
"AAAAAAA"
Pekikan dari seluruh tamu yang mendengar tembakan peringatan menunduk otomatis di bawah tempat duduk mereka.
Kedua pria yang mencintai Nina itu merasa jantung mereka seolah berhenti berdetak!!
"KARENNINAA!!" Keduanya memekik bersamaan, namun wanita yang mereka khawatirkan tengah biasa saja.
Tap... Tap... Tap...
Derap langkah para petugas kepolisian lengkap dengan senapan mereka mengepung tuan Lim.
"Jatuhkan senjata anda tuan!!"
"Anda kami tangkap berdasarkan laporan mengatakan bahwa anda terlibat dalam penyelundupan dan distribusi pasar obat terlarang serta penipuan komersil."
Salah satu komando petugas kepolisian memberikan intruksi pada tuan Lim agar melepaskan senjatanya.
Apa-apan ini?!!
Mengapa polisi bisa mengetahui pasal obat itu!!!
Tuan Lim terpaku sementara waktu, dia tengah berpikir. Sudut mata tuan Lim mencari seseorang terdekat menjadi sandranya.
"Angkat tangan anda tuan Lim?!"
"Taruh senjata anda di lantai!!"
"Sekali lagi kami peringatkan!!"
Team kepolisian masih berjaga dan berharap tidak ada korban. Namun tuan Lim melihat jaraknya dengan Nina tidak begitu jauh. Dengan mengambil resiko tinggi dia menarik Nina menjadi sandranya.
"Haha!"
"Kalian menggertakku!!"
"Beri aku jalan maka wanita ini aman!!"
Kraaaak!
Tuan Lim mencoba mengancam dengan memastikan peluru senjatanya tepat pada posisinya. Hanssel menggertakkan giginya penuh amarah begitu pula Rangga. Kedua pria itu juga sama tengah berpikir keras bagaimana caranya wanita mereka lepas dari jerat tuan Lim yang sangat berbahaya saat ini.
Nyonya Rossie tengah menutup mulutnya. Walau dia tidak menyukai Nina, namun tindakan tuan Lim sudah merupakan suatu tindakan kejahatan.
Haha!
Rasakan Karennina, kamu mempermalukan keluarga Lim. Ayahku tidak akan mungkin melepaskanmu begitu saja!!
Dia akan menyeretmu dalam neraka!
Hari ini harga diriku jatuh oleh mu!
Aku pastikan nyawamu berada di tanganku!!
Catherina menyeringai puas dengan tindakan ayahnya menjadikan Nina seorang sandra. Nina sendiri hanya bersikap biasa saja, Hanssel sempat mengerutkan keningnya.
Mengapa Nina terlihat sangat tenang?!!
Harusnya wanita akan takut dengan semua hal ini bukan?
Para tamu saja tidak ada yang berani melihat!!
Apa saat ini aku bisa mengetahui siapa Nina sebenarnya.
Hanssel tidak lepas menatap wanitanya, dia juga akan mengambil resiko dengan menarik paksa wanitanya dan menggantikan posisinya jika tuan Lim berani melakukan sesuatu pada istrinya.
Hanssel juga merasa heran laporan kepolisian mengatakan bahwa tuan Lim terlibat dalam pengedaran obat terlarang. Namun kemarin dia hanya melaporkan bahwa tuan Lim melakukan penipuan komersil dengan investasi illegal. Sama sekali tidak melaporkan mengenai obat-obat yang di maksud.
Aku tidak menyangka bahwa tuan Lim sangat berani berurusan dengan obat terlarang. Kejahatannya tidak hanya dalam satu bidang saja!
Mengapa ibuku sangat mudah terhasut oleh tuan Lim?!
Apa yang sebenarnya dia janjikan?
Apa mungkin mama juga terlibat?!!!
Perasaan Hanssel mendadak tidak nyaman, sesaat dia menatap ibunya sejenak. Namun melihat ekspresi ibunya sepertinya dia tidak mengetahui sama sekali membuatnya sedikit lega.
Keenan berdiri dari tempatnya mengisyaratkan gerakan tangan di dada bidangnya pada Nina. Nina menyunggingkan senyumnya dia mengerti yang di perintahkan kakaknya.
"Apa anda pikir dengan senapan bodoh mu itu bisa menembus kepalaku?!"
"Hah?!"
Gotcha!
Disaat tuan Lim lengah dengan pertanyaan Nina dengan cepat Nina menggerakan sikut tangannya dengan kuat seperti yang sudah dia pelajari dalam teknik mempertahankan diri dari serangan lawan.
"Aarrgh!"
Sikut tangan Nina mengenai bagian belakang tubuh tuan Lim. Tangannya reflek menjatuhkan pistol ke lantai dengan cepat Nina memutar kakinya dan mencapit lubang pistol dengan hak tingginya kemudian mengayunkannya menjauh dari jangkauan tuan Lim.
"Huuaa!!"
Diantara pilihan melarikan diri atau mencoba mengambil resiko dengan mengambil pistol yang tidak sengaja mengarah di dekatnya. Catherina mengatupkan bibirnya. Dia melihat sekilas bagaimana Nina sudah berhasil membekukan ayahnya dengan tangan kosong!
"Aaarggh!!"
"LEPASKAAAN!!"
"Siapa kamu sebenarnya?!!"
Tuan Lim mencoba membalikan wajahnya ke belakang bertanya pada Nina yang tengah mengunci pergelangan kedua tangan tuan Lim. Dengan cepat juga team kepolisian melempar borgol ke arah Nina. Seolah semuanya sudah di rencanakan dengan matang dan rapi.
"Aku hanya warga sipil biasa yang kebetulan bisa sedikit bela diri!"
Nina mengulumkan senyumnya.
Aku tahu Nina memang sangat pandai dan cemerlang. Namun saat ini aku tidak menyangka bahwa Nina juga memiliki keahlian lainnya.
Hanssel semakin mencurigai istrinya terlibat dalam dunia interpol. Semua yang di lakukan Nina bukan sesuatu yang biasa di lakukan oleh warga sipil. Hanssel sudah mencurigai Nina sejak 8 bulan ke belakang, saat Hanssel menyadari bahwa beberapa investasi yang dia terima semua atas arahan Nina. Bahkan berkas underground milik Nyonya Adamson tidak sengaja dia bisa mendapatkannya saat Nina menaruh file di drive yang berbeda dari biasanya.
Pihak kepolisian sudah mengamankan tuan Lim, nyonya Lim tampak histeris. Dia juga diamankan oleh pihak kepolisian. Keadaan yang sedikit riuh ini membuat lengah, secepatnya Catherina mengambil benda itu dan menodongkan tepat di depan wajah Karennina.
"Kau telah merenggut semuanya dari ku KARENNINA!!"
"Tidak masalah jika aku harus mendekam di penjara!!"
"Aku akan mengirim mu ke Neraka lebih dulu!!"
Kraaak!!
Bruk!!
Belum sempat Catherina menarik pematik, tubuhnya telah di hempaskan hingga terjatuh oleh Hanssel. Pria itu sudah sangat bersabar selama ini atas tindakan bodoh Catherina. Namun wanita itu tak kunjung memahami dan memperbaiki diri.
Nina mengambil tissue dan berlutut mengambil senjata yang sudah membuat kerusuhan.
"Lepaaaskan!!!"
"Aku akan catat semua dendamku padamu KARENNINA!!"
"Suatu hari nanti aku akan membalasnya!!"
Maki Catherina setelah di tangani oleh piham kepolisian.
"Tidak ada lain kali!!"
"Kamu akan mendapatkan hukuman seumur hidupmu Catherina!!"
"Kamu benar-benar mengecewakan!!!"
"Hanssel dia itu menjebakku!!"
"Jangan percaya sama wanita iblis ini!!"
PLAAAAAK!!
Hanssel menampar keras Catherina di hadapan banyak pasang mata. Nina termangu dengan sikap Hanssel yang mengisyaratkan bahwa pria itu memang sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi pada mantan kekasihnya.
"Kau tahu apa yang membedakan Nina dengan mu?!"
"Perbedaan yang sangat mencolok yang menjadikan Nina jauh lebih menonjol!"
"Membuat aku semakin mencintainya!!"
"Dia sekalipun tidak pernah mencoba membuat diri mu buruk di hadapanku!"
"Dia bahkan beberapa kali mengingatkan posisinya yang belum mendapat restu keluarga besarku!"
"Dia bahkan berbesar hati mencoba merelakan aku menjadi pasangan mu!"
"Berbanding terbalik dengan dirimu yang selalu mencoba menjebaknya!"
"Ini bukan yang pertama kalinya bukan Catherina Lim?!"
"Aku yakin dia tidak pernah berniat menjatuhkan mu!"
"Hanya saja kamu memang sudah sangat keterlaluan!"
"Sangat tidak pantas keturunan keluarga ternama melakukan kelicikan seperti ini!!"
"Bawa mereka semua dan hukum seberat-beratnya!!"
Catherina terisak pilu, semua ucapan Hanssel terasa seperti pisau yang menyayat hatinya setiap kata yang terlontar pria yang dulu menjadi cinta pertamanya.
"Seseorang pernah berkata padaku..."
"Hidup itu pilihan..."
"Kau berhak memilih benar-benar bahagia atau berpura-pura bahagia dengan menghalalkan segala cara."
Nina mengatakannya dengan dingin di hadapan wajah Catherina yang sudah basah oleh air matanya. Catherina hanya mampu menundukan wajahnya. Pada akhirnya Catherina mengakui kesalahannya, dia merasa meminta maaf saja dia tidak pantas.
✲✲✲✲✲✲