Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 50 - Resurrecting Queen



"MA!!"


"Kenapa kamu sangat gelisah Hanssel Adamson?"


"Apa kamu sedang bermain-main dengan mama?!"


"Mama bisa terima rumor kamu yang terus berganti pasangan."


"Tapi kali ini..."


"CUKUP!!"


"Kamu akan menikah dengan Catherina bulan depan!"


JEDEEER!!!


Sekuat tenaga Nina menguatkan dirinya dari apa yang dia dengar barusan. Hatinya sudah retak saat ini, walau sudah tahu pasti hasil akhirnya seperti apa Nina sendiri tidak menyangka semua keindahan semu ini akan segera berlalu dari hidupnya bahkan secepat ini. Bulir bening itu tak kuasa terjatuh di pipi Nina, dia segera menyekanya. Nyonya Adamson masih duduk manis di tempatnya. Nina berada tepat di belakang keduanya, Hanssel sendiri mengepalkan kedua tangannya erat.


"Mama tidak berhak memutuskan urusan pribadiku termasuk calon istriku!!"


"HANSSEL!!"


"Sejak kapan kamu membantah ibu mu yang membesarkan mu?"


"Yang memberikan semua yang kamu inginkan..."


"Yang sudah susah payah membawa mu hingga kesuksesan mu saat ini?"


"Aku membesarkan mu seorang diri."


"Apa kamu ingin menjadi anak durhaka?!"


Bibir Hanssel kelu, selama ini dia memang tidak pernah membantah ibunya. Karena sejauh ini orang tuanya itu tidak pernah mempersulitnya sama sekali. Hanya saja saat ini, percintaan Hanssel tidak sejalan dengan ibunya.


Nyonya Adamson berdiri menatap putranya tajam dan dingin.


"Jangan pernah kamu kecewakan ibumu ini Hanssel!"


Nyonya Rossie berbalik dan menghampiri Nina yang sudah membatu sedari tadi, dia tidak bergeming sama sekali. Namun saat nyonya besar menghampirinya wajahnya dia tundukkan demi menghormati orang yang sudah memperkerjakannya 2 tahun yang lalu. Karena beliau lah Nina bisa berada di Adamson dan memiliki karier yang cemerlang seperti sekarang ini.


"Karennina, aku menerima mu dengan harapan kamu juga tidak akan pernah mengecewakan ku."


"Aku sangat mengapresiasi kinerja mu yang cemerlang dan membantu Hanssel memajukan Adamson Group."


"Tapi kamu harus ingat dimana tempat mu berada."


"Bukankah aku sudah mengenalkan mu pada nyonya Adamson muda berikutnya?"


"Jika kamu patuh kamu masih aku pertimbangkan untuk tetap bekerja disini."


"Jika tidak, terpaksa kamu harus keluar dengan kesadaran dirimu sendiri karena melanggar perjanjian kontrak mu!!"


Nyonya Rossie tidak membiarkan Nina berkata, beliau melangkah pergi dan meninggalkan kedua pasangan suami istri itu dalam kepedihan. Setelah kepergian Nyonya Rossie, Hanssel mendekati Nina dan memeluknya erat. Tumpah sudah air mata Nina yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.


"Maafkan aku sayang..."


"Aku berjanji aku akan tetap mempertahankan pernikahan kita..."


Nina tidak menjawab semua perkataan Hanssel dia hanya ingin terus menangis saat ini juga.


***


Hanssel masih pulang ke rumah Nina, sebelumnya mereka berselisih. Nina tidak ingin memperpanjang masalah dengan Nyonya Rossie, tujuannya mendapatkan Suho masih ada beberapa hari ke depan.


"Sayaaang..." Hanssel memainkan rambut istrinya.


"Hanssel..."


"Aku tidak ingin mendengarnya Nina..."


"Mungkin ibuku mengira bahwa aku masih mencintai Catherina."


"Terlebih dengan bergabungnya keluarga Lim dan Adamson maka kekuatan kami akan semakin bertambah."


"Dia belum tahu, bahwa aku sudah tidak mencintainya."


"Aku mencintai sekertaris hebatku..."


"Saat ini seluruh jiwa ragaku milik Karennina Kaviandra..."


Nina mengeratkan pelukannya, keduanya tengah selesai memadu kasih. Walau banyaknya permasalahan menghampiri mereka Hanssel selalu bisa melupakannya hanya bercinta dengan istrinya. Duka lara dan lelahnya akan berganti suka cita.


Jemari Nina bermain-main di wajah Hanssel yang tengah terlelap dengan dengkuran halus menyertainya.


Nina memperbaiki posisinya, dia menyambar laptop miliknya dan memulai menyalakan api peperangannya dengan keluarga Shin.


"Aku tahu kamu akan melakukan sesuatu dengan mereka."


"Tapi, aku tidak mungkin melibatkan mu lebih jauh lagi dalam urusan pribadi ku Hanssel."


"Terima kasih banyak..."


[ Enter ]


"Halo Mr. Long..."


"Karennina's speaking..."


"I have something for your concern tomorrow..."


"Thank you..."


Nina memutuskan sambungan telpon internasionalnya. Dia kembali memberi beberapa arahan pada anak buahnya untuk bergerak esok.


"Erick Shin, aku ingat aku belum memberikan mu selamat atau hadiah atas pernikahan mu dengan Soraya..."


"Besok adalah sedikit hadiah pembukaan ku untuk kalian berdua."


"Terutama keluarga Shin!!"


***


Berita bisnis pagi ini...


Di kabarkan pihak kepolisian tengah merazia gudang bahan baku milik Suho Enterprise yang di peruntukan proyek besar Adamson. Di sinyalir ada kecurangan dan indikasi penipuan komersial. Pihak Adamson mendapati sample yang mereka berikan tidak sesuai dengan proposal yang diajukan. Pihak kepolisian sudah menyegel gudang Suho pagi ini.


Dari kejadian ini, justru terkuak beberapa fakta menarik dari perusahaan Suho yang sedang hangat di perbincangkan di kalangan pebisnis awal bulan ini. Erick Shin selaku Direktur dari Suho beserta sekertarisnya yang tak lain istrinya sendiri terbukti memalsukan laporan keuangan dan menyabotase kepemimpinan terdahulu. Untuk itu keduanya kini telah di bawa oleh pihak kepolisian untuk menerima keterangan lebih lanjut.


Nina menyunggingkan senyumnya saat mendengar berita pagi ini. Dia menghubungi seseorang dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Halo...."


"Halo nyonya besar Shin..."


"Apa anda masih mengingat suara saya?"


"Ada apa lagi kamu Hah?!"


"Sudah tahu keluarga Shin tengah naik daun kamu memohon untuk kembali?!"


"CUIH!!"


Nina sudah terbiasa dengan hinaan tak bermoral dari mantan ibu mertuanya itu. Nina tertawa lirih membuat mantan mertuanya itu tengah mengerutkan keningnya heran disebrang sana.


"Sepertinya anda belum melihat berita pagi ini?!"


"Anak dan menantu kesayangan mu itu telah di bawa oleh pihak kepolisian!!"


"Mereka terbukti melakukan kesalahan!!"


"Sebentar lagi mereka akan mendekam di penjara..."


"APAAAA??!!!"


"TIDAK MUNGKIN!!!"


"Anda bisa memastikannya langsung..."


"Saya hanya ingin mengatakan sesuatu untuk terakhir kalinya!"


"Apa yang menjadi hak saya akan kembali padaku cepat atau lambat!!"


"Dua tahun kebelakang adalah batas waktu ku membisrkan kalian melambung ke angkasa..."


"Tiba saatnya, tepatnya hari ini aku menghempas kalian ke dasar jurang!!!"


"Jangan lupa ganti seluruh kerugian yang Suho ciptakan senilai 300 juta USD!!"


"Jika tidak seluruh aset keluarga Shin akan disita!"


"Hahahaha!!"


"TIDAAAAAAAKK!!"


"AAARGGHH!!"


Nina tengah memperhatikan mantan ibu mertuanya pingsan saat ini. Nina telah memasuki CCTV kediaman besar Shin.


"Lebih bagus dia mati karena serangan jantung!!"


"Aku kejam?"


"Hah! Aku belajar dari ahlinya bukan?!!"


"Aku ingat dulu bagaimana kamu mengurungku tanpa makanan!"


"Memukulku dengan sapu!"


"Bahkan kamu lebih menyayangi anjing peliharaan mu di banding aku menantumu!!"


"Semua ini tentu belum sebanding Nyonya Shin."


"Aku masih terlalu baik untuk kalian sekeluarga yang sudah seperti Anj*ing!"


"Mari kita lihat apa yang bisa di pertontonkan Soraya si ja*lang!"


Nina meraih kunci mobilnya dan tas kecil miliknya hari ini dia meminta cuti pada suaminya. Dengan alasan tidak enak badan Hanssel tentu saja mengijinkannya terlebih kemarin Nina begitu syok dengan perlakuan ibunya. Hanssel masih tidak enak hati padanya.


Nina melajukan mobilnya menemui mantan suaminya dan membuat kejutan bagi para penghianat itu.


✲✲✲✲✲✲