RINGU ENSHU

RINGU ENSHU
AKIBAT CELANA ROBEK



EPISODE 8


Suzy menyingkirkan Ken yang bertingkah aneh itu dari sisinya. Karena Ken malah mendekat kembali, akhirnya ia sendiri yang menggeser posisi duduk sedikit menjauh dari Ken.


"Hey! Apa kau kucing?"


"Apa? Kucing? Bagaimana bisa kau menyamakan aku dengan kucing?" Ken nyengir sebelah.


Baru saja menjawab seperti itu, Ken menyandarkan kepalanya ke pundak Suzy.


"Nona, ayo bergegaslah. Aku bisa masuk angin gara-gara terbuka seperti ini."


"Hiss,, manja sekali. Apa kau biasa bermanja-manja seperti ini dengan ayah dan ibumu?" Suzy sebal.


Ken langsung mengangkat kepalanya, "Tidak. Aku tidak pernah bermanja pada siapapun. Mana ada orang sepertiku yang manja dan cengeng? Lagipula memangnya kapan aku bermanja-manja padamu? Ish, memalukan sekali."


"Lihat. Baru saja kau menyandarkan kepalamu di pundakku, masih tidak mau mengaku kalau dirimu manja?" Suzy menggerutu sambil menjahit.


"Baiklah, baiklah. Aku mengaku. Tapi bisakah kau lebih cepat menjahit celanaku, nona? Aku merasa dingin sekali. Lihat, tongkat Herculesku sampai mengkerut karena kedinginan," kata Ken sambil menarik ujung karet Trunksnya.


Owh. Suzy melotot saat Ken menarik ujung karetnya. Hampir saja ia ikut melihat apa yang ada di dalam Trunks tersebut.


"Apa? Mengkerut? Dia kata pembalut bisa mengkerut???"


Setelah berkata dalam hati seperti itu, Suzy tertawa geli di depan Ken.


"Apa yang lucu?" Ken benar-benar sedang kedinginan.


"Tadi kau bilang tongkat Herculesmu mengkerut? Ahahaha. Memangnya itu semacam pembalut wanita? Dia bisa mengkerut dan mengembang? Wkwkwk," Suzy meremehkan apa yang dikatakan Ken.


Suzy kembali tertawa ngakak sampai ingin menangis. Air matanya pun keluar karena tertawa begitu lama. Kemudian dengan santainya ia memukul punggung pemuda yang tidak ikut tertawa dan justru menatap Suzy datar.


"Kenapa dia tertawa? Dia belum tahu saja bagaimana rasa dingin yang ku rasakan! Dasar gadis menyebalkan!"


Ken bicara dalam hati.


Karena Suzy tidak berhenti menertawakannya, Ken yang kesal langsung menarik tangan gadis itu dan menempelkannya ke tempat tongkat Hercules yang ia bilang mengkerut tadi.


GYUUTT....


Tangan Suzy mematung kaku saat menyentuh bagian menonjol itu.


Dari sisi luar Trunks yang dikenakan Ken, Suzy dapat merasakan bahwa bagian itu tidak lagi hangat. Benar-benar sudah dingin!


Ah, membeku??!!


"Aku benar-benar kedinginan, kau masih mau menertawakanku?"


Pluk,, Pluk,, Pluk,,


Suara kedipan mata Suzy saat menoleh pada Ken. Gadis itu diam merasakan getaran di tangannya. Ia benar-benar sedang menyentuh gundukan menonjol yang ada pada Trunks hitam itu. Serius???


"Kyaaaaaaaa??!!"


Suzy berteriak memalingkan muka sambil mengibaskan tangannya yang ia anggap sudah ternoda. Kemudian ia mengelap dan membolak balikkan telapak tangannya berulang kali ke kaos Ken.


"Dasar gila!! Tukang cabul!!"


Suzy berdiri dan melempari Ken dengan bungkusan snack ringan yang letaknya kebetulan dekat dengannya.


Kemudian ia berkacak pinggang di hadapan Ken. Ia benar-benar merasa gila berduaan seperti itu bersama pemuda berandal yang sinting.


Dengan gemas dan geram, Suzy mengatupkan kedua bibirnya. Ia meraih raket nyamuk yang ada di meja dan bersiap menyetrum Ken.


"Woo? Apa yang akan kau lakukan dengan raket listrik itu?" Ken kaget.


"Ha-ha-ha. Apa lagi kalau bukan menyetrum tongkat Herculesmu??" Suzy tertawa jahat.


Tak mau menunggu lama, Suzy segera menyerang Ken. Seperti adegan film laga samurai, mereka bertarung ala samurai sesungguhnya.


Hiyyaaa!!!


Suzy menyerang Ken dan memukulkan raket listrik itu ke tubuh Ken tanpa belas kasih. Tentu saja Ken tersetrum dan beberapa kali menjengitkan tubuhnya karena mendapat serangan dari Suzy.


Mereka berkejaran di dalam ruangan. Ken berlari ke pojokan, melompati kursi, berlari melompat ke tembok dan memantulkan diri ke atas rak, meluncur melewati celah kaki Suzy, berpegangan pada lampu gantung, semuanya persis seperti adegan film laga.


Host Hosh Hosh....


Suzy kelelahan dan berusaha mengambil nafas. Musuhnya itu benar-benar tidak bisa diremehkan.


"Hey kau! Seorang samurai sejati harus bertarung dengan pedang. Mana pedangmu?"


Ken melongo, "Apa harus seperti itu? Memangnya kita sedang syuting film action?"


"Cepat ambil pedangmu. Kalau tidak, akan kutebas lehermu sekarang juga!"


Mendengar ancaman dari Suzy, Ken mengusap lehernya sambil menelan ludah.


"Yang benar saja? Menebas leher seseorang yang tampan seepertiku begitu saja? Setidaknya kau harus menebasnya dengan garis yang sempurna!"


Ken selesai bicara pada dirinya sendiri. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mendapatkan pedangnya.


SIINGG!!


Kedua kesatria itu saling bertatapan. Mata yang penuh kebencian untuk pembalasan dendam mulai memancarkan sinar merah.


Suzy memegang raket nyamuk seperti sedang memegang pedang. Ken sendiri meraih benda apapun di dekatnya. Sret!


WUUZZ...


Angin dingin yang berhembus memasuki ruangan itu menambah suasana mencekam. Meniup poni-poni mereka ke satu arah. Bahkan membuat Ken yang semula berdiri tegak menjadi memingkupkan kakinya hingga kedua lututnya saling menempel. Dingin!


TRAK!


TRAK!


TRAK!


Pertarungan mereka tidak juga selesai. Ken yang semakin merasa kedinginan menjadi tidak sabar menghadapi Suzy. Untuk menjatuhkan lawan seperti Suzy, ia berlari menyerang dan menendang tubuhnya.


Bang!


Satu tendangan kaki rupanya mampu menggeser Suzy lumayan jauh ke arah kiri. Dan karena pijakan kaki gadis itu juga tidak seimbang, maka ia pun hampir saja jatuh menimpa meja tempat gelas minum mereka.


Ken melihat itu dan melompat cepat berusaha untuk menahannya.


KRASAKK!


Tubuh Ken menerima tubuh Suzy dengan baik. Ia menggantikan gadis itu dalam mematahkan meja dan memecahkan gelas. Berkat dirinya, rasa sakit yang seharusnya dirasakan Suzy pun menjadi rasa sakit yang ia terima.


"Ouuggh.." Ken melenguh karena merasakan sakit pada punggungnya.


Ditambah lagi, tekanan tubuh Suzy pada tongkat Herculesnya membuat Ken merasakan nyeri luar biasa. Benar-benar mendapat pukulan telak dari depan dan belakang.


Ken lemas tak berdaya. Ia menunggu Suzy menyingkir dari tubuhnya. Namun, Suzy justru melamun. Ia mengerjapkan matanya berulang kali karena jantungnya berdebar.


Sebab ia jatuh dengan posisi leher yang menutupi wajah pemuda itu. Alhasil, meski tanpa sengaja pun, Ken dapat mencium leher bagian tulang selangka¹ Suzy yang terbuka.


Tiba-tiba Suzy merasa merinding saat dirasakannya hidung dan bibir Ken menyentuh lehernya tersebut. Nafas hangat Ken yang berhembus pelan mengenai lengkungan lehernya itu pun menambah perasaan aneh dalam dirinya.


Belum lagi, posisi perut bawah Suzy yang menimpa tongkat Hercules milik Ken pun menjadi satu-satunya penyebab berkembangnya imajinasi liar Suzy.


* Dalam imajinasi liar Suzy *


Dirinya sedang berada di gendongan seorang Ken. Entah mengapa Suzy membayangkan bahwa dirinya digendong oleh Ken menuju kamar mereka. Dalam gendongan Ken, mereka berdua berciuman.


Ciuman yang berlanjut ke ranjang dan saling membuka pakaian. Saat itu, Ken dengan lembut menciumi lehernya dan mencoba menindihnya,,,


•••••••••


Ken yang melihat Suzy tersenyum-senyum sendiri menjadi heran.


"Sedang apa dia? Mengapa senyumannya terasa mencurigakan?"


Akhirnya Ken bertanya karena posisi seperti itu membuat kepalanya pusing.


"Apa kau tidak mau bangun, nona?" bisik Ken.


"Hmm.. aku tidak mau bangun jika kau menemani tidurku seperti ini,," jawab Suzy tanpa sadar karena masih dalam lamunannya.


Begitu ia kembali sadar sepenuhnya, Suzy menjadi kaget dan membuka matanya lebar-lebar.


"Eh? Apa tadi??"


Ken tersenyum karena memahami bahwa Suzy melamun.


"Apa kau akan terus memeluk dan menikmati tubuhku seperti ini?"


Suzy sadar bahwa sedari tadi apa yang ia lihat dan ia rasakan hanyalah bagian dari lamunannya. Dengan cepat ia menyingkir dari atas tubuh Ken.


"Oh I iya. Terima kasih sudah menangkapku," katanya tersipu malu.


Ken duduk, "Sama-sama. Tapi aku rasa, lain kali kita tidak perlu bermain-main seperti ini."


"Iya, kau benar."


Ken mencoba mengusap punggungnya yang sakit. Kemudian ia meraih celananya yang jatuh tak jauh dari posisinya. Melihat jahitannya sudah 50% selesai, ia pun memutuskan kaitan benangnya dan berdiri perlahan.


"Aku kira ini sudah cukup."


Dipakainya celana yang masih terlihat sobek, namun sudah menutupi bagian yang penting itu.


"Apa kau yakin mau memakainya untuk pulang? Aku bisa meminjamkan milik Akiyama loh," Suzy khawatir.


"Tidak perlu. Aku pakai ini saja."


Ken meraih rokok dan pemantik yang ada di pojok ruang tempat ia duduk semula.


"Baiklah, aku pulang dulu ya," Ken tersenyum.


"Hemm," Suzy pun membalas dengan senyuman.


.


.


.


.


Bersambung di episode 9 ......


¹) Tulang Selangka, adalah tulang lengkung yang letaknya dekat leher dan di atas dada.