RINGU ENSHU

RINGU ENSHU
AKIBAT RUSAKNYA AC



EPISODE 54


TES


TES


TES


Suara tetesan air dari AC yang bocor dan mengenai wajah serta kasur lipat milik Ken terdengar berulang-ulang. Belum lagi, udara pagi yang memasuki celah-celah jendela, menambah dinginnya suasana itu.


Ken membuka kedua mata dengan paksa. Ia mengerjapkan matanya beberapa saat. Setelah lima detik menyesuaikan diri, ia baru menyadari bahwa air dari AC yang bocor menetes ke tempat tidurnya.


"Hey AC,, Apa kau sengaja mengganggu tidurku?"


"Aah. Kenapa malam ini dingin sekali? Apa salju sudah mulai turun?" lagi-lagi Ken bicara sendiri.


Ken melipat kedua tangannya ke depan dada. Karena suhu di musim dingin mulai terasa, Ken yang sejak sore tidur di bawah mulai menggigil kedinginan. Ia duduk mengusap wajahnya yang membeku dan menoleh pada Suzy yang masih tidur dengan tenang.


Sambil membuka selimutnya, Ken meraba bagian bantal dan kasurnya yang sangat basah. Rupanya tetesan air itu sudah terjadi sejak semalam. Namun Ken baru menyadarinya sekarang.


Diraihnya jam weker yang ada di atas meja. Jam 2 pagi. Masih terlalu dini untuk beraktifitas. Seraya mengambil ponselnya, akhirnya Ken berdiri dan berjalan ke sana kemari untuk menghangatkan tubuhnya kembali. Akibat kedinginan, kakinya bahkan sedikit sulit digerakkan.


Untuk membuang rasa bosannya, Ken bersandar di dinding dan mencoba memainkan ponselnya. Tapi tak lama kemudian, ia kembali mengantonginya ke dalam saku celana karena jari-jarinya seakan mati kaku.


Perlahan, ia duduk di kursi rias Suzy dan menyandarkan kepalanya di meja rias itu pula. Ketika matanya terasa berat dan berulang kali menguap, Ken mencoba tidur di sana. Namun beberapa menit kemudian, apa yang ia dapatkan justru keram leher.


"A'aahh,, aduduh,,, leherku sakit sekali," gumamnya.


Maka, mau tidak mau Ken kembali terjaga. Selagi mengusap-usap lehernya yang sakit akibat salah posisi, Ken memperhatikan Suzy yang masih tetap tenang sedari tadi.


"Waah. Dia tidur seperti putri salju. Apa dia tidak merasa kedinginan?" gumam Ken sambil menggigil.


Tanpa ada maksud lain di dalam otaknya, Ken pergi mendekati tempat tidur Suzy dan langsung memposisikan diri di bagian yang lengang. Saat itu, ia hanya bermaksud meluruskan badan sebentar saja.


Setelah ia menyelimuti diri dan merasakan hangatnya kasur tempat tidur Suzy, Ken merasa tercengang. Ia tidak tahu jika ranjang milik Suzy mempunyai setelan untuk penghangat badan.


"Woo? Apa ini? Mengapa kasur ini terasa hangat sekali? Wah, pantas saja dia tidur amat tenang sejak semalam," Ken tak habis-habisnya berpikir.


Karena tempat tidur Suzy begitu nyaman, Ken memejamkan mata dan tidur kembali. Niatnya yang ingin mencoba meluruskan badan sebentar saja pun terlupakan. Ia tidak bisa menolak kenyamanan yang diberikan kasur hangat tersebut.


Dan......


Ketika akhirnya pagi datang, Suzy menggeliat nikmat setelah semalaman ia tidur dengan nyenyak. Rupanya setelan penghangat yang ada pada tempat tidurnya benar-benar membantunya.


Tanpa ia sadari bahwa Ken juga tidur di sisinya, Suzy menyibak selimut pada bagiannya dan berdiri menuju jendela. Ia membuka tirai berwarna merah muda dan pintu jendelanya.


"Waah? Salju sudah turun?" mata Suzy berseri-seri melihat turunnya salju.


Ia mengulurkan tangan ke luar jendela untuk menangkap bulatan kecil dari salju yang mulai menghiasi kotanya. Sambil tersenyum bahagia, ia melambai pada beberapa tetangga yang menyapanya dari bawah.


Setelah puas melihat salju dari jendela, Suzy berniat untuk pergi mandi. Namun, tanpa sengaja ia melihat kasur Ken yang kosong.


"Di mana dia?" pikir Suzy.


Tanpa curiga, Suzy duduk kembali ke ranjangnya dan mencoba menelepon Ken. Beberapa detik kemudian terdengar dering nada ponsel Ken di dekat Suzy.


"Eh?? Di mana asal suara itu?"


Suzy memanggil kembali dan mencoba mendengarkan suara yang ia dengar lamat-lamat berada di dekatnya. Ketika melihat selimut bagian sisinya sedikit mencurigakan, bahkan suara ponsel Ken juga terdengar di sana, Suzy menyibak seluruh selimutnya dengan penasaran.


"Kyaaaaa!!"


Suzy terkejut saat melihat Ken tidur meringkuk di dalam selimutnya tersebut. Dan yang lebih mengejutkan lagi, posisi tangan Ken saat itu. Seperti apa?"


"Hiieh? Sedang apa dia? Apa semalaman dia tidur di ranjangku dan,,,, " Suzy melongok penasaran pada tangan Ken yang masuk ke dalam celana.


Ketika tangan Ken yang ada di dalam celana itu bergerak mengusap-usap apa yang ada di dalamnya, Suzy mendelik sambil mengerutkan hidungnya.


"Apa itu kebiasaannya saat tidur?" gumamnya merasa tidak percaya saat Ken bergerak mengganti posisi menjadi terlentang.


Ketika akhirnya pandangan matanya melihat kancing dan resleting celana Ken terbuka, pikiran Suzy pun jadi macam-macam.


"Hohh?? Apa dia juga macam-macam padaku semalam?" Suzy tak henti-hentinya bertanya pada diri sendiri.


Dengan cepat dilongoknya buah dada miliknya dari lubang kerah baju. Tidak ada bekas merah atau apapun. Lalu tangannya juga bergerak cepat menyentuh bagian kewanitaannya dari luar pakaian.


"Aku tidak merasakan sensasi apapun?" pikir Suzy sambil beberapa kali mengedutkan bagian tersebut.


Ketika lagi-lagi ia melihat tangan Ken yang bergerak di dalam celana, Suzy menjadi tidak nyaman. Bahkan ia menjadi kesal dibuatnya. Maka dengan kekuatan bulan yang akan menghukummu, Suzy memukul tangan nakal tersebut dengan kencang.


PLAAKK!


Pukulan kencang Suzy pada tangan Ken rupanya juga mengenai bagian lain yang ada di sana. Tentu saja Ken yang merasakan sakit dan linu itu pun terbangun dan mengerang kesakitan.


"Ooughh!! Apa yang kau lakukan barusaaan...." tanya Ken dengan suara tercekat sambil melindungi bagian yang baru saja dipukul.


"K kau! Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tidur satu ranjang bersamaku!" Suzy mengalihkan pembicaraan.


Seraya meringkuk dan berguling menahan kesakitannya, Ken mencoba menjelaskan.


"Jangan berpikir macam-macam dulu. Aku tidak sengaja pindah kemari, sebenarnya aku hanya bermaksud mencoba meluruskan kakiku sebentar di sini. Tapi ternyata aku ketiduran...." kata Ken pelan.


Melihat Suzy mengangkat tangan dan bersiap memukulnya lagi, ia pun berseru cepat.


"T tunggu!! B bukannya aku sengaja melakukannya. Kasurku basah karena AC yang bocor dan airnya menetes ke bawah. Aku menggigil kedinginan karenanya."


Suzy bangkit dan memeriksa kasur lipat Ken. Benar sekali. Kasur itu basah dan terasa sangat dingin. Mungkin karena efek salju yang turun, suhu dingin air AC berkali-kali lipat dinginnya.


Suzy menghampiri Ken kembali.


"Baiklah. Itu bisa dimaklumi. Tapi apa itu tadi?" tanya Suzy menggerakkan dagunya untuk menunjuk ke celana Ken.


"Apa??" Ken bertanya karena tidak paham.


Karena gemas, Suzy berputar ke sisi lain tempat tidurnya agar lebih dekat dengan Ken. Kemudian dengan cepat ia berkacak pinggang di depan Ken dan menunjuk-nunjuk bagian yang sempat dipukulnya tadi.


"Apa kau tidur dengan kebiasaan itu?"


"Kebiasaan apa?" Ken tidak tahu apa yang ia lakukan pada waktu kedinginan semalam.


"Iiihhhhss!!" Suzy mengacak-ngacak rambutnya karena kesal.


Ken membentengi diri dan bersiap seandainya Suzy kembali memukulnya.


"Kau tahu? Aku tidak tahan melihatmu mengusap apa yang ada di dalam celanamu itu! Apa enaknya?!!"


Ken diam dan menunduk menatap anunya. Lalu ia kembali menatap dan bicara pada Suzy.


"Me mengusap?" Ken tidak ingat itu.


"Ya! Kau pasti sedang memikirkan hal jorok saat tidur. Benar kan?"


GLEK


"H hal jorok apa maksudmu?" Ken merasa tebakan Suzy benar.


Sebab, ketika ia tidur kembali, ia sempat bermimpi tengah berendam air hangat bersama Suzy. Bahkan dalam mimpinya, ia melakukan sesuatu yang indah saat berendam bersama.


"Entahlah! Awas saja kalau kau berpikir jorok mengenaiku," Suzy berbalik dan menuju kamar mandi.


Ken menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Insting wanita, memang selalu tepat. Ken duduk dan mengatur nafasnya yang kembali memanas. Meski apa yang dilakukannya bersama Suzy hanya di dalam mimpi, namun jantung Ken merasa benar-benar ikut berolahraga.


"Kenapa tiba-tiba saja aku memimpikan hal seperti itu? Padahal, sudah belasan tahun tidak menonton video porno. Aah... dasar pikiran jorok. Jangan buat aku berpikir macam-macam," Ken bicara pada diri sendiri sambil sesekali memukuli kepalanya.


"Kau sedang apa?" tanya Suzy tiba-tiba keluar kamar mandi sambil menggosok gigi.


Ken melonjak kaget dan bergegas merapikan selimut, "A aku sedang merapikan tempat tidurmu."


"Cepat bawa kasurmu ke bawah dan masukkan ke dalam mesin pengering, di sana kau bisa mengeringkannya dengan cepat."


"I iya, baiklah."


Ken membawa kasur lipatnya turun ke lantai bawah tempat mesin cuci dan mesin pengering pakaian berada. Ketika ia sedang memasukkan kasur tersebut ke dalam tabung, bibi Tamako melihatnya.


"Eh? Kenapa dengan kasur lipat itu, menantu?" tanya bibi Tamako.


"AC di ruangan kami mungkin rusak, jadi airnya menetes dan membasahi kasurku," jawab Ken keceplosan.


"Kasur siapa?"


GLEK


Ken lupa. Selama ini, orang tua Suzy mengira mereka berdua tidur dalam satu ranjang. Tapi kenapa Suzy juga menyuruhnya mengeringkan kasur di bawah? Apa dia juga lupa bahwa dia dan dirinya tidur terpisah selama ini? Aah. sialan.


"Eh,,, itu,, maksudku,, jika kami sedang ingin tidur di bawah, kadangkala kami menggelar kasur lipat ini, ibu. Kebetulan, kami lupa membenahinya kembali semalam," Ken tampak gugup.


"Benarkah begitu? Ibu pikir, kau tidur di kasur lipat itu,,,, itu tidak benar kan, menantu?"


"Huah,, Tentu saja itu tidak benar, ibu,,hehe," Ken menjawab cepat.


Pada saat Ken mencoba mengelak semua tuduhan, Suzy berlari buru-buru ke bawah. Seperti dugaan Ken, wanita itu lupa bahwa jika seseorang melihat Ken mengeringkan kasur lipatnya, rahasia diantara dirinya dan juga Ken terancam terbongkar.


"Ken! Bawa kasur itu kembali ke atas, cepat! Jangan sampai ada yang melihatnya di sana," Suzy berseru tanpa melihat keberadaan ibunya di sana.


"Hey! Memangnya kenapa kalau ada yang melihatnya? Kalian tidak menyembunyikan sesuatu dari ibu, kan?" tanya bibi Tamako pada putrinya.


"Eh, ibu? K kenapa kau ada di sini?" Suzy kaget sekali.


Suzy melotot pada Ken meminta penjelasan. Namun Ken hanya mengangkat pundaknya.


Apa yang akan terjadi pada mereka?


Baca terus ya,,, jangan lupa berikan like untuk Ringu Enshu',,, πŸ€—


.


.


.


Bersambung ke Episode 55