
Keenan tengah berada di salah satu hotel ternama di Negara kelahirannya. Dia sudah membuat janji temu dengan seseorang yang nantinya akan menjadi prioritas pekerjaannya.
"Kau lambat!" Sungut Keenan pada Hanssel yang tengah terengah di hadapan Keenan yang tengah memainkan gadgetnya.
"Ampun kak, aku sudah mencari jalan tercepat."
"Orangnya datang!"
"Cepat!!"
"Nanii??!!" Hanssel mendengus kesal, dia seperti di kejar malaikat maut rasanya.
"Orang apa? Cepat kemana?!" Tanya Hanssel kebingungan.
"Selamat sore tuan Hanssel..." Sapa ramah seorang wanita yang dari suaranya sudah tidak asing di telinga Hanssel.
Hanssel memposisikan dirinya menghadap asal suara.
"Oh sore nona Luna..."
Hanssel dan Keenan berdiri menyambut kedatangan putri kesayangan tuan nya.
"Maaf ya saya sedikit terlambat..."
"Tidak masalah..."
Nona ketiga di dampingi asistennya, kemudian Keenan menyusuri setiap sudut ruangan dengan lensa kontaknya lokasi mereka aman.
Hanssel sendiri bingung harus berbuat apa saat ini, karena semua tidak ada di jadwal kerjanya.
"Perkenalkan saya asisten baru tuan Hanssel." Keenan mengulurkan tangannya memberi perkenalan.
What the fuuuucckk!!!
Hanssel tengah berkeringat dingin, bagaimana bisa kakak killernya menjadi asisten dia? menyuruh sesuatu padanya apa tidak setelahnya dia di tembak di tempat.
Sungguh ujian paling berat dalam hidup ku saat nyawa selalu berada di ujung tanduk demi restu mencintai perempuan yang aku cintai seumur hidup ini huhu.
Hanssel kembali profesional, mereka berempat kemudian duduk dan langsung membahas proposal bisnis yang telah di ajukan Adamson pada Lunarian mengenai pekerjaan kontruksi hotel di kota B.
"Oke, saya setuju dengan rancangan anda."
"Masalah biaya serahkan pada asisten saya agar bisa di kaji ulang."
"Mengenai bahan baku, saya tidak ingin mengambil dari tuan Long!"
Hanssel dan Keenan sedikit terkejut. Pasalnya keduanya sudah terbiasa memilih bekerja sama dengan tuan Long, salah satu supplier bahan baku terbaik saat ini.
"Lantas apa anda memiliki rekomendasi?!"
"Ya..."
"Saya ingin semua barang ini di datangkan dari Huateng!!"
DEG!!!!
Tanpa keraguan sedikitpun nona ketiganya meminta musuh bebuyutan papanya yang mengambil alih sebagian kerja sama mereka.
Apa nona Luna ada maksud tersembunyi?
Keenan menekan jam tangannya mengaktifkan laba-laba miliknya dan menempel di tas milik wanita di depan mereka.
"Ini kartu nama CEO mereka, kalian bisa langsung berhubungan!"
"Oh iya, jangan pernah katakan ini untuk proyek Lunarian."
"Setelah kontrak selesai di eksekusi, nama Lunarian akan di samarkan menjadi Adamson sepenuhnya."
DEG!!
"Maaf nona saya lancang, apa anda memiliki tujuan lain dengan menjadi kan kami perantara urusan bisnis kalian?!" Dengan hati-hati Hanssel tidak sabar bertanya mengenai kejanggalan di bisnisnya kali ini.
Untuk pertama kalinya juga Hanssel merendahkan dirinya, biasanya dia akan mencoba mendominasi namun kali ini dia memiliki tujuan terikat dengan putri yang di tugaskan founder XK untuk terus mengawasinya hampir 24/7 dalam beberapa bulan terakhir.
"Huh!"
"Jika kalian tidak bisa maka dengan ini saya berhak membatalkan kerja sama dengan Adamson Group!"
"Mengenai wan prestasi silahkan kalian ajukan banding!"
"Saya terima!"
"Tapi saya yakin anda tidak akan memounyai kesempatan mengajukannya."
Tanpa basa-basi nona ketiganya berdiri dan meninggalkan keduanya yang masih tercengang, tidak pernah ada dalam bayangan keduanya wanita yang terlihat lembut di awal kini tampak begitu dingin sama seperti ayahnya.
"Tunggu nona!!"
"Kami bersedia!!"
Dengan setengah berteriak Hanssel berdiri dari tempatnya dan menghampiri wanita yang hampir meninggalkan tempat pertemuan mereka. Wanita itu berbalik sejenak dengan senyum tipis menghias di wajahnya.
"Good!"
"Senang berbisnis dengan anda!!"
Wanita itu kemudian kembali berjalan dengan anggun meninggalkan ruangan.
"Tuan, berikutnya kita hanya akan berkomunikasi via email."
"Tidak ada pertemuan kedepannya."
"Jika ada hal mendesak kita hanya akan melakukan telekonferensi."
Asisten Lunarian tengah memberikan Hanssel kartu namanya. Hanssel mengangguk tanda mengerti kemudian wanita itu bergegas pergi.
"Kak?!" Hanssel berbalik badan dan bertanya pada kakak iparnya untuk langkah selanjutnya.
"Kau ikuti saja permainannya!"
Keenan melangkah pergi di ikuti beberapa anak buahnya yang tadi menyamar menjadi pengunjung.
"Huh!!"
Hanssel bergegas mengikuti kakak iparnya.
***
"Luna berada di Negara S tuan.."
"Bagus, kamu siapkan dosis ketiga!"
"Kalian sudah gagal sekali di Jakarta karena ulah anak buah Keenan!!"
"Jika kali ini gagal kembali, persiapkan harakiri kalian!!" Tukas tuannya dengan suara datar namun penuh aura mematikan.
"Diaz telah menerimanya minggu lalu jika Luna tidak mendapatkannya minggu ini maka jika terjadi sesuatu dengan putraku aku akan mengubur kalian bersamanya!!"
Para pengawalnya menunduk menerima perintah, dengan perasaan campur aduk tentu saja.
"Lee..."
"Iya tuan.."
"Bagaimana keadaan Diaz.."
"Stabil tuan..."
"Apa anda tidak merasa bahwa hukuman anda terlalu berat!"
Asisten Lee selalu tidak habis pikir dengan jalan pikiran tuannya yang selalu menyiksa anaknya bahkan hampir melayangkan nyawanya.
"Itu jauh lebih baik!"
"Rasa takut akan membuatnya mau untuk berjuang bertahan hidup."
"Dia tidak akan bertahan dalam 3 bulan ini."
"Jantungnya akan melemah..."
"Dia butuh darah Luna secepatnya!!"
Asistennya terdiam, sejujurnya hanya dia yang tahu alasan utama kekejaman Wijaya tentu saja terletak pada anak semata wayangnya yang memiliki penyakit langka yang diwariskan dari ibunya. Umurnya telah di prediksi, namun dengan keahlian alkimia ayahnya beliau meracik sedemikian rupa obat-obatan agar putranya tetap bertahan.
Saat putranya mengenalkan seseorang yang dikatakannya semangat hidup dan nyawanya. Cinta pertama dan terakhirnya betapa terkejutnya saat di telusuri bahwa gadis itu putri dari musuh bebuyutannya. Dia tidak merestuinya tentu saja, namun suatu kejadian membuat dia memiliki ide gila untuk menolong putranya dengan meracik obat dari antibody yang berada di aliran darah kekasihnya.
Demi menghindari gagalnya pengobatan putranya dia membaginya menjadi beberapa step dimulai dari dosis rrendah yang sudah dia berikan dua tahun lalu yang ternyata hanya membuat putranya bertahan setengah tahun saja, kemudian dia mencoba dengan dosis kedua yang sudah dia lakukan akhir tahun lalu dan kini gejala penyakit putranya kembali muncul itu artinya dosisnya masih harus di tambah.
Saat ini adalah penentuan dengan dosis tertinggi. Biasanya dia berikan di waktu bersamaan namun kali ini gagal karena ulah Keenan yang tak lain adalah anak buah musuhnya.
Masa berlaku serum itu hanya tiga minggu. Dalam tiga minggu ini dia tengah memburu gadis yang bisa mempertahankan kehidupan putranya. Dengan begini sudah jelas dia akan mengerahkan seluruh anak buahnya bertarung dengan anak buah dari pihak gadis itu.
Wijaya tengah merencanakan menjebak anak buah kesayangan Wira.
"Hahaha!"
"Kau tahu Lee, aku paling suka saat seseorang jatuh cinta saat itu kelemahannya terbuka lebaaar!!"
"Menurut beberapa informan Keenan selalu menemui gadis ini!"
"Cari gadis itu dan lemparkan mayatnya pada Keenan!!"
"Baik tuan..."
"Tidak hanya gadis itu, tapi juga adik kesayangannya yang telah membunuh salah satu anak buah terbaik ku!"
"Buat dia kehilangan bayinya!"
"Itung-itung membayar nyawa Sarah!"
"Baik tuan saya akan mengkoordinasikan dengan Don dan Harv."
"HAHAHAHAHAHA!!"
✲✲✲✲✲✲