Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 29 - Sakit Hati!!



Nina kembali menampilkan penampilan lamanya, seminggu kedepan dia akan berurusan dengan Suho. Dia sudah menyiapkan mentalnya.


"Hih! Sekertaris satu ini belagak!" Ejek Jessica yang selalu membuat masalah pada Nina.


"Iri bilang bos!!" Ujar Nina berlalu meninggalkan Jessica yang masih menampilkan raut wajah kesalnya.


Terlebih saat dia melihat Nina menggunakan mobil sportnya.


"Coba kalian bayangkan dia cuma sekretaris biasa. Bisa beli mobil yang harganya milyaran kalo bukan hasil dari ngangk*ng ya ngep*t!!!" Jessica tidak pernah berhenti untuk terus menyebar rumor buruk pada Nina.


"Hahaha... Bener sih, gue sering banget kedapatan dia mesum sama si bos!!" Tukas temannya semakin memanasi.


Jessica yang mendengar itu seperti cacing kepanasan, ingin rasanya dia merobek-robek mulut Nina.


"Gue harus bikin rencana buat dia terlihat seperti wanita j*lang!! Dan Hanssel akan jijik dengannya." Gumam Jessica dia mengeratkan kepalan tangannya.


Erick Shin dan beberapa peserta tender lain telah datang di kantor Adamson Group. Mereka di arahkan menuju ruang rapat yang cukup besar di lantai 7. Satu lantai di bawah tempat Nina dan Hanssel.


"Tuan... Sudah waktunya membuka tender." Nina menjemput bosnya.


"Oke sayaang!"


"Hanss!!"


"Kenapa? karena ada mantan suami mu? Kamu tidak ingin dia mengetahui pasal hubungan kita?!!"


Belum apa-apa Hanssel sudah cemburu. Nina mengerutkan keningnya merasa bosnya saat ini tengah mengalami PMS!


"Kamu kurang ngopi? Mau aku beliin di sturbuk?"


"Aku ga butuh kopi!! Aku butuh bibir kamu!!" Hanssel mencium bibir Nina tanpa aba-aba dan persetujuan dari wanitanya.


Nina mendorong tubuh suaminya yang telah kelewatan saat ini.


"Rumorku sudah sangat buruk tuan!"


"Aku sudah mendapat gelar tambahan selain ratu antagonis. Aku juga adalah wanita ja*lang yang sudah berani menggoda tuannya sendiri!"


"MEMANG!!" Hanssel berniat mengusilinya.


"BANGSAT!!" Umpat Nina sarkas Hanssel justru terbahak.


Kemudian dalam hitungan detik raut wajahnya berubah dingin dan datar saat memasuki ruang rapat.


Nina telah kembali menjadi si wanita kuno, dengan kacamata tebal, rambut lurus di ikat kebelakang dengab pakaian kuno yang membuat orang tidak ingin menatapnya.


Dengan dingin dia juga duduk di sebelah kursi Hanssel, kemudian bagian terkait tengah mempersentasikan proposal pengajuan dan mereka memberikan kesempatan pada tiap kandidat peserta tender mempersentasikan perusahaannya apa layak atau tidak.


Dalam proses tender kali ini di ikuti hanya 5 perusahaan. Salah satunya Suho yang baru mengikuti pengadaan bahan baku proses kontruksi di proyek gabungan dengan Lee Hi Group.


Nina terus menatap sinis ke arah Soraya, bahkan saat Erick mempersentasikan perusahaannya Nina terlihat menggenggam erat tangannya dan menunjukan tatapan kebencian. Hanssel melihat dengan jelas semua kebencian Nina pada mantan suaminya.


Tenang sayang, aku akan membuat pria ini bersimpuh memohon ampun padamu. Dia sungguh berani menyakitimu! Dia sungguh buta tidak bisa melihat mana bidadari dan mana itu iblis!


Hanssel mengusap paha Nina di bawah meja mereka. Nina membulatkan matanya kemudian menatap tajam Hanssel di bawah sana Nina telah menepis sentuhan bosnya.


Hanssel tersenyum kemudian dia mengambil kertas post it dan menggambar sebuah emoji yang kemudian dia rekatkan di sebelah laptop Nina. Dengan masih menatap serius kedepan tetapi tangannya telah melakukan ini dan itu.


Nina berusaha menahan tawanya dengan mengatupkan bibirnya erat. Farell menatap keduanya dan mengira bahwa mereka tengah menebarkan keromantisan yang tidak pada tempatnya.


Akhirnya rapat itu selesai, dikatakan bahwa pengumuman pemenang tender akan di umumkan 2 hari kedepan. Nina telah selesai menulis notulen hasil rapatnya. Dia kembali menuju ruangannya. Namun saat akan melangkah keruangan terlihat seorang wanita cantik dengan elegan memasuki ruangan Hanssel tanpa membuat laporan padanya.


Apa itu teman kencan baru Hanssel? secepat itu dia sudah mendapat calon pengganti ku...


Nina tidak lagi memikirkannya dia masuk ke ruangannya. Namun dia berbohong, dia terus memikirkannya sampai akhirnya dia memutuskan mengetahui apa yang terjadi di dalam sana.


Di ruangan Hanssel.


"CATHERINA?!" Pekik Hanssel terkejut pasalnya seharusnya wanita itu belum ada di Indonesia saat ini.


"Maaf tuan berkas an...." Nina menatap pemandangan yang membuat hatinya sakit seketika.


"Maaf saya tidak tahu bahwa di ruangan ini sedang ada tamu.." Nina berencana keluar segera.


"NINAAA TUNGGU!!" Hanssel mencoba melepaskan rangkulan Catherina dan ingin menjelaskan pada istrinya.


Mengapa Hanssel begitu ketakutan seperti itu? Apa mungkin dia ada affair sama sekertaris jelek itu?


"HANSSS!!"


Namun panggilan Catherina menghentikan langkahnya. Dia kembali membalikan badannya dan menghampiri wanita itu.


"Untuk apa kamu kesini lagi?!"


"Kamu pergi tanpa beban dan pulang juga seolah beban itu telah menghilang!!" Hanssel berucap serius.


"Hans, aku minta maaf..."


"Kamu kan tahu waktu itu kesempatan emas untuk ku!"


"Kalau begitu untuk apalagi kamu kemari?!" Ketus Hanssel duduk kembali di kursinya.


Nina aku minta maaf tidak mengejarmu saat ini. Aku berjanji akan menjelaskannya di rumah.


"Hanss... Aku mengakui kesalahanku... Kemarin aku di hubungi tante katanya dia akan mengumumkan pertunangan kita di saat Aniversary Adamson minggu depan."


" APAAA?!!" Hanssel terpaku tidak memiliki kata-kata lain untuk membalas pernyataan mantan kekasihnya itu.


Di dalam ruangan Nina tengah terisak, "Kau bodoh Nina!!"


"Untuk apa aku menangis? Untuk apa aku merasakan sakit hati!!"


"Bukankah aku sudah sangat tahu hubunganku hanya untuk sebulan ini!!"


Nina terus terisak dia menutup wajahnya namun dia segera menyeka dan merapihkan mejanya kemudian bergegas pulang setelah dia melihat bahwa saat ini waktu menunjukan pukul 5 sore tepat. Nina melesat menuju parkiran mengemudikan mobilnya dengan masih berderai air mata.


"Rangga!!"


"Karen... Kamu menangis?!"


"Kamu kenapa?!"


"Kamu dimana aku jemput kamu sekaranga!!"


Rangga terdengar sangat gelisah, di dalam kantor advokat nya dia menyambar jas kerja dan bergegas menuju mobilnya.


"Aku teraktir minum, kita ke Emperor sekarang!!"


"Oke aku akan kesana saat ini juga!!"


"Jangan lakukan hal yang berbahaya ingat itu Karen!!"


Nina segera memutus sambungan dan mematikan ponselnya.


"Ha ha ha... Kamu bodoh Karennina Kaviandra!!"


"Tanpa kamu matikan sekalipun dia tidak akan mencarimu... Dia sudah memiliki perempuan kencan barunya!!!"


Nina melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas 100km.


Hanssel dan Catherina keluar ruangan bersama dia melihat ruangan Nina kosong. Hatinya sama ikut di remas oleh keadannya.


Dengan adanya Catherina hari ini Hanssel tinggal di kediaman besar Adamson. Sebelumnya nyonya besar atau ibunya Rossie menghubunginya, Perempuan paruh baya itu telah membuat jamuan kecil untuk menyambut Catherina. Hanssel tidak bisa melakukan apapun saat ini. Walau sesungguhnya dia ingin mengejar istrinya dan berharap wanitanya tidak berpikir macam-macam.


✲✲✲✲✲✲