
Tuk... Tuk!
"Hey! Jam kerja pake ngelamun!"
"Dih perusak mimpi orang!!"
"Lah bos!"
Farah tersadar, Nina tengah mengomentari tingkahnya. Dia pikir tadi bukan bosnya. Selama dua hari kemarin hidupnya sungguh membahagiakan alhasil hari ini dia masih terngiang kejadian dua hari kemarin dengan pria perkasanya.
"Lu mencurigakan sekali!"
"Ayok temui klien..."
"Eh.. Iyaa.."
Farah segera menyambar tas dan laptopnya mengekor di belakang bosnya. Nina sungguh perfeksionis bagi Farah yang urakan. Dia tidak menyangka dalam pekerjaan Nina sangat teliti. Jika dipikirkan wajar sejujur keluarga Kaviandra memang terkenal dengan pebisnis handal. Terlebih kakaknya Keenan, siapa yang tidak tahu pebisnis berdarah dingin itu. Sudah tidak terhitung juga berapa perusahaan mikro yang dia lahap bergabung menjadi perusahaan raksasa miliknya. Termasuk Suho berada dalam kendali Keenan Kaviandra.
Hampir 2 jam lamanya mereka berdiskusi bersama investor. Nina mengajak Farah makan siang di salah satu restoran tak jauh dari tempat pertemuan bisnis mereka.
"Lu cengengesan ga jelas gitu menang lotre?!" Ejek Nina.
"Lu ga seneng bener sodara lagi happy juga!"
"Napa? Lu abis punya cowok ya?!"
"Eh itu..."
Farah gelisah, walau bagaimanapun hubungannya dengan Keenan masih harus di tutupi dari Nina.
Nina menyadari tingkah aneh Farah, dia juga memperhatikan tubuh Farah sampai akhirnya.
"Siapa pria itu?!"
"Apa?!"
"Cowok lu siapa?!"
"Anak mana?!"
"Kerja dimana?!"
"Tinggal dimana?!"
Farah menganga dengan rentetan pertanyaan memaksa dari Karennina.
"Woy, lu ko lebih bawel dari nyokap gue!!"
"Iya lah setan, lu dalam pengawasan gue!!"
"Berani-beraninya lu dapet kissmark ini!!"
"Abis ngapain aja lu?!"
"Jangan bilang lu udah ngelakuin hal jauh ama laki lu?!"
DEG!!
Farah terdiam atas pertanyaan sarkas Karennina.
"Lu ngomong apa sih ga ngerti gua!"
"Ga usah pura-pura bego!"
"Lu pikir gue ga tau tanda kissmark ini hah?!"
"Gue udah punya anak udah sangat hafal tanda itu!"
"Ihh apaa sih!!"
Farah menghardik jemari Nina yang menekan tanda yang dimaksud.
KAK KEENAN KURANG AJAR DIA PAKE KASIH TANDA BEGINI LAMA PULA HILANGNYA. MAMPUS KAN GUE!!
"Itu gue di gigit nyamuk!"
"Iya bener nyamuknya gede bener, kakinya dua tangan dua sejenis ama lu!"
Nina tiba-tiba merasa kesal, bukan apa-apa Nina merasa dia bertanggung jawab penuh atas kehidupannya. Jangan sampai Farah dipermainkan dan menyesal di kemudian hari. Anak jaman sekarang sungguh mengerikan bagi Nina, dimana si cewe akan terbiasa melayani dan si cowo mulai menafkahi tanpa ikatan pernikahan.
Cukup dirinya yang tahu sakitnya gagal dalam pernikahan dan perjuangan saat berhubungan dengan Hanssel. Dia ingin Farah mendapatkan yang jauh lebih baik dan dia harus memastikan pria yang menjadi pilihannya yang terbaik.
"Ngaku ga lo?!" Ancam Nina membuat Farah bergidik ngeri. Selain Keenan, Karennina memiliki sifat yang sama soal kekejaman.
"Ehm, gue kenal di pub!" Farah mencoba membual pada akhirnya.
"Astaga FARAAAH!!"
"Gue ga pacaran cuma gue mabok dan..."
"Aaaaa!!"
Farah tengah di siksa oleh Nina, wanita itu menekan kepalan tangan di kepala Farah.
"Ampuunn!!"
"Gue ga ngapa-ngapain, lagian gue udah gede juga ih!!"
"Lu tau ga bahaya ONS?!"
"Kalo ga pake pengaman lu hamil trus si cowo ga mau tanggung jawab gimana?!"
"Parah kali sih lu!!"
"Nama gue emang Farah!"
"Bukan itu bocah!!"
Tak di pungkiri perkataan Nina membuat Farah menjadi ketakutan, dua hari kemarin dirinya berhubungan badan dengan Kakak sepupunya tanpa alat kontrasepsi. Keenan juga yang di awal memberikan obat kemarin mendadak melupakannya. Farah refleks memegang perutnya.
"Baru kepikiran sekarang?!"
"TELAAT!!"
Karennina sangat kesal dengan sepupunya.
"Bar mana, aku akan melacak siapa orang itu!"
"TIDAAAK!"
Nina menatap penuh kecurigaan pada sepupunya, hal yang tidak biasa Nina lihat dari seorang Farah. Farah tidak pernah menyembunyikan apapun darinya. Mengapa saat ini justru seolah ingin Nina tidak mengetahuinya. Nina berpikir percuma jika ingin membuat Farah bicara padanya. Dia akan menunggu waktu yang tepat menyelidikinya sendiri. Farah dia anggap adiknya sendiri sangat wajar baginya bersikap posesif seperti ini.
"Jangan mencariku jika menyesal!!"
"Ih lu jahat bener!!"
"Biarin, biar gue aduin ama kak Keenan biar dia yang bikin laki lu babak belur!!"
Farah menatap takjub ke arah Nina.
Bagaimana jika dia tahu lelaki yang di maksud adalah kakaknya sendiri!!
Keduanya mengakhiri perbincangan mereka dan kembali menuju kantor.
***
Dua hari kemudian Farah tengah menyelesaikan pekerjaannya. Keenan mengunjungi adiknya dengan tatapan yang kembali dingin dia melewati Farah begitu saja.
Farah yang sudah hafal wangi pria yang di sukainya mendadak menghentikan aktifitasnya. Melihat bayangan Keenan menjauh dari tempatnya.
"Dih kulkas dua pintu kita lihat saja kamu pasti memohon belas kasih ku!!"
Kemudian tubuh Farah merosot di meja dengan wajah frustasinya.
"Si kulkas itu bahkan tidak mencariku selama 2 hari."
"Jangan-jangan aku cuma pemuas ranjangnya saja!! Huhu..."
Di dalam ruangan Nina tanpa di persilahkan masuk Keenan duduk di depan adiknya.
"Dih sejak kapan seorang Kaviandra tidak sopan!"
"Sama adik sendiri?!"
"Cih!!"
"Selamat suami mu sudah lulus tahap uji yang pertama!"
"Dia aku tugaskan keluar..."
"Berdoalah dia pulang dengan selamat!"
Nina meletakkan penanya di atas berkas yang akan dia verifikasi. Menatap tajam kakaknya.
"Aku tahu kinerja suamiku luar biasa!"
"Jadi persiapkan libur untuknya!"
"Anaknya protes meminta di kunjungi!!"
"Cih!!"
"Semua tentu tergantung dia bisa lolos atau tidak dari anak buah Wijaya."
"Kamu menjadikannya umpan?!"
Nina tidak percaya apa yang dia dengar.
"Tidak ada umpan yang lebih bagus dari suamimu!"
"Bangsat!"
"Hahahaha!"
"Wijaya ada disini..."
"Oh jadi meledaknya pub sebelah ulah kakak?!"
"Kau tahu juga?!"
"Iya, tapi sayang dengan uang mereka membungkam media dan pemerintah!"
"Aku hampir mati dalam ledakan itu..."
"Aku mengirimkan mu data orang-orang Wijaya."
"Kamu harus menghindari mereka."
"Mereka sangat sulit di tangkap."
"Aku baru mengetahui mereka memiliki sistem EYES juga!!"
"Benarkah?!"
"Ya..."
"Aku selalu ingin bertanya sedari dulu, bukankah XK di bangun dengan tujuan memberikan informasi data seluruh orang bagi yang membutuhkannya secara komersial."
"Mengapa saat ini justru seperti di gunakan sebagai wadah jaringan hitam yang legal?!"
Nina bertanya serius pada kakaknya.
"Ceritanya panjang, aku juga tidak begitu memahaminya."
"Aku masuk ke XK baru 5 tahun ini. Saat itu tuan Wira langsung merekrutku saat aku tidak sengaja menolongnya di kekacauan yang terjadi di Negara S."
"Dengan bakat dan kemampuanku aku akhirnya di percaya dengan jabatan komando di XK."
"Makanya aku berani membawamu kesana!"
"Selain membalaskan dendam mu dengan tangan mu sendiri. Semua ini berguna sebagai bentuk penjagaan diri sendiri terhadap penjahat yang berkeliaran."
"Profilku mulai di ketahui oleh Wijaya, dia akan mengincarku!"
"Tidak menutup kemungkinan orang terdekatku!"
"Alasan aku tidak pernah mengunjungi papa dan mama."
"Dan kamu..."
"Aku tahu!!"
Nina memeluk kakaknya erat, Keenan mencium pucuk kepala Nina. Dia begitu mencintai adik semata wayangnya.
"Aku meminta sedikit bantuan padamu..." Lirih Keenan.
"Apa itu?!"
✲✲✲✲✲✲