Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 84 - but Tonight I'm fuckin U!




Keenan telah selesai dengan membersihkan diri di kamar mandi pribadi miliknya. Pikirannya tengah berkecamuk hebat saat ini.


"Aku harus menyuruh Farah pulang saat ini juga!"


Keenan menatap jam di dinding menujukan pukul 11 malam. Sepertinya keputusan membawanya pulang tidak baik. Terlebih saat ini sepertinya gerak geriknya tengah di awasi oleh pihak musuh.


Terdengar dari luar Farah tengah bersenandung dengan kerasnya. Gadis itu lupa sedang dimana dia berada.


"BUT TONIGHT I'M F*CKIN YOU..."


"Huuu.. Uu... Huu!"


Keenan terbelalak dan menajamkan pendengarannya, dia mengamati keadaan di tengah rumahnya melalui layar kamera pengawas yang berada di ruangannya.


"Farah Lee!!"


"Sebaiknya aku membawanya pulang saja, berbahaya dia ada disini!!"


Gadis itu masih bersenandung riang menuju dapur bersiap menjarah isi kulkas di dalamnya.


"Sepertinya kak Keenan sudah berada di singgasananya!"


"Dia tidak akan keluar lagi kan?"


"Aku anggap semua ini kompensasi atas kesialanku sebelumnya!"


"Tv dia gede gini mantep buat nonton Fox Movie uhuuuuy!!"


Farah sudah mengantungi berbagai cemilan dan minuman kaleng, dia bahkan mendapat jackpot es krim coklat kesukaannya.


"Gak nyangka isi kulkasnya selengkap alphamaret!"


"Betah banget gue disini sumpah!!"


Dengan bersenandung lirih Farah menuju sofa dan menyalakan tv besar bersiap menonton dengan extra cemilan!


Cekleek!


Keenan terpaksa keluar dan bersiap mengomeli adik sepupunya. Namun saat melihat wujud Farah dengan baju kaos kebesarannya membuat gadis itu terlihat sangat menggemaskan.


Keenan sangat sering melihat adiknya Nina memakai Lingerie tipis jika dia akan tidur, baginya hal itu tidak memancing hasratnya hanya karena keseringan melihat adiknya memakainya.


Tapi melihat tampilan Farah saat ini dengan baju kaos longgar miliknya di atas lutur serta rambut di gerai indah membuat Keenan merasa sangat gelisah saat ini juga.


"Kau sungguh tidak ada rasa sungkan!!"


Mata Farah terbelalak, dia berdiri dengan wajah memelasnya.


"Aku minta maaf aku tidak bisa tidur..."


Bruug!


Keenan duduk di sofa dan mengambil soft drink kemudian meminumnya.


"Kamu tidak kerja besok?!"


"Besok weekend libur lah kak!"


Farah kembali duduk di kursinya, sejujurnya ini bukan kali pertama dia sudah terbiasa juga menonton dengan kakak sepupunya jika dia di rumah Kaviandra namun biasanya ada Nina.


Nina juga terkadang bersikap seperti sepasang kekasih dengan kakaknya itu. Dia sangat manja, dia selalu meminta Keenan mengusap kepalanya hingga tertidur di dalam dekapan kakaknya. Terkadang Farah ingin juga merasakan belaian kakak sepupunya itu namun sikap dinginnya membuat Farah lebih baik diam.


Farah membuka keripik kentang dan memakan cemilan itu.


"Kamu tidak takut gendut ngemil jam segini?!"


"Tidak aku bukan Karen yang akan sibuk mementingkan penampilan."


"Ck!"


Keduanya sejujurnya tengah merasa canggung, Keenan juga merasa biasanya ada Nina yang jadi penengah. Saat ini hanya ada mereka berdua. Keenan memperhatikan gerak gerik Farah yang asik memakan keripik yang sudah habis dalam waktu singkat berganti dengan es krim coklatnya.


"Makanmu banyak juga ya kayak babi!!"


"APA?!"


"Ppfft!"


Keenan menahan tawanya saat melihat ekspresi kesal Farah, membuat gadis itu tercengang.


Bukankah dia hanya akan tertawa dengan Karennina saja?!


Keenan kembali dingin, dia menyadari sikap Farah yang terdiam menatapnya. Kedua netra mereka bertemu kemudian saling membuang muka dan berakhir salah tingkah.


"Kakak mau?" Farah menawarkan es krim pada Keenan. Gadis itu telah menyuap es krim miliknya lebih dulu.


Mata Keenan tidak lepas dari memperhatikan bibir merah alami Farah. Darahnya kembali memanas, sepertinya ada yang salah dengan dirinya.


"Dih ditanyain malah diem aja!!" Gerutu Farah lirih tidak lagi peduli dan mulai menyaksikan layar besar di depannya dengan menyuap es krim kesukaannya.


Farah tidak menyadari bahwa Keenan sudah mendekat ke arahnya.


Farah seketika membalikan wajahnya, bisikan Keenan tepat di samping telinga Farah. Kini jarak keduannya hanya beberapa centimeter saja. Debar jantung mereka mendadak berpacu dengan deru nafas yang tiba-tiba semakin meningkat.


Farah menutup matanya saat jemari Keenan mengangkat dagunya. Pria itu benar-benar menyesap bibir Farah lembut. Dia memang tidak memiliki pengalaman soal adegan dewasa ini.


Bahkan dia malu mengakui bahwa Farah mencuri ciuman pertamanya bahkan keperjakaannya hilang karena gadis itu!


Farah membuka mulutnya memberi ruang bagi Keenan untuk menjangkau lebih dalam lagi. Seperti biasa Keenan mengandalkan insting alami tubuhnya dalam melakukan adegan dewasa ini.


Tangannya membelai lembut permukaan kulit wajah dan leher gadis itu. Perasaan yang aneh hinggap di diri keduanya. Ini benar-benar pengalaman pertama bagi keduanya.


Mereka terus mencari titik kenyamanan di antara keduanya. Farah sudah kehabisan oksigen dia mendorong Keenan. Dengan terengah Farah bisa melakukannya. Dia tidak percaya apa yang sudah terjadi barusan.


Kak Keenan mencium ku!! Dia kembali mencuri ciuman dari ku!! Tapi kali ini sungguh terasa berbeda.


"Emm sorry..." Lirih Keenan merasa bersalah.


Farah tidak percaya bahwa kakak sepupunya meminta maaf padanya. Dia berdiri dengan cepat menghindari Keenan.


"Ehmm aku tidur dimana kak?!"


"Aku ingin tidur duluan!"


Farah takut bahwa kejadian malam itu akan terulang. Walau dia menyukai atau mungkin dia sudah mencintai Keenan. Tapi hari terkutuk itu membuat dia mengalami trauma mendalam atas prilaku pelecehan yang di lakukan oleh pria yang di kagumi olehnya sejak lama.


"K.. Kamu bisa tidur di kamar itu." Keenan menunjukan tempat yang akan di gunakan Farah. Secepatnya Farah menuju kamar dan mengunci dirinya.


"Aargh!"


Keenan menjambak kasar rambutnya dengan kedua tangannya.


"Apa yang barusan kamu lakuin Keenan?!!"


"Mengapa dia begitu memiliki daya tarik luar biasa membuatku bergerak begitu saja!!"


Keenan memasuki kamarnya dan melampiaskan rasa kesalnya dengan menenggak wine dari botolnya hingga habis tak tersisa.


Potret wajah polos namun menggoda dari seorang Farah terus menari di pikiran Keenan. Dia sangat tidak nyaman. Begitu pula Farah, di dalam kamar dia menutupi diri sepenuhnya oleh selimut tebal.


"Ga pernah ngebayangin kalo kak Keenan beneran cium bibir aku selembut tadi?!"


"Apa dia hanya sedang bermain?!"


"Bukankan saat ini dia tidak dalam pengaruh obat?!"


Ceklek!


Terdengar bunyi pintu terbuka, Farah membuka matanya lebar.


Apa itu kak Keenan?


Debar jantung Farah semakin kencang, dia menutup matanya erat.


Keenan benar-benar mendatangi kamar adik sepupunya. Tentu saja di rumah ini dia sang pemilik akses bisa membuka dengan mudah pintu yang terkunci dari dalam sekali pun.


Keenan duduk di tepi ranjang di samping tubuh Farah yang meringkuk.


"Faraaah Lee..." Dengan suara berat Keenan memanggil gadis itu dia juga menurunkan selimut yang menutupi tubuh Farah.


"Ka Kakak mau apa?!" Farah mulai ketakutan.


"Sstt!"


"Apa kau takut dengan ku?!"


Farah menelan salivanya, dia menyimpulkan bahwa kakak sepupunya dalam keadaan mabuk.


"Iyaa aku takut bisa kah kakak keluar dari kamar ku?!"


"Atau aku yang pergi dari sini!!"


Farah bersiap beranjak dari ranjangnya namun dengan cepat Keenan menangkap lengan Farah dan menarik tubuhnya.


Bruuk!


Farah terjatuh di atas tubuh Keenan yang sudah menjatuhkan dirinya di ranjang. Debar jantung Farah semakin kencang dia sungguh kebingungan.


"Aku merindukanmu Farah!"


Keenan membelai rambut Farah menarik tengkuk leher gadis itu dan kembali bertautan. Farah sedikit berontak, kakak sepupunya dalam keadaan mabuk, sisa wine di bibirnya masih terasa oleh Farah.


"Kak!!"


Farah melepaskan dirinya Keenan tersenyum sangat tampan dibawah sana membuat mata Farah terbuka lebar.


"Farah Lee kau sungguh berani mencuri perhatian dari ku!!"


"Kau selalu memenuhi pikiranku sepanjang waktu!!"


"Aku sungguh tidak nyaman hidup seperti ini!"


✲✲✲✲✲✲