
Rangga telah memesan makanan via aplikasi pengantar makanan. Sejenak dia memeriksa CCTV rumahnya meninggalkan Yvone untuk beristirahat sejenak di kamarnya.
"Aku sudah menduga, mereka memanipulasi semuanya."
"Aku harus mencari orang yang bisa mengembalikan data aslinya."
"Arrgh Karen!!"
Rangga merogoh saku celana dan menghubungi Karennina.
"Halo beib!"
"Ganggu ga nih?!"
"Apa sih lu?!!" Seru Nina di sebrang sana.
"Yuks maksi bareng..."
"Sorry gue udah di Negara S lagi tsaay!!"
"Loh, lu kualat bener ga pamit ama gue!!"
"Sorry deh, gue buru-buru..."
"Btw gue nau nanya nih, lu bisa ga balikin data CCTV yang sudah di retas?!"
Nina terdiam sejenak, sepertinya Rangga menyembunyikan sesuatu darinya.
"Lu ada masalah apa?!"
"Apa lu di ikutin seseorang?!"
"Oh bukaaan!!"
"Keknya orang ini cuma maling aja, tapi dia bisa ga ada ninggalin jejak sama sekali bersiih!!"
"Kalau disisipi video amatir bisa tapi kalau di hapus prosesnya lama."
"OWhhh..."
"Lu ada kenalan yang bisa ngurus ini?!"
"GUE LAH KAMFREET!!"
"Ga ada yang jago dari gue masalah begituan!!"
Nina merasa emosi saat Rangga memilih kemampuan di bawahnya dibanding dirinya sendiri.
Duh kalo Karen yang handle langsung bisa kebongkar semua!! Tapi setidaknya dia udah kasih tahu kalau proses pengembalian data bisa di lakuin.
"Hiilih sombong!!"
"Gue nanya doang sih, yang ilang cuma jam tangan aja juga..."
"Dah lah ga usah..."
Rangga membual agar Nina tidak kembali terlibat dalam urusan kejahatan yang masih berkelanjutan ini.
"Dih ga jelas!!" Sungut Nina kesal dan menutup sambungan ponselnya.
Nina kembali log in di aplikasi EYES menggunakan akses Hanssel. Dia penasaran apa yang membuat Rangga bertanya hal remeh namun mencurigakan itu.
Nina melengkungkan senyumnya, "Lu ga mau gue yang handle karena lu nyembunyiin cewek dirumah lu?!"
Sejenak Nina tenang atas apa yang dia lihat, namun sejurus kemudian dia mengerutkan keningnya.
"Sejak kapan dia berani memasukan wanita di apartemen miliknya?!"
"Aku sangat tahu sifat Rangga!!"
Nina semakin curiga, tanpa sepengetahuan Rangga dia sendiri meretas sistem keamanan apartemen sahabatnya. Benar saja, seseorang telah lebih dulu melakukan penghapusan data.
"Kejadian baru satu jam, cara kerja mereka hampir sama dengan XK!"
"Berarti....."
Nina mengotak-atik bahasa pemograman dan mencoba segala cara mengambil kembali rekaman yang di hapus pelaku satu jam yang lalu.
Mata Nina terbelalak saat mendapatkannya.
"Yvone!!!"
***
"Wow ini enaaak bangeeet!!"
Yvone tengah menikmati menu makan siangnya dengan suka cita. Selain karena makanan kali ini belum pernah dia makan sebelumnya, dan yang lebih berkesan karena Rangga menemaninya.
"Pelan aja..."
"Ga ada yang bakalan rebutan sama kamu kok!"
Rangga terkekeh dengan sifat Yvone yang benar-benar seperti wanita remaja polos yang tidak mungkin melakukan sebuah kejahatan terencana.
"Selama aku tidak ada kamu tidak melewatkan minum obatmu kan?!"
"Tentu tidak bosque!!"
"Bagus lah..."
"Besok sudah satu minggu, kita akan kembali melakukan MCU!"
"Oke bosque!!"
Rangga terkekeh dengan menundukan wajahnya.
Aku heran, kenapa rasanya berbeda... Rasanya seperti dalam keadaan berduaan dengan Karen!!
Kali ini Rangga memandangibYvone dengan lekat, dia juga menelan salivanya. Dia masih tidak menerima jika yang terjadi padanya adalah jatuh cinta.
Yvone yang merasa diperhatikan lebih dia menjadi salah tingkah. Wajahnya memerah dan dia juga lebih sering mengatupkan bibirnya.
"Kak!"
"Hm..."
"Jalan-jalan yuk!!"
"Aku bosan, seminggu kakak membiarkan ku disini sendiri aku hampir gila!!"
Rangga menghentikan gerakan mengunyahnya, berpikir sejenak. Dia merasa agak berbahaya jika dia membawa Yvone walau raut wajahnya telah dia rubah, buktinya masih ada yang berani mendatanginya.
"Kaak?!!"
"Eh..."
"Emang kamu mau kemana?!"
"Disneyland!!!"
"Aiihhh..."
Yvone mengubah raut wajahnya memelas, Rangga membuang nafasnya kasar dan menyetujuinnya. Sorak sorai kegembiraan Yvone membuat Rnagga tersenyum kearah wanita itu.
***
"Aaarrrghh!!!"
Nina terus melenguh keenakan saat suaminya tengah bergerilya diatas tubuhnya sebagai pemanasan sebelum mereka melakukan pertempuran panas.
"Ka mu kan ba ru sem buh sa yaaang aargh!"
"Iya kamu adalah obat terbaiku hmmm!!"
Hanssel sudah merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Beruntungnya setiap dia menjalankan misi dia selalu meminum suplemen yang di berikan kakak iparnya sebagai antisera atas kemungkinan yang terburuk yang akan dia terima dalam mengerjakan tugasnya.
Dia sungguh merindukan harum tubuh istrinya, walau perutnya telah menonjol tidak mengurangi kecantikan dan kenikmatan saat dia meminta haknya. Ini justru pengalaman pertamanya menjamah wanita yang tengah mengandung. Ada tantangan tersendiri dimana dia tidak bisa melakukan kebrutalan di setiap aksi ranjang panasnya.
"Aarrgh teruuuuuss sayaaang!!" Rutuk Nina merasa dia akan mencapai kli*maksnya.
"Ini udah cepet banget sayaaang!!"
"Ga boleh dalem-dalem tar adek bayi protees!!"
Nina sudah tidak tahan, dia menjerit dengan menjambak erat rambut suaminya yang berada di area tengah tubuhnya sedang menikmati cairan putih manis yang baru kali ini juga dia bisa menikmatinya langsung dari pabriknya!
Nina terkulai lemas, namun suaminya belum melakukan pelepasannya. Dia sangat menyukai ekspresi menggoda istrinya yang penuh dengan peluh dan terengah. Juniornya sedang merasakan kedutan luar biasa di bawah sana.
"Aku baru saja mau mulai sayaang..." Goda Hanssel kembali membuat tubuh Nina meremang.
Hanssel menarik tubuh Nina perlahan mendudukan wanitanya membelakangi dirinya.
"Gaya apa lagi iniii?!!" Rutuk Nina.
"Gaya enak-enak!!" Jawab Hanssel sekenanya.
"Kamu kebanyakan nonton film bo*kep ya?!"
"Sembaraaangan!!"
"Cuma liat kama*sutra doang, ini namanya se*ks education!!" Ujar Hanssel berbangga diri.
"Bajiingaaan!!"
Hanssel terkekeh dan kembali menusuk sangkar emas kebanggaan miliknya.
"Kayak gini kan adek bayi juga aman!!" Seru Hanssel kembali menggerakan tubuhnya kedepan dan belakang secara beraturan.
Nina kembali merintih merasakan kenikmatan yang selalu Hanssel berikan padanya.
Mungkin salah satu keuntungan dari bad boy adalah koleksi gaya permainan mereka melimpaaah! Merasakan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Aahh sialaaan candu banget!!
Nina merutuki segala kenikmatan yang dia dapatkan saat ini. Mereka kembali seolah tidak ada kata ampun, istirahat, rehat atau kecapean. Selama gairah itu terus membakar tubuh mereka keduanya terus melakukan penyatuan tanpa memperdulikan apapun lagi.
Setelah sama-sama terpuaskan Hanssel menghentikan aksinya. Dia juga tidak ingin memporsir tubuh istrinya yang kini berbadan dua.
"Sayaaang..."
"Apa kamu akan kembali bekerja?!" Tanya Nina dengan masih memeluk dada bidang suaminya.
"Hmm, tuan Sam bilang pulihkan kondisi tubuh ku."
"Mendengar apa yang diucapkan Sarah, tuan Sam sudah memberi tahu Kak Keenan tentang obat itu."
"Selanjutnya aku tinggal menunggu keputusan kak Keenan langsung."
Nina mendengar dengan seksama, dia semakin mengeratkan dirinya dalam dekapan suaminya.
"Tumben juga kakak ku ga ada kabarnya."
"Dia sedang di tugaskan memasuki Emperor."
"Sayaaang, lain kali jangan pernah melakukan aksi membahayakan seperti kemarin."
"Jangan pernah kotori tangan mu sendiri."
"Kamu memiliki sumber daya dan anak buah yang setia dan berbakat."
"Ingat kamu sekarang adalah seorang ibu yang tengah mengandung."
Nina mengulumkan senyuman, dia mengangguk perlahan keduanya kembali bertautan.
✲✲✲✲✲✲