
Rangga mengusap lembut kedua netra Yvone yang tengah basah. Di kecupnya perlahan kulit tipis bibir Yvone yang sedikit dingin memberikan rasa hangat di sekujur tubuh wanita itu.
"Jangan biarkan pengorbanan kami sia-sia!"
Rangga membuka pintu dan bersiap melakukan penawaran dengan musuh di hadapannya.
"Heh!"
"Kami tidak ada urusan dengan mu!"
"Bawa Yvone kemari baik-baik atau kami menyeret paksa dia!"
"Kamu ingin dia maka lewati aku lebih dulu!!"
"Heh!"
"Kami ada banyak sedangkan kamu?!"
"Dari segi jumlah kamu sudah kalah telak!!"
"Apalagi dari segi kemampuan!!"
"Hahaha!!"
Beberapa orang kini menertawakan sikap angkuh Rangga yang di remehkan. Rangga mengangkat tangannya menunjukan kode pada Yvone, secepatnya wanita itu menginjak pedal gas memundurkan mobilnya.
"SHIIITT!"
"BERANINYA DIA KABUR!!"
Beberapa anak buah Don memasuki mobil dan ingin mengejar dengan cepat Rangga menarik senjata dan membidik target. Rangga tidak menembak pada orangnya melainkan menembak ban mobil mereka agar tidak bisa mengejar Yvone.
Dor! Dor! Dor!
Rangga mencari tempat persembunyian untuk berlindung dengan terus membidik targetnya.
"SHIIITT!!!" Umpat ketua kelompok musuh.
Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!
Dia sangat marah pada Rangga yang tengah membuat mereka tidak bisa mengejar Yvone. Melayangkan tembakan beberapa kali terus menerus ke arah bangunan yang di jadikan tempat persembunyian Rangga.
Brrug!
Rangga terjatuh saat salah satu anak buah yang diketahui ketuanya bernama Hyu mengendap memastikan keberadaan Rangga dan tepat saat ini memukul tepat di tengkuk lehernya dan membuat Rangga tersungkur di tanah.
Buug!!
Buug!!
Buug!!
Keduanya terlibat saling hantam, sekuat tenaga Rangga tetap terjaga dan membalas serangan musuh.
Di dalam mobil Yvone terus berderai air mata, dia bersumpah akan membuat dirinya jauh lebih kuat dari ini dan membalaskan dendam pada siapun yang melukai pria yang di cintainya.
Bruuum!!
Yvone semakin menekan pedal gas melaju mengikuti arah mapping yang sudah di tentukan.
Brrug!!
"HAHAHAHA!"
"MANUSIA LEMAH DAN SOMBONG SEPERTI MU MENCOBA BERMAIN DENGAN KAMI?!"
"NGACA WOY!!"
Rangga terjatuh di aspal dengan bersimbah darah yang keluar dari mulut dan hidungnya akibat pukulan yang terus diterimanya. Rangga masih tetap mencoba terjaga, rambutnya di tarik kasar menunjukan wajahnya yang telah berlumuran darah.
"Kemana wanita itu pergi HAH?!"
"Kita apakan dia Hyu?!" Tanya salah satu rekannya yang kini tengah memegang kepala Rangga.
Hyu hanya menyunggingkan senyumnya, dia telah memberi pesan pada rekan yang lain membawakan mereka kendaraan ganti serta melacak keberadaan Yvone.
Jika misi mereka gagal walaupun mereka saat ini tidak terluka saat kembali ke markas dipastikan mereka hanya tinggal nama. Tuan Wijaya tidak suka kegagalan. Yvone adalah kunci obat Wang yang akan di sempurnakan. Dengan antibody miliknya maka bisa di pastikan keberlangsungan obat wang pada tahap lanjutan akan segera di laksanakan.
Sleeb! Sleeb! Sleeb! Sleeb! Sleeb!
Brrrrrukkkk!!
Seluruh rekan Hyu yang berada di belakang kini terjatuh bersamaan, terkena timah panas yang di layangkan oleh anak buah Nina yang tak kalah banyak jumlahnya. Hanya dalam satu kali tembakan semua peluru bercokol tepat di jantung mereka.
Wajah Rangga terlepas dari cengkraman pria yang sedari tadi menghantamnya, pria itu kini tewas di sampingnya. Rangga membulatkan matanya.
Rangga mencoba bangkit melihat apa yang sebenarnya terjadi, dia berbalik badan alangkah speechless nya dia melihat Nina berjalan di tengah yang di belakangnya merupakan pengawal pribadinya dengan mengenakan seragam khas kesemuanya.
Dia seperti wanita superhero yang benar-benar nyata.
Sraaaak!!
Hyu berpikir cepat dia menjadikan Rangga sanderanya. Dengan menodongkan pistol di pelipis Rangga pria itu kini mengolok Nina.
"Aku tidak menyangka wanita hamil masih sempat untuk melakukan kejahatan?!"
Nina menyunggingkan senyum dinginnya tanpa bergeming dengan apa yang dilakukan musuhnya untuk menjatuhkan mentalnya. Nina kini memberi jarak dengan musuhnya sepanjang 2 meter.
"Kamu tinggal pilih mau di bunuh seperti apa?!"
"Dan siapkan kata terakhir mu!"
"HAHAHAHA!"
"JANGAN HARAP!"
"SEBELUM KALIAN MENARIK PISTOL KALIAN PELURUKU TELAH MENEMBUS KEPALA PRIA INI?!"
"Ok kamu telah memilih..."
"Pilihan yang bagus!!"
What?! Rangga terkesima dengan apa yang di lakukan Nina saat ini.
Hyu sedikit takut melihat wajah dingin dan datar Nina, dia pernah sekali melihat wajah Keenan saat Keenan menembak salah satu rekan terdekatnya. Dia seperti melihat Mr. K di diri Nina.
Sleeeb!
"Uuhhhuuk!!"
Hyu melepaskan senjatanya menekan dadanya yang terkena tembakan super cepat dengan batuk yang menyemburkan darah dari mulutnya. Entah siapa yang menembak karena Nina sendiri tidak memakai senjata apapun bahkan dia tengah bersedekap tangan di dadanya.
Rangga tidak ingin berkedip rasanya melihat peran yang tengah Nina mainkan. Rangga beringsut mundur segera meninggalkan musuhnya ke tepi.
"Beraninya kamu mencelakai orangku!"
"Membuatmu mati seketika terlalu mudah dan tidak menyenangkan!"
"Aku justru akan menyiksamu, dan membuat mu memohon untuk mati ketibang hidup!"
"Padahal aku baru melakukannya pada teman mu Sarah!"
"Mengapa kalian tidak melakukan improvement dalam teknik penyerangan?!"
DEEG!!
Seketika Hyu memegang lehernya yang tiba-tiba sesak. Nina menggerakan tangan di hadapannya. Mengeratkan genggaman kemudian melonggarkannya terus berulang mempermainkan beberapa partikel magnet yang telah menyebar di dalam tubub Hyu lewat selonsong peluru khusus berisikan butiran magnet yang akan di gunakan Nina dalam membunuh musuh dari dalam tubuhnya.
Rangga benar-benar tidak menyangka wanita yang dia kenal lemah lembut kini teelihat jauh lebih menakutkan dari apapun.
"Uuhhhkk!!!"
Bola mata Hyu membulat sempurna seolah akan keluar dari tempatnya. Urat lehernya jelas terlihat dengan warna kebiruan, darah mengalir deras dari hidung dan mulutnya.
Bruug!
Nina melepaskan genggamannya, Nina mendekati musuhnya lebih dekat untuk berkomunikasi yang terakhir kalinya.
"Beritahukan aku dimana laboratorium underground Huateng?!"
Hyuenampilkan gigi rapih yang sudah bercampur darah merah pekat mengejek Nina.
"Sampai aku mati sekalipun kalian tidak akan mengetahuinya!!"
"Sebentar lagi orangku tiba!"
"Aaaarrkk!!"
Hyu kembali memegang tenggorokannya yang kini dirasa semakin panas menyengat.
"Memohonlah!!!"
"Atau aku lebih baik langsung mengantarmu menuju raja neraka!"
"m i m p i... AAARRK!!" Kata terakhir Hyu sebelum akhirnya dia benar-benar kehabisan oksigen dan tewas di tempat.
Rangga menitikan air matanya, ini sungguh di luar batas. Sebuah kejahatan di balas kejahatan juga dia sebagai penegak hukum tidak mungkin menjebloskan Nina.
"Bereskan bukti, bawa Rangga ke klinik terdekat!" Titah Nina membalikan badannya.
"Kau mau kemana?!" Setengah berteriak Rangga bertanya pada satu-satunya wanita disana.
"Tentu saja menyelesaikan sisanya."
"Aku harus membantu Hanssel..."
"Tapi Karen..."
"Obati lah lukamu, setelah itu kamu pastikan mereka mengikutimu dan menemukan lokasi kalian."
"Ini baru setengah jalan Rangga!!"
"Pastikan mereka membawa Yvone tanpa perlawanan yang berarti seperti ini lagi..."
"Biarkan kami menemukan tempat persembunyian mereka."
DEG!
✲✲✲✲✲✲