
"Kak..."
Farah merangkul Keenan dari belakang, pria itu memakai kembali pakaiannya.
"Kenapa harus buru-buru pergi?!"
"Kenapa ga nanti pagi?!"
Keenan membalikan badannya menatap Farah serius. "Apa kamu pikir Nina tidak pernah memperhatikan kondisimu disini?!"
"Ini rumahnya dia akan dengan mudah mengakses CCTV. Aku tidak bisa memanipulasi dalam jangka panjang!"
"Huh!" Farah kecewa atas jawaban Kakak sepupunya yang selalu saja menyembunyikan hubungan mereka.
"Bagaimana kalau kakak belikan aku satu rumah dan aku menjadi simpanan kakak?!"
Farah kembali menggoda Keenan melingkarkan kedua lengannya di bahu prianya.
"Kau bukan wanita simpanan ku!"
"Kau adik sepupuku!"
DEG!!
Farah menghentikan gerakan tangannya yang menari-nari di wajah tampan prianya. Dengan gelisah dan hati-hati Farah mencoba bertanya serius kali ini.
"Apa kakak benar-benar tidak memiliki perasaan padaku?!"
"Setelah apa yang sudah kita lakukan selama ini?!"
"Setelah kakak melakukan hubungan intim dengan ku?!"
"Apa kakak benar-benar tidak mencintaiku?!"
"Sedikit saja?!"
Keenan menelan salivanya, dia menatap dingin ke arah Farah. Dia bingung harus mengatakan apa.
"Tidak!"
"Aku hanya sedang penasaran dengan semua ini!"
"a p a?!" Lirih Farah tidak percaya apa yang dia dengar yang membuat hatinya pecah seperti kaca yang di lempar batu. Hancur berantakan!
"Minumlah!"
Keenan kembali memberikan semangkuk obat kontrasepsi untuk di minum Farah. Farah telah menitikan air matanya. Dia begitu mencintai pria bajingan di depannya.
"Kau begitu memperhatikan Karen di kehamilannya saat ini."
"Apa kamu benar-benar tidak ingin memiliki generasi milik mu sendiri?!"
"Kau bahkan memperlakukan adikmu seperti istrimu!!"
Jelas terlihat kecemburuan yang besar di diri Farah saat ini, Keenan terkekeh lirih.
"Apa kamu cemburu pada adik ku?!"
"Hahaha.... Kau tidak pantas cemburu padanya dan pada ibuku!"
"Kau tahu, alasan aku melihatmu adalah karena Karennina menyayangimu!!"
DEG!!
"Dia sangat peduli padamu, dia menyayangimu seperti adiknya sendiri."
"Kau bisa berada di keluarga Kaviandra nyaman jika bukan karena Karennina aku yakin kamu tidak akan ada di posisimu sekarang ini!!"
"Dia selalu memperhatikan kesejahteraan mu bahkan kebahagiaan mu sekalipun!"
"Apa kamu pantas cemburu padanya?!"
Farah menutup wajahnya dengan kedua tangannya menangis terisak pilu mendengar kenyataan dan kebenaran yang di ungkap kakak sepupunya.
"Aku minta maaf, aku hanya cemburu kakak memperlakukannya lebih dari sekedar adik dan kakak."
"Aku sangat mencintaimu kak!!"
"Bukankah kau sangat tahu bagaimana kondisi mentalnya selama 3 tahun terakhir ini."
"Kau tidak berada di posisinya."
"Kau tidak bisa merasakan betapa hidupnya sangat keras."
"Aku sangat menyesal menyerahkan dia begitu saja pada seorang bajingan!"
"Aku menemukan adik ku dalam keadaan menyedihkan di tepi jalan sedang terbuang."
"Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu."
"Adik yang aku jaga selama ini, yang aku sayangi sepenuh hati di telantarkan bagai sampah di jalan dengan luka di sekujur tubuhnya."
"Kau tidak merasakan penderitaannya, kau tidak sepantasnya cemburu pada hidupnya!"
"Apa yang aku lakukan saat ini untuknya tidak akan menebus kesalahanku membuat dia trauma selama hidupnya."
Tubuh Farah bergetar mendengarnya, namun dia juga tak ubahnya seperti Karennina yang dibuang begitu saja oleh pria di depannya.
"Lalu bagaimana dengan aku?!"
"Apa kakak tidak berpikir bahwa aku memiliki trauma atas hari terkutuk itu?!"
"Apa kakak pikir aku melakukan hal ini atas keinginanku sendiri?!"
"Apa kakak tidak merasa bahwa aku dan Karennina memiliki kesamaan?!"
"Sama-sama diperlakukan buruk oleh laki-laki brengsek!!"
Keenan seolah mendapat skak mat saat ini oleh pernyataan Farah. Farah tertawa lirih dia meminum obat yang di berikan Keenan dan menghabiskannya dalam satu kali tegukan.
"Aku mengerti kak, sampai kapan pun aku tidak bisa memiliki status seperti Karennina."
"Aku juga sangat menyayanginya."
"Jika aku harus memilih, aku lebih memilih bersama dengannya yang jelas menyayangi ku di banding kakak!"
"Tapi ijinkan aku melayanimu untuk terakhir kalinya ya?!"
Farah kembali menggoda pria yang sudah mencabik segalanya dari hidupnya.
♡♡♡
"Maafkan aku Farah..."
"Aku tidak tahu apa itu cinta, yang aku tahu aku tidak bisa berhenti memikirkan mu sepanjang waktu!"
"Terlebih aku tidak bisa menempatkanmu dalam bahaya jika terus di sisiku."
"Aku tidak bisa seperti pria normal lain yang menjamin kehidupan yang aman hanya ada keluarga kita."
"Aku dipenuhi oleh banyak musuh di dunia ini."
"Dengan seperti ini kamu tidak akan terseret dalam kehidupan tergelapku."
"Meski aku menyikat tubuhku bau amis itu akan selalu ada dan menghampiri diriku!"
"Aku tidak ingin keterunan ku mengetahui bahwa ayahnya seorang pembunuh bayaran."
Cup ~
Keenan mencium kening Farah yang telah terlelap dengan tubuh polos dan peluhnya yang masih menempel. Keenan menaikan selimut menutupi tubuh Farah.
"Mungkin aku benar menyayangimu lebih dari sekedar saudara!"
Keenan melebarkan senyumnya dan bergegas pergi meninggalkan rumah Farah. Tak lupa dia memanipulasi rekaman CCTV semalam tadi.
"Maafkan kakak, kakak memang pantas di panggil seorang bajingan!"
***
Beberapa minggu kemudian...
"Farah agendakan rapat bersama tuan Ron!"
"Baik bos!"
Nina memasuki kembali ruangannya, Farah tiba-tiba merasa mual. Dia bergegas menuju toilet yang tak jauh dari tempatnya.
Hoek!
"Ah sial, perutku tidak nyaman!!!"
Farah tidak berpikir panjang, dia kembali menuju mejanya dan mencoba meminum obat lambung miliknya.
Dia memang memiliki riwayat asam lambung yang tinggi. Dia pikir semua ini karena dia sedang kembali terserang asam lambung mengingat semalam dia lupa makan.
Kepergian Keenan dalam hidupnya membuat dia merasakan apa itu depresi karena cinta.
"Aku bisa merasakan juga apa yang selalu Karen tangiskan selama ini..."
Farah menyimpan rapat semua kisah kelamnya dari Nina. Dia juga mencoba sebiasa mungkin pada sepupunya. Farah juga lebih sering menginap di rumah Nina. Selain ramai oleh kelakuan Jimmy Farah mencoba melupakan apa yang sudah terjadi di apartementnya beberapa hari yang lalu. Sebuah pengalaman membahagiakan dan kepedihan yang terjadi bersamaan.
"Lu pucat amat?!"
"Ga sarapan lagi?!"
"Maless gue mau dapet keknya mood gue ancur total!!"
"Hahaha!!"
"Ya udah yok aku teraktir kamu mau apa sayaaaang?!!"
Nina memang tidak pernah tanggung-tanggung memanjakan Farah.
"Aku mau hotpooot!!"
"Okay kita let's go!!!"
Farah menggelayut manja di lengan Nina.
"Mau sampai kapan kamu jomblo?!"
"Masa iya bertahan dengan status perawan tua?!"
Farah terdiam sejenak dengan pertanyaan tiba-tiba Karennina. Iya kalau aku masih perawan! Haha miris sekali hidupmu Farah!!
"Tidak ada yang satu level dengan kakak Keenan ku... Standart cowok ku begitu tinggi aku sungguh kesulitan!!" Canda Farah pada Nina yang tengah mengejek kearahnya saat ini.
"Aku kasih tau, ga usah jadiin Keenan standart cowok mu!"
"Karena dia tidak sesuai kriteria cowok idaman!"
"Dia pria sesat!!"
"Gaet satu cewek aja ga bisa sudah di pastikan personality nya begitu buruk!!"
"HAHAHAHAHAHAHA!!!"
Farah melebarkan senyumnya, dia tidak menyangka Nina sendiri mengatai kakaknya sebagai pria yang tidak memiliki tanggung jawab.
✲✲✲✲✲✲