
"Sudah kenyang nangisnya?"
Keenan terus mengusap rambut dan punggung kekasihnya dengan lembut, yang masih terisak di dalam dekapannya.
"Kamu nangis terus aku tinggal loh!"
"Bukannya nenangin malah ngajak baku hantam!!"
Keenan tertawa "Apa kamu mau menjadi Nyonya Keenan cutie?"
Keenan kembali menjatuhkan tubuh Farah di ranjang. Farah memberikan senyuman terbaiknya dan mengangguk dengan antusias dia menyeka kedua netranya yang masih basah.
Keenan meraih kedua tangan Farah dan menciumnya.
Aduduuu diabetes diabetes dah gue!!
"I love you cutie..."
"Love you too my husband!"
"Aku sungguh tidak menyangka kakak benar-benar jatuh hati padaku?"
"Sejak kapan?"
Farah masih di dera penasaran luas biasa, dia tidak percaya kutub utaranya menjatuhkan gletsernya yang kini tengah membanjiri hatinya yang sempat tandus karena penolakan yang menyakitkan tempo hari.
"Mungkin saat kamu menari di atas tubuh ku..." Canda Keenan menyentuh hidung Farah.
"Bangsaat!" Farah mengacungkan jari tengahnya.
"Kamu sudah terkontaminasi sama Karen Hah?!"
"Hihi maaf sayaaang..."
Farah kembali memeluk tubuh kekasihnya "Itachi said that People lives don't end when they die. It ends when they lose hope!"
"And Hinata taught me... That love is worth fighting for!"
"But the most important thing is no matter what happens in your life... NEVER GIVE UP and BELIEVE IT as Naruto said!!"
Farah berujar dengan semangat menggebu bahkan tengah menaikan satu tangannya dengan kepalan tangannya seperti siap berperang.
"Hah?" Keenan hanya merespon dengan mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang di ucapkan kekasihnya.
"Ah sudah lah!"
"Aku sedang bermonolog!!"
Farah mengerucutkan bibirnya, dengan bersedekap tangan di dadanya. Keenan sangat gemas dengan tingkahnya dia memainkan hidung mancungnya di hidung Farah. Farah terbelalak dengan tingkah Keenan yang unbelievable.
"Aku selalu berpikir bahwa menggapaimu bagai memetik bintang di langit tertinggi yang sangat sulit ku gapai."
"Tapi aku sempat bersemangat bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin sampai...."
Farah menghentikan ucapannya, dia memegang perutnya. Maafkan ibu nak, belum saatnya kamu mengambil peran ini. Entah mengapa ibu selalu takut... Takut jika dia tidak menginginkan mu dan berakhir memisahkan kita seperti yang sudah dia lakukan sebelumnya.
Jika ibu harus memilih, ibu akan memilih mu yang sedari awal tidak pernah meninggalkan ibu di waktu terpuruk.
Farah masih mengingat jelas, dua kali Keenan mencoba membuatnya meminum obat kontrasepsi agar dia tidak hamil dengan alasan itu Farah berkeyakinan bahwa Keenan tidak seperti kebanyakan pemeran CEO di novel fiktif yang sering dia baca.
Terlebih, jika dia tahu ibu mengandungmu aku yakin ini akan membebani pekerjaannya. Kita bantu ayahmu sebentar oke... Setidaknya dia sudah memberikan janji untuk menikahi ibu kelak!
"Sampai aku benar-benar kalah oleh mu bocah!" Ucapan Keenan membuyarkan lamunan Farah.
Farah melengkungkan senyumannya dia sungguh bahagia. Terima kasih tuhan... Senjata terbaik saat putus asa memang hanya doa!
***
Triing!
"Selamat siang tuan..."
"Apa ada yang bisa saya bantu?!"
Farah mendekat pada customer yang datang. Farah menyelidik dia berpikir bahwa pria ini sepertinya bukan pria biasa saja. Dari gaya berpakaian bahkan wangi yang menyeruak di penciuman Farah yang membuat tubuhnya meremang.
"Aku mencari bunga untuk kekasihku.."
"Wow.. Anda pasti memiliki sifat yang sangat romantis."
"Tidak banyak pria saat ini menggunakan bunga untuk menggaet wanitanya."
"Soalnya kebanyakan wanita sekarang lebih menyukai bunga bank!"
Si pria menatap keheranan dengan penjelasan berlebihan Farah namun masih memberi respon kekehan yang tampan.
"Ah maafkan aku terlalu banyak berbicara!"
"Jadi bunga jenis apa yang anda inginkan?"
"Atau anda sudah tahu bunga yang di sukai pasangan anda?"
Si pria terdiam dia mengambil satu tangkai bunga mawar putih dengan mata berkaca. Farah dibuat tidak mengerti dengan customernya kali ini.
"Anda ingin saya rangkaikan bunga mawar putih?" Tanya Farah.
"Kekasihku menyukai mawar putih, dia bilang putih itu selalu menandakan tentang spiritual dan seputih janji yang akan selalu terpatri di dalam hati."
"Tapi aku baru menyadari bahwa dibalik warna putih yang indah dari mawar ini terselip makna lain."
"Bunga mawar putih juga diartikan sebagai hati yang tidak memiliki cinta dan melambangkan momen yang paling suram."
Farah terpaku dengan ucapan si pria, Apa dia sedang patah hati? Sayang sekali padahal dia terlihat tampan dan lembut.
"Buatkan aku satu buket mawat merah di dalam dan putih di luar."
"Baik tuan..."
Farah ingin sekali bertanya alasannya namun dia lebih baik bergegas sebelum pelanggannya tidak menyukainya.
"Seperti ini tuan?"
Farah telah selesai merangkai satu buket bunga besar yang indah.
"Iya..."
"Apa anda mau memberikannya kartu ucapan?"
"Free tuan" Farah melengkungkan senyuman.
"Boleh deh..."
"Happy birthday peri cintaku Naluna Maharani..." Ucapnya kemudian.
Farah memberi respon terharu dengan puppy eyesnya
"Wah saya sangat iri dengan nona Naluna."
"Anda sangat romantis..."
"Hahaha, bukankah percintaan mu juga sangat meriah?"
"Eh?" Farah terdiam sejenak.
"Tanda cinta kekasihmu kurang besar di leher mu!"
"Haha!"
Farah menunduk malu dengan pernyataan pelanggannya dan menutup lehernya yang terdapat Kissmark. Keenan sialan!! Ini gara-gara dia selalu memakanku tanpa ampun.
Triiingg!
"Sayaaang..."
"Kamu disini ternyata aku ditinggal lama!!"
Farah menatap wanita cantik yang baru saja memasuki tokonya.
"Sorry sweatheart..."
"Kamu jahat!"
Si pria merangkul kekasihnya dan mencium bibirnya tanpa malu walau disana masih ada Farah.
Uhuuuy siaran langsung katakan cinta!!!
"Sayaang kamu nakal, ada orang tau!!" Rutuk si wanita cantik yang Farah perkirakan bernama Naluna.
"Oh tenang nona saya sudah terbiasa menjadi obat nyamuk oleh teman lucnut ku!"
Keduanya terkekeh, Farah menyerahkan buket mawar yang sudah selesai dia selipkan dengan kartu ucapan.
"Sayaaang... Happy birthday!"
Si pria telah bersimpuh di bawah tubuh wanitanya menyerahkan bunga dan membuka kotak kecil yang berisi cincin. Farah membuka mulutnya lebar, tidak menyangka tokonya akan di jadikan tempat bersejarah bagi kedua pasangan di depannya.
Cowok gue manaaa... Gue mesti ngasih liat dia biar dia belajar gimana jadi cowok romantis!!
Farah berlalu menyambar ponselnya dan tanpa disadari keduanya Farah membuat video singkat karena adegan selanjutnya adalah keduanya kembali bertautan mesra. Setelah kepergian kedua orang yang melakukan pertunjukan yang membuat hati Farah memanas kali ini datang satu pria dengan jas seperti saat anak buah kekasihnya datang.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"
Farah kembali menghampiri pelanggan barunya.
"Katakan apa tadi wanita dan pria ini disini?!"
Deg!
Tiba-tiba perasaan Farah tidak nyaman, melihat tampilan si pria yang seperti salah satu anggota satgas eh salah seperti anggota FBI tiba-tiba datang hanya untuk bertanya. Farah bingung apa yang harus dia katakan sejujurnya.
"Aduh, maaf saya tidak ingat..."
"Karena tadi toko saya ramai jadi saya tidak begitu memperhatikan."
Si pria menatap tajam ke arah Farah, Farah menelan salivanya tubuhnya bergetar hebat. Dia kembali di landa ketakutan yang besar. Namun nasibnya sungguh beruntung ada salah satu pelanggan yang datang berkunjung, si pria dengan topi yang menutupi wajahnya memasuki toko dengan berjalan menyelidik di deretan bunga-bunga yang terpajang.
"Maaf, saya sungguh tidak ingat dan disini tidak ada kamera pengawas jadi saya tidak bisa menunjukan pada anda."
"Kalau begitu saya permisi..."
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?"
Farah segera berpindah menuju pelanggan yang baru saja datang, dengan perasaan masih ketakutan Farah berbicara ramah pada si pria.
Pria berseragam masih menyelidik sejenak di toko Farah. Farah berusaha sebiasa mungkin walau sejujurnya di ketakutan luar biasa. Kemudian dia keluar begitu saja dengan tatapan menakutkan Farah. Si pria yang baru datang memicingkan matanya ke arah pria yang keluar tanpa sepengetahun yang lainnya.
"Anda mencari bunga seperti apa?" Tanya Farah ramah seperti biasa.
Si pria mengulumkan senyumnya "Bunga seperti kamu..."
Farah terbelalak menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan kedua tangannya. Keenan semakin mendekat dan memeluk kekasihnya.
✲✲✲✲✲✲