
Dua hari kemudian,
Keluarga Kaviandra telah kembali pulang ke Negara S. Mereka sepenuhnya menitipkan putrinya pada Hanssel dan keluarga Adamson.
Hari ini hari terakhir Hanssel bersama istri dan keluarganya, karena setelah ini dia akan di utus Keenan mengikuti pelatihan menjadi anggota jaringan hitam under XK Corporate.
"Sayaang..."
"Hm?"
Nina tengah memakaikan dasi pada suaminya. Nina juga kembali bekerja di Suho, banyak hal yang akan dia lakukan.
"Mm..." Hanssel menatap serius istrinya, dia menelan salivanya.
"Mulai besok aku ada pekerjaan luar negara."
"Oh ya?!"
"Kemana?!"
Nina mulai mencurigai suaminya terlibat sesuatu yang ingin pria itu sembunyikan darinya.
"Aussie, aku menemukan investor yang akan mengganti kerugian karena mr. K mencabut investasinya."
Hanssel berkata dengan lancar agar Nina tidak mencurigainya. Namun mendengar Aussie, Nina sudah mengetahui apa yang akan terjadi.
"Apa yang perlu aku siapkan?!"
"Ehmm..."
"Bisa ga kamu menjadi kurcaci aku ingin membawamu dalam saku kemejaku!!"
"Kamu akan selalu di sampingku!!"
"Hahaha..."
Nina menautkan tangannya di bahu suaminya keduanya bertautan mesra.
Bagaimana bisa aku bertahan tanpa sentuhan darinya!!!
Sejak mengenal Nina aku menjadi lelaki lemah! Haha
"Sayaaaang..." Nina mengusap bibir Hanssel lembut.
"Berjanjilah kembali cepat!"
"Jika tidak aku akan mencari pria baru!"
"KAU BERANI?!!"
"HAHAHA!!"
Hanssel mengantarkan istrinya berangkat menuju kawasan perkantoran Suho terbaru. Tidak begitu jauh dari kantor KTech, sangat wajar sekali.
"Sayang aku jemput pulang kerja. Kita makan malam di luar."
"Okay..."
Sebelum turun keduanya kembali bertautan. Nina melambaikan tangannya. Hanssel berlalu menuju Adamson Group dia akan menyerahkan semua tugas Adamson pada Farell. Selama di Aussie dia di larang berhubungan dengan orang luar. Benar-benar seperti tengah melaksanakan wajib militer.
Semua pegawai menunduk menyambut kedatangan tuannya. Semuanya memberi selamat atas pernikahannya dengan Nina. Hanssel hanya mengembangkan senyumnya dan segera berlalu. Baginya saat ini waktu sangatlah berharga.
"Pantas aja Karennina ga pernah merasa downgrade, orang dia memang anak orang kaya!!"
"Wajar juga tuan Hanssel kepincut ama dia."
"Aslinya cantik banget woy ga ngotak edan!"
"Bisa-bisanya dia nyamar jelek gitu!"
"Wajar toh, di banding tuan Hanssel Karennina jauh lebih terpandang."
"Dia bangsawan Negara S cuy!!"
"Dia juga nyari cowo yang tulus ke dia ga mandang harta dan fisik!!"
"Btw, Jessica benar-benar kena batunya."
"Iya, sayang sekali dia di depak tidak terhormat dan di blacklist dari perusahan sama beberapa perusahan besar dalam naungan tuan Hanssel."
"Untung banget gue ga kehasut waktu dulu buat bully Nina pake kasih dia racun!"
"Kalo iya gue pasti udah Dead sekarang!"
Cindy dan beberapa temannya kembali menggosipkan Ratu di Adamson Group.
"Papa?!"
"Kamu tuh walau CEO, masa datang telat!!"
"Aku ada urusan sebentar."
"Urusan ranjang?!"
Muka Hanssel memerah antara malu dan marah sama saja.
"Pa, aku akan melakukan perjalanan bisnis."
"Aku tahu..."
"Kamu serahkan semua pada Farell!"
"Aku pikir papa yang akan ambil alih kembali!" Hanssel mendengus kesal dia tertipu dengan sikap papanya.
"Hans, papa sudah pensiun."
"Semua ini aku sudah serahkan padamu!"
"Bukankah papa bilang tidak ingin aku mengambil alih?!"
"Itu hanya pengalihan isu saja."
Hanssel mendelik tidak percaya atas apa yang di bicarakan papanya saat ini.
"Papa beritahu kamu satu hal, jangan pernah menyangsikan insting mu saat disana."
"Jangan pernah mengingat istri dan putramu!"
"Semua akan mempengaruhimu!"
"Itu adalah kelemahan yang harus kamu tutupi."
"Bahkan sebisa mungkin jangan pernah ada yang mengetahui keluarga kecilmu."
"Walau Nina bukan wanita biasa tapi kamu tidak bisa memprediksi musuh mu kelak!"
"Apa papa juga mengikuti mereka?!"
"Papa hanya pemasok material pendukung persenjataan mereka."
"W H A T T H E F * C K?!'
Mata Hanssel terbuka lebar atas penuturan biasa papanya.
"Setelah memiliki keluarga papa akan melakukan bisnis di berbeda Negara yang membuat nama kita aman."
"Kelak kamu akan mengerti dan memahami semua itu dengan sendirinya."
"Jangan pernah gegabah."
"Kau tahu, Keenan terkenal dengan sebutan eksekutor terbaik Mr. W."
"Mr.W adalah founder XK, dan menantu serta co-Founder Emperor."
"Terbaiknya dia adalah mafia jaringan hitam terkuat se-Asia!"
"Kau sudah tahu sekarang bagaimana kekuatan Keenan?!"
"Hatinya sangat dingin!"
"Dia hanya bisa mengendalikan dirinya di hadapan keluarganya terlebih adiknya."
"Dia adalah murid kesayangan Mr. W."
Alasan itulah Keenan mencabut keterlibatan Nina. Bisa mampus sih kalo aku buat Nina kecewa dan kakak iparku mengetahuinya!!
Hanssel terdiam, betapa beresikonya kehidupan Nina selama ini. Dia bertekad dia akan jauh lebih baik dari siapapun agar semakin cepat di akui dan semakin cepat bersama dengan keluarga dan melindungi mereka tentu saja.
Aku bermimpi memiliki keluarga normal biasa, dengan menikahi istri yang sangat aku cintai dengan beberapa generasi penerus yang akan meramaikan rumah. Namun saat ini hidupku justru jauh lebih dari kata tidak normal!
"Papa percaya padamu..."
"Jangan berpikir selain pekerjaanmu kelak."
"Apa Mr. K yang memberitahukan semuanya?!"
"Kau pikir papa bisa kembali lagi kesini atas dukungan siapa?!"
"Jadi kamu menggadaikan anakmu?!"
Hanssel mulai tidak sopan ternyata selama ini semua telah di perhitungkan.
"Keluarga Kaviandra tidak mengetahui pekerjaan underground Mr. K dan Nina."
"Kamu mengerti kan?!"
Sedangkan di Suho Enterprise, pekerjaan Nina mulai menumpuk. Hasil assesment pegawainya telah selesai dia akan mengadakan rapat management saat ini untuk merombak beberapa struktur kepegawaian Suho.
"Farah kamu siapkan aula aku akan melakukan rapat 15 menit lagi."
"Ok!"
Nina menyambungkan perangkat kerasnya dengan system EYES.
...⋘ Access Denied ⋙...
"KEENAN KAVIANDRA!!!"
BRAAAAAK!!
Nina segera menghubungi kakaknya.
"What are doing with my id access?!"
"I call you later!"
TUTTT!
Braaaak!
Nina membanting ponsel kantornya hingga berserak di lantai.
"Apa kakak berniat menyingkirkan ku?!"
Nina bangkit dan segera menuju aula dan memulai rapatnya. Satu jam sudah dia sudah merombah seluruh struktur Suho. Mulai besok dia sudah bisa menjalankan bisnisnya.
Nina kembali menuju ruang kerjanya di temani Farah sebagai asisten sekaligus sekertarisnya.
Nina menghentikan langkahnya saat melihat kursi kebesarannya terbalik.
"Apa kaka tidak tahu sopan santun?!"
Deg!
Seketika Farah merasakan atmosfer seperti di negara wakanda!
Apa aku berkesempatan untuk tidak ikut campur atau mendengar percakapan mereka. Sekilas Farah mengetahui keduanya akan berselisih karena di lantai berserak ponsel Nina.
Keenan membalikan kursinya dengan menyesap cerutunya berwajah annoying. Farah yang mengaguminya tentu saja tersihir dengan pesona kakak sepupunya. Sedangkan Nina...
Tik!
Dia menjentikan jarinya semua keadaan ruangannya kembali seperti semula kemudian fire alarm berbunyi karena di picu oleh kepulan asap rokok kakaknya.
Byuuuuur
Sprinkler yang berada di atas kepala kakaknya memancarkan air namun dengan keahlian Keenan dia tentu tidak tersentuh oleh air sama sekali. Dia lebih dulu menutup alat itu hanya dengan sebuah pulpen.
Prok... Prok!
Keenan kembali membuka semua jendela dan mematikan AC menyalakan kembali cerutu miliknya.
"Wuoow!" Farah membuka mulut dan matanya lebar.
"Cih!!" Umpat Nina lirih.
"Kau sungguh kekanak-kanakan!" Ujar Keenan bangkit dari kursi Nina mengahampiri dua wanita di depannya. Keenan menatap Farah tajam. Nyali Farah mendadak menciut, Keenan memiliki kesenangan tambahan dengan mengusili Farah.
"Ikut aku!"
"Aku sibuk!"
"Kalau begitu kamu tidak akan tahu mengapa kamu tidak bisa mengakses sistem mu kembali!"
"AAARGGH!"
Nina menghentakan kakinya kesal, Keenan tertawa lirih dan meninggalkan adiknya lebih dulu.
Kak Keenan hanya akan tertawa dengan adiknya saja. Betapa bahagianya wanita yang akan di cintainya kelak!
✲✲✲✲✲✲