Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 105 - Mrs. Keenan



Karennina telah kembali kerumahnya setelah dua hari dia mendapat perawatan di rumah sakit. Kondisi janinnya juga sudah lebih membaik. Walau masih di sarankan untuk tetap Bed Rest Nina memilih untuk mendapatkan perawatan di rumah. Dia juga lebih leluasa mengawasi Jimmy.


"Mmmmm...."


"Adek bayi belum boleh di jenguk ya?"


Hanssel dan Nina tengan bermesraan di kediaman mereka. Nina tertawa lirih dengan rengekan suaminya.


"Sepertinya kau sangat senggang ya pak?!"


Hanssel beranjak dari tempat tidur dan menuju jendela besar kamarnya sebelumnya mengambil gelas minum dan meminumnya dengan perasaan campur aduk.


"Aku harus pergi lagi ke Negara S."


"Aku mendapat kabar bahwa ada pergerakan dari anak buah Wijaya yang sudah terang-terangan mengincar nyawa nona muda ketiga."


Nina terpaku menatap ke arah suaminya, kehidupan mereka memang tidak sesantai kehidupan kebanyakan orang. Bahkan lagi-lagi taruhannya adalah nyawa sendiri.


"Oh iya, kemarin Rangga menghubungi ku."


"Dia bilang maaf dia ga bisa jenguk, dia juga ga bisa hubungin kamu..."


"Kemarin dia pamit, ada kerjaan ke Negara S."


Hanssel menaruh gelas minum di nakas dan kembali mendekati istrinya.


"Oh iya, aku sampai lupa..."


"Kemarin aku meminta tolong padanya pergi ke tempat kakak buat mastiin keadaan Yvone."


"Tapi sampai detik ini dia tidak mengabariku."


"Aku malah tahu sendiri dari kakak."


Nina terpaku sejenak, dia menatap gelisah ke arah suaminya.


"Are you okay?" Hanssel mengusap anak rambut Nina cemas.


"Sayaang, aku lupa tanya sama kakak."


"Aku tidak tahu apa mayat Yvone di kubur dengan layak atau?"


Hati Nina kembali mesara diremas kencang, dia memang sudah salah berurusan dengan hal yang berbau kekejaman seperti ini di masa kehamilan mudanya.


Hanssel menarik tubuh istrinya, merangkul dan mencium keningnya erat.


"Kamu ga usah mikir itu lagi ya..."


"Anggap kamu hanya tidak sengaja bertemu Yvone okay?"


"Lagian dia memiliki niat jahat tentu, semua memiliki karmanya sendiri."


"Lalu bagaimana dengan kakak ku?"


"Aku tidak ingin....."


Nina tidak melanjutkan kalimatnya dia justru semakin meraungkan tangisannya. Hanssel masih setia dengan terus menemani istrinya yang sedang sangat sensitif dan membesarkan hatinya.


***


"Aahhh.."


"Kak..."


Kedua insan yang tengah di mabuk asmara ini kembali melakukan aksi percintaan mereka kali ini Keenan membelikan kekasih kecilnya sebuah apartement mewah di pusat kota. Selain agar lebih leluasa mendatanginya, dia juga bisa mengawasi Farah dengan mudah.


Farah tengah sampai di puncak permainannya, Keenan menghentikan sejenak untuk menikmati cengkraman inti milik kekasihnya dengan menyeringai puas di depan wajah sayu dan menggoda kekasihnya. Setelah di rasa cukup Keenan kembali melancarkan serangannya yang membuat Farah menjerit sangat kencang. Tubuh Keenan ambruk di samping tubuh Farah yang sudah terkulai lemas lebih dulu.


"Terima kasih cutie..."


"Tidurlah..."


Tanpa disuruh Keenan sekalipun Farah telah tertidur lebih dulu. Satu jam kemudian Keenan terbangun, dia kembali mengenakan celana miliknya dan mengambil sesuatu di dapur. Dia sungguh haus!


Keenan menyesap cerutunya dengan terus menatap layar laptop miliknya sesekali menyesap kopi yang diseduhnya sendiri. Dia tengah memeriksa lini bisnis miliknya, dan juga memeriksa orang yang mencurigakan di toko Farah siang tadi. Sampai dia terkejut oleh sentuhan tangan yang melingkar di bahunya.


"Sayaaang ngapain sih?" Bisik Farah merangkul prianya dari belakang tempat duduknya.


Keenan mendongak dan tersenyum rupawan membuat wajah Farah merona seketika. Keenan menarik lengan kekasihnya dan mendudukan tubuh kekasihnya di atas pangkuannya.


"Kenapa bangun hmm?"


"Aku kedinginan, kakak ga meluk aku jadi kebangun deh!" Rayu Farah mencium leher kekasihnya yang masih bisa dia cium wangi parfume prianya walau sedikit memudar.


"Manja!!" Canda Keenan.


"Kakak ga mau aku lagi yaaa..." Rengek Farah.


Keenan semakin gemas dengan suara rengekan Farah dia kembali mencium bibir Farah lembut. Mereka bertautan sejenak da berhenti karena bunyi notifikasi pesan masuk terdengar oleh keduanya. Keenan melepaskan perlahan, dengan masih mendudukan kekasihnya di pangkuannya.


"Kakak sibuk ya?"


"Aku gak ganggu deh..."


Farah bersiap bangkit dari pangkuan prianya namun di tarik kembali oleh Keenan.


"Kamu mau kemana?!"


"Tidur..." Lirih Farah.


"Temani aku..."


"Kalo gitu turunin, aku duduk di sebelah."


"Ga usah!"


"Aku berat loh!"


"Gapapa."


"Dih..." Farah menerucutkan bibirnya kesal.


"Kakak ngapain?"


Farah memperhatikan layar laptop milik kekasihnya dengan tampilan yang berbeda dari laptop pada umumnya. Apalagi jika dia yang gunakan niscaya isinya adalah game dengan wallpaper anime favoritenya.


"Aku sedang membaca indeks saham."


"Owh.."


"Itu CCTV?" Tanya Farah ingin tahu.


"Tunggu, aku seperti mengenali orang ini!!"


Keenan menghentikan jemarinya menggerakan kursor. "Benarkah?"


"Yang mana?" Keenan menatap penuh kecurigaan.


"Cowok ini, sebelum orang aneh dan kakak yang datang berikutnya dia datang padaku lebih dulu."


DEG!!


Tiba-tiba perasaan Keenan tidak nyaman, dia takut musuhnya mengetahui kedekatannya dengan Farah. Farah bangkit dan mengambil sling bagnya dengan mengenakan kemeja milik prianya tanpa mengenakan pakaian dalam membuat wajah Keenan memerah saat melihatnya.


Farah kembali mendekati Keenan, memperlihatkan sebuah video yang dia rekam sejenak.


"Siang tadi aku mau cerita, tapi kakak udah mesum duluan aku lupa jadinya!!


Keenan terkekeh dan tersipu membuat Farah gemas rasanya.


"Ini dia..."


Farah memutar video di hadapan Keenan, dengan memicingkan pandangannya dia mencoba menyelidik siapa keduanya.


"Keduanya sangat romantis, aku diam-diam buat video ini sejujurnya cuma buat kasih liat kakak kalo mau lamar cewek tuh kayak gitu!!"


"Aku juga was-was takutnya mereka tersinggung."


Keenan mengerutkan keningnya dengan pernyataan kekasih kecilnya.


"Cuma yang aku tidak sangka, setengah jam berikutnya ada pria yang berseragam rapi seperti anak buah kakak datang menghampiriku. Kakak juga melihatnya, aku bersyukur kakak datang!"


"Dia bertanya dengan menunjukan foto mereka berdua padaku."


"Dan aku berbohong padanya."


"Aku sangat takut, karena aku yakin orang itu memiliki niat buruk."


"Dari penampilan saja udah sangat tidak ramah dan menakutkan."


"Terlebih, sebelumnya aku sedikit mengobrol dengan si cowok di dalam foto itu."


"Dari ekspresinya dia seperti sangat bersedih, aku sampai tersentuh dan iba."


"Dia membeli bunga untuk memberikan kejutan pada kekasihnya itu, hari ini kekasihnya berulang tahun dengan memberikannya cincin juga."


"Video ini saat saat si cowok bersimpuh menyatakan perasaannya dengan segenap jiwa raga membuat si wanita terpesona dan melambung tinggi ke angkasa!"


"Tapi setelah itu keduanya justru menangisi."


"Menangis bahagia kali ya?"


"Aku juga ga tau sih!"


"Cuma kenapa juga kok mereka di cari sama orang, kek lagi nyari orang hilang!!"


"Aneh ga sih?!!"


"Atau jangan-jangan mereka kabur!"


Keenan menelan salivanya, sejujurnya 20% saja dia menyimak pembicaraan kekasihnya karena sisanya 80% dia sedang terpesona saat kekasihnya bercerita yang terlihat sangat ekspresif.


"KAK?!"


"Isshh!!!"


Farah kesal seperti tidak ditanggapi dengan serius akan ceritanya. Keenan tertawa dengan menggelengkan kepalanya, dia mendekat dan wajahnya semakin turun mencium kembali bibir Farah.


"AKU TUH CERITA MESUM MULU IH SEBAAAAL!!!!" Farah mendorong tubuh prianya.


"Hahahaha..." Keenan tidak tahan untuk tidak tertawa.


"Yang cewek adalah putri tuanku, dan yang cowok adalah putra musuh tuanku."


"Jadi sudah bisa di tebak kan?" Terang Keenan pada Farah datar, Farah hanya bisa membulatkan matanya.


Keenan beranjak dari tempatnya, dia mengambil paper bag kecil yang telah di siapkan oleh Sam. Dia kembali duduk di tempanya, mengeluarkan box sebuah smart watch.


Wah, apa itu untukku??!!


Farah mengatupkan mulutnya dengan mata berbinar.


Keenan membukanya dan memeriksanya sejenak.


"Wah, sepertinya sama yang di pake oleh Karen ya?" Seru Farah antusias.


"Sedikit berbeda, punya Karen sudah dia modifikasi sedemikian rupa."


"Yang ini..."


Keenan menarik salah satu tangan Farah dan mengenakannya. Bergetar hati Farah, dia sungguh di perlakukan diatas rata-rata saat ini.


"Kamu harus selalu memakainya..." Keenan telah selesai mengenakan smart watch special untuk kekasih kecilnya.


"Uwoow.."


"Apa aku bisa berubah jadi power ranger pink jika aku tekan tombolnya??!" Seru Farah antusias.


"A pa?"


"Hahaha..."


"Tidak sayang, itu hanya animasi konyol saja."


"Di dunia ini hal yang seperti itu mustahil."


"Tapi yang nyata adalah sebuah teknologi yang bisa kita ciptakan sesuai kebutuhan yang seperti ini nyata."


Keenan menekan sebuah tombol, dan muncul sebuah sinar detector berwarna biru tengah memancar.


Please sign your access!


"UWOOOW!!" Dengan wajah takjub Farah membuka mulutnya lebar.


Keenan mengarahkan sinar detector ke wajah kekasihnya. Farah terpaku tidak berkedip membuat Keenan tersenyum dengan tingkah kekasihnya yang selalu terlihat konyol. Proses screening data tidak membutuhkan waktu lama dan selesai dalam beberapa detik saja.


Access finish. Welcome back Mrs. Keenan.


Farah menutup mulutnya dengan satu tangan yang lain dengan ucapan sistem seperti Siri mengatakan dia Nyonya Keenan. Ingin rasanya saat ini Farah jingkrak-jingkrak saking bahagianya. Kemudian sinar biru itu menghilang dan menampilkan beberapa fungsi di layar mini yang belum di pahami oleh Farah.


✲✲✲✲✲✲