Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 62 - I'm a Good Girl!



Apa yang akan di lakukan oleh Karennina?!


Mengapa dia datang saat ini?!


Nyonya Rossie tidak percaya bahwa pernikahan putranya terhenti karena ulah sekertarisnya. Dia berpikir bahwa Nina mulai terobsesi akan Hanssel seperti sekertaris pendahulunya. Alasan utama pergantian sekertaris Hanssel oleh ibunya adalah karena mereka selalu mencoba menjerat Hanssel.


Seperti yang sudah di ketahui Hanssel hanya akan bertahan berhubungan untuk waktu 1 bulan saja. Namun mereka akan melakukan segala cara agar Hanssel terjerat dengan mereka. Sungguh sangat merepotkan nyonya Rossie yang mementingkan kasta diatas segalanya.


"Apa benar ini anak Hanssel?!" Tanya Nina menatap perut Catherina tajam, memecahkan kegaduhan yang dia ciptakan setelah anak buahnya menghentikan gerakan para pengawal Adamson.


"Ten tu saja..." Dengan bergetar Catherina menjawab pertanyaan Nina.


Nina menyeringai dan menaikan sudut bibirnya. Hanssel tidak melakukan apapun, dia sudah mengira Nina pasti memiliki bukti bahwa Catherina menjebaknya. Hanssel menatap istrinya takjub.


Hanssel sudah memiliki rencana menghentikan pernikahannya, namun kedatangan Nina saat ini di luar ekspektasinya. Dia memberi tanda pada Farell agar rencananya di tunda sementara sampai Nina menyelesaikan bagiannya.


"Aku kembali mengingatkan mu."


"Jika kamu jujur mengenai kebenarannya, aku jamin kamu tidak akan merasa malu pada akhirnya!!"


"SIAPA KAMU BERANINYA MERUSAK PERNIKAHAN PUTRIKU!"


Tuan Lim mendekati Nina, Nina berputar berbalik melihat asal sumber suara. Nina mengedipkan matanya beberapa kali dengan sengaja setelah mendapat wajah tuan Lim dalam jarak dekat. Nina mengembangkan senyumnya, Keenan yang sudah mendapat apa yang di inginkannya ikut tersenyum dan mengisyaratkan sesuatu pada anak buahnya.


"Merusak?!"


"Harusnya anda tanyakan lebih dahulu pada putri anda dan pastikan dengan jelas benih siapa yang ada dalam perutnya!!"


"KAU LANCANG!!"


Dengan cepat Hanssel berlari menahan tangan tuan Lim yang sudah akan melayangkan tamparan pada istrinya.


"Kau yang sudah lancang pak tua!!"


"KAU!!"


Kebencian tuan Lim pada Hanssel bertambah berkali-kali lipat.


"HANSSEL!!" Pekik Nyonya Rossie mendekat.


"Well... Well... Well..."


"Jika kamu masih bersikeras tidak ingin mengakuinya maka...."


"Aku akan mencoba mengingatkanmu!!"


Nina berujar seperti Maleficent.


"Ka u mau apa?!!" Pekik Catherina gelisah.


Tik!


Nina menjentikan satu jarinya, kemudian layar hitam di belakang mereka menyala dan...


"Aarghh!!"


Suara wanita dalam video sudah di pastikan milik siapa. Mereka tengah beradegan panas! Namun Nina masih membuatnya terlihat blur pada gambar mereka.


"HENTIKAN!!"


"APA YANG KAMU LAKUKAN NINA!!!"


"KAMU SUNGGUH KURANG AJAR!!"


Makian nyonya Rossie menggema tidak kalah dengan suara wanita dalam video yang Nina suguhkan.


Riuh para pengunjung dengan opini mereka atas apa yang mereka saksikan terjadi di depan mata mereka. Beberapa kini sedang menutup mulut mereka, beberapa yang mulai merasa mual.


"CATHERINA!!" Maki ayahnya merasa malu saat video di perjelas tampilannya. Menampilkan Catherina tengah bermain dengan 3 pria sekaligus.


Wajah Catherina pucat pasi, dia menelan salivanya tubuhnya lemas dan merosot seketika. Sudah tidak bisa mengelak lagi wajahnya terpampang jelas disana.


"Astaga!!" Nyonya Rossie menutup mulutnya tidak percaya.


"KAU ULAR!!"


"AKU YAKIN INI RENCANA MU BUKAN!!!"


"INI SEMUA JEBAKANMU!!"


Tiba-tiba Catherina berdiri dan mencoba untuk mencelakai Nina. Beberapa pengawal tengah menahan tubuh Catherina, Hanssel menarik Nina di belakang tubuhnya bersiap melindungi istrinya.


Mendengar semua itu emosi Hanssel meledak dia menampar Catherina dengan kerasnya.


PLAAAAAAAK!!


Semua orang tidak percaya apa yang terjadi saat ini.


"Bukankah pengantinnya adalah Catherina?!" Bisik salah seorang tamu.


"Kamu ga lihat sedari awal Hanssel tidak menunjukan ketertarikan bahkan seperti tertekan!!"


"Bener!! Tadi dia aja gak nyambut uluran tangan si cewe!!"


"Udah jelas sih kalo semua jebakan si Catherina yang ngebet pengen dinikahin pewaris Adamson jalur hamil duluan!!"


"Hahaha!!"


"Taunya dia hamil entah benih dari siapa?!"


"Lawan mainnya tiga lagi!!!"


"Dih!!"


"Saya yakin tuan Lim malu ampe tujuh turunan!!"


Tujuan Nina tercapai dia mengulumkan senyumnya.


Flash back on.


Hari dimana dia mengambil laptop di mobil Hanssel, dia tidak sengaja bertemu dengan Catherina berbincang dengan satu anggota kelompok yang di sewa untuk menjebak dirinya. Dengan peralatan canggih miliknya siapa yang menyangka semua itu direkam sangat jelas oleh Nina pada saat itu.


Keduanya mengisyaratkan untuk keluar dari gedung perkantoran dan berdiskusi di sebuah Cafe yang tidak cukup terkenal. Namun dengan alat pengintai milik Nina dia masih bisa mendapatkan rekamannya dengan jelas.


Dimana hari yang telah di perhitungkan Catherina, Nina telah lebih dulu melakukan pencegahan. Gelas yang di berikan obat sudah di tukar kembali oleh anak buahnya. Sehingga walaupun Nina meminumnya dia tidak akan pingsan. Semua hanya pura-pura.


Sebelumnya dia juga meretas sistem keamanan hotel sehingga anak buahnya leluasa untuk mendatanginya. Saat Catherina hendak membuka kunci pintu kamar, Nina terbangun dan menembakkan peluru setipis jarum membuat mereka pingsan bersamaan.


Nina menyuruh seluruh anak buah yang terlibat mempersiapkan pertunjukan besar. Hal itu tentu ternyata sangat berguna saat ini. Sebelumnya Nina mengambil berkas milik Catherina Lim dan keluarga besarnya di bank data informasi XK. Catherina memiliki jejak yang sangat buruk, bahkan terdaftar pernah menikah namun kemudian cerai. Belum lagi tindakan aborsi yang di lakukan Catherina setahun sebelumnya. Semua itu membuat Nina yakin, tidak perlu bertindak lembut pada wanita itu.


Nina juga lupa mengambil alat pengintainya yang dia selipkan di salah satu sudut tas Catherina. Saat akan mengontrol lebah buatannya untuk kembali dia tidak sengaja juga melihat adegan panas Catherina dan Charlie. Sejak itulah dia tidak terima bahwa Hanssel harus menikah dengan wanita kotor seperti Catherina.


Hari dimana keluarga Lim menyuruh Catherina menjebak Hanssel. Nina sudah lebih dulu meretas sistem keamanan apartemen. Dia memasuki kamar apartemen Catherina, dia mengganti dupa yang berfungsi sebagai obat Afrodisiak dengan dupa biasa. Saat mereka masuk Nina kembali menembakan jarum penenang agar keduanya pingsan.


Nina tidak mungkin mengijinkan prianya bermain dengan wanita kotor seperti Catherina. Alasan mengapa keduanya tidak ingat sama sekali dengan kejadian yang menimpa mereka sebelumnya.


"Aku minta maaf sayaaaang..."


"Kita akan memancing ikan besar, kita harus berkorban sebentar saja!!"


Nina berbisik lirih pada Hanssel setelah melepas pakaiannya dan juga pakaian yang di kenakan Catherina. Nina menumpahkan air matanya saat harus membuat Catherina dalam dekapan suaminya.


"Sungguh sulit bekerja menggunakan perasaan!!!"


Nina meninggalkan apartemen itu masih dengan perasaan campur aduk. Terlebih karena kehamilannya dia menjadi sangat sensitif.


Flash back off.


Semua desas desus di belakang mereka terdengar di telinga tuan Lim. Tanpa di duga dia mengeluarkan senjata berjenis senapan laras pendek.


KRAAAAK!!


"Aaaaaa!!!"


Pekikan dari para pengunjung yang merasa keadaan menjadi tidak kondusif bahkan sangat berbahaya kini mendominasi ruangan.


"KAU SANGAT LANCANG MEMPERMALUKAN KELUARGA KAMI!!"


Tuan Lim mengarahkan senjatanya pada Nina. Hanssel membulatkan kedua matanya. Karena emosinya dia bergerak menjauhi Nina demi menampar Catherina. Jika dia bergerak sekarang dia khawatir tuan Lim menyadarinya dan menarik pematik senjata Glock Meyer itu mengenai istrinya.


Nina tidak bergeming atau merasa takut sama sekali. Rangga yang sudah berdiri menunggu waktu yang tepat untuk menghentikan pria paruh baya itu. Sedangkan Keenan dia justru tengah duduk santai melihat pertunjukan.


Mengapa tuan Lim membawa senjata tajam ke pesta pernikahan?!


Nyonya Rossie menatap tidak percaya pada calon besannya yang kini membuatnya kecewa.


DOR!!!


✲✲✲✲✲✲