Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 101 - May be I Missing You




Satu setengah jam perjalanan dari ibu kota ke Negara B. Disana Keenan sudah di sambut oleh beberapa anak buahnya yang memang sengaja dia utus lebih dulu untuk mengendalikan situasi dan kondisi di Negara itu sebelum dia kemari.


Keenan juga sudah membeli properti baru yang akan di huninya saat ini. Semuanya sudah di persiapkan dengan baik oleh anak buahnya dari mulai sistem keamanan, kenyamanan serta kemudahan tuan besar mereka.


Sebelumnya Keenan mencari seseorang yang perawakannya sangat mirip dengan dirinya yang akan mengecoh pihak musuh. Dia menempatkannya di ibu kota. Dengan begitu pihak musuh tidak mengetahui dirinya berada di Negara B saat ini.


Dia bahkan menambahkan anak buah untuk menjaga adik dan keluarga besarnya di Negara S. Wijaya semakin terang-terangan menargetkan dirinya.


Keenan telah sampai di Villa Luxury miliknya. Dia mengumpulkan seluruh anak buahnya di aula pertemuan.


"Mulai saat ini yang mengikutiku disini bertugas melayaniku!"


"Aku hanya akan berada di rumah ini jika tidak dalam mode penyamaran."


"Aku akan berubah identitas menjadi Attha."


"Apa mansion kecil ku sudah disiapkan dengan baik?!"


"Sudah tuan, sistem keamanan mansion bahkan seluruh gedung sudah kita sadap. Kita bisa mengaksesnya tanpa batas."


"Bagus, aku perlu tahu siapa yang berada di sekeliling tempat itu."


"Sudah tuan..."


"Ini data yang anda perlukan."


"Setiap lantai hanya ada 10 rumah sewa, dan di lantai anda hanya terisi 8 unit 2 sisanya kosong."


"Beli ke dua tempat itu dan kalian tempati!"


"Baik tuan."


"Ok, cukup jelas semua kalian berpakaian seperti warga sipil biasa jangan membuat orang mencurigai kalian."


"Sekarang bubarlah!"


"Baik tuan..."


Semua anggotanya serentak menjawab dan bubar, kecuali asisten khususnya.


"Sam..."


"Siapkan aku mobil biasa saja."


"Sudah terparkir di depan tuan."


Keenan tersenyum, "Sam, aku selalu menganggap kamu saudaraku!"


"Kau selalu tahu apa yang aku butuhkan!"


"Terima kasih!"


Sam terpaku dan terharu atas ucapan yang jarang tuannya lontarkan selama ini. Dengan tersipu Sam menunduk menjawab dengan ucapan yang serupa.


"Saya yang berterima kasih pada anda tuan!"


"Anda selalu mempercayai saya..."


"Heh!" Keenan menepuk bahu Sam.


"Aku ingin menghirup udara segar."


"Jangan mencariku jika bukan hal yang mendesak."


"Baik tuan muda."


Keenan bergegas menuju kendaraannya dan melaju memecah jalanan sepi dari Villanya menuju tempat yang akan mempertemukan dia dengan pujaan hatinya saat ini.


Hati Keenan sungguh berdebar, ini pertama kalinya dia akan mengajak kencan wanitanya.


"Apa Farah masih marah padaku?!"


"Bagaimana jika dia menolak ku?!"


"Kau menolak ku aku akan tetap memaksa!"


"Haha!!"


Keenan tengah bermonolog dengan terus mengembangkan senyumnya, dia menggigit genggaman tangannya gemas membayangkan betapa berisiknya Farah jika dia di sampingnya, dia juga membayangkan suara lenguhan dan tatapan sayu wanitanya saat berada di bawah tubuhnya.


"Oh sh*it!!" Keenan memekik frustasi.


Dia segera melajukan mobilnya tidak sabar.


Di sebuah toko bunga Farah tengah mengantar kepergian customernya.


"Terima kasih banyak..."


"Selamat datang kembali..."


Farah membungkuk dan kedua orang yang telah membeli buket mawarnya membuka pintu berbarengan dengan seseorang yang datang mengenakan topi menutupi sebagian wajahnya. Farah tidak memperhatikannya. Dia kembali sibuk merapikan tokonya mengingat sudah waktunya dia tutup dan pulang ke rumahnya.


"Hari ini cukup menyenangkan..."


"Toko ku selalu ramaaai!"


"Hoho!"


Seperti biasa Farah akan berbicara dengan riang penuh semangat. Tanpa dia sadari seseorang telah berdiri dibelakang dirinya dan menahan tawanya.


"Ppfft!"


Farah membulatkan bola matanya, dia terdiam merinding. Dia berpikir dia tengah didatangi hantu. Dengan perlahan dan mata yang di tutup erat dia membalikan tubuhnya. Keenan sungguh gemas dengan tingkah gadis kesayangannya.


"Buump!" Ujar Keenan usil.


"Aaaappp!!" Farah berteriak dan membuka matanya.


Mulut Farah ditutup oleh satu tangkai mawar merah yang merekah. Keenan tengah tersenyum tampan menatap dirinya. Seketika Farah terdiam tidak bersuara bahkan berusaha tidak berkedip atau tidak bernafas!


DEMI NARUTO MENJADI HOKAGE SELANJUTNYA DEMI APA LELAKI DI DEPAN MATA GUE INI HALUSIN NASI APA HALUSINASI!


Farah tiba-tiba mendadak bego, dia bermonolog tanpa tahu arti dalam benaknya. Dia bingung harus memberikan respon apa saat ini.


OK GUYS KITA VOTE JAWABAN YANG BENAR KALO RAME LANJUT PART DUA!


Di situasi saat ini jiwa dan kewarasan Farah meninggalkan raganya dan sibuk dengan asumsi dan mempersiapkan jawaban respon yang tepat. Keenan sudah semakin dekat padanya.


"Kenapa kamu diam saja sayang!"


WHAT THE ABCDEFGHILOVEYOU!!


Farah hanya mampu membulatkan kembali matanya dengan ucapan kemustahilan yang di lontarkan kakak sepupunya. Keenan tersenyum tampan membuat Farah tiba-tiba menitikan air matanya tanpa sebab. Keenan terpaku dia segera menarik tengkuk leher gadisnya dan mencium bibir mungil Farah yang membuatnya frustasi selama berminggu-minggu kebelakang.


Farah menutup matanya perlahan, kedua tangannya yang tadinya lemas kini melingkar di leher prianya. Salah satu tangan Keenan semakin mendorong tubuh Farah mendekati tubuhnya. Sedangkan tangan yang lain terus membelai leher jenjang Farah.


Wajah mereka berpindah dari kiri ke kanan dan sebaliknya mencari titik kenyamanan dalam permainan lidah mereka yang sudah saling membelit dan menyesap. Keenan semakin tersulutkan hasratnya dia mendorong tubuh Farah menuntunnya hingga batas meja kasir milik kekasihnya.


Brug!


Keenan menjatuhkan tubuh Farah di meja, jakun pria itu naik dan turun dia juga menelan salivanya berkali-kali dengan nafas yang masih memburu dan tatapan nyalang menginginkan.


"Kak..." Rintih Farah saat tangan Keenan menyapu permukaan kulit paha gadisnya.


"Aku merindukanmu sayaaang..."


"May I?!"


Keenan kembali mencium bibir Farah dengan rakusnya.


Eh tunggu!


"Kak!!"


Farah mendorong tubuh Keenan dari atasnya. Dia menatap pintu dan melihat tanda OPEN mengarah padanya. Berarti sedari tadi Keenan telah menunjukan bahwa toko ini tutup.


Keenan terkekeh dengan tingkah Farah. Farah mengatupkan bibirnya erat dan menundukan wajahnya malu. Farah seketika tersadar kancing terusannya telah terbuka menunjukan belahan dada mulusnya dia segera menyilangkan tangannya di depan.


"Datang-datang bikin rusuh aja!" Rutuk Farah berdiri dan membenarkan pakaiannya yang tersingkap.


Keenan kembali menarik kedua tangan Farah dan mendekapnya erat.


"Aku merindukanmu..."


"Sangat merindukanmu..."


"Aku sungguh telah gila!"


"Gila terus memikirkan dirimu dalam benak ku!"


"Kau sungguh seperti hantu Farah Lee!!"


Keenan mencium erat leher Farah kembali membuat tubuh Farah meremang seketika.


"Kak..." Rintih Farah mencoba mendorong tubuh Keenan.


"Jangan disini ya..." Lirihnya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Keenan.


"Lalu kamu mau kemana?! Keenan mengangkat dagu wanitanya dan kembali menyesap bibir yang sudah membengkak itu.


Keenan melepaskan tautan mereka.


"Bagaimana jika aku ingin kehatimu?!" Canda Farah menggombal dengan menunjukan jari telunjuk tepat di jantung Keenan.


"Baiklah sayang..." Keenan menarik jemari lentik Farah dan menciumi telapak tangan wanitanya.


Farah kembali terpukau dia menelan salivanya.


"Kakak, apa kakak tertembak di bagian kepala?!"


"Hah?!"


✲✲✲✲✲✲