
Access accepted - BOM Deactivated!
Degub jantung Farah seolah berhenti berdetak saat ini, dia memeluk Keenan erat namun saat bom itu berhenti menyuarakan dirinya, dia menatap Keenan dengan senyuman yang mengembang sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.
"FARAAAAAAAH!!!"
Bruuuummm!!!
"Bertahanlah sayaaang aku mohoon!!!"
Keenan memacu kendaraannya dengan cepatnya, kini giliran pria itu yang tiada hentinya membanjiri wajahnya dengan air matanya. Dia menggenggam erat jemari tangan Farah yang sedingin es. Dia bersumpah jika terjadi sesuatu pada Farah dia akan melenyapkan Wijaya.
BRAAAAAK!
"SIAPAPUN TOLONG DIA!!!"
"MANA DOKTER TERBAIK KALIAN??!"
"T-Tuan tenangkan diri anda..."
"Baringkan nona disini..."
Salah satu perawat tengah sigap membantu Keenan meletakan Farah yang sudah terbujur kaku dengan darah yang mengalir dari area bawahnya, secepatnya mereka melakukan tindakan.
“Oh tidak, ini indikasi keguguran!”
“Cepat bawa nona ini keruang operasi!”
“Denyut nadinya melemah dokter!”
DEEG!
Keenan menarik kerah kemeja putih dari pria paruh baya yang menangani Farah yang tak lain merupakan dokter jaga disana.
“SELAMATKAN NYAWANYA SEKARANG JUGA!!”
“JIKA SESUATU TERJADI DENGANNYA AKU AKAN MENGUBUR KALIAN BERSAMA ISTRIKU UNTUK MENEMANINYA!!!”
“B-Baiikk tuan…”
“Mohon anda lepaskan lebih dulu…”
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin!”
“BERUSAHA?!!”
“KALIAN WAJIB MENYELAMATKANNYA!”
“ATAU AKU AKAN MERATAKAN RUMAH SAKIT KALIAN!!!”
“CEPAAAAAT!!”
Seluruh team medis yang mendengar ancaman Keenan ketakutan luar biasa, mencium bau amis darah di tubuh Keenan saja mereka sudah begitu di buat merinding. Orang macam apa yang berani meratakan rumah sakit terbesar di Negara B ini. Tanpa pikir panjang mereka bergegas melakukan tindakan medis pada Farah.
“Anda hanya sampai disini tuan.”
Salah satu dokter bedah menghentikan langkah Keenan tepat di pintu masuk ruang operasi.
“KENAPA AKU TIDAK BOLEH MASUK?!”
“BAGAIMANA JIKA KALIAN MENIPU KU DAN MEMBUAT NYAWA ISTRI KU MELAYANG HAH??!!”
Keenan sungguh telah kehilangan akal sehatnya, dia begitu takut. Saat menggendong tubuh Farah, gadisnya terasa sangat dingin. Bahkan darah mengalir dari area pusat inti tubuh Farah. Semua itu membuat Keenan gila!
“Kami mohon tuan…”
“Percayalah…”
“Jika anda terus seperti ini, justru akan memperlambat kami bekerja.”
Keenan berhenti melakukan tindakan impulsifnya saat ini. Dia menundukan wajahnya, dan mengusapnya kasar dengan kedua tangannya. Menganggukan kepalanya perlahan, air matanya terus mengalir dari pelupuk matanya. Dokter yang menangani Farah sungguh merasa iba dengan kondisi mereka. Dokter itu meyakini sepertinya mereka mengalami kecelakaan.
Brruukk!
Tubuh Keenan merosot di lantai, dia menyenderkan bahu dan kepalanya di dinding tembok rumah sakit. Betapa kacaunya perasaan dan tubuhnya saat ini.
"Faraaah..."
"Aku mohon sayaang jangan kamu menghukum ku seperti ini!!"
Keenan memeluk kedua kakinya, air matanya terus membanjiri wajahnya. Sekelebat ingatannya bersama Farah menari-nari di relung jiwanya dan menampilkannya kembali di hadapan Keenan.
"Kaaak!"
Farah merangkul erat lengan Keenan, keduanya tengah berjalan di tepian sungai kota KL atau bisa dikatakan mereka tengah pergi berkencan.
"Tebak-tebakan yuk!"
"No!"
"Ishh!" Farah menunjukan wajah cemberutnya, Keenan terkekeh.
"Baiklah..." Keenan menarik hidung Farah gemas.
"Issh!! Sakit tauuu..." Rengek Farah.
"Oke, tahu ga kenapa kaca spion itu ada dua atau sepasang?!"
Farah menaik turunkan kedua matanya antusias.
"Gitu aja ga tahu!" Ketus Keenan.
"Idiihh!"
"Jawab iihh!!"
"Ya biar selamat saat berkendaraan." Jawaban Keenan yang serius membuat Farah tertawa geli.
"SALAAH!!" Ejek Farah.
"Kamu yang bego!" Keenan tak mau kalah menggoda Farah.
"AH KAKAK GA ASIK!!!" Protes Farah memajukan bibirnya dan menghentakan kaki serta kedua tangannya bersamaan.
Keenan sungguh sangat senang menggoda wanitanya, semua itu menjadi hiburan tersendiri bagi Keenan.
"So, apa jawabannya sayang aku menyerah..." Keenan mengangkat dagu wanitanya dengan telunjuknya dan mencium bibirnya sekilas.
Wajah Farah merona seketika. "Beneran kakak nyerah?" Goda Farah mendekati wajah Keenan.
"Ya..."
"Okay, hmm..."
"Karena kalo cuma satu namanya jadi kecespion a.k.a kesepian!"
"Hahahaha!"
Farah tertawa sendiri dengan memukul bahu prianya yang tidak ikut tertawa.
"Ihh kesel!!" Umpat Farah merasa guyonannya gagal.
"Hahaha!" Tapi Keenan justru tertawa karena kekesalan Farah.
Farah kembali menggelayut manja di lengan prianya. "Makanya kita harus kayak kaca spion yang jumlahnya sepasang."
"Biar kita ga kesepian, jadi kita harus terus berdua bersama..."
Keenan tersenyum hangat mendengar perkataan Farah.
"Kak..."
"Hmm..."
Farah kembali memberikan candaan part dua.
"Seribu tambah dua ribu berapa?"
"Kamu makin hari malah makin bego segitu aja ga bisa jawab!"
"Duh, beban perasaan banget nih punya laki tanpa selera humor yang tinggi!!"
Keenan terkekeh dengan umpatan Farah padanya.
"Bukan ituu ihh!!"
"Ayo jawab seribu tambah dua ribu berapa kakak zeyeeeng..."
Keenan tidak tahan ingin menghempaskan tubuh Farah di bawah kungkungannya.
"Tiga ribu!"
"Gitu aja ga bisa!!"
"Cih.. Ga pake embel-embel kata lain sih!" Umpat Farah mulai membuat Keenan kesal dengan tingkah kekanak-kanakannya.
"Kak, berapa seribu tambah dua ribu?" Farah kembali bertanya dengan nada serius.
Sebelum menjawab Keenan menghembuskan nafasnya kasar "Tiga ribu sayang!"
"I love you..." Farah menatap manis ke arah Keenan dengan finger heartnya.
"Hah?" Keenan menghentikan langkah kakinya.
Farah menyeringai, ia memposisikan dirinya di depan prianya yang tengah kebingungan.
"Cause you're my Iron Man and I love you 3000..." Farah bersenandung dengan salah satu lagu kesukaannya dan kembali memberikan finger heart di kedua tangannya pada Keenan dengan senyuman manisnya.
Keenan menelan salivanya, dia menatap haru kearah gadisnya. Tidak di sangka sedari tadi dia terus di goda oleh seorang kelinci! Tanpa aba-aba Keenan memeluk Farah dan mengangkat tubuh gadisnya keatas dan memutarnya beberapa putaran.
"Aaarhhh... Kak turuniinn!!"
"Hahaha pusiing!!"
Farah meronta, kini tubuhnya diturunkan perlahan oleh prianya, kedua netranya saling beradu pandang dalam syahdu. Wajah Farah merona, dia tersipu saat jemari Keenan menyentuh pipinya perlahan dan wajah prianya semakin mendekati wajahnya. Perlahan Farah menutup kedua matanya, dan merasakan hembusan nafas prianya di wajahnya. Keduanya bertautan mesra menutup acara kencan dadakan mereka.
Keenan semakin terisak, dadanya sungguh sesak. Dia sangat menyesal tidak mempersiapkan lebih banyak pengawal untuknya.
"Aku minta maaf sayaaang..."
"Please..."
"Comeback to me!"
BRAAAAK!
Terdengar pintu ruang operasi terbuka, Keenan mendongak dia segera bangkit dan menemui dokter yang menangani Farah. Sudah hampir beberapa jam lamanya mereka melakukan tindakan medis pada Farah.
"BAGAIMANA KEADAANNYA?!"
"T-Tuan tenang lah..."
"Kami..."
Tubuh Keenan membatu saat melihat ekspresi dokter yang akan memberitahukan kenyataannya.
"JAWAAB!"
"M-Maaf tuan..."
Keenan beringsut mundur, pandangan matanya sedikit kabur, hatinya hancur.
"T-tuan, kami hanya bisa menyelamatkan nona..."
"Bayi anda tidak bisa di pertahankan lagi."
"Kami minta maaf, kami sudah berusaha..."
Keenan menutup matanya erat, air matanya kembali mengalir. Dadanya sesak!
Apa ini karma ku? Selama ini aku selalu berusaha membuat Farah meminum cairan kontrasepsi agar dia tidak hamil. Maafkan papa nak...
Bruuk!
Tubuh Keenan ambruk dia terjatuh di lantai.
"TUAAN!"
Dokter membantu Keenan untuk berdiri dan menuntunnya duduk di kursi tunggu.
"Kami sudah berusaha tuan, tapi bayi itu memang telah meninggal sebelum di lakukan proses medis detak jantungnya sudah tidak ada saat anda membawanya kemari."
Keenan masih terdiam, "LANTAS ISTRIKU?!"
"Istri anda sudah melewati masa kritisnya."
"Kita hanya bisa menunggu respon dari tubuh nona nantinya."
"Ada beberapa zat yang mempengaruhi kinerja jantungnya."
"Tapi kami telah memberikannya obat penawar."
"Mungkin, nona memerlukan waktu lebih lama untuk bangun."
Keenan menundukan wajahnya, mengusap kasar dan kembali terisak.
"Tuan, sepertinya anda juga harus memeriksakan tubuh anda."
"Anda terluka bukan?"
"Leave me alone!"
Dokter merasa iba dengan kondisi Keenan, dia juga tidak bisa melakukan apapun lagi.
"Baik, nona akan di pindahkan ke ruang ICU setelah ini."
"Kalau begitu saya pamit tuan."
"Jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa panggil kami."
Keenan tidak menjawab dan merespon, hatinya gamang. Dokter akhirnya meninggalkan Keenan sendiri.
Keenan menatap kearah ruang operasi yang kini telah membawa Farah keluar, secepatnya Keenan menghampiri dan bersimpuh di samping wajah Farah.
"Sayaaang..."
"Maafkan aku..."
"Bangunlah dan hukum aku!"
"Banguun sayaaang..."
"Atau aku yang akan menghukum mu!!!"
Keenan menggenggam dan mencium jemari Farah. Dia memeluk tubuh Farah dengan terisak. sampai salah satu perawat menghentikan tindakannya.
"Tuan..."
"Maafkan kami, nona harus beristirahat di ruangannya..."
Keenan melepaskan dirinya, "Jaga dia sus, berikan perawatan terbaik berapapun biayanya aku tidak peduli!"
"Tenang tuan, saya yakin nona akan kembali sadar."
"Dia pasti tidak rela meninggalkan suami yang begitu mencintainya dan tentu saja sangat tampan."
Candaan suster yang tengah mencuri pandang pada Keenan memberi nafas lega bagi Keenan.
"Kau dengar sayang!"
"Cepatlah bangun..."
"Jika tidak, akan ada banyak wanita yang menggoda ku!"
"Apa kamu rela?!"
Tubuh Farah masih diam tidak ada respon apapun, Keenan kembali menunduk dan meneteskan air matanya. Semua perawat wanita yang melihatnya merasa iri pada Farah.
"Istirahatlah sayang, aku akan selalu ada di samping mu!"
"Aku berjanji..."
✲✲✲✲✲✲