Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 59 - Bad News



"FARAAH!!"


"Kau datang tepat pada waktunya!!!"


"Huhuhu..."


Nina menghambur sepupu jauhnya, keduanya sedang melepas rindu di pelataran airport. Setelah mendapat kabar bahwa Farah akan datang dia langsung menjemputnya di bandara.


"Hai Onty!!"


"Aaaaa...."


"Jimmy!!!!"


"Sini kamu masuk ke koper onty!!"


"Onty culik kamu!!"


Farah mencubit kedua pipi Jimmy gemas.


"Lepaskan dia kesakitan!!"


Ketiganya meninggalkan airport menuju apartemen lama Nina. Dia menyuruh Farah untuk tinggal disana saja.


Sudah dua hari berlalu, semenjak rengekan dan rayuan Nina pada Hanssel akhirnya dia benar-benar di ijinkan keluar dari Adamson Group. Beberapa rumor kembali mencuat setelah kepergian Nina yang tiba-tiba. Nina tidak lagi mengambil pusing. Kemarin dia melakukan serah terima jabatan di Suho.


Saat ini Karennina Kaviandra resmi menjadi CEO Suho, dia sedang melakukan assesment pada semua staff Suho. Walau sudah di lakukan pertama kali oleh kakaknya Nina melakukan ulang hanya untuk memastikan. Dia sendiri sangat tahu kondisi perusahaan dan orang lama yang dia rekrut sedari dulu.


Nina memindahkan kantor pusar di US setelah menikah dengan Erick dan berpusat di SG. Kemudian Erick memindahkan ke ibu kota Jakarta karena merubah sektor usaha Suho.


"W H A T?!!"


"Lu nikah ga bilang-bilang!!!"


Farah tengah kesal dengan sepupunya itu, setelah mendengar cerita panjang Karennina.


"Namanya juga kecelakaan..."


"Terus jadi cinta gitu?!"


Nina memainkan jemarinya, Farah mendengus melihat gesture tubuh Nina menandakan benar adanya.


"Btw gue denger Erick dan Soraya di penjara?!"


"Hem..."


Nina mengangguk dengan segaris senyum di wajah cantiknya.


"Rasakan!!"


"Orang jahat itu memang tempatnya ya di penjara!!"


"Kenapa ga dari dulu?!"


"Ada yang mengatakan jatuh dari tempat yang tinggi, jauh lebih menyakitkan..."


"HAHAHAHAHA!!"


"Lalu keluarga Shin meninggalkan hutang sebanyak itu?!"


"Rangga sedang memproses penyitaan harta yang tersisa dari keluarga Shin!"


"Hahaha... Habis sudah nyonya Shin mati kutu!!"


"Dia sedang koma."


"Pppfft!"


"Gue ketawa dosa kagak?!"


Keduanya terbahak bersama.


"Lu udah tenang sekarang?!"


Nina menampilkan senyum cantiknya keduanya kembali berpelukan.


"Tuhan selalu bersama dengan orang baik, dengan orang sabar dan benar."


"Mereka yang jahat hanya sedang menunggu karma mendatanginya!!"


Terdengar bunyi ponsel Nina berdering, ia segera menjawab panggilan itu dengan senyuman.


"SAYAAAAANG!!"


"Kamu sudah pergi 13 jam 20 menit 30 detik!!!"


"Aku jemput kamu sekarang juga!!"


Tut!


Nina membuka mulutnya lebar belum ada dia berbicara Hanssel sudah mematikan sambungan kemudian...


Ting... Tong!


Nina dan Farah saling tatap, kemudian Nina membuka kan pintu.


Hanssel langsung memeluk Nina setelah dia membuka pintu.


"Kau jahat!!"


"Aku sangat merindukan mu!!"


"Pppfft!"


Farah tengah menahan tawanya.


"Papaaaa!!"


"Jimmy!!"


"Kamu lama sekali papa hampir menangis kalian tidak pulang tepat waktu!!"


"Anda sungguh sangat lebay!!" Ejek Nina.


"Sayang kenalin ini sepupuku!"


"Farah!" Farah menjulurkan tangannya.


"Hanssel!" Hanssel menyambut jabat tangan sepupu istrinya.


"Gih sana pulang, aku juga mau istirahat!!"


"Benarkah?!" Selidik Nina tidak percaya.


"Benar!"


"Baiklah besok kamu sidah di terima menjadi Asisten dan sekertaris pribadiku!"


"APAAAA?!"


Nina menjulurkan lidahnya dan menutup pintu segera.


Braaak!


Di dalam mobil Hanssel, Jimmy tengah bercerita antusias pada papanya.


"Pap!"


"Jimmy hungry!"


"Kamu belum makan semalam ini?!"


"Sudah... Dia aja lagi bertingkah..." Elak Nina.


"Jadi kamu makan apa princes?!"


"Mekdi!!"


"Selarut ini?!"


Hanssel adalah pria yang sangat menjaga kesehatan tentu saja makan makanan junkfood di jam 9 malam tidak begitu sehat terutama untuk anak seumuran Jimmy.


"Ayo lah pap... Pleaseee..." Jimmy melayangkan raut keimutannya.


"Oh my goodness!!"


"Okay..."


Hanssel sangat tidak tahan dengan tingkah lucu putra sambungnya itu. Jimmy mengetahuinya, dia senang sekali memiliki papa sambung yang sangat menyayanginya. Jauh lebih baik dari ayah kandungnya sendiri.


"Kamu tuh seneng banget manjain Jimmy jadi kayak gitu tuh!!"


"Ini tuh bentuk kasih sayang seorang ayah!"


"That's right!!" Pekik Jimmy menguping.


Nina memutar bola matanya, dia tidak menyangka putranya akan seperti itu terhadap papanya.


***


Plaaak!


"Catherina hamil oleh mu!!"


DEG!!


Nyonya Adamson menampar kembali putranya. Dia juga melempar kertas hasil pemeriksaan media Catherina yang dinyatakan positif hamil.


Hanssel mematung, dia membaca lembaran demi lembaran.


"Tiga hari lagi kalian akan mengadakan pesta pernikahan!!"


"Mama tidak mau menanggung semua rasa malu ini!!"


Nyonya Adamson kembali keluar ruangan meninggalkan Hanssel yang masih terpaku.


"Tuan..."


"Mana rekaman yang aku inginkan?"


"Rekaman CCTV di hari itu mendadak hilang tuan."


"Apa?!"


"Iya, dari data server apartemen tidak di temukan apapun."


"Namun, saya menemukan ini dari data server Lim."


"Hahaha!!"


"Berani sekali mereka menjadikan ku tumbal!!"


"Farell... "


"Iya tuan?"


"Menurutmu, jika Nina mengetahui ini tanpa bisa aku jeleskan keadaan sebenarnya."


"Apa mungkin dia masih mempercayai ku?!"


"......."


Farell tidak menjawab langsung, dia takut salah dalam berucap.


"Saya tidak pandai pasal percintaan dan tidak berani berasumsi."


"Namun saya yakin nona muda sangat pintar, dia akan tahu kebenarannya."


"Terlebih dia sangat mencintai anda tuan."


"Saya tidak pernah melihat dia menangis jika bukan karena anda."


"Jadi maksud mu aku selalu menyebabkan dia menangis?!"


Ya ampun Farell bodoh pake salah ngomong segala!!!


Farell merutuki dirinya tidak sengaja, spontan mengatakan yang membuat tuannya tersinggung.


Hanssel menyuruh Farell keluar ruangannya.


"Nina, inilah waktunya cinta kita di uji."


"Aku harap kamu mempercayaiku..."


"Maafkan aku aku harus menyelesaikan permasalahan ini."


"Aku tidak boleh melibatkan kalian..."


Di kantor Suho Nina tengah memeriksa beberapa data karyawan dan laporan.


"Nona, kaka anda berkunjung."


"Biarkan dia masuk!"


Keenan memasuki ruangan Nina dengan sangat berwibawa, membuat Farah Lee tidak tahan untuk mimisan. Keenan melewati Farah begitu saja tanpa basa-basi walau mereka sejujurnya saudara jauh.


"Apakah adik ku sudah tahu berita menghebohkan saat ini?!"


"Apa?!"


Tanpa melihat kakaknya dia masih berkutat dengan berkas di hadapannya.


Keenan berjalan mendekati jendela besar di sebelah tempat duduk Nina. Bangunan yang hanya memiliki 8 lantai itu masih dengan jelas bisa melihat hiruk pikuk jalanan ibu kota.


Keenan menyalakan cerutunya, dia mematikan pendingin ruangan hanya dengan satu jentikan jemarinya. Dia juga membuka jendela hanya dengan satu tepukan tangan.


Nina memajukan bibirnya tanda kesal dengan tingkah kakaknya.


"Kamu berasa ini tempatmu hah?!"


"Memang benar, aku yang merancang semuanya!!"


Nina mendengus sebal.


"Suami mu menghamili mantan pacarnya."


"Apa kamu sudah tahu?!"


"Mereka akan menikah 3 hari lagi..."


Nina menghentikan aktifitasnya, dia mengatupkan bibirnya erat. Ia menghirup udara sebanyak yang ia bisa dan ia hembuskan perlahan.


"Kau yang mengambil akta pernikahan ku?!"


"Kami hanya suami dan istri di atas kertas!"


Nina berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya. Walau nyatanya dadanya sudah semakin sesak. Ternyata waktu bergulir dengan cepatnya. Dia tidak menyangka akan secepat ini mereka bergerak.


Keenan menyalakan tv besar di ruangan.


Berita bisnis siang ini datang dari pengusaha muda hebat dari Group Adamson. Keluarga besar Adamson mengumumkan pernikahan putra mereka dengan satu-satunya anak dari pengusaha perbankan Lim Group.


Di katakan pernikahan akan berlangsung 3 hari mendatang. Kabar mengejutkan ini tentu mengundang banyak spekulasi di masyarakat luas. Kabar burung mengatakan bahwa Catherina calon istri tuan muda Hanssel tengah mengandung buah hati mereka.


.............


Tut!


Nina mematikan sebelum berita itu sepenuhnya selesai di bacakan.


"Haha!!"


"You broke again?!"


"I always told you dear!!"


"Apa yang bisa di harapkan dari bad boy seperti dia?!"


"Dia beraelingkuh di saat kamu telah menjadi istrinya."


"BACOT!!"


"HAHAHAHAHA"


Keenan terus memprovokasi adiknya atas berita yang telah di goreng sedemikian rupa. Nina hanya menekan dadanya agar rasa sakit itu tidak terlihat.


✲✲✲✲✲✲


Mom maaf ketinggalan visual tambahan 😁😁😁😁


❁ FARAH ❁ LEE ❁



❁ KEENAN ❁ KAVIANDRA ❁



Jangan lupa dukung terus cerita ini Like, vote, hadiah dan fav.


Terima kasih ◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅⃝◌