Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 55 - Only Look @ Me



Nina di tarik keluar oleh Hanssel. Semua itu tentu saja membuat tamu undangan berasumsi yang bukan-bukan. Desas-desus itu terdengar hingga telinga Nyonya Rossie.


"Charless..."


"Iya Nyonya, tuan muda sudah mengambil alih putra Nina."


"Maafkan kelalaian kami!!"


Rossie mengepalkan tangannya dan dia pamit di acara yang dirusak putranya.


"Tante..."


"Pulang lah lebih dulu... Saya juga sama lelahnya!!"


Catherina begitu kecewa, seluruh keluarganya juga merasa di permalukan. Rangga beranjak keluar namun kedua orang tuanya menghentikan langkahnya.


"Rangga...."


Rangga berbalik badan, "Aku lelah mama papa pulang kerumah bukan?!"


Rangga meneruskan langkahnya meninggalkan kedua orang tuanya sebelum pertanyaan horor lainnya mencekik tenggorokannya.


Nyonya Julia menatap punggung putra kesayangannya dengan perasaan sedih. Apa yang di lakukan Hanssel sudah mengisyaratkan bahwa bocah itu setidaknya menyukai sekertarisnya, bahkan bisa jadi mereka terlibat hubungan terlarang.


"Hanssel tidak mungkin sengotot itu dalam mempertahankan sekertarisnya."


"Sudahlah ma... Ini bukan urusan kita..."


"Tapi putra kita?"


"Dia akan menyelesaikannya sendiri."


Di luar kediaman tuan Ron berbincang dengan Keenan.


"Apa maksud semua ini untuk membantu adikmu mendapatkan Hanssel?!"


"Tidak!"


"Aku hanya sedang membantu adik ku mengingat siapa dirinya sebenarnya!!"


Tuan Ron melebarkan senyumnya, "Lalu bagaimana dengan Suho?!"


"Jika si degil itu menginginkannya, besok dia akan menjadi presidirnya."


Tuan Ron menepuk bahu Keenan merasa bangga kemudian keduanya berpamitan.


Di dalam mobil Nina mengomel tiada hentinya.


"Kamu tahu apa yang kamu lakukan sekarang?!"


"Mmmmmm...."


Hanssel langsung mencium bibir istrinya, dia melepaskannya setelah menggigitnya.


"Hanssell!!" Pekik Nina tidak terima.


"Ini hukuman!!" Jawaban Hanssel dingin.


"Bagus sekali istriku datang dengan senyuman manisnya bersama Rangga!"


"Kemudian dia di sanjung oleh tuan Ron mengatakan bahwa kamu HOT?!'


" Terlebih kamu berani berdansa dengan mr. K dengan gerakan vulgar!!!"


"Heh!!" Nina mengejek semua komentar pedas suaminya.


"Semua itu tidak sebanding dengan suami yang tiba-tiba bertunangan dengan wanita lain di depan mata istri sendiri!"


Cekiiiit!


Bruk!!


"HANSSEEEELLL!!"


Hanssel menghentikan mobilnya mendadak dan menepikannya, dia merogoh ponsel di saku celananya dan menghubungi seseorang.


"Apa kamu sudah membawa Jimmy dan Nanynya?!"


"Sudah tuan mereka aman di apartemen anda."


"Belikan aku satu unit condominium di kuan jangkauan ibuku!!"


"Pindahkan mereka semua kesana!"


"Baik tuan."


Hanssel menutup sambungan telpon dan emnatap Nina yang kini tengah mengerutkan keningnya.


"Aku terpaksa sayang..."


"Ibuku mengancam menggunakan Jimmy."


"Aku sudah membawanya pergi!"


"Apa?!" Seketika raut wajah Nina berubah gelisah.


"Percayalah padaku, aku sudah bilang ketika aku mengatakan aku mencintai dan memilihmu pada ibuku pada seluruh dunia. Akan ada orang yang mengincar kalian!!"


"Kalian kelemahanku..."


"Aku menyembunyikanmu hanya ingin kamu aman sayaaang!"


"Terima kasih Hans, tapi aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Hari ini aku kurang memperhitungkannya!"


"Aku pikir nyonya tidak mengetahuinya!!"


"Dia sudah mencurigai kita sejak dua hari yang lalu..."


"Kamu tidak perlu perdulikan kami aku bisa menjaga Jimmy."


"KARENNINA!!"


"BERHENTI KERAS KEPALA SEPERTI ITU!!!"


"Pesta pertunangan mu tidak berjalan lancar, esok mungkin kamu akan menjadi topik hangat di perbincangkan."


"Aku memang tidak menginginkan."


"Harusnya kamu senang bukan?!"


Hanssel mendekati wajah Nina, mereka kembali bertautan.


"Hans aku lapaar..." Nina mendorong tubuh Hanssel perlahan.


"Ayo... Aku juga sangat lapar!!"


"Aku bum makan apapun, melihat istriku dengan serigala lain membuat aku kehilangan nafsu makanku!!"


Nina tersenyum geli mendengarnya, dia menggelayut manja di lengan suaminya. Hanssel mencium lembut pucuk rambutnya.


"Kita makan di pinggir situ yuk."


"Terlihat rame!"


"No!"


"Why?!"


"Kotor!! Jorok!!"


"Hi ilih!!" Nina mengejek bosnya.


"Di depan sana ada resto yang masih buka, kita kesana."


Setelah selesai dengan makan malam, Hanssel membawa Nina ke tempat lain. Rumahnya di PIK sudah tidak aman dia gunakan.


Tanya Nina menghampiri Farell dengan raut wajah gelisah.


"Dia sudah tertidur di kamarnya."


Nina menuju kamar yang di tunjuk Farell, dia segera memeriksa kondisi putranya.


"Maafkan ibu..."


"Menempatkan mu pada bahaya!"


Nina mencium jemari mungil Jimmy dan menangis bersimpuh. Hanssel berterima kasih pada Farell dan beberapa anak buahnya yang sudah mengeluarkan dan menjaga putra sambungnya.


Hanssel memeluk Nina, tangannya juga menggenggam jemari mungil putra kesayangannya.


"Aku bersumpah, aku akan menjaga kalian berdua!"


Nina semakin terisak dengan penuturan suaminya. Keduanya beranjak dan membiarkan Jimmy tidur dengan pulasnya. Hanssel membukakan pintu kamar mereka, Nina tersenyum bahagia akhirnya jawaban dari segala pertanyaannya terjawab sudah.


Hanssel merangkul tubuh istrinya, "Kamu sangat cantik sayang"


Hanssel menciumi setiap inci tubuh istrinya. "Hanss... Aku berkeringat aku ingin mandi..."


"Aku suka kamu berkeringat sayang..."


Terdengar dengkuran halus di bibir suaminya Nina merangkul erat lengan Hanssel yang masih mendekapnya. Hanssel menggeliat.


"Jangan pernah berpikir menghindar atau lari dariku Nina!"


"Jangan berharap ada lelaki lain yang menyentuh mu!!"


"Atau mereka akan bertemu malaikat maut jalur prestasi!!"


Nina terkejut suaminya terbangun saat ini.


"Aku sudah seperti ini terhadapmu!"


"Mulai besok kamu menjadi wakil ku."


"Aku tidak ingin mendengar lagi orang berebut dirimu denganku!!!"


Nina mengulumkan senyumnya, "Untuk apa? Aku adalah istri direktur Adamson bukankah perusahaan itu menjadi milikku juga?!"


Hanssel memainkan hidung Nina dengan hidungnya. "Tentu saja!"


"Sayang... Mengapa disini belum ada bayi?!"


"Aku sudah melakukannya setiap hari!"


Sulit di percaya oleh Nina suaminya begitu menginginkan dia hamil, namun perasaan trauma itu kembali menyeruak dalam dada Nina. Dulu dia di perlakukan kasar oleh mantan suaminya saat dia hamil. Bahkan tak jarang dia mendapat kekerasan fisik.


"Jika aku hamil, tubuh ku tidak seindah seperti ini lagi!"


"Perutku akan membesar dan aku akan sangat jelek!!"


Nina memancing suaminya namun Hanssel hanya terbahak.


"Bukankah aku bertahan 2 tahun dengan wajah jelek mu selama ini?"


"Aku sudah terbiasa!"


"Owh gitu ya!!!"


"Jadi bagimu aku jeleek!!"


Nina memukul tubuh Hanssel, pria itu hanya bisa terbahak dengan kelakuan istrinya yang sangat sensitif akhir-akhir ini.


"Karena itu lah, walau tampilan luar mu jelek aku justru melihat hanya kecantikan dari tubuhmu!!"


"PREEET!!"


"GOMBAL CAP BADAK!!"


"Lah ini asli loh sayaaang."


"Kan yang asli ada badaknya!!"


"HANSSEEEEEL!!"


"HAHAHHAHA!!"


Hanssel menangkupkan kedua tangan di wajah cantik istrinya.


"Aku sungguh telah tergila-gila denganmu sayang..."


"Bagaimana rupamu, sepertinya tidak akan mempengaruhi perasaan sayangku padamu."


"Terlebih kamu bersedia mengandung generasiku!"


"Kamu akan menderita selama 9 bulan mengandungnya..."


"Aku selalu berharap selalu ada di sampingmu..."


"Mengusap punggungmu yang pegal..."


"Memijit kakimu yang lelah..."


"Membuatmu nyaman sepanjang waktu..."


"Aku yakin Jimmy akan sangat antusias dengan adiknya..."


"Aku harap yang ini perempuan!"


"Jadi kita sudah punya sepasang anak!!"


Nina meneteskan air matanya melihat Hanssel begitu antusias bercerita.


✲✲✲✲✲✲


Hai Reader tersayang aku gak!


Jangan bosen2 buat dukung terus cerita ini ya...


Dukungan kalian sangatlah berarti bagi author, kalo kata kkn desa pedangdut tuh bagai sayur kurang garam, kurang enak kurang sedap tareeeeek mang ⍢⃝


So give me the apresiasinya Like, comment, fav, vote dan hadiahnya....


Saranghae semuaaaa ,★⌒ヽ(●^、^●)Kiss!


Bonus visual lagi ah 🤗🤗🤗


─────────ೋღ 🌺 ღೋ─────────


๑ KARENNINA ๑ KAVIANDRA ๑



๑ HANSSEL ๑ ADAMSON ๑



๑ RANGGA ๑ ADHYATAMA ๑



๑ KEENAN ๑ KAVIANDRA ๑



๑ CATHERINA ๑ LIM ๑



...─────────ೋღ 🌺 ღೋ─────────...