Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love
Bab 129 - I Know



Keenan merasa heran dengan tingkah ibu Farah yang berlebihan seolah seperti menyembunyikan sesuatu.


"Tidak perlu sungkan tan..."


"Kami memang sangat menyayangi Farah!" Keenan menatap nakal ke arah Farah, yang di tatap menundukan wajahnya malu.


Farah masih menggenggam erat ujung sweater rajutnya kegelisahannya masih terus menggelayut manja di hatinya.


"Saya sungguh berterima kasih banyak atas kemurahan hati tuan Keenan dalam menjaga keluarga Lee..."


"Sudah lah tan, kenapa menjadi canggung begini?!"


"Oh iya, aku mau minta ijin membawa Farah menemaniku mencari sesuatu untuk mencari pesanan Karen."


Farah menatap tajam ke arah Keenan, Keenan hanya berwajah datar tidak peduli dengan protesan kekasihnya.


"Oh ya silahkaaan.."


"Buu! Ini kan udah malam..."


Keenan menatap nyalang wanitanya yang dengan berani menolak ajakannya. Nyonya Lee menyadarinya kemudian ketakutannya menguar.


"FARAAH LEE!! Kau kan hanya disuruh temenin!"


"Jangan keterlaluan!!"


Keenan melayangkan satu garis senyum kemenangannya. Farah menghembuskan nafasnya kasar.


Inginnya dia menghindar, jika Keenan mengetahui kehamilannya dia sangat takut jika realita tidak seindah ekspektasinya.


Keduanya pamit, dan bergegas menuju mobil yang terparkir di depan halaman rumah Farah.


"Mmmm.... Kakak!"


Keenan sudah tidak sabar segera menciumi calon istrinya dengan rakusnya.


"Apa kamu tidak merindukan ku cutie?!" Ujar Keenan dengan suara berat dan sangat berhasrat. Dia kembali menarik tengkuk leher Farah dan kembali menyesap bibir yang menjadi kesukaannya yang selalu dia rindukan selama ini. Farah merangkulkan tangan di bahu Keenan, mereka kembali mencari kenyamanan dari ciuman kerinduan yang sudah mereka simpan selama ini.


Farah memukul dada bidang prianya meminta dilepaskan! Selain kehabisan nafas, Keenan menyesap kuat lidahnya hingga dia tercekat.


"Sayaaang aku ingiin..." Bisiknya kemudian mencoba memasukan satu tangannya kedalam sweater Farah. Dengan sigap Farah menahannya.


"Kaaak!!" Dengan terengah sama menahan gairahnya yang juga meminta haknya. Namun dia sangat takut jika tangan prianya menyentuh perut buncitnya.


"Aku sedang menatruasi!!" Pekik Farah membual.


Keenan menghentikan gerakannya, dia terlihat sangat kesal dengan penolakan yang terus di lakukan kekasihnya di saat hasratnya memuncak. Dia bahkan lupa bahwa mereka masih di dalam mobil di depan pekarangan rumah kediaman Lee.


Farah menggigit bibir bawahnya menahan segala emosinya agar tidak keluar menjadi air mata.


Maafkan ibu nak...


Buuug!!


Keenan memukul kemudi kesal, saat ini dia benar-benar sangat berhasrat setelah dia tahan selama 6 bulan tidak menjamah kekasih tersayangnya yang sudah membuatnya kecanduan.


"Ya sudah lah, kamu temani aku makan!!!" Keenan berujar kesal.


Mengapa kakak sangat mudah tertipu dan tidak pernah sekalipun curiga kalau aku kemungkinan hamil. Selama ini dia bahkan tidak pernah menggunakan pengaman.


Apa dia mendadak bodoh jika di hadapkan masalah se*ksual?


Farah menyadari kekesalan Keenan dia mencium mesra pipi prianya.


"Kakak adalah orang paling mesum di dunia ini!"


"Setiap kali ketemu cuma tau minta enak-enak aja!!"


Farah merengek kesal dengan menunjukan ekspresi menggemaskan dan menggodanya. Keenan mendadak luluh dan mencium kembali bibir Farah hingga puas.


"Katanya mau makaaaan!!" Protes Farah kesal bibirnya sudah sangat kebas atas perlakuan pria cabul di depannya.


"Iya, aku kan pengennya makan kamu!!" Rengek Keenan gantian membuat Farah gemas.


"Uluu... Uluu..."


"Cup... Cup..."


"Suruh siapa pergi lama mo ngalahin rekor bang toyib sih jadi kena batunya!!"


"Apa sih Faraaah..."


"Ayok pergi nanti ibu curiga lagi kita ga pergi-pergi."


"Kamu bantu aku ya sayang..."


"Bantu apaaaa??!" Fatah mengerutkan keningnya tidak faham.


"Adik juniorku sudah berdiri tegak!!"


"Aaaarrrhh!!"


"CABUUUUL!!!"


Setelah 10 menit Keenan melenguh panjang menikmati keinginannya. Mau tidak mau Farah juga melayaninya setelah sebelumnya Keenan memaksa, jika tidak maka dia akan mengadukan pada ibunya bahwa dia tengah menggoda Keenan.


Si bajingan tidak tahu diri!


"Sudaaah puas sayaaang??!" Goda Farah menyapu bersih cairan yang dipaksa Keenan untuk meminumnya. Awalnya jijik dia bahkan hampir muntah namun dia ingat dia tengah melayani Raja Neraka dia masih ingin panjang umur.


"Beritahu aku saat selesai masa menstruasi mu aku akan melahap mu!!"


"Aaarrrgh!!" Farah beringsut mundur hingga ujung pintu. Keenan terbahak puas mengerjai kekasihnya.


"Kamu mau apa sayang, giliran aku yang akan melayanimu tuan putri."


Farah tersipu malu, dia memeluk erat kekasihnya dari samping. Keenan mencium kening Farah lembut dan erat.


"Aku sangat merindukan mu sayaaang."


"Mengapa perasaan cinta aku semakin hati semakin bertambah besar hmm?!"


"Apa kamu menyihirku?!"


Farah terkekeh sekaligus terharu, dia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan air mata yang sebelumnya dia tahan.


"Kenapa menangis?!"


Farah menggeleng, "Aku hanya bahagia..."


Keduanya kembali bertautan sebelum akhirnya pergi dari halaman rumah mereka.


***


Setelah puas makan malam romantis di salah satu restoran hotel bintang lima, giliran Farah mengajak Keenan untuk berjalan-jalan di tepi aliran sungai di salah satu taman kota.


Banyaknya muda-mudi yang tengah berjalan-jalan sama seperti mereka Farah melebarkan senyumnya.


Akhirnya aku bisa pamer... Woy gue punya pacar ganteng pulaaaa, kaya raya sealam semestaaaa!! Cepaaat lihat aku dan pacarkuuu HAHAHAHA!!!


Pikiran nista Farah membuatnya tidak tahan untuk tidak terkekeh, dengan merangkul lengan prianya mesra mereka berjalan menuju salah satu bangku taman menghadap sungai. Suasana malam yang sahdu dengan semilir angin yang membuat mereka semakin nyaman. Keduanya memandangi pemandangan kota KL di malam hari di penuhi bintang-bintang di langin semakin membuatnya terlihat romantis.


"Senyum-senyum gitu mikir mesum ya?!" Canda Keenan.


"Dih, aku baru tahu CEO KTECH dan mafia ternama ternyata otaknya cabul!!"


"HAHAHA!!"


Tanpa ragu dan malu Keenan mencium lembut bibir Farah. Wanita itu terbelalak tersipu malu dengan wajah semakin memerah semerah bunga mawar yang bermekaran di sepanjang jalan.


HAHAHA MAMPUS KALIAN YANG LIAT MUPENG KAN?!! CEPET IRI AMA GUEEE.... KAPAN LAGI GUE BARBAR SETELAH SEKIAN LAMA DICAMPAKAN!!!


Beberapa orang memang tengah memperhatikan mereka namun kemudian kejadian seperti itu memang kejadian yang umum di negara tetangga dan tidak menjadi masalah.


"Aku sangat mencintaimu ceo cabul ku!!"


Keenan menggeleng kepalanya dengan ucapan tidak senonoh pacarnya.


"Untung gue juga sayang!"


"Ngomong sembarangan lagi aku ga akan kasih kamu pulang ke rumah."


Farah tersipu, dia memegang wajah Keenan perlahan menatapnya sendu dengan sepenuh hati membelai wajah kekasihnya. Terpancar tatapan penuh kasih diantara keduanya.


"Kak..."


"Hm..."


"Apa kakak pernah berpikir bagaimana kalau kakak memiliki keturunan sendir?!" Dengan hati-hati Farah memancing prianya. Berharap mendapatkan kepastian dari jawaban Keenan.


Keenan terdiam menatap Farah sejenak dengan tatapan serius kemudian memalingkan wajahnya ke depan. Terlihat dia menelan salivanya dengan wajah gelisah.


"Aku belum siap..." Lirihnya ragu.


DEG!!!


SI ANJEENG!!! GARAP LAHAN DOANG PANENNYA GA MAU?!!


Hati Farah mendadak emosi dengan jawaban ambigu kekasihnya. Sepertinya keputusan menyembunyikan kehamilannya memang tepat.


Sayang, walau ayahmu tidak ingin tapi ibu mau!! Nenek mu juga mau!!


Hati Farah kembali sakit dia membuang mukanya, secepatnya menyapu bulir bening di kedua pelupuk matanya.


"Aku bukan tidak ingin sayang, tapi urusan ku belum selesai."


"Aku tidak ingin membawanya dalam bahaya."


"Aku membawa mu keluar seperti ini saja, aku sudah tahu resiko kedepannya bagaimana."


"Huh!"


"Aku minta maaf..."


"Kamu mau kan, lebih bersabaar lagi sebentar..."


"Kedepannya pekerjaanku akan jauh lebih berbahaya."


"Tapi aku sungguh tidak sanggup tidak bertemu denganmu sebentar saja."


"Setelah hubungan terlarang kita aku semakin tidak bisa jauh dari mu Farah."


"Kau benar-benar telah mengendalikan jiwa dan ragaku!"


Keenan menggenggam erat kedua tangan Farah dengan bersimpuh di bawah menatap kekasihnya penuh harap. Farah menangis dalam diam, dia terus mengatupkan bibirnya erat tidak. ampu berkata. Keenan bangkit dan menarik tubuh Farah memeluknya erat.


✲✲✲✲✲✲