
^^^Di setiap doaku^^^
^^^Di setiap air mataku^^^
^^^Selalu ada kamu^^^
^^^Di setiap kataku^^^
^^^ku sampaikan cinta ini^^^
^^^Cinta kita...^^^
^^^Ku tak akan mundur^^^
^^^Ku tak akan goyah^^^
^^^Meyakinkan kamu mencintaiku^^^
^^^Tuhan ku cinta dia^^^
^^^Ku ingin bersamanya^^^
^^^Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya^^^
^^^Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya^^^
^^^Bersama sampai akhir^^^
^^^Di setiap kataku^^^
^^^Ku sampaikan cinta ini^^^
^^^Ohh cinta kita^^^
^^^Ku tak akan mundur^^^
^^^Ku tak akan goyah^^^
^^^Meyakinkan kamu mencintaiku^^^
^^^Tuhan ku cinta dia^^^
^^^Ku ingin bersamanya^^^
^^^Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya^^^
^^^Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya^^^
^^^Bersama sampai akhir^^^
^^^[Lirik lagu Jangan rubah takdirku - Andmesh_Copyright 2019 Sonora.ID]^^^
...**✿❀○❀✿**...
Setelah memulihkan kesehatan Nina, dia sedikit gelisah akan keadaan kakaknya dua minggu yang lalu. Dia juga tidak bisa menghubungi kakaknya, bahkan dia terkejut kakaknya tidak ada di sampingnya saat dia baru saja terbangun dari komanya.
Hal yang Nina tahu kakaknya tidak akan pernah meninggalkannya dalam keadaan apapun semenjak dia diterlantarkan oleh keluarga Shin. Tapi kali ini bahkan disaat kondisi hidup matinya kakaknya tidak menampakan batang hidungnya.
"SAM!"
"Iya nona muda..."
"Jujur padaku dimana kakak?!"
"Euu...."
"Ada apa?!"
"Dia baik-baik saja bukan?!"
Nina mulai gelisah, sejujurnya tidak masalah kakaknya tidak menemuinya. Hal yang dia takutkan adalah sesuatu terjadi pada kakaknya mengingat kondisi mereka dua minggu yang lalu yang begitu menegangkan.
Setelah memaksa Sam berbicara dengan mengancam untuk menyakiti diri sendiri akhirnya Nina mengetahui pasal Farah.
"Jadi alasan sesungguhnya Farah mengundurkan diri karena ha mil?!" Nina menutup wajahnya menangisi keteledorannya yang tidak memperhatikan lebih Farah Lee.
"Bawa aku kesana!"
"Tapi nona..."
"Si Keenan bajingan itu harus di beri pelajaran!"
"Biar tau rasaaaa!"
"Seenaknya mempermainkan gadis sepolos Farah!"
"Tapi nona, tuan sudah melakukan yang terbaik..."
"Yang terbaik?!"
"Jika dia laki-laki dia tidak akan berpikir dua kali untuk bertanggung jawab!"
"Bukan menyuruh wanitanya bsrsabar dan menunggu!"
"Aku sangat mengenal Farah!"
"Dia melindungi kakak!"
"Dia bahkan menutupinya dari ku!"
"Jika sedari awal aku tahu Keenan melecehkan Farah aku seret mereka untuk menikaah!!"
"Jika aku mengetahuinya lebih awal...."
Nina meneteskan air matanya.
"Aku yakin bayi mereka masih hidup sampai sekarang!!"
Nina sungguh menyesal dia tidak ada di situasi paling sulit di hidup Farah dan kakak tersayangnya. Dia seharusnya bisa membantu melindungi Farah dan menaruhnya di kediaman Kaviandra.
"......."
Tidak ada kata lagi yang bisa di ucapkan Sam, Nina benar terlebih Sam tahu bagaimana awalnya Keenan menggertak dan mengancam Farah menggunakan keselamatan adiknya. Siapa menyangka tuannya justru kini menjadi budak cinta.
Keenan tertawa lirih melihat kedua wanita itu menjebaknya.
Bruk!
"Aku minta maaf!"
Semua terkejut dengan aksi yang dilakukan Keenan. Dia bersimpuh di lantai meminta maaf di hadapan keluarganya.
"Aku minta maaf..."
"Aku mengecewakan nama baik Kaviandra."
Dengan menundukan kepala menutupi air matanya Keenan terus meminta maaf dengan bergetar. Karennina mendekat dan terjatuh di hadapan kakak tercintanya.
Nina masih menatap nanar ke arah kakaknya.
"Kau tidak menganggap ku hah?!"
"Aku malu!!"
"Kakak merangkul ku disaat aku terjatuh!"
"Di saat aku tidak memiliki harapan hidup kamu menyelamatkan ku!"
"Lalu aku?!"
Nina menekan dadanya sesak, sungguh perasaan yang sulit di jelaskan.
"Aku tidak melakukan apapun disaat terberat mu!" lirihnya setelah melepas semua emosinya.
Nina terisak pilu, dia sungguh kecewa pada dirinya sendiri. Selama ini tujuan hidupnya adalah mengabdikan dirinya untuk kakak tercintanya yang membawanya ke kehidupan yang jauh lebih baik. Nyatanya dia tidak menolong apapun untuk kakak nya!
"Maafkan kakak Karen..."
Keenan memegang pipi Nina menghapus air matanya, tubuh keduanya bergetar hebat.
"Kamu sudah sangat membantu ku, dengan menjadikan dirimu jauh lebih kuat dari sebelumnya."
"Bahkan tanpa diriku sekalipun... Kau mampu bertahan!"
"Aku sungguh sangat bangga padamu!"
"Aku tenang melepasmu dengan Hanssel."
"Jika saat itu Sam mengatakan kabar buruk tentang mu."
"Kakak tidak punya alasan lagi untuk bertahan hidup!"
"Kalian kekuatan kakak!"
"Kalian alasan kakak untuk kuat sampai detik ini!"
Seketika Nina memeluk erat Keenan dengan isak tangis dan senggukannya. Keenan memeluk erat Nina, menghirup lamat aroma kehidupan pada adiknya. Tuan Kaviandra dan Nyonya Lyn mendekati mereka dan berpelukan bersama dengan sama-sama terisak bersama.
"Kamu terlalu keras pada dirimu sendiri nak!"
"Sudah cukup untuk memikul bebanmu sendiri!"
"Kita adalah keluarga, keluarga selalu ada saat kamu membutuhkan bantuan!!"
Tuan Kaviandra membesarkan hati Keenan. Baginya Keenan dan Karennina anugerah terindah baginya dan Nyonya Lyn selama mereka hidup. Kedua anaknya adalah kebanggaan mereka.
Hanssel mengusap pelupuk matanya yang basah, sedang Jimmy memeluk erat papanya dalam gendongan Hanssel. Farah terisak haru betapa dia tidak bisa mendeskripsikan semua yang dia alami saat ini dengan kata.
Nak, maafkan ibu... Ibu tidak bisa melindungi dan menjagamu. Ibu harap kamu melihat semua ini di surga sana. Keluarga ayahmu begitu peduli dengan kita. Begitu pula ayah mu. Ibu begitu bodoh untuk menutupi hadir mu, membuat mu celaka.
Kamu bisa lihat sendiri, di dunia ini tidak ada keluarga yang jauh lebih baik dari keluarga Kaviandra. Ibu sungguh beruntung berada di kehidupan mereka.
Kamu pasti sangat bangga bukan? ayah mu adalah orang yang paling kuat. Kakek nenek mu orang paling murah hati sejagat raya dan bibi besar mu dia segalanya untuk ibu! Karena dia ibu mendapatkan kasih sayang sebesar ini!!
Ingat untuk memberitahukan teman-teman mu di surga akan kebaikan dan kemurah hatian mereka sayang....
Ibu berdoa kita bisa kembali bersama lengkap sebagai sebuah keluarga hangat yang berbahagia....
Tuan Kaviandra dan nyonya berdiri, mereka menatap Farah dan menghampiri gadis itu. Farah menangis dalam pelukan Nyonya Lyn yang sudah dia anggap ibunya sendiri.
Nina melonggarkan pelukannya, dan bangkit dari lantai. Penyesalan lainnya datang karena dia tidak bisa menjaga Farah. Keduanya bertatapan sendu, Nyonya Lyn beringsut mundur dan Nina melangkah memeluk Farah.
"Aku minta maaf Farah!!"
"No..." Hardik Farah langsung.
"Aku yang salah..."
"Aku yang menutupi semuanya dari mu..."
"Aku melanggar sumpahku dengan membohongi keadaan ku."
"Itu dosa terbesar ku selama aku hidup!"
"Maafkan aku Karen..."
Nina memeluk erat Farah, melonggarkannya menatapnya dengan senyuman dan menghapus air matanya.
"Kau berani membohongi ku lagi maka habis sudah nyawamu degil!!" Canda Nina.
"Aku bersumpah!!" Farah mengacungkan kedua jari telunjuk dan tengahnya di hadapan Nina dengan wajah seriusnya.
Keduanya terkekeh dengan sisa isak mereka begitupula yang lainnya. Nyonya Lyn memeluk tuan Kaviandra erat, Keenan melengkungkan senyum bahagianya.
"Ma, pah..."
Keenan mendekati Farah, Nina mengerti dia beringsut mendekati suami dan anaknya. Merangkul lengan Hanssel dan menyenderkan kepalanya di bahu prianya.
"Aku akan menikahi Farah setelah dia di perbolehkan pulang dari sini." Tukas Keenan lantang.
Farah menutup mulutnya dan kembali menangis bahagia.
Tuan Kaviandra dan Nyonya Lyn mengangguk tanda setuju dengan senyum yang terus mengembang dan keharuan yang mendalam.
...•┈┈┈••✦ ♡ The End ♡ ✦••┈┈┈•...
Halloooo reader tersayang aku gak?
Huuuh!!
(Tarik nafas perlahan hempaskaaan!)
(Terus ulangi 2x!)
Apasih! (*´▽`)ノノ
Jujurly nulis bab ini author nangis bombaaaay!!
Yang ikutan terharu dan nangis terima kasih banyaaaaak!! (Hahaha ngarep dot com!)
BTW!
Minggu ini author lagi sedih, sedih banget nget... novel ini view dan apresiasinya anjlok se anjlok anjloknya.... Bahkan banyak yang unFav huhu!
(nangis di pojokan kamar mandi pake shower!)
Bikin semangaat anjlok! Tapi itulah taste pembaca, mungkin Author perlu banyak belajar lagi dari ahlinya.
Tapi finally, author terus pantang nyerah buat garap sampe tamaat ya gaes :))
TERIMA KASIH BANYAAK2!
Yang selalu support author, Like, Comment, Gift, Vote and Subs!
Sayang peluk jauh ,★⌒ヽ(●^、^●)Kiss!
✲✲✲✲✲✲