
Kantor pusat Huateng Group, Negara S.
"Tuan besar, kita mendapat masalah besar."
Asisten Lee bergegas menemui tuan besarnya di kediaman utama Wijaya Saputra.
"Aku sudah mendengarnya, kamu sungguh lamban!!"
"Siapkan orang menutup mulut si bodoh Lim!!"
"Tapi tuan..."
"Aku tidak suka pengkhianat."
"Kau tahu itu?!"
"Tapi... Kita masih bisa menggunakannya."
"Hanya dia yang mampu memasarkan produk sebaik ini."
Wijaya menampilkan gigi rapinya menyeringai dan menenggak gelas wine nya.
"Sebagus apapun orangku, saat dia berkhianat aku tidak akan mentolerirnya."
"Aku sudah selesai dengan obat X."
"Lakukan untuknya kita liat reaksi dari obat ini, apa perlu kembali di kaji ulang atau sudah bisa di pasarkan."
Asisten Lee terdiam, baginya tidak ada yang jauh lebih jahat dari Wijaya Saputra. Menggunakan obat-obatan mengendalikan uang dan manusia itu sendiri. Namun walau bagaimana pun, pria itu berhutang nyawa pada tuannya. Tanpa tuannya mungkin saat ini dia sudah tidak ada lagi di dunia.
Masih di Negara S, kedua lelaki sebelumnya masih melakukan transaksi di sebuah hotel ternama dan belum juga menutup diskusi mereka.
Keenan menaruh kembali cangkir kopi miliknya, "Kamu sudah faham kan apa yang harus kamu lakukan?!"
Hanssel tidak menyangka, dia akan menggantikan Nina melakukan pekerjaannya.
"Aku tidak ingin adik ku terlibat lebih jauh lagi dari ini."
"Bukankah kamu mencintainya?!"
"Kamu ingin memberikan kehidupan normal untuknya bukan?!"
Hanssel tersenyum puas "Benar, kakak jangan khawatir aku akan menyelesaikan apa yang sudah istriku mulai."
"Huh!" Keenan sedikit menghela nafas kasar.
"Jika di lihat dari kekuatan dan kepintaran kamu tidak sebanding dengan Nina."
"Bulan depan ada rapat koordinasi dengan XK pusat di Aussie."
"Aku akan membebas tugaskan Nina dan menggantinya menjadi dirimu!!"
"Kamu akan melakukan pelatihan selama satu tahun penuh, jika kamu cukup layak dan unggul, tentu kurang dari satu tahun kamu sudah bisa kembali menghirup kebebasan."
"Selama itu kamu tidak akan bertemu dengan Nina, dengan keluarga mu!"
"Kamu di bawah pengawasanku."
"Kamu akan di beri identitas baru!"
Hanssel menelan salivanya, dia tidak menyangka jalannya lebih sulit dari yang dia kira. Menjadi seorang agen jaringan hitam tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh pria yang baru saja mendapatkan cintanya.
"Boleh aku mengajukan syarat sebelum aku melakukan tugas?!"
Keenan menatap Hanssel tajam, dia seolah sudah menebak apa yang di inginkan adik iparnya itu.
"Kamu hanya di beri waktu maksimal 7 hari."
"Terima kasih!"
Hanssel mengembangkan senyumnya, tanpa dia meminta lebih spesifik kakak iparnya sudah mengetahui apa yang dia inginkan.
Sungguh orang hebat!
Keenan menggerakan tangannya, Sam menghampirinya memberikan sebuah dokumen penting. Keenan meletakannya di hadapan Hanssel.
"Ini tugas pertama mu."
"Temukan orang ini dan buntuti dia."
"Setelah kamu mendapatkan jejaknya laporkan padaku lokasi markas laboratorium mereka!"
"Hanya sampai sana, tindakan selanjutnya akan aku lakukan dengan team yang jauh di atas mu!"
"Ini misi rahasia, aku mendapat keuntungan karena kamu tidak di kenali di dalam jaringan hitam."
"Ini adalah sistem pencarian data pelacakan dan bisa meretas segala jenis kode keamanan."
"Gunakan sumber daya ini, gunakan dengan kepintaran mu."
"Lakukan serapi dan sebersih mungkin!"
Keenan juga memberikan seperangkat alat-alat canggih yang bisa di gunakan oleh Hanssel dalam misinya. Hanssel seperti tidak asing dengan benda-benda itu.
Sepertinya aku pernah melihat ini di rumah Nina.
Tentu saja... I'm so stupid haha
Hanssel menerimanya dan menyanggupi semua perintah kakak iparnya. Semuanya demi Karennina, Hanssel akan melakukan apapun walau harus bertaruh nyawa.
"Setelah selesai dengan urusan mu kita bertemu kembali sebelum kamu memulai semuanya."
"Baik kak..."
"Mohon bimbingannya!"
Hanssel menundukan tubuhnya 90 derajat membuat Keenan tertawa lirih.
"Kau sungguh menjadi budak istri mu hah?!"
Hanssel kembali pada posisinya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tersenyum lebar.
"Hih!"
Keenan mengejek adik iparnya, tubuhnya geli mendengar perkataan berlebihan adik iparnya dalam persoalan cinta mereka kemudian dia mengajak Hanssel menemui istrinya dan keluarga besar Kaviandra tentu saja.
***
"8... 9... 10!"
"Siap atau tidak aku datang!!!"
Jimmy sangat bersemangat melakukan permainan petak umpet bersama seluruh keluarga Kaviandra tidak terkecuali kakek dan neneknya yang akan melakukan apapun demi cucu kesayangan mereka.
"Aku menemukanmu ibu!!"
"Aaargh curang!!"
Nina tidak terima dia lebih dulu tertangkap, kemudian Jimmy kembali berlarian di area rumah dan dengan cepat dia bisa menemukan kakek dan neneknya. Sisa onty kecilnya yang belum dia temukan.
"Hihi sampe siang dia tidak akan menemukan ku!!"
Farah tengah bersembunyi di kamar mandi, atau lebih tepatnya dia sedang buang hajat.
Braak...
"Selamat datang kembali tuan muda..."
Beberapa pelayan di area depan tengah menyambut kedatangan Keenan kembali membawa tamu kehormatan.
"Pinternya cucu grandpa ga ada 5 menit udah bisa temuin semua!!"
"Tinggal onty Farah ini!!"
Jimmy kesal dia tidak bisa menenukan onty kecilnya.
"Ya kamu berusaha lagi, onty mu itu emang pandai bersembunyi sedari dulu!!" Nina menyemangati putranya.
"Ehm.."
"Big Uncle!!"
Jimmy menghambur mendekati Keenan, Keenan merentangkan kedua tangannya.
"Ungcle jahat tidak pamit pada Jimmy!"
"Ini uncle balik lagi!!"
"Uncle punya hadiah besar untuk mu!!"
"Benarkah?!"
"Keenan tumben kamu balik lagi?!" Tanya Nyonya Lyn tidak biasanya bagi Keenan sehari bolak balik rumah bukan karakter Keenan.
"Ada urusan..."
"Urusan apa?!"
Nina mendelik menyelidiki sepertinya tingkah kakaknya sangat mencurigakan.
Keenan tidak memperdulikan adiknya membuat Nina sangat geram rasanya.
Amit-amit jabang babu, nak kamu jangan mirip uncle besarmu itu. Aku tidak boleh membenci kakak ku nanti anakku brojol mukanya mirip dia!!!
Ogah gua!!
Nina mengusap berkali-kali perutnya membuat kedua orang tuanya terkekeh dengan tingkah kedua putra putri mereka yang memang lebih sering bertingkah seperti Tom and Jerry jika mereka bersama di rumah.
"Jimmy, uncle tidak yakin sih apa kamu menginginkan hadiah ini."
"Bisa jadi kamu sudah melupakannya saat ini?!"
Hanssel merasakan hatinya tertusuk oleh sindiran pedas kakak iparnya.
Punya kakak ipar model begini harus banyak nyemilin kesabaran!!
Nina dan yang lainnya mengerutkan dahi mereka tidak mengerti maksud dan tujuan dari perkataan yang Keenan lontarkan. Keenan meletakkan kembali Jimmy dan manggil seseorang menemui keluarganya.
"Masuk lah..."
Nina dan Nyonya Lyn mendadak tegang, Nina mengatupkan bibirnya, dia juga menggenggam erat tengan di dadanya. Tuan Kaviandra mendekati istrinya dan merangkulnya dari belakang sepertinya dia mengerti apa yang di maksud putra sulungnya.
"Huh!"
Sedari tadi Hanssel menarik nafas dan mengelurkannya dengan perlahan dia mendadak gelisah dan gemetar.
Ya tuhan rasanya ko jauh lebih mendebarkan dari sekedar persentasi bisnis atau pas awal jatuh cinta sama Nina.
Aku merasa seperti akan di kuluti orang-orang!!
Perlahan Hanssel keluar dari persembunyiannya dan dengan senyuman canggungnya dia tunjukan saat ini.
"Papaaaa Hansseel!!!"
"Jimmy!!"
Seketika kegelisahannya memudar dia menunduk dan merentangkan tangan memeluk putra kesayangannya.
"Papa rindu sekaliii!!"
Hanssel menciumi Jimmy berkali-kali, dia juga memeluk erat putranya tanpa terasa dia meneteskan air matanya yang segera dia hapus.
"Jimmy juga rinduuu!!"
Semua pasang mata berubah sendu melihat tingkah keduanya, tidak terkecuali Keenan.
Aku tidak menyangka Hanssel benar-benar bisa meluluhkan seluruh anggota keluarga ku!
Haish mau gimana lagi...
✲✲✲✲✲✲