Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 103 - Takut



---- ••• ---- ∆ °Mature Content° ∆ ----- ••• ----


Farah mengerjapkan matanya, dia menggeliat dengan perlahan, badannya terasa remuk bagai di hantam batu besar. Namun senyumannya terukir manis di wajahnya saat ini. Wajahnya mendongak menatap wajah kekasihnya yang masih terlelap dengan dengkuran halus dari bibirnya.


OMG!


Biasanya dia bakalan datang dan pergi sesuka hatinya. Apa sekarang mata hatinya terbuka lebar untuk ku?!


Farah membelai lembut wajah rupawan tambatan hatinya, jemari lentiknya terus mengusap perlahan di permukaan kulit yang dia mulai dari mata, hidung bahkan melewati bibir yang seksi dengan menelan salivanya. Tanpa dia duga Keenan menggigit jemarinya.


"Aaa..." Pekik Farah terkejut.


Keenan terkekeh dengan masih menutup kedua matanya. Mengusap jemari di bahu polos kekasihnya.


"Ishh ngagetin aja!!" Rutuk Farah lirih.


Keenan memiringkan tubuhnya serta mencium gemas pipi kekasihnya.


"Selamat pagi cutie!"


Wajah Farah memerah, sepagi ini perasaannya di buat melting. Dia juga mengatupkan bibirnya, perasaan bahagia membuncah hatinya ingin rasanya meledak saking menyukainya.


"Pagi honeey!" Farah membalas dan ikut mencium pipi kekasihnya dengan terus menggesekan bibirnya di area pipi Keenan.


"Kau masih belum puas hemm?!" Bisik Keenan tepat di telinga Farah.


Aih, ga mau bangun dah kalo dikasih beginian terus!! Sarapan aja gue bakalan skip to the good cheeck!!!


"Heem!" Goda Farah dengan mengangguk perlahan malu-malu.


Keenan tertawa lirih, beranjak dan kembali menindih wanitanya.


"Untungnya aku masih free job hari ini cutie!!" Keenan kembali menggesekkan miliknya memberikan rangsangan pada keduanya agar kembali turn on!


Farah sudah tidak punya lagi kata mendeskripsikan dirinya saat ini. Dia kembali menjerit dan merintih, prianya tidak sabaran kembali menjejal milik wanitanya yang sudah sangat candu baginya.


Aku kualat sama adek sendiri!


Emang bener, sekali ngerasain candu parah!!


Keenan terus semakin gencar dengan aksinya yang saat ini menggunakan gaya yang berbeda, dengan menusuk dari arah belakang atau sering di sebut do**ystyle.


Keenan mendapat kenikmatan ganda, bagian juniornya jauh bisa menghantam sampai batas terakhir milik kekasihnya. Selain itu kedua tangannya juga mencengkram kencang dua buah bukit indah dan padat sangat enak di pegang seperti mainan squishy yang pernah di tunjukan Jimmy padanya.


Farah terus meracau dengan kenikmatan yang tiada terkira itu. Kali ini Keenan juga mencoba yang sedikit brutal. Satu tangannya melepas bukit squishy kesukaannya menarik rambut panjang Farah membuat wajah gadis itu mendongak ke atas. Tangan Keenan kembali menarik wajah kekasihnya semakin mendekat dengan wajahnya, dia meraup bibir yang masih mengerang di karenakan kenikmatan yang dia rasakan.


Farah menggigit bibir bawah Keenan saat keduanya mencapai puncaknya bersamaan.


"Aaarggh!" Keduanya terengah dengan tubuh masih bergetar hebat.


"Cutie, kamu yang terbaik!!"


"Aku sangat mencintaimu!!"


Farah sudah tidak mampu berkata tubuhnya lemas seketika. Tanpa menarik adik junior miliknya. Keenan kembali dengan aksi out of the box nya!


Farah memekik terkejut. Dia menutup mulutnya dengan tangan satunya karena yang satunya tengah dia tautkan di leher prianya agar tidak terjatuh. Keenan menggendong Farah dengan masih membenamkan miliknya. Keenan membawa Farah kekamar mandi dengan posisinya yang entah apa namanya!


Ternyata seperti ini saja rasanya menakjubkan.


Keenan yang awalnya ingin mengajak kekasihnya mandi bersama. Merasakan sensasi bermain dengan gaya yang baru dia temukan justru tengah dia teruskan. Dengan posisinya yang masih berdiri dan Farah tengah dalam dekapan prianya bagai baby koala.


"Aarrghh sayaaang!!" Racau Farah, dia menggigit bahu lelakinya. Dia juga malu melihat penampakan aksi mereka di kaca besar washroom semakin membuatnya membenamkan wajahnya.


"Ka u masih ma u lagi cuti e?!" Dengan ucapan tersenggal karena masih terus menjejal milik kekasihnya Keenan bertanya.


"No!"


"That's enough!!"


Keenan terkekeh dengan jawaban frustasi kekasihnya yang sudah lemas karena kembali merasakan puncaknya.


"Tapi aku masih mau!!"


"Sepertinya aku akan mencoba beberapa gaya lagi!"


"NOOOO!!"


Keenan tidak peduli pada penolakan kekasihnya dia terus menyelesaikan hasratnya yang selalu membara tidak pernah padam!


***


Farah tengah menatap kekasihnya yang tengah memakan sarapan mereka yang kesiangan dengan sedikit kesal. Prianya justru bermuka datar tidak merasa berdosa telah membuat dirinya meringis tiap kali melangkahkan kakinya bahkan saat duduk sekalipun. Saat dia buang air kecil dia bahkan sangat perlahan untuk mengeluarkannya dan menitikan air matanya saking sakit dan perih yang mendera di bagian inti miliknya.


"Kenapa cutie?!"


"Kamu masih mau?!"


"NOOO!!!"


"Hahaha!"


"Sakiit..." Lirih Farah.


"Mau periksa ke dokter?!" Lirih Keenan.


Seketika wajah Farah berubah pucat.


Bagaimana jika dia mengetahui kenyataanya bahwa aku mengandung benih cinta kami?!


Apa dia tidak pernah curiga ya?


"Tidak usah, malu tau!"


"Emang mau ketahuan betapa brutalnya kakak di ranjang?!"


"Tidak masalah!"


"W h a t?!"


Farah tidak menyangka kakak sepupunya itu sangat kepedean.


"Masuk?!"


"Udaranya makin menyengat..."


Keenan beranjak dan kembali menggendong Farah ala bridal. Wanitanya benar-benar di bikin tidak bisa berjalan.


Di taruhnya perlahan kekasihnya di ranjang dengan pelan. Farah sungguh tidak percaya apa yang terjadi padanya saat ini.


Apa yang membuatnya kembali padaku dan memberikan ku kelembutan seperti ini?


"Kak?!" Farah memeluk kekasihnya.


"Hemm..."


"Apa setelah ini kakak akan kembali meninggalkan ku?!" Ujar Farah sendu.


Keenan mengusap lembut dan mengecup pucuk kepala gadisnya.


"Tidak..."


Keenan menghela nafas perlahan.


"Aku minta maaf, selama ini aku sudah menyakiti perasaanmu..."


"Aku harap kamu mengerti keadanku..."


"Aku pikir kamu pasti sudah tau apa pekerjaanku dan Karen dulu?!"


Farah terdiam, dia akan mendengarkan kekasihnya bercerita panjang.


"Aku tidak bisa hidup normal seperti kebanyakan pria di luar sana."


"Aku terlalu banyak musuh, dan aku adalah seorang pendosa!"


"Aku sudah terbiasa dengan darah yang tumpah di tanganku!"


"Aku tidak akan menyesalinya..."


"Ini sudah menjadi pilihanku..."


Keenan menatap wajah teduh kekasihnya dan mengecup bibir kesukaannya sejenak.


"Apa kamu siap menerima keadaanku?!"


"Apa kamu sanggup memiliki pria seorang pembunuh?!"


Farah terpaku, dia sudah tahu dulu saat Nina dibawa kembali oleh Keenan. Nina menceritakan semuanya. Itulah alasan Farah sedikit menjaga jarak dengan Keenan karena dia takut salah maka akan segera dibunuhnya.


"Farah Lee, kamu satu-satu wanita yang membuat ku merasa bodoh dan bahagia dalam waktu bersamaan!"


"Aku tidak menyangka, aku bisa merasakan apa itu namanya jatuh cinta!"


"Aku terjatuh pada cintamu Farah!"


Farah sudah tidak bisa menahan haru yang bersarang di hatinya. Dia memeluk semakin erat prianya.


"Aku mencintaimu Farah..."


"Aku tidak ingin kehilanganmu..."


"Bisakah kamu menungguku sebentar..."


"Setelah urusan pekerjaanku selesai disini..."


Keenan menatap serius kedua netra bening mikik kekasihnya yang sedari tadi bungkam.


"Aku akan menikahimu Farah!"


Farah terisak semakin kencang, di dalam mimpinya pun dia tidak pernah mengharapkan kata itu keluar dari seorang Keenan Kaviandra. Baginya mencintai Keenan secara diam-diam selama ini dan dekat dengannya lewat Karennina sudah sangat cukup membuatnya bahagia.


✲✲✲✲✲✲