
Farah tertegun dengan ucapan Keenan. Dia menatap mata bening yang menggodanya, perlahan Farah menyentuh wajah Keenan sentuhan itu membuat Keenan bangkit dan menarik Farah berada di bawahnya.
"Jangan pernah bangunkan singa Farah!!"
"Mmm...."
Keenan kembali mencium gadis kesukaannya yang belum di sadarinya sampai saat ini. Farah yang di landa kebingungan hanya membuka mata lebar terkejut dengan aksi terburu-buru dari pria itu.
Mesti gimana gue?!
Farah merangkulkan tangannya di bahu prianya dan membiarkan Keenan kembali mengeksplor disana. Farah memejamkan matanya merasakan perasaan yang sulit dia ungkapkan dengan kata, dia merasa seluruh tubuhnya meremang dan di penuhi ribuan kupu-kupu di tiap sudutnya seperti akan meledak!
Tangan Keenan mulai nackal!
Dia menaikan baju kaos Farah berusaha menyibaknya. Farah terbelalak mencoba menghentikan pergerakan tangan Keenan. Pria itu melepaskan tautannya dan menyeringai.
"Bolehkan aku merasakannya lagi Farah..."
Suara berat itu kembali membuat tubuh Farah merinding.
"Kak..." Rintih Farah ingin menolak.
"Aku janji kali ini aku akan lembut padamu sayang..."
Keenan menyentuh kulit leher Farah yang harum dengan bibirnya, Farah menelan salivanya tangannya masih dia tautkan di leher prianya.
Mampus gue!! Mampus gue pengeeeeen!!
Farah menggigit bibir bawahnya dengan erat Keenan mendongak menatapnya seksi.
"Biar aku yang gigitkan untukmu!"
Keenan mulai terbiasa dengan "berciuman ekstra!" Membuat Farah sulit menolak. Farah duduk di pangkuan Keenan pria itu masih mengenakan piyama tidurnya lengkap. Ingin rasanya Farah brutal dan mengoyaknya saat ini. Akal sehatnya sebentar lagi dilumpuhkan oleh hasratnya yang sudah menggebu oleh sentuhan Keenan.
Tangan Keenan yang memeluk tubuh mungil Farah kembali mencoba menyibak baju Farah, karena gadis itu sudah tidak memakai pakaian dalam. Setiap dia tidur dia akan menanggalkannya ternyata memudahkan pekerjaan Keenan saat ini.
"Kak..."
Keenan tersenyum sangat tampan membuat Farah semakin terbius.
Aih, suruh siapa dia ganteng pake banget!! Gue murahan sekali! Di dimensi lain juga belum tentu aku seberuntung hari ini.
Impian bisa menyentuh seorang Keenan Kaviandra telah tuhan kabulkan untuk ku!
Let's love for tonight and forget for tommorow!
Definisi lain dari kata ngenes!
Keenan menatap wajah Farah yang sudah terengah dan meminta lebih dengan senyuman lebarnya.
"Aku sangat menginginkanmu Farah!"
"Aku berjanji aku tidak akan melukaimu lagi!"
Farah menjerit saat dia merasakan bahwa senjata prianya sudah mencoba menerobos pertahanannya. Tanpa disadarinya dia mengeluarkan air matanya namun tidak menolak justru menerimanya.
"Kak Keenan aku sangat mencintaimu..."
"Apa kakak bisa menerima perasaanku?!"
Ditengah pergumulan mereka Farah memberanikan diri menyatakan perasaannya. Keenan yang tengah merasakan kenikmatan luar biasa itu tersenyum lebar mendekatkan wajahnya di belakan telinga Farah.
"Jangan pernah mencoba mencintaiku Farah!"
"Aku tidak ingin membuatmu terluka!"
"Jangan mencoba untuk menjebak kita dalam sebuah kata cinta karena itu sebuah keserakahan yang tidak bisa dirasakan!"
Farah menitikan air matanya dengan kata tajam yang di ucapkan Keenan. Semuanya menghujam perasaan Farah yang membuatnya terluka sebelum memperjuangkannya.
"Bagaimana kalau kita bertaruh?!"
"Aku akan membuat kakak jatuh cinta padaku!!"
Keenan menghentikan pergerakan tubuhnya, dia menatap serius gadisnya yang telah berderai air mata. Jemarinya menyentuh bibir Farah yang masih basah karena ulahnya, dia menelan salivanya Farah masih menunggu responnya dengan penuh harap.
"Jangan terlalu berharap banyak dariku!"
"Sebelum semua semakin dalam, semakin membuat kamu terluka."
"Jangan percaya padaku Farah Lee!"
Hati Farah sungguh sakit mendengar lagi dan lagi penolakan dari kakak sepupunya. Sedangkan saat ini mereka telah berhubungan sangat intim.
I'm so scared to fall in love with you Farah. Hanya karena aku tidak tahu harus seperti apa kedepannya. Kehidupan dan pekerjaan ku sangat membahayakan dirimu!
Keenan menyelesaikan bagiannya. Kali ini dia menepati janjinya memperlakukan Farah dengan lembut. Gadis itu terlelap dalam dekapan Keenan dalam keadaan polos. Keenan mencium keningnya mesra.
"Maafkan aku Farah..." Lirihnya.
Keenan tersenyum bahagia melihat wajah manis yang sedang terlelap. Perasaan yang baru kali ini dia rasakan sepanjang hidupnya. Gadis itu juga yang membuatnya bisa merasakan surganya dunia. Gadis yang mungkin juga mulai mencuri cinta darinya.
"Kemana kak Keenan?!"
Dia menyambar kemeja putih kakak sepupunya memakainya dan berjalan keluar kamar. Gadis itu tersenyum nakal melihat prianya yang sedang mempersiapkan sarapan.
Farah merangkulnya dari belakang.
"Kakak jahat!"
"Aku ditinggal sendirian..."
Keenan melengkungkan senyumnya menggenggam pelukan gadisnya.
"Mandi sana kamu kotor!"
"Mesti kotor tapi kakak mau juga kan?!" Goda Farah.
Keenan terkekeh dengan penuturan polos Farah. Dia membalikan badan.
"Mandi, aku akan membuatkanmu sarapan!"
"Benarkah?!"
Dengan mata berbinar dan kecupan hangat di pipi Keenan, Farah segera berlalu menuju kamar mandi.
"Huh!"
"Aku di taklukan oleh bayi siluman rubah!"
"Haish... Kau sedang mempersulit dirimu sendiri Keenaan!"
"Haiisshh bagaimana jika Karen tahu apa yang aku lakukan pada Farah!!"
"Haiish!!"
Keenan menggeleng kepalanya berulang kali. Frustasi atas apa yang tengah dia alami saat ini.
Kurang dari 15 menit Farah telah selesai dengan membersihkan diri, dia sangat suka mengenakan kemeja pria yang dia cintai tanpa mengenakan pakaian dalamnya membuat Keenan menatapnya tanpa berkedip saat Farah mendekatinya dengan mengusap rambut basahnya dengan handuk.
Hahaha!
Let's we see, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku Keenan Kaviandra!!
Aku sudah membulatkan tekad ku!!
Aku akan mengejar cintaku Hohoho
Hanya orang bodoh yang melepaskan buruan bagus begini!
"Kak..."
Farah menggerakan tangannya di hadapan Keenan, jakun pria itu tengah naik dan turun.
"Makan lah, aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan..."
Keenan meminum kopi hitamnya kemudian beranjak dari tempatnya. Farah mendengus kesal dia ikut kembali beranjak dan mengekor mengejar prianya.
"Kak!"
Farah kembali memeluk prianya erat, dia tidak ingin melewatkan hari liburnya begitu saja.
"Farah Lee!" Umpat Keenan kesal.
"Mau kan kakak temani aku sebentar saja!!"
Farah semakin mengeratkan pelukannya, Keenan terpaku dia sulit mengatakan tidak saat ini.
"Apa yang akan aku dapatkan jika aku menemanimu?!"
Keenan menguji gadisnya yang masih polos itu.
"Apapun yang kakak inginkan aku akan memberikannya!"
"Benarkah?!"
Keenan melepaskan pelukan Farah dan berbalik badan.
"Bagaimana jika aku ingin........"
Keenan menatap belahan di depan matanya, pemandangan ini begitu menggodanya. Dia sangat menyukai Farah mengenakan kemeja atau kaos oversize nya jika dibanding dengan pakaian wanita dewasa seperti yang sering Nina kenakan.
Farah tersenyum nakal, dia melingkarkan kedua tangannya di bahu kakak sepupunya dan berjinjit kemudian mengucapkan kalimat tepat di depan bibir pria dewasa itu.
"Apapun akan aku berikan selama kakak bersamaku dua hari ini!"
"Kamu sungguh sangat berani Farah Lee!"
Keenan kembali memburu bibir manis gadisnya, Farah menyambutnya dengan suka cita.
✲✲✲✲✲✲