Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 97 - Bullsh*t




...═══•°•⚠ Mengandung Kekerasan ⚠ •°•═══...


Yvone masih terduduk dengan memegangi lehernya yang perih oleh cengkraman kuat Keenan. Keenan memang tidak pandang bulu, jika itu musuhnya dia tidak peduli wanita atau pria dia akan perlakukan sama.


Sebelumnya Keenan mendapat informasi dari Hanssel mengenai Yvone pada kakak iparnya. Hari ini Hanssel tengah menyelusup kembali dalam bisnis yang di lakukan oleh putri bungsu XK dan juga pewaris Huateng putra tuan Wijaya. Kedua keluarga besar itu bermusuhan entah sejak kapan, dan mereka yang merupakan anggota jaringan hitam di bawah naungan XK tentu saja menjalankan misi sesuai perintah atasan.


"Apa Wijaya sungguh tidak punya lagi anak buah yang kompeten?!"


"Sampai harus mengirim wanita lemah dan bodoh kehadapan ku?"


Tubuh Yvone bergetar hebat, dia menyadari keteledorannya. Hari ini mungkin hari terakhir dia bisa menghirup udara, dia sudah mendengar dan membaca profil Mr. K dan bagaimana kejamnya dia memperlakukan musuhnya. Tidak ada yang lolos dari incaran Mr. K.


"A-Aku tidak mengerti tuaan..." Yvone masih mempertahankan dirinya.


Tik!


Braaak!


Seluruh jendela ruangan tertutup dan kini muncul layar sebesar 65 inch di tengah ruangan sedang mempertontonkan kamera pengawas di area pantry yang di gunakan Yvone dalam membuat kopi.


"Kau ingin menghindar?" Ujar Keenan dingin.


DEG!!


Tubuh Yvone semakin merosot, dia tiba-tiba tidak memiliki tenaga.


Nina menghampiri gadis itu dan bersimpuh.


"Apa yang kamu cari?"


Aku mencari kelemahanmu tentu saja! Tapi jika aku mengakui saat ini juga aku bahkan belum memulai peperangan aku tidak ingin kalah begitu saja. Nyawa keluargaku masih ada di tanganku!


"Aku mohon nona, percaya padaku..."


"Itu hanya gula..."


Yvone masih ingin berjuang demi keselamatan keluarganya yang menjadi taruhan dirinya menyetujui menjadi mata-mata di keluarga Kaviandra.


"Heh!" Keenan tertawa lirih dengan penuturan gadis yang memiliki nyali yang besar itu.


"Yvone, aku sudah mengetahui profil dirimu dan keluarga besarmu yang sesungguhnya."


"Bahkan suamiku mengetahui bahwa kamu yang melakukan transaksi jual beli senjata pada tuan wijaya."


"Keluarga Albert menjadi pemasok persenjataan jaringan hitam kelompok Wijaya."


"Apa kamu ingin menghindari lagi?"


"Jika kamu mengakui segala kesalahanmu, mungkin hukumanmu jauh lebih ringan."


"HAHAHAHAHA!"


"Hukuman ringan?"


"It's bullshit!!!"


"Hahahaha!!"


Nina beranjak bberdiri dan beringsut mundur melihat perubahan sikap Yvone.


"Kalian semua..."


"Kalian semua akan mati di bawah tangan ku!!"


Tiba-tiba Sam membawa anak buahnya menyergap Yvone yang masih tertawa di lantai dengan memberi tatapan nyalang pada Nina dan Keenan.


Nina menelan salivanya "Ada apa dengannya?"


"Kopi yang dia buat mengandung racun berjenis LSD sejenis narkotika yang akan membuat kita berhalusinasi dan bertingkah impulsif!"


"Akan sangat berbahaya jika di konsumsi dalam jumlah banyak dan berkelanjutan!"


Sam menjelaskan pada Nina, dia telah diberi tahu Keenan sebelumnya. Dia langsung mengidentifikasi kertas yang di buang Yvone sembarang di area pantry.


"How could you?" Lirih Nina menatap miris kearah Yvone yang meminum racun yang dia racik sendiri.


Yvone di seret oleh anak buah Keenan, tetapi gerakan bela diri Yvone diluar dugaan keduanya. Dia mencoba mencelakai Nina dengan melempar vas bunga yang terpajang di meja.


PRAAAANG!


"BERANINYA KAU?!" Pekik Keenan menghalangi vas bunga yang di lempar ke arah adiknya dan mengenai punggungnya langsung.


Bug!


Secepatnya anak buah Keenan memukul tengkuk leher Yvone dan membuatnya terjatuh seketika.


Bruuukk!!


"Kakaaaak!!" Jerit Nina terkejut hingga ia pingsan di pelukan Keenan.


"KARENNINAAAA!!"


"KURUNG WANITA SIALAN ITU DI RUANGAN TERGELAP!"


"Baik tuan..."


Keenan bergegas menggendong adiknya, dia semakin panik saat adiknya mengeluarkan darah di area kakinya. Dengan kecepatan super Keenan membawa Nina ke rumah sakit.


Dalam hal mencari kelemahan Keenan, Yvone sudah berhasil. Namun bukan mematikan Keenan melainkan justru berbalik akan mencelakai diri Yvone sendiri atas perbuatannya saat ini.


Di rumah sakit Nina di baringkan langsung di Unit Gawat Darurat. Dia segera dibawa oleh team medis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keenan tengah mondar mandir di depan ruang pemeriksaan dia menggigit genggaman tangannya. Dia sungguh ketakutan luar biasa.


Dia sudah mengeluarkan keringat dingin, hatinya seperti diremas kencang. Keenan bersumpah jika sesuatu terjadi pada adiknya dia akan membunuh Yvone saat ini juga.


Braak!


Pintu pemeriksaan telah terbuka, dokter yang menangani Nina tengah keluar. Keenan bergegas mengahampiri.


"Bagaimana keadaan adik saya?!" Dengan ketakutan Keenan berucap pada dokter.


"Nona masih tidak sadarkan diri, tetapi dia hanya pingsan."


"Dia akan bangun kembali, saat ini dia perlu banyak beristirahat."


"Darah yang keluar adalah indikasi keguguran."


DEG!


"Lalu...." Lirih Keenan tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.


"Untungnya saat ini bayinya baik-baik saja."


"Nona harus bed rest total."


"Usia kandungan nona masih rentan."


"Di sarankan untuk menghindari aktivitas dan hal yang membuat nona dalam tekanan yang besar."


Keenan menundukkan wajahnya, dan menggelengkan kepalanya sejenak. "Terima kasih dok."


"Lakukan apapun untuk pengobatan adik saya."


"Berapapun biayanya!"


"Tuan tidak perlu khawatir..."


"Seharusnya dalam beberapa jam nona akan tersadar."


"Kita tunggu saja..."


"Jika tidak ada hal lain saya pamit."


"Terima kasih dok!"


Keenan menuju ruangan yang telah dipersiapkan perawat sebagai ruang inap Karennina.


"Maafkan kakak..."


"Kakak tidak menjagamu dengan baik!"


"Kakak pastikan dia akan mendapat balasannya saat ini juga!!"


Keenan mengusap kepala Nina dan mengecupnya kemudian menyalangkan tatapannya. Dia beranjak dari ruangan Nina memberitahu Sam untuk menjaga Nina selama dia pergi. Keenan tengah dalam emosi yang memuncak dia akan menuntut balas pada wanita yang mencoba mencelakai adik kesayangannya.


"Tuan, punggung anda terluka."


"Apa tidak sebaiknya anda membersihkan luka anda sebelum pergi?!"


"Tidak perlu!" Keenan beranjak dengan tergesa dengan satu tujuannya.


"Persiapkan aku obat x!"


"Baik tuan..."


Tut...


Keenan menutup sambungan telpon dan menuju kediamannya dimana Yvone di tahan di ruangan isolasi miliknya.


BRAAAAK!!


"DIMANA BAJINGAN ITU HAH?!!"


"AKU INGIN MEMBUNUHNYA!!!"


"DIA PIKIR HANYA DIA MANUSIA PALING KUAT!!"


"AKU YVONE CAROLINE AKAN MEMBUAT KEENAN MENDERITA SELAMA SISA USIANYA!"


"HAHAHAHAHA!!!"


Keenan tengah memasuki ruangan isolasi, dia disambut makian Yvone kemudian salah satu anak buahnya menghampirinya.


"Tuan, sedari dia bangun dari pingsannya dia terus meracau seperti itu..."


"Kami sudah mencambuknya beberapa kali, namun fisiknya sangat kuat, dia tidak juga memberitahukan pasal tuan Wijaya pada kami!"


Dengan tatapan iblis yang siap menarik jiwa dari raganya Keenan berjalan menghampiri Yvone yang sudah dalam tampilan menyedihkan. Bau amis darah menyeruak di indra penciuman mereka yang berada di ruangan sempit 3x3 meter itu.


"Nyalimu sungguh tinggi nona!"


"Menyentuh batas kesabaranku maka kamu bersiap menemui ajalmu sebentar lagi!"


"Cih!"


"Kau bunuh saja aku, aku tidak peduli!"


Yvone sudah tidak bisa mengontrol emosi dan sikapnya karena pengaruh obat halusinogen yang kuat di dalam tubuhnya. Dia bahkan berani menantang Keenan, dia meludahi pria yang akan mengeksekusi dirinya sebentar lagi. Baginya hasil akhir akan sama saja, jika dia kembali pada tuannya dia akan di bunuh juga oleh tuan Wijaya.


PLAAAAAAK!


"Arrrgh!"


Keenan menampar keras pipi Yvone dan kini menjambak rambut panjang Yvone yang sudah tercampur dengan peluh dan darah yang mengalir dari kulit punggung wanita itu.


"Apa ada kata terakhir yang ingin kamu ucapkan?!"


Mata Yvone berkaca, dia bahkan tengah menitikan air matanya saat ini. Namun bibirnya tetap bungkam.


"Sangat di sayangkan!"


"Kau jatuh di kelompok yang salah!"


"Padahal kamu memiliki sumber daya yang bagus!"


Mata Yvone tertutup seketika dengan menitikan air mata terakhirnya. Keenan telah memberikan suntikan obat x terbaru yang di produksi oleh Wijaya pada phase terakhir. Sebelumnya dia telah menggunakan obat x phase sebelumnya yang dia beli dengan identitas anonim dan menggunakan Erick serta Soraya sebagai kelinci percobaan mereka. Naasnya obat itu membuat keduanya meninggal dalam waktu dua hari setelah obat itu disuntikan.


Kemarin Wijaya kembali meluncurkan obat x yang telah disempurnakan itu. Keenan kembali menyuruh anak buahnya membeli senjata biologis itu dan ingin tahu apa yang akan terjadi dengan orang yang diberikan obat itu. Beruntungnya saat ini dia mempunyai kelinci percobaan yang tidak terduga.


"Bagaimana keadaannya?!"


"Denyut nadinya hilang tuan!!"


"Buang tubuh wanita ini!"


"Hilangkan jejaknya..."


Keenan berlalu dari ruangan yang dia beri nama alam baka di kediamannya.


✲✲✲✲✲✲