
"Terima kasih, saya memang baru keluar dari rumah sakit."
"Apa tidak ada saudara yang menemani anda?"
Wanita itu menggeleng lemah.
Tring!
Pintu Lift terbuka, wanita itu memang menekan tombol yang sama dengan Rangga. Rangga melihat dua orang pria tengah berada di depannya dengan keduanya menggunakan topi dan menunduk berjalan memasuki Lift. Sejenak Rangga memperhatikan keduanya dengan penuh curiga. Seingatnya lantai miliknya tidak banyak penghuni.
"Arrgh!" Pekik si wanita membuyarkan kecurigaan Rangga.
"Dimana unit anda, saya akan mengantarkan anda sekarang."
"Aduh saya minta maaf merepotkan..."
Disalah satu kamar yang sudah di setting kedua pria itu terlebih dahulu membuat si wanita bebas memasuki apartemen yang entah milik siapa.
"Sampai sini saja tuan, terima kasih atas bantuan anda."
"Anda sungguh pria baik dan juga sangat tampan!"
Rangga tersipu menundukan wajahnya malu. Dia pamit menuju unit miliknya.
Di sepanjang jalan Rangga tengah berpikir, baru kali ini dia berpapasan dengan tetangga apartemen miliknya. Biasanya dia tidak pernah, terlebih saat itu dia ingat bahwa lantai miliknya hanya terisi 3 sampai 4 penghuni saja. Unit yang dia antar sepertinya unit kosong tak berpenghuni.
Rangga membalikan badan, namun sosok wanita itu sudah tidak terlihat. Dia masih penasaran, Rangga kembali ingin memastikan dia mengetuk unit kamar wanita yang dia tolong.
Beberapa kali Rangga mengetuk pintunya tidak ada sahutan. Tiba-tiba perasaan Rangga tidak nyaman, bukan karena dia takut bahwa wanita itu hantu. Karena jelas dari rangkulan tangan wanita itu di lengannya terasa hangat. Jika hantu dia pastikan bulu tengkuk lehernya akan meremang dan tubuh wanita itu akan sedingin bongkahan es.
"Apa yang anda lakukan tuan?!" Salah satu petugas kebersihan apartemen tengah melakukan tugasnya dan memperhatikan tingkah tidak normal Rangga.
"Oh ini, apa anda tahu wanita pemilik unit ini?"
"Barusan saya menolongnya, saya merasa khawatir dia bilang baru saja keluar dari RS dan dia hampir pingsan."
"Wanita?"
"Tuan, unit itu kosong!"
"Anda mungkin salah lihat!"
"Semenjak kemarin lantai ini hanya unit anda yang masih ada orang selebihnya mereka keluar dan menitipkan unit mereka pada kami."
"Terlebih kamar yang anda ketuk sudah 1 tahun belum laku!"
DEG!!!
"Tidak mungkin, barusan tidak ada lima menit saya antar wanita muda kesini pak!"
"Ahhh anda pasti becandaa kan?!"
"Anda mau ngeprank saya siang bolong gini?!"
"Tentu saja tidaaak pak!"
"Gimana kalau kita cek di kamera pengawas?!" Usul Rangga agar semakin jelas duduk permasalahannya.
"Bisakah anda mengantarkan saya menuju ruang pengawas?!"
"Baik tuan mari ikut saya..."
Di dalam ruang pengawas betapa terkejutnya Rangga saat rekaman dia dan wanita serta dua orang pria yang berpapasan dengannya menghilang justru terlihat seperti dia sendiri yang berada di lift itu.
"Tuh kan?!!" Tukas petugas kebersihan membenarkan ucapannya.
Rangga terpaku sulit menerima dengan nalar. Aku tidak mungkin bertemu hantu!!!
"YVOONE!"
Secepatnya Rangga berlari menuju unit apartment miliknya. Menyadari bahwa Yvone masih dalam incaran sekelompok penjahat yang dia sendiri tidak tahu siapa pelakunya.
Braaak!
Dengan kunci cadangan Rangga membuka pintu rumahnya dengan kasar dan tergesa. Dia terpaku melihat Yvone yang sedang tertidur di sofa.
"Feliii" Pekik Rangga segera menghampiri keberadaannya.
Di periksanya seluruh tubuh Yvone, terlihat bekas jarum suntik yang berada di pergelangan tangannya.
"Aku yakin ini bukan perbuatan Kaviandra."
"Mereka tidak mungkin melakukan ini."
Yvone mulai terbangun, dia mencoba beranjak dari baringnya dan mengucek kedua netranya. Tubuhnya tiba-tiba merasa sangat lemah dan lemas di sekujur tubuhnya.
"Kakaaa!" Pekiknya terkejut dengan keberadaan Rangga yang sedang bersimpuh memperhatikannya.
Wajah Yvone memerah malu. Kok aku ga sadar kalo kak Rangga pulang?! Ko aku bisa ketiduran sih?!! Bukannya tadi aku lagi bukain pintu.?!
"Feli..."
"Kak maaf tadi aku pingsan pas lagi bukain pintu buat kakak!"
"Aku tidak tahu juga kenapa kayak gitu!"
"Jadi sebelumnya kamu ada bukain pintu sebelum aku pulang?"
"Eh?"
Melihat raut wajah Yvone yang kebingungan dia yakin bahwa dua orang yang membawa box cooler itu memang mencurigakan.
Aku yakin itu alat untuk transfusi darah!
Rangga seolah menyadari, bahwa ada seseorang yang memperhatikan dirinya saat membawa Yvone dari TPA dan menyelidiki keberadaan mereka.
Seharusnya dari informasi Nina, berarti mereka yang datang adalah kelompom Yvone terdahulu!
Jadi benar racun di tubuh Yvone berasal dari mereka., mereka pikir Yvone mati nyatanya dia masih hidup dengan begini mereka ingin tahu pengobatan apa yang di jalani Yvone?!
Atau kembali mencoba membunuh wanita ini untuk menghilangkan jejak mereka.
Tapi, bukan kah Yvone sudah hilang ingatan?!!
"Kak?!"
Tangan Yvone dia gerakan di depan wajah Rangga.
"Eh itu..."
"Aku baru pulang, aku akan membersihlan diri sejenak..."
"Setelah itu kita akan memesan makan siang."
"Harusnya kamu belum makan bukan?!"
Yvone mengangguk patuh, dia begitu senang pria yang merupakan satu-satunya kerabat yang dia miliki saat ini kembali menemaninya.
"Aahh iya!!"
"Aku masakin kak Rangga sesuatu aja..."
"Kemarin kan aku belanja kebutuhan banyak banget!!"
"Mudah-mudahan dia suka!!"
Yvone beranjak menuju dapur namun saat akan berdiri, kepalanya berputar dengan cepatnya membuat keseimbangan tubuh Yvone terganggu dan terjatuh.
Bruuuk!
Rangga menajamkan indra pendengarannya, dia yang tengah membuka bajunya bergegas lari dengan bertelanjang dada.
"Kamu kenapa?!!"
Terlihat Yvone terjatuh mengenai ujung meja yang lancip membuat keningnya terluka dan mengeluarkan darah.
"Aarrgghhh!" Pekik Yvone ketakutan.
Rangga secepatnya menenangkan Yvone, dia menggendong Yvone dan membawanya ke kamar gadis itu.
"Harusnya kamu tetap baringan di sofa!"
"Emang kamu mau ngapain sih!!!"
Dengan perlahan Rangga menaruh Yvone di ranjang gadis itu, Yvone menatap tubuh Rangga yang topless dengan tercetak jelas tatanan roti sobek menggoda matanya.
Aaarrrhh!! Mengapa kak Rangga ga pakee baju!!
Saking syok dengan pemandangan liar yang baru Yvone jumpai semasa hidupnya, dia mengeluarkan darah dari hidungnya a.k.a mimisan!
"Astaga!!"
"Ko bisa keluar darah dari hidung juga!!"
"Kamu mendongak lah aku ambilkan es dan kotak p3k!!"
Aaahh malu-maluin Felliii!! Gara-gara roti sobek idup pake mimisan segalaaaa!
Hawanya jadi panaaas giniii!!!
Dengan telaten Rangga mengurus luka di kening dan hidung Yvone. Wanita itu semakin berdebar kencang, dia menatap lekat ke arah pria yang sudah mencuri perhatian dan rasa suka terhadapnya.
Apa aku bisa jatuh cinta dalam waktu sesingkat ini?
Bukankah hal yang sangat wajar, pria ini begitu terlihat sempurna... Dia begitu rupawan, dengan hati yang seputih salju, perhatiannya sungguh membuatku terjatuh dalam pesonanya!!
Rangga telah selesai menempelkan plaster di dahi gadis itu.
"Lain kali kamu harus hati-hati oke!!" Rangga menyentuh hidung Yvone dengan telunjungnya perlahan.
Sentuhan simple itu justru seperti aliran arus listrik singkat yang membutnya tersengat jutaan volt!
Wajahnya seketika memerah, Rangga menatap wajah gadis itu kemudia terkekeh dengan sama-sama tersipu.
"Kamu mau makan apa?!" Tanya Rangga lirih, tanpa dia sadari dia mendekatkan wajahnya di depan wajah Yvone, keduanya sama-sama menelan saliva mereka. Suhu semakin turun, deru nafas mereka memburu, Yvone yang mengira bahwa dia akan merasakan sentuhan kulit tipis bibir pria di depannya harus menelan pil pahit karena....
Tik!
"Eh?!"
Yvone kembali membuka kedua matanya yang baru saja dia tutup dan tengah menunggu fantasinya come true.
"Malah bengong, mau makan apa siang ini?!"
Rangga menjentikan jarinya di kening Yvone, wanita itu sungguh sangat malu....
✲✲✲✲✲✲
Halooo Reader tersayang aku gak?!
Ga kerasa sudaaah sejauh ini cerita Let's not Fall in Love.
Terima kasih banyaak2 karena sesungguhnya Like, komentar, Vote dan Hadiah jadi semangat Author buat terus crazy update!!
Sekali lagi Author ucapin makasii banyak sending virtual Hug!! ʕっ•ᴥ•ʔっ
Mon maaf author remahan khong guan ini kadang labil banget, gonta ganti cover! sempet dibikinin NT tapi ga sreeg karena orang brt yang dipilih, sedangkan cerita ini visualnya pake orang asia.
Untungnya kalo soal judul novel author mah setia.
Let's not fall in love punya meaning tersendiri buat author. Kalau dari segi popularitas tentu judul ini ga narik pembaca! pop up nya ga melejit kek yang judulnya rada hareudang.
But it's oke, yang mau mampir dan subs apalagi setia baca gak unfav udah dua hari byk bngt yang fav tp abis itu turun lagi di unfav (Jadi nyanyi cita citata sakitnya tuh disiniiii! huhu)
#Lahcurhat!
yang selalu baca setia tungguin chap terbaru dan terus like saya doakan panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, bahagia dunia akhirat pokonya aku padamuuu!! 😘😘😘😘
Oh iya, cerita ini ada yang penasaran gag ya, protagonis cewe cowonya siapa?!
Gak ada yang nanya juga sih, yo wiss lah yang penting pencetan live dan like kalian emmbuat othor semangat membaraaaa!!
Sebentar lagi nih ceritanya bakalan selesai :))
Terus pantengin dan setia di cerita ini ya guys 😎😎😎😎
✲✲✲✲✲✲