Do Not Leave Me

Do Not Leave Me
DNLM 22



Hai πŸ‘‹πŸ» Aku kembali lagi ngelanjutin "Do not leave me". Maaf ya buat para pembaca πŸ˜”, beberapa hari belakangan ini aku sibuk banget bantuin orang tua panen jagung di kebun. Kalian terus dukung aku, biar aku semangat lagi nulis cerita ini hehehee :v


.


.


.


"Bagaimana? Apakah ada perkembangan?" Tanya Dewi pada anak buah yang dia suruh untuk memata-matai Olive dan Viona.


"Gadis yang bernama Viona sudah bertemu dengan kakak kandung nya. Sedangkan Olive masih dalam pengawasan Aiden. Kami belum bisa menculik Olive nyonya." Ucap seorang anak buah yang ditunjuk Dewi untuk menjadi bos dari anak buah nya.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, cepat susun rencana untuk menculik Olive. Dengan begitu kita bisa menguras harta Aiden." Ucap Dewi menyeringai.


****


Olive sudah sampai dirumah Aiden.


"Makasih ya, udah nganterin gue." Kata Olive pada teman-temannya.


"Santai aja kali Liv, kek sama siapa aja lo." Ucap Denia tersenyum.


"Kalau gitu, gue masuk dulu. Kalian hati-hati dijalan." Kata Olive, kemudian dia turun dari mobil Denia.


"Lo juga hati-hati Liv." Kata Salsa.


"Terutama sama om Aiden Liv." Ucap Bella menimpali membuat Olive kesal. Teman-teman Olive yang lain pun tertawa melihat Olive yang sedang kesal.


"Bay!" Ucap Olive berlalu masuk meninggalkan teman-teman nya yang masih tertawa.


"Babay Olive!" Teriak teman-teman nya saat Olive belum terlalu jauh. Kemudian mereka melaju meninggal kan kediaman Aiden.


Olive yang baru saja masuk kedalam rumah, sangat terkejut melihat Viona ada di sofa. Bukan hanya Viona, seorang wanita yang cukup cantik pun menyita perhatian nya saat memasuki rumah.


Olive memandang sinis Viona.


'Gue pikir lo udah pergi jauh, ternyata lo balik lagi." Batin Olive tersenyum sinis.


Olive menaiki tangga menuju kamar nya. Dia tak mau ambil pusing dengan dua orang wanita yang ada dirumah itu. Olive lebih memilih untuk tidur siang daripada memikir kan dua wanita yang tidak penting menurut nya.


****


Viona dan Dira terkejut saat pintu utama dibuka secara tiba-tiba. Secara spontan mereka menoleh ke arah pintu.


Viona yang melihat Olive disana tersenyum manis menunjuk kan kalau dia senang akan kedatangan Olive. Namun sesuai dugaan nya, Olive tidak membalas senyum yang diberikan nya. Olive malah melayang kan tatapan sinis untuk nya.


Sesaat Olive beralih memandang Dira yang ada disamping nya. Dira hanya tersenyum kikuk ketika Olive menatap nya penuh tanya dan tak bersahabat. Hal itu membuat Dira mengurung kan niat nya untuk memperkenal kan diri pada Olive.


Mereka melihat Olive yang berjalan menaiki tangga dan hilang ditelan pintu kamar nya, Dira menatap Viona.


"Dia Olive?" Tanya Dira penasaran.


"Iya kak, dia Olive." Kata Viona tanpa menatap Dira.


"Cantik kan?" Kata Viona lagi, Viona menoleh kearah Dira saat bertanya.


" Cantik sih, tapi sayang dia serem banget." Kata Dira jujur membuat Viona terkekeh pelan.


"Dia serem nya cuma sama aku aja kak, dia mungkin mengira kalau kakak teman ku. Makanya dia juga jutek gitu sama kakak. Tapi aslinya dia baik banget kok kak. Wajar sih dia begitu sama aku." Kata Viona yang menunduk kan wajah nya di akhir kalimat nya.


Dira yang melihat hal itu pun tersenyum tulus.


"Udah nggak papa Vie, kakak yakin kalau Olive akan memaafkan mu." Ucap Dira berusaha menyemangati Viona.


"Hey, adik-adik cantik." Ucap Aiden yang tiba-tiba datang membuat Viona dan Dira terkejut. Viona bergegas mengusap air mata nya yang hampir turun. Hal itu tidak luput dari pandangan Aiden.


"Kenapa kau menangis Viona? Siapa yang menjahatimu." Tanya Aiden membuat Viona dan dira menggeleng.


"Oh tidak kak, Viona hanya sedih mengingat kejadian antara dia dan Olive. Tidak terjadi apa-apa kok." Kata Dira menjawab pertanyaan Aiden.


"Hmm.. kakak yakin kalau Olive akan memaaf kan mu." Ucap Aiden mengusap puncak kepala Viona. Ia berusaha agar Viona tidak sedih lagi.


"Gimana kalau kita dinner malam ini? Nanti akan ku ajak Olive juga, agar kalian semakin dekat." Ucap Aiden yang langsung disetujui oleh Dura dan Viona.


"Baiklah, aku keatas dulu menghampiri Olive. Ini aku bawa makan siang untuk kalian." Ucap Aiden menyerah kan makanan yang dibeli nya sepulang dari kantor tadi.