Do Not Leave Me

Do Not Leave Me
DNLM 7



Olive melihat jam menunjukkan pukul 12.00 wib. Olive melihat kearah pintu kamarnya. Beberapa saat yang lalu Olive menyumbat kran air di kamarnya hingga air tak bisa menyala. Alasan itu bisa digunakannya agar bisa keluar dari kamar ini pikir Olive..


Pintu mulai terbuka, beberapa pelayan mulai masuk mengantarkan makanan.


"Hey.." ucap Olive mwmanggil salah satu dari pelayan tersebut.


"Iya nona.. ada yang bisa saya bantu?" Ucap pelayan tersebut.


"Keran kamar mandi gue mati, perbaikin dong. Gue gak bisa mandi nih dari tadi pagi." Ucao Olive sambil mengendus-ngendus badannya yang seolah-olah memang benar-benar bauk.


"Sebentar nona, saya minta izin ke tuan dulu." Ucap pelayan tersebut yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Olive yang menyeringai. Olive tak menyadari terpasangnya cctv di kamar nya.


🐨


Di ruang kerja, Aiden menatap layar komputer yang menampilkan kegiatan Olive sejam yang lalu. Aiden dapat melihat Olive yang berusaha menyumbat keran kemudian Olive yang tertawa kegirangan saat keran tersumbat karena ulahnya.


Olive juga berbohong pada pelayan agar bisa keluar dari kurungannya. Sebenarnya hari ini Aiden akan mengajak Olive keluar rumah untuk sekedar menghiruo udara segar. Namun, melihat tingkah Olive yang seperti ini membuatnya dengan senng hati mengikuti permainan yang diciptakan oleh gadis kecil itu.


'Mari kita nikmati permainanmu, aku ingin melihat seberapa besar nyalimu untuk keluar dari sini.' Batin Aiden.


🐨


Pelayan tadi masuk kembali kekamar Olive.


"Nona, anda boleh keluar dari kamar ini dan memakai kamar lain untuk membersihkan tubuh anda. Anda juga bisa tidur dikamar lain nanti malam.. biar kamar ini diperbaiki dulu." ucap pelayan tersebut yang membuat Olive kegirangan. Hal itu tidak luput dari penglihatan Aiden.


Olive langsung keluar kamar dengan semangat, pelayan tadi yang melihat tingkah nona nya itu tersenyum geli.


Beberapa menit yang lalu..


"Permisi tuan, kran yang ada di kamar man....." ucapan pelayan itu terpotong oleh Aiden.


"Izinkan dia keluar dari sana.. dia hanya mencari alasan untuk bisa keluar dari kamar nya." ucap Aiden yang dibalas anggukan mengerti oleh pelayan tersebut.


"Baik tuan, permisi" ucap pelayan itu kemudian berlalu pergi dari ruangan Aiden. Aiden langsung menelpon Roby.


"Roby, kau perketat penjagaan dimansionku. Jangan sampai Olive bisa kabur dari sini. Aku akan pergi keluar negeri untuk mengurus perusahaan Wijaya." Ucap Aiden yang langsung mematikan ponselnya.


Aiden berjalan menuju kamarnya dan menyusun barang untuk keberangkatannya esok.


🐨


Di lain tempat, Bella masih penasaran dengan apa aynag dilakukan oleh Sarah dan Daren pagi tadi. Ia langsung mengirim pesan untuk sarah.


Bella


Sar, gue mau bicara sama lo. Penting! Kita harus ketemuan dicafe x.


Sarah Lee


Oke, otw gue nih.


Setelah mendaoat balasan, Bella langsung bergegas pergi dari rumahnya menemui Sarah.


Sesampainya di cafe x Bella melihat Sarah dan menghampirinya. Mereka duduk disebuah meja yang ada dicafe itu.


"Gue udah pesenin cofee kesukaan lo." Ucap Sarah yang sudah paham minuman kesukaan sahabatnya.


"Oke makasi, gue mau nanya soal lo dan Daren pagi tadi." Ucap Bella. Sarah menaikkan salah satu alisnya menanggapi perkataan Bella.


"Ada yang lo sembunyiin dari gue dan Viona kan?" Sarah akui, Bella adalah pengamat terbaik. Bahkan tebakannya tidak pernah meleset sedikit pun termasuk kalau Viona adalah cewek matre.


"Kalau gue ceritain, lo bakalan percaya sam gue atau Viona?" Ucap Sarah pada Bella.


"Ya jelas lo lah, gue tau tebakan gue gak pernah meleset. Dan gue juga tau kalau Viona cewek matre. Lo tau kan gue paling benci sama cewek matre." Ucap Bella yang membuat Sarah tersenyum puas..


"Sekarang lo paham kan? Viona bukanlah orang yang baik. Dia dan mama nya adalah seorang penjilat yang membunuh orang tua Olive." Ucap Sarah.


"Kenapa kita gak laporin mereka sama polisi?" Kata Bella.


"Kita belum punya banyak bukti yang bisa menjebloskan mereka. Selain itu kita juga jangan laporin mereka ke polisi." Ucap smSarah yang menimbulkan banyak pertanyaan dikepala Bella.


"Kenapa? Biar mereka tau rasa Sar. Dengan begitu mereka gak bakalan gangguin Olive lagi." Ucap Bella heran.


"Lo tenang aja. Olive udah aman sekarang, dia jatuh ketangan orang yang menyayanginya. Gue sama kak Daren akan ngejebak Viona. " Ucap Sarah menatap Bella.


🐨


'Senangnya gue bisa keluar dari ruangan itu.' Batin Olive.


Olive sebenarnya mengetahui semua rencana yang dilakukan Dewi dan Viona untuk menghancurkannya. Bahkan ia tahu kalau perusahaannya tidak bangkrut sama sekali dan sengaja dijual oleh si Dewi sialan itu.


Tak hanya itu, Olive juga mengetahui dirinya akan dijual oleh Dewi.


Flashback on


Ini kali ke tiga Olive ke kampus, hari ini dia berjalan kaki mengingat kampusnya tidak terlalu jauh. Olive berusaha untuk terlihat bahagia meskipun didalam hatinya ia sangat sedih atas kepergian Ayahnya.


Ditengah jalan Olive berhenti kemudian merogoh saku jacket yang dikenakannya. Menyadari sesuatu yang penting ketinggalan membuatnya memutar badan dan berjalan kembali kerumah. Sesampainya dirumah ia tidak melihat Viona dan mamah sama sekali.


'Mungkin Viona sudah berangkat dan mamah pergi belanja' ucap nya dalam hati.


Olive langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah mengambil ponselnya yang tertinggal dimeja rias, olive pun menutup kamarnya dan turun kebawah.


Samar-samar Olive mendengar suara orang yang berbisik-bisik. Olive yang penasaran pun mendekati sumber suara. Ia menelusuri suara yang berasal dari kamar Ayahnya. Suara tersebut ternyata milik Viona dan mama Dewi. Beruntung pintu kamar sedikit terbuka, hal itu membuat Olive lebih mudah menguping pembicaraan Viona.


"...rencana mama?" Ucap Viona yang terdengar samar di telinga Olive.


"Mamah akan jual perusahaan Wijaya. Mamah akan buat seolah-olah perusahaan itu bangkrut. Sehingga Olive nggak akan curiga sama kita." Ucap Dewi yang dapat didengar jelas oleh Olive.


"Lalu gimana sama Olive ma? Dia akan cepat tahu kalau dia tinggal disini." Kata Viona.


"Kamu tahu kan kalau Riska dan Ferdi lenyap ditangan mamah, maka dari itu Olive juga harus lenyap ditangan mamah. Mamah akan bunuh Olive.." ucapan Dewi membuat Olive menganga tak percaya. Olive menangis dalam diam sambil menutup mulut nya agar tak bersuara.


"Tapi mah, aku mau nyiksa Olive dulu. Aku muak melihat tingkahnya yang angkuh itu mah." Ucap Viona yang masih dapat didengar Olive.


"Kemarin mamah dapat tawaran sayang, orang yang akan membeli perusahaan Wijaya berniat untuk membeli Olive juga. Mamah sedikit mempertimbangkan hal itu tapi, alasan mereka membeli Olive membuat mamah berpikir ulang..." Viona masih diam mendengarkan apa yang akan dikatakan mamah nya selanjutnya.


"Mereka ingin Olive menjadi psk, mereka melihat foto Olive diruang tamu membuat mereka memberikan tawaran itu. Gimana menurutmu Vie.." ucap Dewi yang membuat Olive sangat muak.


"Aku setuju mah, jadikan Olive sebagai ****** yang sesungguhnya. Kalau boleh tahu, siapa orang yang membeli Olive mah?" Kata Viona dan bertanya.


"Mamah kurang tahu, kalau gak salah namanya Roby."ucap Dewi. Mendengar hal itu Olive langsung pergi dari sana dan mencari tahu tentang Roby.


'Ternyata setelah merenggut nyawa orang tuaku kau belum merasa puas. Sekarang kau ingin menjual dan menjadikanku budak ****. Lihat aja, aku akan membalasmu wanita ular.' Batin Olive.


Flashback off


Olive merekam semua percakapan mereka saat itu, namun ponsel yang digunakannya sekarang berada ditangan Aiden. Olive yakin Aiden belum membuang ponselnya. Ia berencana untuk memintanya kembali saat ia bertemu dengan Aiden.


Olive juga mengetahui banyak tentang Aiden. Awalnya Olive mencari informasi tentang Roby yang ternyata orang suruhan Aiden. Mengetahui hal itu, Olive mencari informasi tentang Aiden pula. Ketika mendapat semua informasi yang diinginkannya membuat Olive senang bukan main. Pasalnya orang yang akan membelinya bukanlah orang sembarangan.


Olive bukanlah orang bodoh, ia tahu kamarnya telah terpasang cctv yang sangat kecil hingga tak siapapun menyadarinya.


Olive membuat dirinya seolah-olah tidak tahu dengan rencana mereka. Bahkan seorang Aiden dengan mudah masuk kedalam tipu muslihat yang diciptakannya.


Sekarang tujuannya adalah membuat Aiden jatuh cinta padanya. Kemudian dengan mudahnya Olive akan menyingkirkan sampah seperti Dewi dan Viona.


'Gue bakal balas perbuatan lo berdua ******. Gue akan buat lo menderita setelah ini.'