka akan dunia peranakan masih di level rendah.


"Yahyah lek kanya lum ya ti."


Semakin bingung ....


"Yoli."


"Kalian bicara apa sih, kami bingung."


Disaat itukah Kai menjadi penerjemah untuk mereka.


"Jangan, beli istri buat ayah saja, kasihan jomblo."


"Ayah-ayah jelek, makanya belum lunya istri."


"Ayo beli."


Mereka menahan nafas mendengar translate-an dari Kai. Antara lucu, gemes dan kesal.


Dari mana anak sekecil itu mendapatkan kosa kata itu?


Kecurigaan mereka terarah pada para bodyguard dan baby sitter. Wajah bodyguard dan baby sitter terlihat pucat.


Ya, memang sih harus mereka akui saat menunggui anak-anak itu main, mereka kadang ngobrol. Bahkan di saat anak-anak itu tidur, para baby sitter itu bisa saling curhat.


Ada yang bilang kalau dia menyukai salah satu bodyguard.


Ada yang cerita kalau dia lagi PDKT dengan salah satu bodyguard.


Ada juga yang mengatakan bahwa dia sudah jadian dengan bodyguard yang lain.


Bayangkan saja, satu anak memiliki empat bodyguard (dua laki-laki dan dua perempuan).


Lalu masing-masing juga memiliki satu baby sitter yang juga memiliki kemampuan khusus (minimal bahasa Inggris dan bela diri).


Jadi, walaupun nama pekerjaan mereka bodyguard dan baby sitter, keahlian mereka tidaklah main-main apalagi ditunjang dengan gaji yang sangat besar.


Untungnya saja tidak sampai terjadi rebutan cowok atau cewek. Bisa dibayangkan bagaimana riuhnya rumah itu, memiliki 25 bawahan khusus untuk si kembar lima yang tinggal di paviliun belakang mansion mereka. Belum lagi para bodyguard untuk Lexa dan bodyguard yang berjaga 24 jam full (3 shift) di mansion itu.


Kejadian lalu memang mengubah banyak hal dalam kehidupan mereka, terutama masalah keamanan, karena sekarang ada tambahan lima penerus WW (William Willson).


"Ih at Yah ar ak is. Pi lin ang lu ya," ucap Davio pada Samuel.


(Tranlate \= Nih buat ayah biar enggak nangis. Tapi beliin yang baru ya.)


Davio memberikan mobil-mobilan yang pintunya sudah pada copot karena sering dibanting-dibanting.


Samuel mendengkus, tidak lama kemudian keempat kembarannya juga melakukan hal yang sama. Menghadiahkan semua mainan mereka yang sudah mengenaskan untuk Samuel namun minta dibelikan yang baru.


"Perampokan ini namanya!"


Yang lain menahan tawa, tanpa tahu bahwa mereka juga akan mendapat giliran seperti Samuel, diporotin oleh lima bocah itu.