
[Mature Content!]
[Terselip kekerasan... ]
"Kau harus bisa puaskan aku sayaaang!"
"Jika tidak maka nyawa istri mu akan melayang cuma-cuma!!"
"Sejujurnya aku sudah di perintahkan langsung membunuh siapapun yang berkaitan dengan Mr.K."
"Kau adalah salah satu anak buahnya yang di tempatkan memata-matai laboratorium kami?!"
"Siapa menyangka aku tertarik pada pria cantik seperti mu!!"
Hanssel bergidig ngeri dengan ucapan frontal dari wanita di depannya. Sarah semakin mendekati tubuh Hanssel yang tiba-tiba tidak bisa di gerakan.
Sial!! Apa aku terkena racun?! Aku belum meminum apapun!!!
Sungguh sulit berurusan dengan musuh yang selalu memakai obat-obatan sebagai senjata mereka!!
Mereka menyerang dari dalam tubuh musuhnya sendiri.
Mereka benar-benar licik!!!
Di tempat Karennina, dia melihat pantulan titik merah di gelas minum miliknya. Nina menyunggingkan senyumnya. Dia terlihat tenang dan...
Bruuk!
Terlihat di kamera pengawas di laptop miliknya Nina telah menembak para sniper yang berjumlah 4 orang berada di titik yang berbeda yang dilakukan oleh orangnya.
"Apa yang kamu lakukan padaku?!" Ujar Hanssel tiba-tiba staminanya menurun drastis.
"Tenang sayang..." Sarah merangkak di atas tubuh Hanssel yang tidak bisa dia gerakan.
Dia mengambil satu tube serum yang mulai dia masukan cairannya melalui jarum suntik. Dan kembali menyuntikannya pada lengan Hanssel.
"Kamu tinggal menyetujui kalau kita akan bersenang-senang!!"
"Aarh!" Hanssel benar-benar tidak bertenaga.
Sarah tertawa menang atas apa yang dia lakukan saat ini pada pria cantik di hadapannya. Kini perlahan Sarah mencoba membuka gesper ikat pinggang Hanssel.
BRAAAAAAK!!
Nina mendobrak paksa pintu apartemen Sarah. Sarah menyunggingkan senyum kemenangan. Akhirnya ikan besar menghampirinya.
Sayaaaang! Mengapa dia datang kemarii!!!
"Beraninya kamu mencoba merebut suamiku!"
"Bahkan berbuat hina seperti ini!!"
Nina memaki dengan lantang dan bersidekap tangan. Berusaha memberi jarak agar dia juga bisa melakukan aksi bela diri.
"CEPAAAT KELUAR INI JEBAKAN!!!" Pekik Hanssel dengan sisa tenaga yang dia punya.
BRAAAK!
KRAAAAAK!
"Sudah terlambaaat!"
"Hahahaaa!!"
Nina tidak bergeming atau takut sedikitpun atas gertakan wanita di depannya bahkan puluhan sniper yang mengarahkan pistol laras panjang ke arahnya tidak sedikitpun menyurutkan nyalinya.
"Akhirnya, kamu datang menemui ku!"
Sarah berdiri dari posisinya dan tertawa lepas.
"Targetku adalah kamu!"
"Suamimu hanya umpan!!"
Sarah kembali tertawa lepas menyoraki keberhasilannya.
"Aku tidak menyangka nyawamu juga dihargai ratusan dollar nona muda!"
"Terlebih kamu yang akan membuat Mr. K keluar!"
"Haha, Mr. K sangat sibuk..." Ejek Nina.
"Dia tidak akan terpancing hanya karena sekumpulan orang bodoh disini!"
"Tanpa dia aku sendiri yang akan menghabisi nyawa kalian!!"
"Terlebih kamu wanita ular!"
"Aku akan mencincang tubuhmu menjadi beberapa bagian dan akan menghidangkannya pada anjing pemburu di rumah ku!!"
"Beraninya menyentuh tubuh suamiku hah!!"
Glek!
Hanssel merasa ingin muntah dengan ucapan sarkas istrinya. Dia tidak menyangka level kekejaman istrinya sudah lebih dari bon cabe yang hanya sebatas level 30!
"HAHAHAHA!!"
"APA KAMU SEDANG MELUCU NONA MUDA!!"
"Kau sedang berbadan dua, kamu juga sudah memiliki riwayat kandungan lemah dan kemungkinan gejala keguguran kembali!"
"Nyalimu juga tinggi, kamu datang seorang diri?!"
"HAHAHA!"
"Aku tinggal menjentikan jari dan kamu akan kembali merintih merasakan darah janinmu mengalir!!"
Nina terkekeh, wanita itu pandai mempermainkan mental seseorang dia tidak mau kalah menyerang mental lawannya juga!
"Sabaar sedikit nonaa..."
"Apa kamu sungguh tidak sabar bermain dengan suamiku?!"
"Dia masih kelelahan setelah pergumulan panas kami pagi tadi!"
"Aku pastikan miliknya tidak akan berdiri melihat wanita menjijikan di depannya."
"Bahkan dada mu tidak sebesar milik ku!"
"Dia tidak tergoda oleh body triplek sepertimu!!"
"Kau telanjang saat ini juga burungnya tidak akan tergoda!!!"
Meh! Aku curiga apa istriku ini jangan-jangan reinkarnasi dari ratu neraka Su Qinyi!
Hanssel tidak punya kata yang lebih baik mendeskripsikan omongan pedas istrinya.
"BERANINYA KAU!!!"
Praaaang!
Sleeb! Sleeb! Sleeb!
Brruuukk!
Seluruh Sniper telah tertembak tepat di jantung mereka. Sarah terbelalak tidak percaya. Dia tidak menyadari seluruh anak buah Nina sudah bersiap menembak hanya tinggal menunggu perintah Nina tanpa dia ketahui.
Nina masih di tempatnya dengan senyuman mengejek.
"Sekarang kamu tinggal seorang diri!" Ejek Nina.
Sarah menelan salivanya. Dia tidak menyangka Nina sudah mempersiapkan segalanya. Saat ini ketakutan mulai menghampiri wanita itu.
"Tidak masalah karena aku sendiri yang akan membunuh mu!"
Sarah mempersiapkan pisau yang menjadi senjata andalannya, bersiap menyerang dan menghantam Nina yang tidak memiliki senjata apapun.
Dia berlari menghampiri Nina, "Hiyaaaa!!"
"TIDAAAAAK!" Jerit Hanssel.
"Aaaarrrgghhh!"
Tubuh Saraah terhenti sendirinya, tatapan mata tajam Nina terlihat jelas. Nina mengayunkan tangannya ke depan dan mulai menggenggam tangan kosongnya.
"AARRGH!"
"OUCGH!"
Sarah memegang lehernya yang di rasa seperti di cengkram erat oleh tangan seseorang tak terlihat. Bahkan kali ini Sarah telah memuntahkan darah dari mulutnya.
Apa yang terjadi dengan diriku?
Mata Hanssel seperti akan keluar dari tempatnya. Dengan mulut yang terbuka lebar.
Bagaimana bisa?!
"Bagaimana rasanya?!" Ejek Nina. Dia masih merentangkan tangannya di depan Sarah.
Sarah tidak bisa berkata tenggorokannya seperti semakin terhimpit.
"Kau sungguh salah berurusan denganku!"
"Bahkan ingin membuat Mr. K sendiri yang menemuimu?!"
"Kau baru melihatnya saja nyawamu sudah akan menghilang!!"
"Kau ingin tahu bagaimana Yvone rekan kerjamu mati langsung di tangannya?!"
Tubuh Sarah bergetar hebat, dia mulai kehabisan nafas.
"Aku adalah adik seorang pembunuh bayaran dengan bayaran tertinggi, aku diajarinya membunuh tanpa menyentuh lawanku!"
"Dia tidak mengijinkan tanganku berlumur darah seperti yang dia lakukan."
"Tapi kali ini, kau sudah menjejal batas kesabaranku nona!!"
"Semakin banyak saja koleksi anak buah Wijaya mati di tangan kami!"
"Hehehe..."
"Apa kamu tidak bisa berkaca?!"
"Carilah lawan yang sepadan dengan kemampuan mu!"
"Otak tumpulmu hanya di gunakan untuk mengedepankan hasrat mu!"
"Sungguh sangat di sayangkan!!"
"AAARRGHH!" Pekikan tertahan Sarah terdengar di iringi semakin banyak darah yang keluar dari mulutnya.
Pantas saja nyawanya di hargai ratusan juta dollar. Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali justru aku kini tengah mengantarkan nyawaku sendiri di hadapannya!
Aku sungguh konyol!
"Aku akan melepaskanmu jika kamu mengatakan apa yang kamu suntikan pada suamiku?!"
Haha! Suami mu adalah kelemahanmu!
"Uhuuuk!"
Nina menurunkan tangannya, maka cengkraman kencang di tenggorokan Sarah sedikit mengendur. Sarah memegang lehernya dengan masih terbatuk di lantai.
"How could you?!" Tanya Sarah penasaran apa yang dilakukan Nina padanya sampai-sampai dia tidak bisa menyentuh Nina sama sekali.
"Kau tidak perlu tahu!"
"Kau sudah sangat lengah, beruntung kamu yang sangat menggemari meminum wine tanpa kamu sadari bahwa minuman mu berisi serpihan metal yang jika aku kendalikan akan berkumpul menjadi satu di dalam tubuhmu!"
Sarah sungguh telah kalah strategi, dia benar-benar lupa bahwa Karennina merupakan adik kesayangan Keenan yang memiliki kemampuan membunuh terbaik tanpa cela.
"Haha!"
"Suami mu adalah kelinci percobaan kami untuk obat Y!"
"Jika dia berhasil melewati masa inkubasi maka darahnya akan jadi incaran tuan besar!!"
"HAHAHAHA!"
DEG!!
Detak jantung Nina mendadak seperti berhenti sejenak dengan penuturan Sarah.
"Aku mati pun tidak menyesal!"
"Aku sudah menyeret Hanssel untuk menemaniku di Neraka!"
"Obat Y adalah obat terakhir modifikasi dari Obat X!"
"Virus ini lebih ganas dari yang di tanam di obat X!"
"Jika suamimu bisa bertahan, aku yakin darah nya bernilai milyaran dollar!"
"HAHAHAHAHAHAHA!"
"AAAAARRGGHHH!!!"
Bruuk!
Sarah terkapar dengan banyaknya darah yang mengalir dari tenggorokannya.
Nina melepaskan genggaman erat tangannya yang mengendalikan metal yang berada di tubuh Sarah hingga dia tewas seketika. Dia menunduk bahkan kini sudah menitikan air matanya menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri dia membunuh seseorang kali ini.
Hanssel terpaku tidak percaya apa yang telah terjadi di depannya. Dia langsung berpikir jika kasus ini mencuat ke publik maka dia akan membuat dirinya yang melakukannya sehingga istrinya akan terbebas.
✲✲✲✲✲✲