
EPISODE 56
❤️ 21+
Nonaka membawakan dua gelas minuman jahe hangat untuk Ken dan Suzy. Sebenarnya, minuman tersebut disiapkan oleh bibi Tamako. Hanya Nonaka yang tahu, bahwa minuman jahe tersebut adalah minuman herbal yang pernah diminum oleh Ken sebelumnya.
Ia memberikan gelas tersebut sambil tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi sebentar lagi. Setelah memastikan keduanya meminum habis obat herbal yang diberikan, Nonaka pun pergi sambil tersenyum.
Begitu menutup pintu kamar mandi, bibi Tamako menanyakan sesuatu kepadanya.
"Apa mereka minum habis air jahe itu?"
"Lihat, ibu. Mereka menghabiskan semuanya tanpa sisa, xixixi," jawab Nonaka dengan suara yang dibumbui dengan sedikit nada kejahatan.
"Bagus!" bibi Tamako juga mendelik senang.
"Jadi, ibu. Apa mereka akan melakukan itu di dalam?" Nonaka penasaran.
"Kita tunggu saja. Jika beruntung, maka kita akan mendengar suara berkecipak di dalam air bak."
"Hihihi. Ide ibu memang cemerlang!" Nonaka menahan tawa bersama ibu mertuanya.
Jika diluar kamar mandi, kedua wanita itu sedang tertawa bahagia karena merasa rencananya akan berhasil, maka dua manusia yang ada di dalam bak mandi itu berbeda lagi.
Berbeda? Kenapa?
Lihat saja.
Ken dan Suzy mulai merasakan sesuatu meletup-letup dalam diri mereka. Ditambah air panas tempat mereka berendam membuat tubuh keduanya sedikit hangat.
"Apa kau merasakan sesuatu?" tanya Suzy mencoba menahan hal aneh yang muncul di dalam pikirannya.
Ken merasakan sesuatu yang luar biasa dalam dirinya. Sehingga ia hanya mengangguk tanpa mampu berkata-kata.
Tiba-tiba saja, hasrat dalam dirinya membuat tubuhnya mudah terangsang. Sedikit saja sentuhan, membuat libido Ken meluap-luap.
"J jangan bergerak!" ucap Ken dengan suara yang mulai berat.
"Kakiku pegal. Coba geser kakimu ke samping," kata Suzy.
SEERRR
Saat tanpa sengaja kaki mereka bersentuhan, dua-duanya merasakan gejolak yang ada di dalam hati. Bahkan, seperti dialiri listrik tegangan tinggi, Ken langsung menarik kakinya kembali.
"Ada apa?"
"Sepertinya, Nonaka memberiku minuman itu lagi," gumam Ken.
"Minuman apa?"
"Ramuan herbal."
"Ramuan?"
GLEK
Duduk berlama-lama di dalam bak mandi, membuat kaki Suzy sedikit kesemutan. Maka ia mengganti posisi duduknya dan bergerak sesuka hatinya.
Ken yang sedari tadi duduk dengan bersila, mengepalkan tangannya dengan kuat saat tanpa sengaja kaki Suzy menyerempet anunya.
Tentu saja, ekspresi muka Ken pun terlihat sedang menahan linu. Karena efek rangsangan yang berbeda, Suzy tidak menyadari bahwa saat itu Ken benar-benar sudah di atas puncak rangsangan.
Jadi, setiap kali bagian tubuh Suzy menyentuh kulitnya, Ken menahan sekuat tenaga untuk tidak terjebak ke dalam rencana iparnya.
Seperti saat itu, Suzy kembali mengganti posisi dengan merendahkan tubuhnya agar dapat menyandarkan kepala pada tepian bak. Dengan begitu, tentu saja ia harus meluruskan kakinya ke depan dan menopangkannya di atas paha Ken.
Tanpa menunggu lama, Ken langsung menoleh ke samping bak dan berpegangan erat pada sisinya. Ia meremas kuat tepian bak mandi dan berusaha keluar dari sana.
Namun, karena kaki Suzy seakan mengunci pahanya, maka ia tidak bisa bergerak. Lebih-lebih ketika bagian bawah tubuh Suzy semakin dekat dengannya.
Karena semakin mendesak dan menekan detak jantungnya, Ken berdiri mendadak dan berniat keluar dari bak mandi. Tetapi Suzy menggelayuti kakinya dan memintanya duduk kembali.
"Tunggu! Kau mau ke mana? Cepat duduk kembali!"
"Sepertinya aku harus keluar sekarang. Aku takut sesuatu akan terjadi jika kita berdua berlama-lama seperti ini," jawab Ken.
"Tapi, aku..." Suzy meraih tangan Ken dan menahannya pergi.
"Jika saat ini aku kembali minum ramuan itu, aku takut membuat kesalahan yang sama seperti malam lalu."
"Tunggu, Ken. Kemarilah,,,," suara Suzy sedikit aneh.
Ken berusaha menghindari Suzy. Tapi ada apa dengan wanita di depannya? Suzy justru memintanya untuk tidak pergi.
"Cepat kemari....." Suzy melambaikan tangannya.
Ken membungkukkan badan untuk mendengar apa yang akan Suzy katakan. Baru saja dirinya membungkuk, tangan Suzy segera meraih kepalanya dan tiba-tiba saja menjambak rambutnya. Bahkan kepalanya dijambak ke sana kemari dengan entengnya.
"Oouugghhh!! Apa yang kau lakukan?" teriak Ken.
"Gara-gara kau, kakiku keram! Siapa yang menyuruhmu berdiri mendadak heh??!!" Suzy menyalahkan Ken.
"Alasan saja," Suzy tidak mau dengar.
Karena jambakan tangan Suzy semakin kuat, Ken hilang keseimbangan dan jatuh tercebur ke dalam bak dengan kepalanya terlebih dahulu yang masuk ke air, disusul pantatnya dengan kaki panjang yang terangkat ke atas.
Bahkan saat ia jatuh terjungkal ke dalam air, kepalanya tersebut tanpa sengaja menyusup dan menempel ke dada Suzy. Spontan saja Suzy berteriak dan mendorong-dorong paksa kepala Ken agar menjauh dari dadanya.
"Kyaaa!!! "
"Kyaaaaa!!!"
BLUB BLUB BLUB BLUB.....
Ken mencoba bicara meski kepalanya sedang terendam di dalam air. Dengan susah payah ia mengangkat tubuhnya agar berada di posisi yang benar.
"Dasar mesum! Hiih, rasakan ini," Suzy menjambak dan menggoyang-goyangkan kepala Ken dengan kuat.
Jika saja ia seorang Tsunade Senju, maka kepala Ken akan melayang saat itu juga dan tidak akan pernah selamat.
Saat Suzy mendorong dan menekan kepalanya seperti itu, tangannya berusaha meraih-raih lengan Suzy sebagai pegangan. Begitu ia berhasil duduk dengan posisi yang benar, Ken menghela nafas berat.
"Waaah.. keterlaluan sekali...."
"Kenapa?!!"
"Aku ini suamimu,,, kenapa galak sekali padaku?" tanya Ken sambil mengusap wajahnya yang basah oleh air.
"Karena kau selalu membuatku kesal. Mengerti??"
Ken diam.
Selang berapa detik, Ken meraih kepala Suzy lalu menyesap paksa bibir basah dan dingin itu. Jari jemarinya menahan rahang Suzy dan memeganginya dengan erat. Membuat wanita yang memiliki bibir manis merekah itu tidak berdaya. Sekarang ini, Ken tidak peduli lagi jika nafasnya naik turun akibat terendam dalam air beberapa waktu yang lalu.
Karena terkejut mendapat serangan dari Ken, Suzy mendorong-dorong dada pria yang sedang menyesapi bibirnya. Bahkan ia memukul dan meninju dada yang ada di depannya tersebut dengan keras hingga pagutan diantara mereka pun terlepas.
Saat itu juga, sinar mata keduanya saling beradu kekuatan. Namun tanpa menunggu perlawanan lanjutan dari Suzy, Ken kembali menghujani bibir Suzy dengan ciumannya. Dan Suzy pun berusaha menyingkirkan wajah Ken dari hadapannya dengan segala cara.
Namun apa yang terjadi?
Ken justru merengkuh erat dan menekan punggung Suzy agar menempel lebih dekat ke dadanya hingga dirinya dapat merasakan degup jantung Ken yang sedang bertalu-talu.
GLEK
Suzy menatap ke dalam mata Ken.
Ia dapat melihat guratan mata yang dipenuhi hasrat terlintas jelas di sana. Meski belum terbiasa, namun Suzy dengan perlahan mengikuti permainan Ken.
Tangan yang semula mendorong kuat dan menolak tubuh Ken, kini berpegangan pada kedua sisi lengannya. Lalu bergerak merayap menuju leher berjakun milik pria yang kini mulai mengusap lembut bahunya.
Ketika akhirnya ciuman mereka saling berbalas, Ken melepas baju tidurnya yang berkancing sehingga kini ia pun bertelanjang dada.
Selagi bibirnya sibuk menyesap bibir ranum Suzy, kedua tangan Ken bergerilya di dalam air. Jari tangannya mulai melepas satu persatu kancing baju Suzy dan menelusuri setiap jengkal tubuh wanita yang ada di dalam dekapannya itu dengan lincah.
Bahkan kini, Suzy tidak lagi merasa keberatan saat dirinya mulai ditelanjangi oleh pria yang berstatus suaminya itu. Dengan sentuhan lembut tangan Ken di beberapa bagian sensitifnya, otot syarafnya pun terasa melemah dan menegang secara bergantian.
"Aaaahhh..."
Suara lenguhan terdengar beberapa kali saat jari-jemari Ken membuai lembut ladang virgin milik Suzy. Karena kali ini tidak ada perlawanan, Ken menikmatinya dengan sepenuh hati.
Aih! Suzy benar-benar dimabuk kepayang!
Saat itu juga ia merasakan buaian hasrat yang melimpah. Tidak pernah sekalipun ia merasakan hal seperti itu sebelumnya. Semakin ia mencicipi bibir lembut dan hangat milik Ken, semakin ia menginginkan sesuatu yang lebih.
Tanpa disadari oleh Suzy, Ken sudah memposisikan dirinya dengan berlutut di antara kedua paha Suzy yang ditekuk. Suara nafas yang tersengal semakin terdengar dari bibir keduanya yang saling menyesap dan bertukar saliva.
Ooh Astaga....
Ken tidak mampu lagi membendung hasrat yang menggebu-gebu dalam dadanya. Setiap jengkal tubuh Suzy yang ia jelajahi, membuat tingkatan libidonya semakin naik. Maka ia pun percaya, bahwa inilah saatnya.
Begitu Ken mulai menyapa dan berusaha memasuki sumur di ladang Suzy dengan tongkatnya, tiba-tiba saja Suzy menjerit tertahan. Ekspresinya benar-benar terkejut! Bahkan karena menahan perih, Suzy memejamkan matanya dengan mulut terbuka. Selama itu juga, ia hanya bisa mengerang kesakitan.
Kedua tangannya mencengkeram erat bahu Ken hingga menciptakan luka cakaran di kedua lengan tersebut.
Meski Ken berusaha mendorong masuk, namun ternyata sumur di ladang tersebut belum bisa menerima kehadirannya. Semakin ia menekan ke dalam, rasa perih yang tercipta semakin menyayat dan menyisakan kepedihan.
"Oooukkhh,,, Singkirkan! Cepat singkirkan!!" Suzy mengerang kuat dalam keparauan suaranya.
Tangannya pun kembali menjambak rambut Ken dengan kencang. Mendorongnya kembali dan beberapa kali pula menggigit kuat bahu Ken. Namun begitu, Ken berusaha tetap tenang, meski sudah beberapa menit berlalu ia belum juga berhasil menembus sumur di ladang.
Rupanya, sumur tersebut masih terlalu kering. Perlu kesabaran dan kelembutan tiada tara untuk mengisinya dengan air.
.
.
.
.
Bersambung ke Episode 57