RINGU ENSHU

RINGU ENSHU
KUE MOCHI ATAU PERMEN GULA-GULA



EPISODE 28


Ken menyingkirkan tubuh Suzy pelan. Sebab ia merasakan gatal di wajahnya.


"Ada apa?" tanya Suzy.


"Sepertinya, wajahku sedikit terasa panas," jawab Ken meringis sambil menggaruk pelan wajahnya.


Suzy memperhatikan dengan cermat wajah Ken. Rupanya wajah tersebut menjadi sangat merah, persis seperti kepiting rebus.


"Jangan-jangan, itu efek dari bumbu marinasi yang tak sengaja kau usapkan ke wajah?"


Suzy segera menyeret Ken masuk ke dalam rumahnya. Ia hendak mengompres muka Ken dengan es atau apapun yang dapat mengurangi efek panasnya. Begitu masuk ke dalam pagar rumah, ia terkejut saat memergoki ayah dan ibunya berdiri di balik pintu gerbang.


"Ayah? Ibu? Sedang apa kalian di sana?" tanyanya heran.


"Eh? Kau sudah pulang, sayang? Loh, kenapa dengan muka Ken??" bibi Tamako tergopoh-gopoh mendekati dan mengusap wajah Ken.


"Itu,,"


Belum selesai Ken menjawab, Suzy sudah memotong obrolan, "Dia tidak sengaja mengusap mukanya dengan bumbu pedas marinasi."


Lalu dengan cepat pula Suzy menarik Ken masuk ke dalam rumah dan menuju ruang tamu. Bagaimana dengan Ken? Ia hanya menuruti ke mana pun Suzy menyeretnya.


"Duduklah. Aku mau ambil kompres dulu," kata Suzy buru-buru pergi.


Ken menuruti perintah Suzy. Ia duduk berdiam diri di kursi sambil menunggu Suzy kembali. Dan tidak lama kemudian, Suzy kembali dengan wadah baskom berisi air es dan washlap.


"Bersandarlah di sandaran kursinya," perintah Suzy jelas.


Ketika Ken menyandarkan kepalanya ke belakang, dengan cepat Suzy mengompres wajah Ken yang sudah menjadi merah sekali. Satu usapan, dua usapan, hingga beberapa usapan air dingin.


Meski warna merah di wajah Ken sudah berkurang banyak, namun warna itu belum sepenuhnya hilang. Maka Suzy mempunyai ide lain. Yaitu dengan melumuri wajah Ken dengan tepung. Begitu wajah itu kering, Suzy segera pergi ke dapur untuk mengambil tepung.


"Tetap pada posisimu, aku mau ambil tepung sebentar," katanya.


Ken heran. "Tepung?? Untuk apa tepung?"


Begitu kembali, Suzy memintanya kembali bersandar. Tapi Ken menolak.


"Tunggu. Untuk apa tepung itu? Apa kau mau menepungi wajahku?"


"Iya. Ini untuk wajahmu," Suzy tersenyum manis.


"Kau bercanda?" Ken mengelak. "Wajah tampanku ini akan kau balut dengan tepung? Apa kau mau menggorengnya juga?" Ken mendelik heran.


"Hmm. Kalau ada yang mau menyantapnya, boleh saja," jawab Suzy menggoda dan siap menaburkan tepung.


Ken menelan ludah. Ia merasa bahwa Suzy sedang mengerjainya sekali lagi.


"T Tunggu. Itu tidak lucu," Ken mengelak lagi.


"Hey. Apa kau tidak pernah membaca tips mengenai manfaat tepung?"


"T Tidak. Memangnya apa saja manfaatnya??" tanya Ken tidak percaya jika manfaat tepung berkaitan dengan wajahnya.


"Dengar, ya. Selain untuk perawatan wajah, tepung juga bisa mengobati luka bakar."


"Tidak. Aku tidak percaya. Sepertinya itu hanya berita bohong. Lagipula, wajahku hanya terkena bumbu pedas. Bukan terbakar api," Ken menyingkir dari hadapan Suzy.


Melihat Ken kabur, Suzy berusaha mengejarnya sambil membawa-bawa wadah tepung di tangannya. Mereka berdua menjadi berlarian di dalam rumah seperti seekor kucing yang sedang mengejar tikus.


"Berhenti, hosh hosh,, Aku kelelahan," ucap Ken memegangi perutnya dan duduk kembali di sofa.


Sialnya, kaki Suzy tersandung kaki meja hingga baskom tepung itu terlempar melayang ke arah Ken.


WUUZZ!!


Seketika tubuh Ken tersiram tepung dari kepala hingga kakinya. Sial pun tidak dapat ditolaknya. Siapa sangka ia akan bermandikan bubuk putih, persis seperti kue mochi ataupun permen gula-gula.


"Woohh??" pekik Ken.


Tepat saat Ken terguyur tepung seperti itu, bibi Tamako dan paman Akihiro masuk ke rumah dan melihat kejadian tersebut. Mereka berteriak karena ikut terkejut.


"Oh tidak! Suzy!!!"


Ramailah ruang tamu rumah mereka. Akiyama dan Nonaka yang baru saja menemani putri mereka tidur pun tergopoh-gopoh turun dari lantai atas.


"Ada apa ibu??!" tanya Akiyama panik mendengar teriakan ibunya. Ia mengira terjadi sesuatu pada wanita itu.


Begitu ia dan istrinya sampai di ruang tamu, tertawalah ia melihat kue mochi raksasa.


"Wahaha! Hey Ken, mengapa kau berubah menjadi kue mochi??" seru Akiyama menertawakan Ken yang menjadi serba putih.


Ken duduk sambil mengangkat setengah kedua tangannya. Sesekali ia meniup-niup tepung yang masuk ke dalam mulutnya.


"Oh ya Tuhan! Maafkan aku, Ken!" pekik Suzy berusaha membersihkan rambut Ken dari tepung.


"Anak nakal! Kau mengerjai Ken lagi??" bibi Tamako memukul bokong Suzy.


"Tidak, ibu. Aku mau mendinginkan wajahnya menggunakan tepung. Tapi kakiku tersandung. Jadi,,, beginilah hasilnya," Suzy menjelaskan sambil tersenyum-senyum.


"Ck, Ck, Ck. Ayah kecewa padamu, sayang. Mengapa di usiamu yang dewasa, kenakalanmu tidak juga hilang,," kata paman Akihiro menggelengkan kepala.


"Maaf,, ini tidak disengaja,,,"


Akiyama semakin geli. Ia mendekati Ken dan menyepakkan kakinya pelan diantara kaki Ken.


"Hey! Lagi pula, mana ada orang mendinginkan wajah dengan tepung? Yang ada menggunakan es batu atau masker wajah. Kasihan sekali kau Ken. Menjadi bahan mainan adikku,," kata Akiyama sambil menepuk punggung kawannya.


"Nah, benar kan? Aku sudah mengatakan padanya bahwa tepung tidak bisa digunakan untuk mendinginkan wajah. Tapi dia memaksaku," kata Ken membela diri.


Suzy mencibirkan bibirnya. Tapi dengan cepat bibi Tamako menarik bibir Suzy tersebut.


"Iih. Dasar anak nakal. Sekarang lihat perbuatanmu. Calon menantuku yang manis nampak seperti permen gula-gula," kata bibi Tamako.


"Ibuuuuuuu...." Suzy memegangi bibirnya yang baru saja ditarik oleh sang ibu.


"Ayo, sekarang bersihkan dia. Kau tidak boleh pergi tidur sebelum Kenzhi bersih dari tepung," kata bibi Tamako pergi bersama suaminya.


Karena ibu dan ayah mertuanya sudah pergi, Nonaka pun mendekati Suzy.


Nonaka menepuk lengan adik iparnya itu sebentar. Lalu berbalik pergi sambil menggandeng lengan suaminya. Sambil berjalan naik tangga, Nonaka dan Akiyama tertawa cekikikan.


Mereka berdua rupanya setuju dengan keputusan orang tua mereka untuk menjodohkan Suzy dan Ken. Setelah dipikir-pikir, tidak ada pria yang mampu menghadapi kelakuan adik mereka itu selain Kenzhi.


•••••••••


Begitu semuanya pergi kembali ke kamar, Suzy menyeret Ken pergi ke kamar mandi. Di depan pintu kamar mandi, Suzy menepuk-nepuk baju Ken.


"Aku tidak sengaja. Kau tahu itu, kan?" kata Suzy monyong.


"Iya. Aku tahu," Ken melepas bajunya yang penuh tepung.


UPS!!


Suzy berbalik sambil menutup matanya karena terkejut, "Apa yang kau lakukan?!"


"Membersihkan bajuku. Memangnya kenapa?" Ken mengibaskan bajunya hingga debu tepung pun memenuhi udara.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


Mereka terbatuk-batuk karena menghirup debu tepung tersebut.


"Dasar payah. Kenapa kau kibaskan bajumu di sini?" Suzy merasa kesal.


"Maaf. Aku lupa," Ken terkekeh.


"Ya sudah. Bersihkan badanmu sekarang. Akan kupinjamkan baju milik Akiyama sebentar," kata Suzy tidak berani menoleh pada Ken.


Melihat Suzy mau pergi, Ken menarik tangan wanita itu dengan cepat.


"Tunggu. Kau tidak akan meninggalkanku seperti waktu itu, bukan?"


"Tidak," jawab Suzy tetap memalingkan muka.


"Lihat kemari. Aku sedang bicara padamu," Ken memegangi bahu Suzy supaya menghadap padanya.


"Tidak mau," Suzy bersikeras membelakangi Ken.


"Aku khawatir kau akan mengerjaiku lagi. Kali terakhir, kau membuatku bertelanjang dan kedinginan di dalam kamar mandi. Jadi sekarang, berjanjilah sebentar saja. Kau tidak akan mengerjaiku lagi,," kata Ken sambil berusaha memegang pergelangan tangan Suzy.


"Iya aku janji. Jadi lepaskan tanganku sekarang!" kata Suzy berusaha dengan kencang menarik tangannya.


PLAKK!!


Tanpa sengaja, punggung tangan Suzy menghantam dagu bawah Ken dengan keras hingga kepala Ken tersentak ke belakang. Lebih parahnya, hidung Ken menjadi mimisan.


"Aaghh.." seketika itu juga Ken membungkuk dan memegangi rahangnya yang berasa lengser.


"Ya Tuhan! Maaf, Ken!" pekik Suzy.


Mau tidak mau, Suzy memberanikan diri melihat ke arah Ken karena khawatir. Meski dengan tangan kiri yang menutupi sebagian mukanya, ia pun menyentuh punggung sebelah kanan Ken pelan. Dengan begitu, ia tidak sempat melihat bagian bertato pada lengan dan punggung kiri Ken.


"Apa kau baik-baik saja?"


Ken berdiri kembali sambil memegangi rahangnya, "Tanganmu kuat juga."


"Benarkah? Tapi, maaf ya. Aku benar-benar tidak sengaja."


"Tidak apa. Aku sudah biasa mendapat pukulan seperti ini," Ken menyeka darah yang mengalir.


"Kalau begitu, cepat bersihkan dirimu. Aku pergi ke kamar Akiyama dulu untuk meminjam baju," Suzy mengatakan hal itu sambil membuang muka.


"Baiklah. Jangan lama-lama."


"Hmm."


Beberapa menit kemudian,


Ken selesai berganti pakaian yang ia pinjam dari Akiyama. Pakaian itu sedikit kekecilan untuk ukuran tubuhnya. Tetapi masih lebih baik untuknya daripada harus meminjam pakaian milik Suzy.


Ken berjalan keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya dengan handuk. Hampir saja jantungnya meloncat keluar karena dikejutkan oleh keberadaan paman Akihiro, bibi Tamako dan Suzy yang berdiri persis di depan pintu kamar mandi.


"Astaga?!! S Sedang apa kalian di sini?" tanya Ken gugup.


"Apa kau sudah selesai mandi?" tanya paman Akihiro.


"I iya."


Ken menurunkan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Sambil menggulungnya di tangan, Ken menunduk sopan.


"Baiklah, Ken. Sekarang, mari pergi ke luar dan mengobrol denganku. Ada yang harus ku bicarakan denganmu. Sementara itu, bibi dan Suzy akan membuatkanmu kopi," kata paman.


Suzy menduga bahwa ayahnya akan membicarakan soal perjodohan itu lagi dengan Ken. Maka, ia pun langsung menyela, "E eh,,, bukankah sebaiknya Ken pulang sekarang? Dia harus berangkat pagi-pagi benar besok, ya kan Ken? Hehe."


Karena Suzy menyikut perutnya, Ken segera memahami situasinya. Ia berkata pada kedua orang tua Suzy bahwa dirinya harus segera pulang. Besok, ada beberapa peti ayam yang harus ia jemput pagi-pagi sekali.


Aih. Mengapa Kenzhi menuruti Suzy untuk berbohong???


Coba tebak :


a. Apa Kenzhi takut paman Akihiro menanyainya macam-macam;


b. Kenzhi hanya mengikuti alur cerita yang dibuat Suzy;


c. Kenzhi juga cemas dengan perkara perjodohan yang sedang direncanakan kedua orang tua Suzy;


d. Kenzhi rindu pada Linzhi. Jadi ia ingin cepat-cepat pulang.


.


.


.


Bersambung ke Episode 29 🤗


Like, Like dan Like yaaa,,, 😘