Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 98 - Kesempatan Kedua




Anak buah Keenan bergegas membawa mayat Yvone dan berencana membuangnya di suatu tempat yang tidak diketahui orang.


Keenan memasuki kamar pribadinya dia meringis menahan perih di punggungnya. Sebelumnya dia menyuruh anak buahnya yang lain membawakan orang yang akan membersihkan serpihan keramik vas bunga yang masih menancap di punggungnya.


Bruuk!


Keenan terjatuh begitu saja, dia juga sudah kehilangan darah yang mengalir di punggungnya yang di paksakan terus melakukab aktifitasnya.


Dijalanan yang sepi anak buah Keenan memastikan bahwa tidak ada orang yang memperhatikan mereka.


"Buang di tpa sini saja!"


Salah satu rekannya menganggukan kepala mengiyakan.


Bruuug!


Mereka melempar tubuh Yvone yang sudah di bungkus plastik khusus mayat dengan melemparnya begitu saja tanpa ada perasaan untuk menguburkannya secara layak.


Bagi mereka terkadang hati nurani sudah mati seiringnya waktu yang sudah mengikis rasa kemanusian itu setelah mereka terbiasa membunuh beberapa orang sebagai salah satu pekerjaan mereka.


"Cepat kita tidak punya banyak waktu!"


Satu mobil sedan tanpa nopol melaju dengan kencangnya meninggalkan tpa yang sepi. Di satu sisi tanpa mereka ketahui Rangga tengah bersembunyi di salah satu lorong tak jauh dari tempat pembuangan akhir itu.


Bergetar tubuh Rangga saat melihat aksi yang dia ketahui merupakan suatu tindak kejahatan kriminal. Dia berjalan menuju tempat dimana bungkus plastik besar yang terbuang begitu saja itu.


Dengan perlahan Rangga membuka resleting bungkusan seketika bau amis darah menyeruak di indra penciuman Rangga. Bibirnya mengatup erat, dia tidak percaya apa yang dia lihat saat ini.


"Aku tidak sengaja mengetahui bahwa Nina masuk rumah sakit karena ulahmu!"


"Dia hampir keguguran karena mu!"


Perlahan Rangga mengangkat tubuh gadis yang bernasib sial itu. Rangga menaruhnya perlahan di jok belakang. Rasa iba menyeruak dia dalam hatinya. Walau bagaimanapun dia masih memiliki rasa kemanusian yang besar terlebih dia seorang penegak hukum.


Dia juga mengenal keluarga gadis itu tidak secara langsung, tuan Albert sangat baik dan ramah. Naas takdir mengubah semua jalan cerita kehidupan mereka.


Rangga melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan kawasan itu. Sebelumnya dia telah membuang barang bukti. Dia berharaf Keenan tidak akan lagi mencari keberadaan Yvone.


"Sejujurnya aku tidak ingin membantumu!"


"Kau telah mencelakai wanita yang paling aku sayangi di muka bumi ini!"


"Kau beruntung, wanita yang kamu celakai itu masih memiliki hati nurani!"


"Dia berbelas kasih meminta pertolongan padaku untuk memastikan keadaan mu!"


"Kau sungguh salah berurusan dengan keluarga Kaviandra."


"Terlebih kamu melukai kelemahan pewaris utama Kaviandra yang terkenal dengan kekejamannya."


"Aku akan menguburmu dengan layak!"


"Anggap saja ini kompensasi yang aku berikan setelah 2 hari kamu menemani dan emndengar keluh kesahku!"


Sejurus kemudian Rangga meneteskan air matanya tanpa sebab. Hatinya ikut sakit melihat kejadian yang begitu cepat terjadi di depan matanya. Dia membalikan badannya ke belakang menatap sosok Yvone yang menemaninya dua hari terakhir.


"Sejujurnya kamu tidak buruk."


"Baru saja aku mendapat teman berbagi aku kembali pada kenyataan aku terbiasa sendiri."


Rangga beranjak dari kursi kemudi dan membawa Yvone ke salah satu Villa miliknya. Dia juga belajar melakukan pekerjaan seorang ahli forensik demi kelancaran pekerjaannya. Rangga mempersiapkan meja besar untuk membersihkan mayat Yvone yang mulai terbujur kaku. Dia juga akan melakukan proses autopsi penyebab kematian Yvone.


Rangga tidak tahan untuk tidak menitikan air matanya.


"Bahkan mereka sangat sadis memperlakukan seorang wanita!"


Rangga telah mengambil sample darah milik Yvone, dia akan menyerahkannya pada laboratorium untuk di periksa esok hari. Dia juga bisa melihat dengan jelas tanda bekas cambukan di punggung gadis itu. Rangga juga menemukan bahwa tengkuk leher dan beberapa tulang belakang patah bersamaan. Rangga juga mendapati bekas suntikan di leher Yvone. Pria itu kembali menelan salivanya. Untuk pertama kalinya dia menyaksikan sendiri kekejaman seorang manusia pada seorang wanita lemah seperti Yvone.


"Sepertinya aku melewatkan inti cerita disini?!"


"Walau aku baru mengenal Keenan Kaviandra, aku sendiri tidak yakin apa mungkin dia sekejam itu menghabisi nyawa seorang perempuan."


"Kecuali dia memang sudah tidak punya hati."


"Sisa kemungkinan yang terakhir yang belum aku selidiki lebih jauh."


Saat akan meninggalkan mayat gadis itu tiba-tiba Rangga terhenti dengan genggaman tangan yang mencengkram di pergelangan tangannya.


Rangga membulatkan matanya, antara tidak percaya dia juga ketakutan luar biasa!


Apa arwah Yvone marah dan akan membalaskan dendamnya?!


Perlahan Rangga membalikan badannya. Tangan Yvone kembali terkulai lemas melepaskan genggaman tangannya.


Rangga mengerutkan keningnya, gadis itu amsih menutup matanya. Secepatnya Rangga memeriksa denyut nadi gadis itu.


"Dia masih hidup!!"


Bergegas Rangga menyambar ponselnya dan menyuruh dokter pribadi keluarganya mendatanginya. Setelah selesai memberikan instruksi pada dokter pribadi dia menutup sambungan telpon kembali mendekati tubub Yvone yang masih terdiam kaku.


"Heh!" Rangga tersenyum lirih.


"Aku tidak menyangka juga bisa menyaksikan seseorang yang di berkahi tuhan dan diberi kembali kesempatan kedua!"


"Aku turut berbahagia untuk mu!"


"Aku yakin, tuhan menghidupkan kamu kembali untuk sebuah alasan."


"Setelah ini kamu harus bersujud di kaki Karen, karena dia kamu dalam keadaan baik di tempatku!!"


Rangga mengusap lembut pipi Yvone yang putih pucat dengan bibir sedikit kebiruan.


"Apa mungkin dongeng putri salju itu nyata?!"


Rangga mendekatkan wajahnya pada wajah Yvone yang masih terlihat cantik walau sempat berstatus mayat. Entah apa yang dipikirkan Rangga, dia mencium bibir dingin Yvone dan menyesapnya. Dengan satu harapan dia akan mentransfer nafas kehidupan untuk wanita di depannya.


Rangga melepaskannya setelah dirasa cukup. Dia menyunggingkan senyumnya, "Ternyata mencium bekas mayat juga bisa semendebarkan ini!"


Rangga beranjak dari tempatnya mendapati dokter yang telah berada di Villanya. Hal yang Rangga lewatkan, ciumannya benar membuat debaran jantung Yvone kembali berdetak lebih kencang dibanding sebelumnya. Yvone memang masih kehilangan kesadarannya.


Dia memang sudah meyakini akhir hidupnya, jadi sebelumnya Yvone telah mempersiapkan obat anti inflamasi yang dia dapat dari anak buah tuan Don. Sebelum dia mengantar kopi kepada Keenan dia telah menelan pil pelemah jantung untuk beberapa saat, namun dalam jangka waktu tertentu obat itu akan kembali membuat jantung berpacu kembali membawanya pada kehidupan.


Yvone mengetahui persentase keberhasilan misinya hanya sekitar 30%, namun dia yang sangat berambisi menolong keluarganya memberikan keyakinan dan kekuatan pada dirinya bahwa sebelum mencoba kita tidak tahu hasil akhir yang sesungguhnya. Terbukti saat ini dia berhasil kembali hidup dengan keberuntungan ganda, dia berada di tangan yang tepat.


"Dia ada disini!"


Dokter keluarga Adyathama terperanjat bahwa pasiennya tengah dalam keaadaan kritis.


"Tuan, dia memang masih memiliki detak jantung namun saya harus memastikan bahwa organ dalam nona ini apa ada keanehan atau tidak."


"Terlebih luka bagian luar tubuh ini cukup parah."


"Jika tidak di tangani dengan baik akan mengakibatkan infeksi yang berbahaya."


"Baiklah, aku menyeruhmu merawatnya di klinik pribadi!"


"Rahasiakan keberadaannya..."


"Aku akan membuatkan identitas baru untuknya, satu hal lagi!"


"Setelah kondisinya memungkinkan aku ingin kamu cari dokter bedah terbaik untuk mengubah sedikit wajahnya."


"........" Dokter yang mendengar terdiam sejenak. Dia mengerti arah tujuan tuan mudanya.


"Baik tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin."


"Satu hal lagi, bawa sekalian sample darah ini."


"Selidiki kandungan di dalamnya apa ada sejenis racun juga?"


"Karena aku juga menemukan bekas suntikan di lehernya."


Dokter mengambil sample darah yang sudah Rangga ambil sebelumnya.


"Sungguh kasihan nona muda ini, dia masih terlalu muda tapi hidupnya sudah sulit seperti ini."


Rangga hanya terdiam dengan penuturan dokter pribadinya. Dia sungguh berani mengambil resiko dengan mencoba merubah identitas Yvone dengan orang lain dengan tujuan terlepas dari pengawasan keluarga Kaviandra.


✲✲✲✲✲✲