
"Faraaah!"
"Ibu..."
Mata Nyonya Lee memerah, dia tidak menyangka menemukan putrinya saat dia sendiri akan berbelanja.
Plaaaak!
"Beraninya kamu membohongi ibu!!"
Emosi nyonya Lee sudah tidak terbendung lagi, baru saja dia menghubungi putrinya dan putrinya membohonginya.
Rencananya hari ini dia ingin mengajak Farah berbelanja dan jalan-jalan. Entah mengapa perasaannya sangat tidak nyaman selalu bermimpi kejadian yang aneh dan selalu tentang putrinya.
Semenjak beberapa pekan Farah tidak pulang dia mengatakan menyewa kamar agar lebih dekat dengan tempat dia bekerja, awalnya nyonya Lee tidak mempermasalahkannya, namun sudah dua pekan Farah tidak berkunjung ke rumahnya.
Dia sangat khawatir, setiap kali menyuruh anaknya untuk pulang, Farah pasti memiliki jawaban untuk mengelak dan tidak pernah lagi menemuinya langsung. Farah hanya akan melakukan video call.
"PULANG SEKARANG!!"
Nyonya Lee menyeret tangan Farah dan membawanya pulang ke kediaman mereka yang jaraknya memang lebih jauh dari perkotaan.
Di dalam rumah nyonya Lee tengah berteriak frustasi.
"JELASKAN PADA IBU FARAH!!"
"KAMU HAMIL HAH?!"
Farah telah berderai air mata, dia menggenggam erat bajunya. Perut yang tidak bisa dia sembunyikan lagi tentu saja membuat ibunya menyadari langsung akan kehamilannya.
"Maafkaan Faraaah ibuu..."
"KAAAAU!!!"
"Kurang apa aku mendidik mu Faraaah!!!"
"Siapa pria itu?!"
"Apa sekarang dia kabur dan tidak mau bertanggung jawab hah?!"
"Satu lagi, kamu meninggalkan keluarga Kaviandra karena hal ini hah?!"
Farah semakin menunduk, dia terus menggelengkan kepalanya dengan isak tangisnya yang semakin kencang. Dia belum bisa mengatakan jika ayah dari bayinya adalah anak tertua dari keluarga Kaviandra.
"Faraah...."
Ibunya menghambur memeluknya erat, mereka menangis bersamaan. Farah semakin meraung di dalam dekapan ibunya.
"Ma a f kan Fa r ah I bu..."
"Sudah lah nak..."
"Ibu kecewa, kenapa kamu menutupi semuanya dari ibu!!"
"Betapa beratnya hamil dalam usia muda..."
"Dan kamu menutupi semuanya sendiri!!"
Farah terus saja menangis, dia tidak tahu harus sedih atau senang atas terbongkar kehamilannya di depan ibunya. Nyonya Lee membiarkan Farah menangis dengan puas. Nyonya Lee juga merasa berdosa tidak pernah ingin lebih dekat dengan putrinya, dia bahkan tidak pernah tau jika putrinya mengalami masalah atau tidak. Nyonya Lee hanya tahu bahwa Farah selalu berbahagia terlebih didikan dan perhatian keluarga Kaviandra terhadap Farah sudah cukup meyakinkan Nyonya Lee dia baik-baik saja.
Farah telah merasa lebih baik, dia melonggarkan pelukan ibunya dan duduk dengan tegap. Ibunyaenghapus bulur bening di kedua netra indah milik putrinya. Putrinya yang paling cantik yang menjadi kebanggaannya.
"Jika kamu belum mau mengatalannya sekarang tidak masalah."
"Yang terpenting, kamu dan bayimu baik-baik saja."
Nyonya Lee mengusap lembut perut Farah, dia sangat yakin bahwa kemungkinan terbesar Farah adalah korban pemerkosaan. Dia yakin putrinya sangat tau norma dan tidak mungkin melakukan hal hina itu sebelum adanya pernikahan.
"Terima kasih ibu..."
"Maaf, Farah benar-benar mengecewakan ibu dan keluarga Kaviandra."
"Apa nona Karen tahu?!"
"Tidak, aku pulang karena tidak ingin dia tahu."
"Dia sangat menyayangi ku seperti adiknya."
"Jika dia tahu aku di lecehkan seperti ini dia akan mengamuk!"
Ibunya mengernyitkan keningnya, "Jadi kamu di lecehkan?!"
"Ehmmm..." Farah gusar.
"Aku..."
"Sejujurnya semua ini adalah kecelakaan..."
"Aku juga tidak bisa menyalahkan ayah dari bayi ini."
"Dia dalam pengaruh obat, dan saat itu aku yang ada di sampingnya dengan terpaksa......"
Farah juga tidak mengerti mengapa bayi ini bisa lolos di perutnya mengingat sudah hampir 3x Keenan memberikannya obat kontrasepsi agar dia tidak hamil. Namun nyatanya dia hamil juga. Jika ibunya tahu bahwa mereka sangat sering melakukannya dia tidak ingin ibunya berpikir negatif terhadap Keenan. Karena Farah sendirilah yang akhirnya menyerahkan dirinya untuk terus di sentuh oleh pria yang sangat dia cintai itu.
"Jadi kalian mabuk?!"
"Tidak!"
"Minuman yang dia minum di beri racun Afrodisiak."
Nyonya Lee menutup mulutnya tidak percaya.
"Apa dia memang tidak ingin bertanggung jawab atau kamu yang tidak memberi tahunya."
"Aku yang tidak memberi tahunya."
Farah kembali menunduk, lebih baik seperti ini saja. Dia memang memegang janji Keenan yang akan menikahinya kelak. Namun untuk memberikan harapan pada ibunya dia tidak sanggup.
"Tidak apa-apa, rumah kita masih terbuka untuk bayi mu."
Keduanya kembali berpelukan sampai suara Daniel membuyarkan keduanya.
"Kak!"
"Daniel?!"
"Sudah bisa jalan kau?!" Canda Farah.
"Dikiit!" Dengan menggunakan jarinya juga sebagai bahasa tubuh memperlihatkan pada kakak tersayangnya.
"Kakak rinduuuu!!" Farah memeluk adiknya yang sudah semakin membaik
"Kak segede ini masih belum punya pacar ya?!"
"Ga laku apa gimana?!"
"Heh bocah biadap, tadinya aku mau kasih kamu uang saku ogah lah!!"
"Eiiittsss jangaaaan!"
"Kak, beliin aku ponsel baru dong."
"Lah ponsel lama mu kenapa?!"
"Lama banget kalo mau war!"
"Loadiingnya kek antrian mall yang ada diskon buy one get one!"
"Hahaha kamfreeet!!" Farah mengepalkan tangannya di kepala adik kesayangannya.
Ibunya tersenyum bahagia, asalkan anak-anaknya tumbuh sehat dan akur satu sama lain dia sudah todak meminta apapun lagi.
"Pah, seandainya kamu disini mungkin aku juga tidak akan keras pada Farah..."
***
Negara S,
"Tuan, Yvone sudah kembali berada di pihak tuan Wira." Salah satu anak buah Wijaya melaporkan misi mereka.
Wijaya meminum winenya menyunggingkan senyum iblisnya.
"Jadi, apa yang di dapat dari darah nya?!"
"Berdasarkan test laboratorium, senyawa dopamin masih mendominasi."
"Di pastikan dia hilang ingatan, karena saat berpapasan dengan Dion dia tidak ingat sama sekali."
"Lalu kami juga meretas sistem rumah sakit yang menangani kesehatannya."
"Di dalam rekam medis menyatakan dia juga memiliki gejalan gangguan kejiwaan."
"Hahaha!!!"
"Di dalam rekaman jelas dia berniat meracuni Mr. K namun dia benar-benar bodoh melakukan dengan sangat ceroboh dan terburu-buru."
"Ini tuan..." Salah satu anak buah yang lain menghampirinya dan memberikan satu lembar catatan membuat tuannya meremasnya seketika.
"Mana Sarah?!"
"Bukan kah aku menyuruhnya membunuh salah satu rekan Mr. K yang selalu menggagalkan aku membawa Luna pergi!!"
"Maaf tuan, Sarah telah di bunuh oleh istrinya atau adik dari Mr. K!"
BRAAAAAAAAAK!
"Heh... Hahaha!!"
"Aku ternyata mendidik sekelompok sampah selama ini?!"
Kraaaaaak!!
DOOR!!!
Semua mata anak buahnya terbelalak karena Dion telah di tembak mati di tempat hanya karena emosi tuannya yang memuncak.
"Tuan, sebelum Sarah di habisi wanita itu menyuntikan virus Y di tubuh Mr. H dan dia sedang dalam perawatan."
"Hahahaaa..."
"Bagusss!"
"Aku ingin darahnya, walau aku yakin membuat mereka jadi kelinci percobaan tidak ada gunanya."
"Wira sudah memberikan mereka Antisera akan racun dari segala racun."
"Musuh kita adalah mafia nomor satu di Asia. Jadi gunakan otak kalian!!"
"Aku membayar kalian sangat mahal bukan untuk bersenang-senang!!"
"Lee dimana keberadaan Diaz?!"
"Apa dia masih terus menemui Luna?!"
"Tuan Muda terlibat suatu proyek kerja sama dengan E.T dan nona Luna ikut juga berpartisipasi."
"Apakah Diaz tahu bahwa Luna telah menikah dengan CEO E.T?!"
Assisten Lee tidak bisa menjawabnya.
"HAHAHAA BOCAH SIALAN ITU BERANI-BERANINYA MERENDAHKAN HARGA DIRINYA MENJADI PRIA SIMPANAN?!"
"Seret dia kemari, aku akan memberikannya hadiah khusus yang tidak akan pernah dia lupakan."
"Terlebih dia sangat berani mencuri mahakarya ku!!"
✲✲✲✲✲✲