Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 128 - Calon Mantu



Beberapa bulan kemudian,


Hari ini hari terakhir Keenan berada di pulau B, berakhir sudah tugasnya menyelidiki Emperor dan laboratorium misterius mereka.


Keenan langsung di terbangkan menuju Aussie menghadap tuannya dan melaporkan tugasnya.


"Bagaimana keadaan mu?!"


"Baik tuan."


"Jadi apa yang kamu temukan?!"


"Nyonya besar membangun Laboratorium di lahan pulau B."


"........"


"Jenis obat apa yang mereka produksi?!" Wira tengah membuka berkas menggunakan gadget canggih miliknya setelah Keenan mengirimkan data di drive perusahaan.


"Mereka benar-benar rapi menyimpan informasi."


"Sampai saat ini saya masih belum bisa mengambil data mengenai obat apa yang mereka produksi."


"Tapi saat nyonya berkunjung untuk pertama kalinya. Saya mengetahui garis besarnya."


"Nyonya akan memproduksi obat untuk kejang otak yang terjadi pada nona ketiga tuan."


Wira berhenti di slide yang memperlihatkan putra Wijaya. "Mengapa ada dia?!"


"Karena, dia juga sama menjadi kelinci percobaan tuan Wijaya."


"Tapi dia tidak lupa akan Luna?!"


"Justru karena dia mengingat selalu nona ketiga, ini menjadi penyiksaan yang berat bukan?!"


"Aku tidak menyangka, kau sungguh kejam pada putra mu sendiri Wijaya?!"


Keenan terdiam, dia tengah menunggu kembali perintah dari tuannya.


"Apa Liliana mengetahui posisi mu?"


"Seharusnya tidak, karena sampai kontrak saya berakhir di sana mereka tidak melakukan apapun terhadap saya."


"Huh!"


"Kesehatan Luna semakin memburuk, Wijaya sudah merilis obat anti inflamasi dari obat Wang."


"Apa menurut mu ini jebakan?!"


"Sepertinya begitu tuan..."


"Oh iya saya dengar, nona ketiga akan kembali di lakukan injeksi tambahan. Seperti yang sudah di terima oleh tuan muda Diaz."


"Mungkin maksudnya obat ini tak lain hanya pengalihan saja."


"Tuan, nyonya besar tengah memproduksi obat untuk nona ketiga. Bukan kah ini bagus?!"


"Kita akan lebih percaya pada Emperor bukan?!"


"Keenan, kelak kamu lah yang akan menggantikan posisiku di jaringan hitam."


"Bimbing dan jaga putri kesayanganku."


"Sejujurnya putriku ada 3 aku menyayangi mereka hanya Luna special!"


"Kedua kakaknya sudah mendapat bagian dari Emperor sedangkan dia tidak."


"Dia yang akan mewarisi bagian ku sepenuhnya."


"Tuaan..."


"Kau sangat hebat, sempat terpikir menjodohkan mu dengan Luna, tapi sial anak itu ternyata sudah menjalin hubungan dengan putra wijaya selama 7 tahun lamanya!!"


"Dan sekarang bocah itu terlibat pernikahan kontrak dengan pria lain!"


"Hanya karena dia tidak ingat siapa pria yang di cintainya!"


"Sungguh bikin sakit kepala bocah degil!!"


Tuan Wira memberikan ekspresi frustasi namun terlihat seperti candaan. Keenan hanya ikut terkekeh lirih.


"Aku percayakan keselamatan putri dan perusahaan ku padamu Keenan!"


"Dalam perjanjian dengan Wijaya satu tahun yang lalu, nyawa di tukar dengan nyawa."


"Jika aku mati maka Luna akan hidup."


"Dia hanya mengincar nyawaku..."


"Tapi dia tidak bisa menyentuhku..."


"Maka jalan teebaik adalah dia menyentuh kelemahan ku!"


"Aku berpesan, jangan pernah memperlihatkan kelemahan mu pada siapapun!"


"Tuan jangan bilang seperti itu, kami di rekrut untuk menjaga keselamatan anda tentu saja tidak akan mengijinkan Wijaya menyentuh anda."


"Tanpa kalian ada di belakangku, dia tidak akan pernah bisa menyentuh ku."


"Tapi dia tahu kelemahan ku adalah Luna!"


"Maka dari itu, aku kerahkan kalian semua menjaganya."


"Dia adalah nyawaku..."


Deg!


Entah mengapa seketika perasaannya sakit, dan tertuju pada kekasih kecilnya. Kali ini dia semakin memiliki titik kelemahan yang besar.


Mungkin aku juga akan melakukan apapun demi keselamatan Farah walau itu mengorbankan nyawaku.


Keenan menganggukan kepalanya mengerti, dia kini di perintahkan untuk melindungi putrinya yang semakin gencar menjadi incaran musuhnya.


***


Ding... Dong...


"Aku sungguh merindukan mu cutiee!!!"


Ding... Dong...


Tidak ada sahutan dari dalam ruangan.


"Kenapa aku menunggunya membuka pintu aku punya akses ku sendiri!!!"


Keenan kesal, dia berekspektasi bahwa calon istrinya akan membukakan pintu untuknya nyatanya dia di kacangin.


Braaak!


"Sayaaaang!!"


"Cutieee...."


Keenan terus mencari keberadaan pujaan hatinya, namun nihil dia tidak mendapati wanitanya berada di rumah.


Keenan menyapu meja bar yang berdebu, dia berpikir mungkin Farah tidak menempati apartemennya. Dia segera merogoh saku celana mengambil ponsel pintarnya dan menghubungi kekasihnya.


"Haloo..." Suara manis Farah membuncah hati Keenan saat ini.


"Sayaang..."


"Ada apa kak?!"


"ADA APA?!"


"APA KAMU TIDAK RINDU PADAKU HAH?!"


"SUAMI MU BARU SELESAI MELAKUKAN PEKERJAAN NYA DAN KAMU MENGHILANG BEGITU SAJA."


"LIHAT BAGAIMANA AKU AKAN MENGHUKUM MU!"


Terdengar suara kekehan di sebrang sana, Keenan hanya menggertak saja. "Kamu dimana aku kesana sekarang!!"


"A aku dirumah kak..."


"Ibu meminta aku menemaninya."


"Kalau begitu aku kesana sekarang!"


"Jangaaaan!!"


"Kenapa?!"


"Apa yang akan ibu pikirkan dengan kedatangan kakak kemari?!"


"Sebagai salah satu perwakilan keluarga Kaviandra tentu saja ingin berkunjung."


Farah terdiam, dia sedikit kecewa dengan jawaban dari prianya.


"Tapi ini sudah malam kak..."


"Kurang pantass..."


"Bawel!!"


Tut!


"Hih!!"


"Kok bisa gue cinta mati ama cowok sejenis dia?!!" Rutuk Farah saat ponselnya tiba-tiba saja terputus begitu saja.


Farah tengah gelisah dia terus mondar dan mandir di kamarnya. "Jika benar kakak kemari perutku gimanaaa?!"


"Haiissh!!"


Farah mengacak-ngacak lemari pakaiannya memilah baju yang benar-benar longgar yang bisa menyembunyikan perutnya yang kini sudah memasuki bulan ke 5.


"Faraaah!"


"Turun nak, tuan Keenan mengunjungi rumah kita!!"


"Whaat the fuuuuucckk!!"


"Dia pake mobil jenis apa tiba-tiba udah sampe ajaaaa!!"


"IYAA BU SEBENTAR..."


Farah masih tidak tenang, dia terus menggigit kuku jemarinya gelisah.


"Come down... inhale exhale!!!"


Di ruang tengah Keenan telah sampai dengan beberapa kudapan yang dia bawa.


"Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya kalo mau berkunjung?!"


"Saya tidak bisa nyiapin kudapan yang pantas."


"Tidak usah repot-repot tante."


"Kebetulan saya ada pekerjaan sebentar di KL, jadi saya mampir..."


"Owh..."


"Kak..."


Melihat Farah yang sudah menghampirinya seketika ingin rasanya dia memeluk gadisnya dan tidak ingin dia lepaskan.


"Apa kakak membelikan aku sesuatu yang enak?!"


"FARAAH!!" Umpat Nyonya Lee.


Keenan terkekeh "Apa Daniel sudah tertidur?!"


"Dih ngeles di mintain oleh-oleh malah nanya si Daniel!!"


"FARAAH LEE!!!" Nyonya Lee terlihat sangat kasar atas kelakuan anaknya.


"Biarkan saja tante, dia kan memang seperti itu."


"Terlalu dimanja!!"


Deg!


Farah dan nyonya Lee melotot bersamaan, kemudian nyonya Lee berdiri menunduk berulang kali.


"Maaf tuan...."


"Maaf kelakuan Faraah!!"


"Dia pantas untuk di hukuum!!"


"Buuu..."


"Hehe, sudah tan saya hanya bercanda saja..."


"Farah sangat penurut!"


"Jika tidak mungkin Karen tidak akan memanjakannya sampai seperti sekarang..."


Farah masih terpaku, sejujurnya dia bersikap barusan untuk menghindari kegelisahan hatinya. Siapa sangka ibunya justru berpikir berlebihan.


"Sekali lagi saya sebagai tetua Lee meminta maaf jika Farah mengecewakan keluarga Kaviandra." Nyonya Lee sudah tidak tahan menangis kali ini.


Bukan karena tingkan Farah barusan tapi karena Farah tengah hamil tanpa seorang ayah. Hal ini otomatis akan mencoreng nama baik keluarga Kaviandra juga. Setelah rumor buruk Karen terdahulu mereka sampai harus meredupkan pamornya dari masyarakat umum. Jika sekarang mereka tahu anak angkat mereka hamil di luar nikah Nyonya Lee tidak tahu harus menebusnya dengan apa.


✲✲✲✲✲✲