ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
10 PERTUNANGAN



Tampak keramain di hotel mewah yang dipenuhi oleh wartawan dari semua media. Tamu-tamu dari kalangan atas berdatangan. Pengusaha, pejabat pemerintah, artis dari dalam dan luar negeri.


Lampu-lampu kristal, bunga-bunga, pahatan es di dekor sedemikian rupa.


Berbagai jenis makanan dan minuman dari dalam dan luar negeri memenuhi puluhan meja panjang. Sudah dapat dipastikan bahwa pesta ini bukanlah pesta biasa.


Ini bukan hanya sebuah pesta, tapi menjadi ajang pamer kecantikan, ketampanan, popularitas, dan memperoleh relasi bisnis.


Semua berpenampilan mewah dari atas hingga bawah. Seperti pameran busana dan perhiasan dari barang-barang branded.


Lexa sudah bersiap dalam kamarnya. Penampilannya tidak perlu diragukan lagi. Sempurna! Gaun berwarna peach, rambut yang digulung memlerlihatkan lehernya yang putih mulus dan jenjang. Perhiasan mewah yang didesign khusus hanya untuknya.


Di kamar yang lain Zion pun terlihat sangat tampan. Hari demi hari aura ketampanannya semakin memancar.


"Kamu sudah siap? Para tamu sudah hadir, sebentar lagi acara akan dimulai." Aron menatap atasan sekaligus sahabatnya itu.


Di kamar Lexa, sang bunda menatap putri kesayangannya itu dengan tatapan bahagia.


Lexa dan Zion keluar dari kamar masing-masing. Mereka saling menatap namun tidak ada yang mengucapkan sepatah katapun.


Pintu ballroom terbuka. Semua mata memandang kagum pada pasangan yang terpaksa bergandengan tangan itu. Mereka menuju panggung mini yang telah disediakan untuk tukar cincin dan konferensi pers.


"Selamat malam. Saya Alexander William mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan semua. Ini adalah acara pertunangan putri semata wayang saya. Di kesempatan ini juga saya ingin mengalihkan kepemimpinan saya kepada putri saya. Pewaris satu-satunya AW Group, Alexa Elora William."


Para tamu bertepuk tangan. Wartawan terus merekam dan ada juga yang membidikan kamera.


"Saya juga ingin menyampaikan sesuatu, saya akan mengalihkan kepimpinan saya kepada putra saya. Pewaris satu-satunya RW Group, Zion Melviano Wilson."


Lagi-lagi suara tepukan tangan dan blitz kamera memenuhi ruangan.


Para tamu berpikir, cucu dari dua keluarga itu akan menjadi milyarder dan berharap dapat menjadi bagian dari keluarga itu. Anaknya tidak dapat, menjadi mertua untuk penerus selanjutnya pun tak masalah. Dari pada tidak sama sekali.


Benar-benar planing jangka panjang!


Acara selanjutnya adalah tukar cincin. Lexa memasangkan cincin di jari manis Zion, lalu Zion memasangkan cincin di jari manis Lexa. Resmilah mereka sebagai tunangan.


Baru tunangan, belum menikah! Masih ada kesempatan untuk menggagalkannya.


Setelah tukar cincin, kini saatnya tanya jawab dengan para wartawan. Mereka duduk di bangku yang telah disediakan.


"Baiklah, untuk para wartawan yang ingin bertanya akan kami berikan kesempatan," ucap MC kepada wartawan.


"Tuan dan nona, apakah ini pernikahan bisnis?"


"Iya dan tidak, tergantung dari orang-orang yang menilainya."


"Siapa duluan yang jatuh cinta?"


"Tentun saja Zion. Setiap hari dia meminta saya untuk menerima lamarannya. Benar begitu, kan?"


"Benar sekali, Sayang! Aku sangat mencintai kamu dan tidak ingin kamu direbut pria lain. Itulah sebabnya aku ingin cepat-cepat menikahi kamu."


Cih, pintar sekali dia berakting. Dasar pembual yang menjijikan!


"Kapan pertama kali kalian bertemu?"


"Kami sudah saling mengenal sejak kecil."


"Tuan Zion, banyak berita yang tersebar kalau Anda sering berganti-ganti wanita. Bagaimana tanggapan Kalian?"


"Saya tidak peduli dengan berita itu karena itu tidak benar. Yang penting kami saling percaya dan hanya Lexa lah perempuan satu-satunya yang saya cintai dan yang akan menjadi ibu dari anak-anak saya, penerus RW Group."


Aku ingin muntah mendengarnya. Pria ini bermulut manis, pantas saja banyak wanita yang tertipu karenanya.


"Menurut Anda sendiri bagimana, Nona Lexa?"


"Kalau dia mengkianati aku karena wanita lain, itu berarti dia bodoh! Dia sendiri sudah berjuang untuk mendapatkan aku. Aku juga akan mencari penggantinya. Tidak perlu mempertahankannya. Sampah ya seharusnya ada di tempat sampah. Bukan profesiku untuk mendaur ulangnya!"


Lexa memberikan senyuman terbaiknya.


Sebuah ancaman yang tidak main-main!


Terdengar sombong. Tapi memang benar apa yang dikatakannya.


Cantik!


Seksi!


Cerdas!


Kaya!


Orang-orang tidak ada yang protes dengan perkataannya karena semua itu fakta. Jadi memang pantas dia menyombongkan dirinya.


Mendengar perkataan itu, banyak pria yang diam-diam berharap pernikahan mereka nanti (kalau memang jadi) tidak akan berlangsung lama.


Sedangkan untuk para wanita, masih mau berharap pada Zion, tapi juga minder dengan pesona Lexa.


Masih banyak lagi pertanyaan yang diajukan pada Zion dan Lexa.


Setelah sesi tanya jawab selesai, seorang pria datang dengan gagahnya. Mengalihkan perhatian orang-orang. Lexa menghampiri pria itu dan tanpa segan langsung memeluknya dengan mesra.


Bisik-bisik, tatapan, jepretan kamera, tidak menghentikan adegan romantis itu.


"Aku kira kamu tidak mau datang!"


"Mana mungkin, kamu sangat cantik!"


"Selalu!"


Tawa kecil yang terdengar merdu, membuat hati nyaman.


"Ayo!"


Lexa menggandeng lengan David dan mengajaknya bertemu dengan kedua orang tuanya, Zion, dan kedua calon mertuanya.


"Ini David!"


Orang tua Lexa memandang David.


"David? Kamu apa kabar? Sudah lama sekali kita tidak bertemu, ya."


"Saya baik. Om dan Tante apa kabar?"


"Kami baik juga."


Zion mengepalkan tangannya. Selama ini perusahaannya dan perusahaan David bersaing ketat dan sekarang mereka akan bersaing dalam mendapatkan wanita.


Dia tidak tahu kalau ternyata orang tua Lexa sudah mengenal David dan sepertinya mereka cukup akrab.


Banyak pengusaha yang tahu persaingan dua pria itu. Sekarang ditambah masalah wanita. Mereka tidaklah bodoh, jadi bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.


Yang tadinya berniat untuk menggantikan posisi Zion di sisi Lexa, belum apa-apa mereka sudah merasa tersingkir dengan kehadiran David yang tiba-tiba.


Musik mulai mengalun, Lexa dan Zion diminta untuk berdansa.


"Seharusnya kamu menjaga sikapmu! Tidak seharusnya kamu bersikap mesra dihadapan orang-orang apalagi di hari pertunangan kita. Apa kamu ingin mempermalukan aku?"


"Jangan mengatur aku. Ingat perjanjian kita."


Aku pasti akan meluluhkan hatimu!


Setelah berdansa dengan Zion, Lexa lalu berdansa dengan David.


Mereka tertawa dengan pelan sambil berbisik-bisik. Membuat suasana hati Zion kebakaran. Tapi dia juga harus bersikap tenang, tidak ingin mengacaukan acara pertunangannya sendiri.


"Sabar, wanita itu pasti akan jatuh ke pelukanmu dan menjadi milik kamu seutuhnya. Jangan terbawa amarah, David juga bukan pria yang bodoh. Aku akan selalu membantu kamu!" Aron menepuk-nepuk pundak Zion dan memberikan semangat.


Sedangkan Zion menatap Lexa dan Zion dengan pandangan penuh kemarahan. Tangannya terkepal dan rahangnya mengeras.


Aku akan memisahkan kalian!