
EPISODE 38
Akhirnya, Suzy dan Ken sudah berada di lokasi perlombaan. Setelah sebelumnya mereka pergi ke rumah Suzy terlebih dahulu untuk mengambil nomor peserta, mereka sampai di perusahaan makanan tempat diadakannya lomba.
Dan dengan buru-buru, mereka berlari ke petugas absen. Setelah nomor mereka dicatat, petugas di sana mengarahkan mereka untuk berganti baju.
Suzy membantu menyematkan pin nomor peserta Ken ke bajunya. Sebelum itu, ia juga membantu merapikan pakaian memasak untuk Ken. Begitu selesai dan siap, mereka menuju ruang aula besar untuk berkumpul bersama peserta yang lainnya.
Waah?
Ruang tersebut sangat luas. Dengan set kitchen yang berderet rapi ke belakang dan memiliki nomor urutnya sendiri. Di atas panggung, terdapat layar besar. Yang nantinya akan memperlihatkan waktu untuk memasak.
Pembawa acara mempersilahkan peserta untuk menempati meja mereka masing-masing. Ken berada di meja yang terletak di depan Suzy.
Tepat setelah mereka berdiri di meja mereka masing-masing, enam juri keluar dan duduk di meja yang sudah dikhususkan untuk mereka. Keenam juri tersebut menyapa dan memperkenal diri mereka satu persatu. Lalu dengan gembira, mereka memberi semangat para peserta untuk menjadi seorang pemenang kontes memasak.
Beberapa menit kemudian, sirine tanda dimulainya lomba pun terdengar. Saat itu juga para peserta mulai mempertaruhkan keahlian mereka. Layar besar yang ada di depan pun menampakkan hitungan waktu yang berjalan mundur.
Ken sedikit terganggu dengan suara sirine yang menggema di ruangan. Suara nguing-nguing yang memantul ke sana kemari itu membuat telinga kanannya sakit. Namun begitu, ia masih bisa bertahan.
DRAK!
DRAK!
DRAK!
Suara pisau-pisau yang memotong bahan masakan beradu dengan telenan kayu. Lalu suara bising wajan, teflon, juga blender yang bersatu padu pun menggema di ruangan aula tersebut. Menciptakan irama yang menggetarkan jiwa dan membangkitkan semangat setiap pesertanya.
Wuuuzz Wuuzzz..
Sebagian peserta menggunakan teknik flambe untuk memasak hidangan dasar seafood. Sehingga nyala api yang menyambar-nyambar menambah atraksi dalam memasak.
Namun, teknik tersebut tidak boleh sembarangan dilakukan. Sedikit kesalahan dalam memilih bahan, maka masakan akan hancur berantakan karena rasanya tidak enak.
Ken dan Suzy nampak serius bergelut dengan masakan yang beberapa waktu lalu mereka latih bersama. Kedua tangan mereka tidak ada yang menganggur. Tangan kanan dan kiri mereka terus saja bekerja sama dalam mewujudkan masakan yang sempurna di meja mereka masing-masing.
Ken merebus kuah daging dengan tambahan bumbu dan saus yang tersedia di depan meja. Ada beberapa pilihan di sana. Ada Sichimi, garam, lada, Shoyu, Miso, cuka, cabai bubuk, dan yang lainnya.
Karena pilihan bumbu yang khas, kaldu dari kuah ramen yang ia buat beraroma gurih dan lezat. Pada perlombaan ini, Ken masih tetap berjuang dengan ramennya. Sedang Suzy berjuang dengan sushinya.
Ketika Ken sedang menyiapkan acar jahe untuk tambahan topping mie ramen buatannya, tiba-tiba saja ia merasakan sakit kepala. Seketika ia berhenti sejenak dan berjongkok di belakang meja memasaknya. Tangannya berpegangan pada tepian meja dengan erat.
"Ssshhh... haaah," Ken seakan mendengar sirine yang sama persis seperti saat dimulainya lomba.
Suzy melihat hal itu dari belakang dan menjadi khawatir. Ia terus memperhatikan Ken dari mejanya sambil terus memasak.
"Ken??! Kau tidak apa-apa?" tanyanya dari meja belakang.
Ken hanya diam menunduk dan memegangi kepala bagian kanannya. Tubuhnya berkeringat. Kemudian tiba-tiba pula ia mengalami hal yang sama seperti di rumah sakit. Yaitu kehilangan pendengaran untuk beberapa saat.
Meski ia sedang mengalami masa sulit, Ken berusaha bangkit. Ia mencoba melanjutkan kembali masakannya dengan tubuh yang gemetaran dan berkeringat.
Dua jam telah berlalu...
Hingga sesi masak yang pertama selesai dengan sebagian peserta yang tersisa. Secara diam-diam, para juri mulai menetapkan pilihan mereka.
Setelah mendapatkan separuh peserta yang dapat melanjutkan perlombaan, acara berikutnya adalah membagi peserta tersebut menjadi beberapa tim.
Di persaingan per kelompok seperti itu, akan ada satu kelompok yang tersisa dimana mereka akan dipertandingkan kembali dengan anggota kelompok mereka sendiri.
Kebetulan, Suzy mendapat kesempatan satu tim bersama Ken.
"Apa kau baik-baik saja, Ken?"
Ken menoleh karena Suzy mengajaknya bicara, kemudian beralih pandangan ke pembawa acara kembali.
"Ya. Aku baik-baik saja."
"Syukurlah. Aku khawatir saat kau bersikap aneh seperti tadi. Aku takut terjadi sesuatu kepadamu."
"Aku hanya merasa pusing sebentar, mari bertahan sampai akhir," Ken menoleh kembali pada Suzy sambil tersenyum.
•••••
Dalam tim Ken dan Suzy, ada tiga peserta lain yang berasal dari negara berbeda. Dua wanita dan satu pria. Saraswati, Daniela dan Rafael. Satu dari India, dua dari Amerika. Setelah berkenalan satu sama lain, mereka tos tangan dengan bersemangat.
Lomba di babak kedua kali ini, mereka akan menyajikan desert. Kebetulan sekali, Daniela dan Rafael adalah ahlinya dalam bakery dan pastry. Tentu saja mereka sudah biasa menyajikan hidangan desert yang manis, gurih dan segar.
Maka, Ken dan Suzy hanya mengikuti alur rencana mereka. Namun tentu saja mereka berdua tetap berkontribusi dalam tujuan utama mereka.
SRAK!
Tim Ken mulai mengolah tepung rendah kalori. Dan menyiapkan komponen-komponen pendukung lainnya. Mereka akan menonjolkan citarasa coklat dan kacang pecan di dalam pastry mereka.
Ken dan Rafael membuat adonan, sedangkan para wanita membuat saus, krim, karamel dan isian yang akan diaplikasikan ke dalam desert.
"Apa kacang pecannya sudah siap?" tanya Ken pada Suzy.
"Ya. Sudah."
"Terima kasih. Kalau begitu bawa ke sini sekarang."
Sambil menunggu pie pertama mereka, Ken dan Rafael kembali membuat adonan untuk chocoflan.
"Siapkan coklat leleh," Rafael bicara pada Daniela.
"Siap."
Begitu adonan tepung yang dibuat Ken dan Rafael siap, Saraswati menuangkan coklat leleh ke dalamnya. Kemudian memanggangnya ke dalam oven untuk membuatnya setengah matang.
Ken membuat flan untuk lapisan kedua chocoflan dengan campuran susu dan sedikit keju. Kemudian menuangnya di atas adonan kue coklat yang tadi mereka buat.
Setelah chocoflan itu masuk oven kembali dan kemudian mulai matang. Mereka membawanya keluar dan menyiramnya dengan karamel. Rafael dan Daniela yang bertanggung jawab memeriksa rasanya.
Tidak terasa, babak kedua perlombaan pun berakhir. Semua tim berdiri di belakang meja mereka masing-masing. Begitu juri memanggil satu-persatu tim, mereka maju membawa nampan berisi desert yang mereka buat.
Semua tim sudah mendapat penilaian dari juri. Dan pemenang babak kedua adalah tim Kenzhi, Suzy, Rafael, Saraswati dan Daniela. Mereka berjingkrak bersama begitu pengumuman kemenangan diumumkan.
"Yeeeeyy!!! Kita berhasil," sorak mereka bahagia.
Maka untuk babak terakhir, kelima peserta itu harus bertanding dengan gigih untuk menjadi sang juara dengan menu full course meal. Yang berarti ada hidangan pembuka, hidangan utama dan penutup. Yeay!
Pada babak terakhir, juri memberikan segepok uang untuk masing-masing pemenang. Bukan untuk dibawa pulang. Melainkan, uang itu untuk dibelanjakan ke market place yang ada di ruangan tersebut.
Tantangan di babak ketiga itu adalah, siapa yang paling sedikit menggunakan uang belanja, namun dapat menampilkan dan membuat sesuatu yang istimewa, maka dialah pemenangnya.
Selain itu, juri juga sudah menyiapkan bahan yang masih rahasia di depan meja. Dengan bahan itu, mereka akan membuat masakan pokok atau utama.
Masing-masing dari pemenang menjadi deg-degan. Mereka diperbolehkan membelanjakan uang ketika sirine dibunyikan. Dan begitu sirine berbunyi, maka mereka pun berlari menuju market yang tersedia.
Berbagai bahan nabati dan hewani lengkap berjajar rapi di dalam rak dan lemari pendingin. Begitu juga bumbu-bumbu racikan dan saus bermacam rasa.
Ken sudah memikirkan akan membuat zaru udon dingin yang segar. Ia pikir, cocok sekali dengan cuaca yang panas seperti sekarang ini. Dan bahan pelengkap yang ia ambil adalah bawang dan udang yang akan ia buat menjadi tempura.
Dan....
Mereka, para peserta yang tersisa. Terkejut ketika juri membuka kotak rahasia. Rupanya mereka diwajibkan membuat makanan utama (main course) dari pasta.
Mata Ken membulat. Ia begitu beruntung! Belum lagi, setelah juri menghitung belanjaan mereka, Ken lah yang paling sedikit membelanjakan uang. Yes! Satu nilai tambahan masuk ke dalam namanya lagi. Jika ia memasak dengan benar kali ini, ia akan menjadi juaranya!
•••••
Ketika para juri menilai makanan mereka, satu persatu peserta tersisa dipanggil ke depan untuk membawa hidangan. Yang pertama Saraswati. Wanita India itu membuat hidangan utama spaghetti dengan saus Rogan Josh yang identik dengan negara asalnya.
Sayangnya, bumbu yang dibuat Saras terlalu berlebihan sehingga rasanya sangat pekat di dalam mulut. Juri pun mencoret namanya dari deretan pemenang.
Kemudian Daniela. Wanita itu membuat pasta yang digoreng kering, kemudian ia kreasikan sebagai mangkuk. Di dalamnya, ia siram dengan saus lobster pedas manis. Hidangan itu hampir sempurna.
Namun sayang, wanita itu lupa menggunting cangkang keras lobster sehingga juri kesulitan untuk mencicipinya. Akhirnya, juri pun mencoret namanya dari deretan pemenang.
Rafael memasak menggunakan teknik flambe kembali. Namun ia tidak fokus dan kurang perhitungan sehingga mengalami kecelakaan dalam menggunakan api. Akhirnya, ia pun di diskualifikasi.
Waah! Semakin seru!!
Maka tinggallah dua peserta. Suzy dan Kenzhi. Ketika Suzy dipanggil, ia datang membawa nampan berisi hidangan lengkap.
Suzy merebus pasta yang ia buat untuk ia jadikan pendamping dalam menu utamanya, yaitu Sukiyaki. Dengan pasta tanpa telur yang ia buat, digabungkan dengan daun bawang, sayuran dan daging babi.
Makanan tersebut disantap panas-panas. Dengan hidangan penutup puding lecci. Para juri menyukai makanan tersebut. Suzy mendapat nilai tambahan karenanya.
•••••
Ketika Ken dipanggil untuk maju ke depan, ia sedikit tidak dengar. Namun Suzy memberitahunya bahwa juri memanggil namanya. Maka, ia pun maju ke depan membawa hidangan lengkap.
Untuk hidangan pembuka, ia membuat Age dashi tofu. Dengan tahu sutra yang ia celupkan dalam tepung kemudian ia goreng dahulu supaya mendapatkan tekstur renyah diluar lembut di dalam. Makanan ini ia perpadukan dengan kecap asin dan mirin sebagai kuahnya.
Hidangan utama, ada udon dingin yang ia beri toping rumput laut kering dan tempura dari udang dan bawang bombay. Dicocol ke dalam saus tsuyu yang kental dan rasa yang kuat namun segar di mulut, sebab Ken menambah irisan jahe dan wijen di dalamnya.
Kemudian untuk hidangan penutup ada Matcha Suffle pancake. Pancake dari matcha atau teh hijau itu, ia perkaya rasanya dengan es krim vanila yang terasa manis dan lembut membuat segar mulut para juri.
"Kenapa kau memilih udon dingin?" tanya seorang juri.
"Em. Aku hanya berpikir bahwa udon dingin cocok dengan cuaca panas seperti sekarang ini. Dengan desert yang manis dan segar, aku juga ingin memberikan kesegaran yang tak ternilai di dalam hidanganku."
Ken tersenyum simpul sambil menundukkan kepala. Meski masakannya terkesan sederhana dibanding yang lain, namun para juri menyukainya. Sebab, mereka benar-benar merasakan kesegaran di dalam mulut mereka.
Para juri pun berunding untuk menentukan pemenang perlombaan. Kira-kira siapakah pemenangnya??
Mari beri vote untuk kedua peserta yang tersisa!!
Apakah Suzy atau Kenzhi?
.
.
.
Bersambung ke Episode 39
❤️❤️❤️