
Nina masih dalam mode hening dan tenang. Hanssel menggelengkan kepala merasa semua ini lelucon yang buru-buru di gerakan hanya takut umpan menghilang begitu saja.
"Ya gimana ya, apa mungkin aku sekalian korupsi senilai investasinya sekitar 2M?"
Nina berakting dengan pura-pura mengiyakan.
"Dasar tidak tahu malu!!"
"Kamu mengakui kamu mengambil uang itu ya?!"
Catherina tidak percaya respon kurang ajar Nina, seolah semua itu tidak berpengaruh baginya. Catherin sendiri sangat berani memaki Nina saat ini.
Hanssel kembali ke kursi kebesarannya, duduk dan menautkan tangannya di meja kerja menatap serius pada para bawahannya. Jessica dan tuan Jo telah salah tingkah mereka tengah gemetar mendapat tekanan yang besar saat ini.
"Apa kalian tahu pasal mengenai pemitnahan di kantorku?"
Hanssel mengucap dingin yang dia layangkan untuk Jessica seolah ini jalannya untuk memberi balasan bagi orang yang sudah mencelakai istrinya berulang kali itu.
"Emm... Itu.."
"HANS!"
"Kamu sudah dengar kamu juga sudah lihat buktinya bahwa Nina menggelapkan sejumlah uang proyek!!"
Catherina berusaha terus meyakinkan kejahatan yang tidak pernah ada ini.
"DIAM!!!"
Bentakan keras Hanssel membuat Catherina dan kedua rekannya terperanjat dengan sedikit bergetar ketakutan.
"Kamu baru disini Catherin, sepertinya kamu tidak melihat situasi aslinya..."
"Aku sungguh kecewa padamu!"
"Kamu baru saja beberapa hari di kantorku tapi kamu sudah berulah?"
"Aku dan Nina sangat tahu investasi ini.."
"Dan Nilai 200jt ini..."
"HAHAHAHA!"
Tiba-tiba Hanssel terbahak mengingat memang dialah lah menandatangani kelebihan biaya ini. Diperuntukan untuk apa tentu saja dia sangat tahu. Hanya saja saat itu Hanssel langsung mengutus Manager Keuangan Teddy untuk turun langsung tanpa perlu bawahannya tahu. Ternyata hal ini digunakan oleh oknum yang memang sengaja ingin mencari masalah untuk Nina.
"Tuan Jo, seharusnya kamu tahu berapa jumlah upah yang aku berikan untuk tangan kiriku ini dalam sebulan?!"
"Ehm... Ee..." Tuan Jo gemetar hebat, tubuhnya telah basah oleh keringat.
"Ck!" Hanssel berdecak kesal.
"Ini penghinaan yang besar buatnya!"
"Dia korupsi senilai 200jt hanya setengah dari upah yang aku bayar untuknya!!"
"Is it worth it?"
"HAHAHAHA!"
Semua orang yang mendengarnya tidak percaya bahwa upah yang di terima Nina sebesar itu.
Sial!! Aku tidak mencari tahu lebih lanjut mengenai ini. Aku terburu-buru menjebak wanita gatel ini hanya kesal atas keangkuhannya.
Catherina tengah gelisah, sekilas dia menatap Nina yang masing dan mode tenang dan sedikit menampilkan segaris senyumnya. Catherin melihat itu sebagai penghinaan baginya.
"Hans... Aku..."
Catherin segera membalikan situasi dan membuat posisinya aman. Jessica menyadarinya, akan sangat berbahaya baginya jika Catherin menjadikannya kambing hitam bisa jadi saat ini hari terakhir dia berada di Adamson Group.
"Kalian aku pecat!"
"APAAAAA?!!"
"TIDAK TUAN SAYA MOHON!!"
"Saya tidak tahu menahu saya hanya di tugaskan mencetak data keuangan dari sistem."
"Semua ini nona Catherina yang menyuruh kami melakukannya!!"
"Benaaar tuan..."
"Sayaa mohon ampunan dan belas kasih tuan!"
Tuan Jo dan Jessica seketika bersimpuh memohon ampunan tuannya, mereka langsung mengeluarkan kartu As mereka dan menggunakan Catherina agar selamat.
"APAA??" Catherina tengah membuka mulutnya lebar tidak percaya apa yang dia dengar dari keduanya.
"Hans, kamu tahu sendiri aku itu baru disini..."
"Tiba-tiba aku di suguhkan data seperti ini... Tentu saja aku melacaknya."
"Mereka berdua... Terlebih Jessica yang mengatakan bahwa semua ini pasti ada sangkut pautnya dengan KARENNINA!!"
Nina tengah bersiap duduk mengambil kacang goreng dan soft drink untuk menonton drama baku hantam kesukaannya dengan mengangkat kakinya.
"DIAM SEMUANYA!!!"
"Catherin kamu di skors!!"
"Seminggu ini kamu tidak perlu datang dan aku tidak akan membayar upahmu!!"
"Aku harap kamu jauh lebih pintar menyikapi beberapa masalah perusahaan!!"
"Jangan pernah kamu libatkan masalah pribadimu dengan perusahaan!!"
"Sekarang pergilah aku tidak ingin berdebat!!"
Catherina mengepalkan tangannya masih ingin membela diri namun situasinya sangat tidak menguntungkan baginya. Dia menghentakan tubuhnya "Awas kau ya!!" Bisik Catherina pada Jessica kemudian berlalu dari ruangan Direktur.
"Tuan Jo, kamu sudah berdedikasi bagi perusahaan selama 5 tahun!!"
"Aku tidak pernah berpikir kamu sesial ini!!"
"Ajukan surat pengunduran diri, aku bebaskan dari black list Adamson mengingat jasamu selama ini!"
"Ampuni sayaa tuan... Terima kasih atas belas kasih anda!"
Tuan Jo bersimpuh dan menyesali atas keputusannya menerima tawaran menjebak Nina.
"Keluar sekarang juga!!"
"Baik tuan.
"KAU?!"
Hanssel menatap nyalang Jessica, wanita itu tengah menelan salivanya. Sepertinya dia menyadari bahwa ada yang salah dengan bosnya dalam memperlakukan dia.
Gue tahu gue pernah kena skors. Tapi semua ini memang ide si Catherina. Hanya mentang-mentang dia adalah tunangannya menjadi diperlakukan beda!!
Yang lebih tidak menyangka, semua ini tidak berpengaruh bagi si jelek Karennina!!
Hanssel berdiri untuk melayangkan hukuman namun Nina telah menghampiri Jessica lebih dulu.
"Apa kamu lupa Jess..."
"Aku sudah membebaskanmu atas perkaramu di hotel waktu itu..."
"Aku baru tahu kamu ternyata masih punya nyali besar untuk berurusan denganku lagi."
Nina membelai wajah Jessica perlahan-lahan dengan tatapan nyalang seperti Ratu Antagonis kebanyakan membuat nyali Jessica drop seketika.
Hanssel terdiam sejenak, Ternyata Nina sudah tahu kejadian di hotel tempo hari itu ulah Jessica!
Wajah Nina semakin mendekat dan mensejajarkan dengan wajah perempuan yang sudah tidak tahu malu itu. "Jika kamu masih mau potret tak senonohmu itu tersimpan rapi di tempatku. Maka jangan coba-coba menguji batas kesabaran ku. Saat itu reputasimu akan hancur dan keluargamu akan menanggung malu atas kelakuan putrinya"
DEG!!
Bisikan halus Nina membuat jantung Jessica seolah berhenti berdetak sesaat, dan tubuhnya seakan mati rasa saat ini.
Nina kembali pada posisinya menyeringai "Belajarlah dari kesalahan maka hidupmu aman!" Nina menepuk pipi Jessica berulang kali dan berlalu dengan elegan dari hadapan Jessica, meninggalkan ruangan tanpa sepatah kata apapun lagi.
Hanssel sendiri merasa suhu di ruangannya turun drastis, dia melonggarkan dasinya. Dia merasa aura yang di pancarkan istrinya seperti seorang pembunuh bayaran profesional. Hanssel mendadak lupa apa yang akan dia perbuat saat ini setelah istrinya mengambil alih semua dialognya. Tubuh Jessica merosot ambruk di lantai.
Bruuuk!
Tut!
"Farell kemari!"
Dalam hitungan detik Farell telah berada di hadapan tuannya.
"Bereskan wanita ini..."
"Baik tuan..."
Jessica sudah tidak bisa menjerit, meronta atau membuat pembelaan lagi. Tubuhnya benar-benar mati rasa, air matanya pun tidak bisa keluar dari tempatnya walau dia sudah sangat ingin menumpahkan tangisnya saat ini.
Menyesalpun percuma!! Aku akan membalasmu Karennina Kaviandra!!
Hanssel menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Nina, seperti apa sifat aslimu sesungguhnya!"
"Barusan aku benar-benar seperti melihat orang lain dalam dirinya."
"Aku tahu dia Ratu Antagonis tapi barusan dia bicara apa sama Jessica sampai gadis itu ambruk menyedihkan begitu!!"
"Apa dia sudah melakukan sesuatu di belakang ku?!!"
Hanssel mengusap kasar wajahnya, pagi harinya sungguh di buat kacau oleh segerombolan orang bodoh!
✲✲✲✲✲✲