
"Mulai sekarang kamu bernama Felicia Tsu!"
Yvone menatap lekat ke arah Rangga.
Mengapa pria ini seperti telah mempersiapkan sebelumnya?!
"Apa ini nama seseorang yang sangat spesial di hidup kakak?!" Tanya Yvone bertanya-tanya.
"Oh tidak, ini nama saudara jauh ku."
"Aku tetiba ingat dia..."
"Pekan lalu dia meninggal karena sakit."
"Kamu bisa meminjam namanya sampai kamu ingat siapa dirimu sebenarnya."
Rangga membual pada Yvone, nyatanya dia memang sudah membeli nama ini dari sebuah keluarga miskin yang anaknya baru saja meninggal pekan lalu. Semua identitasnya akan disematkan pada Yvone, sebuah kebetulan yang pas usia mereka berdua seumuran.
Yvone mengembangkan senyumnya. "Terima kasih kak..."
"Aku bersumpah akan mengabdikan diriku pada kakak?!"
Dengan bertingkah manis dia mengangkat satu tangan ke atas khas orang yang tengah mengikrarkan janjinya. Namun dia menyeringai kebingungan pada pria yang baru dia sadari tidak tahu namannya itu.
"Aku belum tahu nama kakak?!" Ujar Yvone polos.
Rangga terkekeh dia merasa gemas dengan gadis di depannya.
"Aku Rangga Adyathama.. Kamu boleh panggil aku Rangga.."
"Sebentar lagi aku akan bertemu dokter, setelah itu kita bisa tahu kamu diperbolehkan pulang atau tidak..."
"Selanjutnya sementara kamu dalam pengawasanku..."
"Kamu bisa tinggal bersamaku..."
Yvone mengangguk senang, dia terus mengembangkan senyumnya merasa bahwa tuhan masih memberikannya secercah harapan pada kemalangan hidupnya.
Rangga pamit sebentar menemui dokter spesialis yang menangani Yvone.
"Selamat sore tuan... Mari silahkan duduk!"
Rangga dudup tepat di hadapan dokter, dia akan kembali mendengar diagnosis Yvone.
"Apa dia bisa mendapatkan perawatan di rumah?!"
"Saya baru mendengar bahwa nona hari ini terbangun!"
"Suatu kemajuan luar biasa."
"Ini saya perlihatkan hasil CT Scan kepala nona dua hari yang lalu."
"Dan ini adalah rekaman EEG nona juga..."
"Dalam grafik memang ada sedikit ke abnormalan gelombang elektromagnetik di dalam otak nona."
"Saya sudah mendalami kandungan yang ada di dalam sel darah nona."
"Semua menunjukan bahwa kandungan dopamin yang abnormal ini bisa jadi pemicunya."
"Terlebih saya baru mendapatkan diagnosis lanjutan mengenai adanya gejala gangguan mental bipolar yang terbukti pada saat dia tertekan dia akan bertingkah impulsif."
"Gangguan mental ini biasanya menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, serta kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari."
"Saya belum mendalami seberapa jauh tingkat penyakitnya."
"Semua diakibatkan efek dari racun LSD di tambah dopamin yabg tinggi yang masih menempel didalam tubuhnya."
"Apakah ini berbahaya dok?!"
Dokter terdiam sejenak, "Gangguan bipolar bisa berdampak buruk pada otak, yang merupakan bagian dari sistem saraf pusat."
"Di beberapa kasus, jika si pasien tidak bisa mengendalikan perasaan depresinya dia bahkan bisa mengancam jiwanya dengan aksi bunuh diri misalnya."
Rangga tercekat, dia tidak menyangka semua ini berdampak buruk bagi kehidupan Yvone selanjutnya. Dia semakin yakin, tujuan dari meracuni Yvone memang ingin menghilangkan jejaknya.
Apa racun ini diberikan oleh keluarga Kaviandra? Jika ingin menyiksanya selama sisa hidup Yvone mengapa dia terbunuh sebelum racunnya bereaksi?
"Tuan?!"
Dokter membuyarkan pikiran Rangga yang berkecamuk hebat.
"Apa semua ini bisa di sembuhkan?!"
"Sayangnya, jika pasien sudah di diagnosis memiliki gangguan bipolar, dia tidak bisa sembuh."
"Tetapi..."
"Pemberian obat-obatan dan psikoterapi dapat membantu penderita menjalani kegiatan sehari-hari.
"Pengobatan gangguan bipolar ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi munculnya gejala, membantu penderita kembali beraktivitas seperti biasanya, dan menurunkan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya."
Rangga menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Lakukan semua jadwal pengobatan, saya yang akan menanggungnya."
Dokter mengembangkan senyumnya "Anda sungguh sangat bermurah hati."
"Padahal dia saudara anda saja bukan."
"Kita tidak perlu ikatan darah untuk memanusiakan manusia bukan?!"
Dokter tersentak, dia seperti tertampar dengan pernyataan singkat Rangga. Kemudian kembali melebarkan senyumnya.
"Saya yakin kedua orang tua anda sangat bangga penerusnya benar-benar menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
Rangga tersipu malu, kemudian dia keluar dari ruangan dokter dan bergegas menemui Yvone.
Tak!
Rangga meletakan satu kaleng jus dingin segar di atas nakas sebelah ranjang Yvone. Gadis itu terbangun dengan kedatangan Rangga.
"Kakak sudah selesai..."
"Aku membangunkan mu?!"
Yvone menggeleng "Wah, apa jus ini untuk ku?!"
Dengan senyum yang terus mengembang Yvone membuka tutup kaleng dan menenggaknya. Di detik berikutnya perasaannya kembali sangat sedih. Dia kembali meneteskan air matanya.
Rangga sungguh iba dengan apa yang tengah di alami Yvone.
Bertahanlah, aku yakin kamu orang pilihan tuhan yang mampu keluar dari situasi sulit ini.
Rangga tidak tahu apa pekukannya akan mampu menenangkan gejala perubahan perasaan Yvone. Yvone terdiam, dia memegang lengan Rangga dengan senyuman yang kembali mengembang di bibirnya yang cantik.
"Kamu adalah cahaya yang hadir di gelapnya hidupku..."
"Terima kasih kak!"
Rangga tersentuh dengan kalimat manis dari wanita yang di peluknya. Dia menaruh dagunya di kepala Yvone sama-sama melebarkan senyumnya.
Kamu adalah wanita kedua yang bisa aku sentuh setelah Karennina.
Wajah Rangga kembali suram jika harus mengingat cintanya bertepuk sebelah tangan.
Mungkin keberadaan Yvone bisa membuatku sedikit-sedikit memudarkan perasaan yang tak terbalas ini.
***
Kediaman Wijaya Saputra, Negara S.
"Tuan, ada kabar tambahan..."
Asisten Lee tengah menemui tuannya yang kini tengah menggoyang gelas wine dengan cerutu masih menempel di mulutnya.
"Pfuuuuh!"
"Apa?!"
"Yvone Caroline telah tertangkap Mr. K!"
Wijaya menyunggingkan salah satu sudut bibirnya, seolah mengetahui hasil akhir nasib si wanita.
"Lantas?!"
"Setelah tertangkap, dia dibawa anak buahnya."
"Mata-mata kita juga mendapatkan lokasi kediaman Mr. K!"
"Saat menjelang dini hari beberapa mobil mencurigakan menuju suatu tempat pembuangan."
"Dugaan sementara Yvone terbunuh dan mayatnya di buang di sana!"
"Kau sudah mendapatkan tubuhnya?!"
"Tidak tuan, seseorang telah lebih dulu menyadarinya."
"Saat akan merampasnya, anak buah kami mengetahui dia adalah bagian dari BIN."
"Jika kami nekat saya khawatir keberadaan kita terancam."
Wijaya menatap nyalang pada asisten khusus yang merupakan sahabatnya itu.
"Kabar baiknya adalah kami berhasil menyadap dan memata-matai apa yang dia lakukan."
"Yvone berhasil hidup kembali!"
"Lebih mengejutkannya lagi, di dalam tubuhnya terdapat obat X milik kita yang sudah di sempurnakan!!"
"HAHAHAHAHA!!!"
"Ambil sample darahnya kita akan selidiki lebih lanjut."
"Tidak di sangka, Keluarga Albert memiliki wadah hidup untuk bibit unggul pengembangan serum obat ku!!"
"HAHAHAHAHA!"
"Biarkan dia hidup..."
"Dengan begitu kita bisa membuat obat anti inflamasi dari jenis X!"
"HAHAHAHHAA!"
"Semudah ini menghasilkan uang dan membunuh orang dalam waktu bersamaan!!"
"Lee... Dimana putraku?!"
"Tahun ini harusnya dia telah selesai dengan magisternya."
"Tuan muda sudah berhasil dengan nilai memuaskan tuan!"
"Jangan menipu ku!!"
"Aku sudah sangat berbelas kasih padamu dengan berbagai macam pengecualian!!"
Assisten Lee menghembuskan nafasnya kasar.
"Tuan berada di Negara S, dia bertemu kembali dengan Nona Luna di sebuah tender dengan E.T!"
"Lalu reaksi Luna?!"
"Dia pingsan!"
"HAHAHA!"
"It's time..."
"Berikan dia dosis ketiga di bulan ini!!!"
"Tapi tuan...."
"Wira Kusuma, nyawa anak mu ada dalam genggamanku!"
"Aku tidak ingin kata tapi!!!"
"Tapi tuan, nona kembali ingat pada tuan muda."
"APAAA?!"
"BAGAIMANA BISA?!"
✲✲✲✲✲✲
Note : Informasi mengenai Bipolar di unduh dari alodokter.com