
Hanssel terus menatap Nina yang tengah menyuapi Jimmy dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajah istrinya. Sangat kontras dari terakhir kali dia pantau Nina di dalam CCTV saat bertengkar dengan Jessica sebelum mereka makan siang sekarang ini.
Kamu adalah wanita yang tangguh, sangat pandai menyesuaikan dimana tempatmu. Kamu juga selalu berusaha menjadi istri yang baik untukku... Terima kasih Nina, kamu membuat aku merasakan hal yang tidak pernah aku pikirkan bahkan aku bayangkan saja tidak!
Namun perasaan sedih kembali menggelayut hati Hanssel setelah menerima pesan dari mantan kekasihnya itu. Dia belum bisa dan belum berani menjelaskan pada Nina situasi ia saat ini.
"Papa Hanssel... Hari ini kita main ke timezone yaa!!" Ajak Jimmy yang memang sudah tidak ada canggungnya sama sekali.
"Okay prince!!"
"Yuhuuu!!"
Nina hanya mengacak rambut Jimmy ikut merasa bahagia, sudah sangat lama dia tidak melihat Jimmy sesenang ini. Bahkan putranya benar-benar menganggap Hanssel seperti papa kandungnya. Dia jauh lebih menyukai Hanssel di banding Erick bahkan Rangga tersisihkan oleh bosnya itu.
Jimmy ibu minta maaf jika kelak mungkin papa Hanssel tidak benar-benar menjadi papamu. Waktu ibu tinggal 2 minggu lagi menjadi pacarnya. Setelah sebulan semua akan hilang dan usai....
Nina tengah dirundung kesedihan perihal statusnya dengan Hanssel yang benar-benar sudah membuat Nina jatuh hati pada bosnya itu.
Mereka telah kembali ke perusahaan setelah sebelumnya membawa Jimmy pulang lebih dulu.
"Hans, dua hari lagi kita akan membuka tender gabungan untuk pekerjaan kontruksi Lee Hi."
"Hmm..."
"Apa kamu benar-benar memasukan Suho kedalamnya?"
"Sure, sesuai dengan rencana mu bukan?"
"Ya... Hanya saja Suho baru kali ini ikut tender kontruksi, sebelumnya Suho aku ciptakan untuk produk fashion."
"Bagus dong!"
"Kenapa bagus? Bukannya akan menjadi kecurigaan besar dari para kompetitor lainnya?"
"Aku sedang mencari kesalahan mereka... Bagaimana aku bisa menjatuhkannya jika mereka memang ahli di bidangnya?!"
"Aku..."
Nina menundukan kepalanya, resiko yang di ambil saat ini untuk menjatuhkan Suho dan mengambil alihnya begitu besar. Jika dahulu dia tidak memperdulikannya. Tapi saat ini perasaannya pada Hanssel membuatnya berpikir takut untuk menyeretnya dalam masalah.
"Kamu mikir apa sih?"
"Apa yang sudah aku janjikan tentu saja akan aku berikan..."
Hanssel mencoba menenangkan kegelisahan istrinya yang jelas terbaca di wajah dan gerakan tubuhnya. Hanssel mendekat pada Nina segera menunduk dan mengecup bibir Nina kemudian mereka bertautan mesra.
"Kamu tenang aja ya... Hal seperti ini bukan yang pertama kalinya..."
"Kamu sudah tahu jelas bagaimana aku mendapatkan Mentari Abadi?"
"Thank you Hans..." Gumam Nina lirih di depan wajah suaminya.
"Aku tidak suka kamu hanya mengatakannya lewat kata..."
"Aku akan meminta hak ku kembali nanti malam!!"
Hanssel menggoda Nina saat ini, wajah Nina tersipu atas perkataan mesum suaminya. Sejujurnya setiap malam mereka selalu menghabiskan malam dengan penuh gairah. Entah kecanduan atau memang kebiasaan, keduanya tidak akan melepaskan kesempatan untuk terus bercinta.
***
Nina tengah memakai kimononya, berjalan tertatih untuk membersihkan diri. Dia merutuki kebrutalan suaminya jika telah tersulutkan hasratnya. Wanita itu merasa seperti di lindas trus besar setiap kali habis memadu kasih. Hanssel yang tidak pernah puas akan hasratnya akan terus menerus mengerjai istrinya.
"Hans..."
"Bangun..."
"Hmm..." Tubuh Hanssel menggeliat dan tangannya menarik kembali tubuh Nina dalam dekapannya.
"Sudah ya... Ini sudah siang kita akan mengadakan rapat koordinasi persiapan proyek JK bulan depan."
"Kenapa kamu udah arrange di minggu ini?"
"Karena seminggu kedepan aku gunakan untuk menekan SUHO nantinya..."
"Baiklah... Aku ikuti permainan istriku saja..."
Hanssel bangkit setelah mencium mesra pipi Nina dan bergegas membersihkan diri.
Tring!
[ Karenn... Aku pulang sore ini kamu jemput aku okay! ]
Sebuah pesan masuk pada ponsel Nina wanita itu segera membalas cepat dan menghapus history nya.
[ Okay! ]
Di kantor Adamson Group Nina tengah melihat berkas yang di submit pihak Suho untuk ikut tender konstruski gabungan.
"Kayak gini mau ikut tender besar?"
"Nyali Erick sungguh patut di acungi jempol!!"
"Apa perlu aku yang siapkan dokumen apa saja yang bisa mendukung mereka agar menang!!"
"Arrrgghh!!"
Nina kesal dengan kinerja Suho selepas dia di lengserkan semuanya berantakan. Bahkan melengkapi berkas pengadaan saja mereka tidak teliti. Nina benar-benar tidak habis pikir, namun baru-baru ini Nina di kejutkan dengan stabilnya saham Suho setelah bulan kemarin indeks saham mereka turun.
"Siapa di balik bangkitnya SUHO?"
"Persetan semuanya, besok aku harus berpura-pura lagi jadi si buruk rupa!!"
...─────────ೋღ 🌺 ღೋ─────────...
Hai reader,
Kenalin nih Author sayangakugak? o(〃^▽^〃)o
Makasii banyak udah support sampe bab ini...
Mohon dukungannya buat terus support karya receh Author ya...
(๑˃̵ ᴗ ˂̵)و
KLIK Like, Love, Comment, Vote dan Gift nya...
Thank you all // Love you to the moon and back ♡ //
Bonus Visual dulu ah o(〃^▽^〃)o