
...══════•°•⚠ Adult Content ⚠ •°•══════...
[ Mon maap sebelumnya! Pleasee bocil skiip!! Siapkan pasangan sah anda di sebelah!! Suasananya akan sedikit hareudang 🤣🤣🤣 ]
...━━━━━━。゜✿ฺ✿ฺ゜。━━━━━━...
Keenan mengajak Farah keluar dengan perasaan yang membuncah.
"Kakak mau kerumahku?!"
"Ti dak!"
"Owh..."
Keenan mencium sudut bibir Farah kemudian berbisik "Aku akan mampir nanti, tapi tidak sekarang!"
Keenan kembali menyesap bibir Farah, dia sungguh sangat candu melakukannya lagi dan lagi. Keenan mengusap lembut bibir Farah dengan jemarinya yang telah basah oleh ulahnya.
"Farah lee..."
"Hmm..."
Farah tengah menopang wajah Keenan dengan kedua tangannya di dalam dekapannya. Keenan tersenyum dan kembali ke posisinya menjalankan mobil menuju suatu tempat.
Di hadapan keduanya telah terhidang makanan yang sangat menggugah selera Farah. Dengan mengerucutkan bibirnya dia mulai berdoa dan bersiap menyuapi Keenan lebih dulu.
"Aaaa!"
Keenan tidak lepas dari menatap wanitanya dengan terus melebarkan senyumannya. Keenan membuka mulutnya menerima suapan kentang wedges yang di sodorkan Farah.
Keenan menarik steak miliknya yang telah dia potong di tukar dengan milik Farah. Farah terpaku sejenak, biasanya kakak sepupunya hanya melakukan hal itu pada adiknya.
Apa karena aku komplen kemaren-kemaren ya?
"Terima kasih sayaaang!" Ujar Farah riang, wajah Keenan merona saat ini.
"Oh iya, kakak kan yang tadi siang kirim aku bunga?!"
Keenan hanya melengkungkan senyumnya sembari memasukan steak kedalam mulutnya.
"Apa kau suka?!" Tanya Keenan.
"Absolutely!!"
"Tapi aku meninggalkannya di toko!!"
"Besok aku akan membelikanmu lagi!"
Farah kembali terpaku menghentikan suapan steaknya.
"Why?!" Keenan menatap heran ke arah Farah.
"Kak..."
"Hm?!"
"Makanlah dulu..." Farah kembali menyuap steaknya, kemudian dia merasa mual.
"Aku ijin toilet bentaran ya..."
Farah bergegas pergi sebelum prianya melayangkan pertanyaan yang menghambatnya.
Setelah selesai Farah mencuci wajahnya dan bersiap kembali.
"Are you okay?!" Tanya Keenan khawatir.
"Iya..."
"Yuks!"
Keenan mengulurkan tangannya di sambut oleh wanitanya.
"Kemana?!"
Keenan hanya tersenyum tanpa menjawab.
Dih senyam-senyum terus dari tadi diabetes gue lama-lama! Sebaaaal!!!!!
Keenan membawa Farah ke salah satu hotel bintang lima, pria itu memesan kamar presiden suites seperti biasa.
Imajinasi Farah semakin liar di buatnya. Sedari awal dia terus mengatupkan bibirnya menggenggam erat genggaman tangan prianya yang tidak pernah lepas dari semenjak mereka turun mobil.
"Aarhh kak..." Rintih Farah tengah mencengkram erat tubuh polos Keenan.
Tanpa basa-basi pria itu menyelesaikan Farah di ranjang. Farah sendiri tidak menolaknya dengan alasan untuk kebaikan si jabang bayi yang bernasip lagu bang toyib.
"Apa kamu mau melakukannya babe?!" Keenan tengah memainkan adik juniornya di pintu surgawi kekasihnya.
Tubuh Farah menggelinjang ia menggigit kecil bibir bawahnya sangat menggoda Keenan. Keenan menciumnya lembut dan kini menuntut.
"Aku pikir ini jawaban setuju hmm?!" Tukas Keenan kembali memberikan sentuhan dan rangsangan sebagai foreplay mereka.
"Ten tu... Aarh!"
"Hari in i a ku mi lik mu.. Oohh!"
Farah menjawab terbata dengan sentuhan yang terus di berikan Keenan di bawah sana.
"Sampai kapanpun kamu adalah milik ku Farah!!"
"Hanya aku yang bisa memiliki mu!!"
"Siapa yang berani menyentuhmu aku akan mengirimnya ke neraka tergelap!"
"AAARRGH!"
Jeritan keras Farah menandakan mereka telah menjejal batas nol antara pria dan wanita. Sejenak Keenan menutupkan matanya erat dan lirih terdengar erangan dari mulutnya. Membiasakan adik juniornya disana dengan disuguhkan milik Farah yang mencengkramnya erat.
"Kau sungguh nikmat sekali sayang!!" Racau Keenan kembali mengikuti instingnya menggerakan tubuhnya kedepan dan belakang. Farah tak kuasa menggelengkan kepalanya kekiri dan kanan. Dia juga mencengkram bahu Keenan, bahkan kuku panjangnya menusuk di kulit mulus prianya.
Tangan Keenan tidak tinggal diam, dia meremas erat bukit indah milik Farah yang sudah mengeras karena rangsangan. Farah semakin melenguh menikmati kenikmatan surganya dunia yang kembali dia dapati.
Satu jeritan panjang menandakan Farah tengah sampai puncak kenikmatannya. Keenan melepas adik juniornya yang masih mengeras entah dapat pemikiran dari mana pria itu beringsut menurunkan wajahnya tepat berada di depan inti milik kekasihnya.
Oh sh*it jika terus begini aku benar-benar tidak ingin kehilangan dia!!
Farah terengah, peluhnya tengah membanjiri seluruh tubuhnya.
Keenan beranjak dari tempatnya dengan menjilat sisa tetesan di ujung bibirnya. Sungguh pemandangan liar bagi Farah.
"Sangat lezat!"
"I'm addicted to you cutie!!"
Aaaaah! Kenapa dia sangat.. Sangat... Sangat seksi saat bilang cutie!!!
"I love you mr. K!!"
"Love you too..."
Keenan kembali menyesap bibir Farah yang sudah membengkak dan menarik tubuhnya yang terbaring kini di dudukkan di atas tubuh kekarnya.
Ya ampuun roti sobek idup gue yang gemooynya minta ampuun!!!
Farah terus mencengkram otot perut kekasihnya yang sempurna dia bahkan meninggalkan tanda cinta disana!
Farah mulai meliuk-liukkan tubuhnya yang kini berada di atas kekasihnya. Keenan tengah dibuat merem melek oleh kelakuan Farah.
"Yes babe!!"
"Give me your F*UCK!"
Plaaak!
Keenan memukul paha sintal kekasihnya, Farah menutup wajahnya malu.
Toloong aku anak dibawah umuur!!!
Saat Keenan merasa adiknya akan mengeluarkan larvanya dia membalikan tubuh Farah membelakanginya dan tentu saja kembali di masukan dengan sangat dalam.
"AAAARRGHH!!"
Jeritan keduanya sama-sama tengah menggema menandakan mereka telah mencapai puncaknya bersamaan.
Cup ~
Keenan mencium punggung polos wanitanya yang sudah lengket dengan peluhnya, tapi dia sangat menyukainya.
Tubuh Farah ambruk menerima serangan brutal kekasihnya.
"Aku sangat mencintaimu Keenan..." Lirih Farah membalikan wajahnya kembali menatap Keenan yang masih berada dibelakang tubuhnya.
"Me too!"
Farah mengembangkan senyumnya, baginya sudah cukup semuanya. Dia tidak peduli apa Keenan menipunya atau tidak. Baginya saat ini dia sungguh tengah berbahagia.
Keenan melepaskan miliknya dan merebahkan dirinya di samping tubuh kekasihnya menarik tubuh Farah mendekat dalam dekapannya kemudian mengecup keningnya.
"Terima kasih sayang..."
Farah semakin mengeratkan pelukannya. Namun kemudian keduanya saling pandang, bunyi ponsel Farah membuyarkan atmosfer keromantisan mereka. Farah beranjak dari tempatnya menuju sling bag miliknya tanpa mengenakan apapun. Keenan terbelalak malu melihat tampilan polos kekasihnya tengah berlari mengambil ponselnya.
"Halo bu..."
"Kamu ko belum pulang nak ini udah malam.."
"Aih aku lupa aku menginap di rumah temanku bu..."
"Dia berulang tahun hari ini..."
"Owh gitu..."
"Ya sudah..."
"Mmm..."
Mulut Farah dicium paksa oleh Keenan.
"Nak?!"
"Kamu lagi makan?!"
Keenan terkekeh dengan reaksi Farah saat ini memukul bahunya.
"Iya bu, maaf aku lanjut partynya dulu ya.."
"Owhh ya sudah..."
"Hati-hati!"
Tut...
Tanpa membalas kembali ucapan ibunya tubuh Farah telah di gotong kembali oleh Keenan bagai karung beras.
"KEEENAAAN!!"
Bruuk!
"Senaang sekali menguji hasrat ku eehmm?!"
Keenan kembali melayangkan tatapan memburunya.
"Oh tuhan tolong aku... Raja beruang akan memakanku!!"
Keenan terkekeh tapi tidak menghentikan gerakan slow motionnya mendekati tubuh mulus dan seksi kekasihnya dan melanjutkan ronde percintaan panas mereka saat ini.
"Aku akan membuatmu tidak bisa berjalan besok cutie!!"
"Do it babe!!"
"I love it!!" Farah mengerlingkan satu matanya membuat wajah Keenan memerah.
"Dasar kelinci kesayanganku!!"
✲✲✲✲✲✲